5 Kelebihan Punya Rumah di Perumahan

Banjirembun.com - Preferensi atau kecenderungan kalangan tertentu yang lebih bergairah dan memprioritaskan punya rumah di kawasan perumahan nyatanya berbeda-beda. Namun, pada umumnya mereka mau meninggali hunian di perumahan bukan semata-mata karena "praktis". Terutama terkait keuangan (bisa dicicil) dan dekat lokasi pekerjaan.


Hasrat memiliki rumah di kompleks perumahan juga didasarkan pada keadaan psikis alias kejiwaan, kepribadian, dan perilaku sosial yang telah melekat dalam diri mereka. Tentunya penawaran fasilitas maupun layanan yang diberikan oleh pihak pengelola (developer) kawasan perumahan juga tak boleh tertinggal.


Menurut konsumen developer properti maupun pembeli rumah seken (bekas) di perumahan, mempunyai tempat tinggal di sana ada sejumlah kelebihan tersendiri. Di mana, beberapa keunggulan tersebut yang jadi daya tarik mereka sehingga amat berminat membelinya. Anggapan mereka yaitu punya rumah di perumahan adalah kebutuhan primer.


Apapun itu, pilihan masing-masing individu harus tetap dihargai dan dihormati. Setiap keputusan pribadi tersebut adalah hak asasi mereka. Asal tak melanggar norma agama maupun hukum negara. Toh, itu kehidupan mereka sendiri. Buat apa ikut campur. Apalagi kalau tak ikut membiayai pembelian rumah.


Berikut ini kelebihan memiliki rumah di perumahan:


1. Terkesan Eksklusif

Meski perumahan tersebut kecil serta barangkali levelnya perumahan subsidi yang model bangunannya minimalis, kenyataannya tetap ada kesan "berkelas". Sensasi atau feel membeli rumah pertama kali antara di kawasan perumahan dengan di lingkungan pemukiman "terbuka" tentu berbeda. Lebih bangga beli rumah di perumahan ketimbang terima tanah serta rumah warisan.


Bakal jauh terasa eksklusif tatkala hunian tersebut berada di perumahan cluster serta jenis perumahan berkelas lebih tinggi lainnya. Konsekuensinya, tidak semua orang bisa hilir mudik keluar masuk perumahan. Harus punya kartu penghuni untuk membuka portal atau palang pintu. Tentu, pos satpam juga selalu dijaga 24 jam minimal dua orang.


Baca juga: Perbedaan Perumahan Cluster dan Non Cluster


2. Tidak Bising dan Tak Ramai

Suara keramaian maupun lalu-lalang kendaraan merupakan hal tabu bagi perumahan. Sebuah kompleks perumahan tertentu malah punya aturan sosial tersendiri. Yakni, menjalani hidup individualis bukan jadi masalah. Asalkan jangan mengganggu privasi, merusak kenyamanan, dan melanggar standar keamanan.


Hal berbeda ketika punya rumah di gang atau jalan kecil pada area padat penduduk. Suara-suara menganggu dan padatnya mobilitas pejalan kaki maupun pengguna sepeda motor kerap ditemui. Privasi sulit didapatkan. Belum lagi risiko kebakaran, rawan kejahatan, hingga sarang penyakit barangkali tak boleh diabaikan.


3. Ikatan Sosial yang Fleksibel

Kondisi interaksi sosial penghuni perumahan lebih fleksibel ketimbang di perkampungan yang sudah mapan. Jauh makin fleksibel saat perumahan tersebut proyeknya baru saja rampung. Para warga perumahannya sama-sama berstatus penduduk baru. Belum ada yang jadi sosok "pendahulu" dan dituakan.

Rumah di perumahan Pakis Hasanah Smart Living, Malang 

Umumnya masyarakat perumahan merupakan orang sibuk. Tak ada waktu untuk mengurusi apalagi menggosip kehidupan tetangga. Kalaupun ada waktu luang akan mereka gunakan untuk hal-hal bermanfaat. Kesenggangan dipakai secara totalitas demi meningkatkan kualitas diri dan mempererat hubungan keluarga.


4. Tata Ruang yang Rapi

Di dalam perumahan memiliki tata kelola ruang atau denah yang rapi. Terdapat taman bermain, lapangan, Ruang Terbuka Hijau (RTH), atau fasilitas umum lainnya. Di mana, semua fasilitas dan layanan tersebut terjaga. Tentu tak terdapat pedagang kaki lima. Sebab, tempat jual beli dipusatkan pada kios tersendiri.


Adapun pada perumahan lain terkadang pengembang atau developer melarang pemiliknya melakukan renovasi rumah. Bahkan, taman depan rumah serta garasi pun dilarang dirombak. Sebab, hunian yang dibangun sudah benar-benar siap dan layak huni. Pembeli tinggal bawa koper tanpa perlu keluar biaya lagi.


5. Komunitas yang Homogen

Rata-rata penghasilan warga perumahan kisarannya sama. Tak ada yang lebih mencolok atas satu dengan lainnya. Kendati ada yang lebih kaya raya, umumnya juga tak saling kenal antar tetangga. Salah satunya disebabkan rumah tersebut hanya jadi singgah sementara saat libur, dikontrakkan, atau ditinggali anak sendiri yang sedang kuliah.


Baca juga: 5 Masukan Berharga Sebelum Memutuskan Investasi Rumah


Lebih mencolok lagi ada perumahan yang benar-benar homogen. Penghuninya didasarkan pada syarat kesamaan agama, ras keturunan tertentu, punya profesi khusus (contohnya ASN, TNI, dan Polisi), sampai diwajibkan untuk memiliki kartu keanggotaan club house atau komunitas "tertutup" lain yang biaya iuran bulannya mahal.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Arti SHP dalam Serial Anime One Piece

Pernah Dengar Istilah "Kotak Pandora"? Inilah Kisah di Baliknya

Cara Memecah Sertifikat Tanah Hasil Hibah, Turun Waris, dan Bertujuan untuk Bisnis Tanah Kaveling Perorangan

Visi dan Misi dalam Bekerja