Tuhan, hamba tidak memiliki siapa-siapa lagi untuk diandalkan serta dipercaya seutuhnya. Bukan karena keluarga, pasangan, tetangga, teman, atau siapapun yang kenal hamba telah pergi serta menyakiti hamba. Namun, lantaran mereka sudah tak lagi relevan untuk pertumbuhan dan perkembangan hamba. Tanpa kecuali, mantan istri hamba.
Alih-alih merasa kehilangan ataupun menyesal, yang terjadi hamba bahagia sekali sudah bercerai dengan mantan istri. Dia hanyalah beban bagi hamba ketika terus dipertahankan. Dia statusnya sekadar jadi bagian perjalanan hidup hamba. Tidak lebih dari itu.
Hamba juga merelakan dan menerima kenyataan pahit. Yakni, ternyata selama ini hamba hanya dijadikan alat pemuas ego oleh mereka. Sebaliknya, hamba juga tak ingin menjadikan manusia lain sebagai sumber asupan ego hamba. Sebab, hamba tak butuh validasi eksternal.
Hamba hanya berharap validasi dari-Mu serta validasi internal dari dalam diri hamba sendiri. Alasannya, hamba sudah tahu rasanya capek dan mengalami bingung ketika memburu validasi dari insan lain. Apalagi, makin hamba kejar validasi itu bertambah nagih serta haus pula rasanya.
Tuhan, mohon jangan cabut iman hamba. Hanya itu yang membuat hamba mampu bertahan sejauh dan selama ini. Hamba tetap bertahan di tengah rasa bosan pada kehidupan dunia juga karena takut azab-Mu. Tanpa iman, pasti hidup hamba tersiksa lalu menyudahinya secara mandiri.
Ketika hamba pilih abai pada hidup ini tentu bukan hanya fisik yang terserang sakit karena tak menjaga amanah dari-Mu, tetapi juga jiwa hamba porak poranda. Bersyukur sejauh ini hamba masih berusaha menjaga amanah lahir batin yang Engkau berikan.
Entah sampai kapan tubuh ini sehat. Entah hingga di titik seperti apa jiwa ini tetap mampu menopang. Yang pasti, hamba memohon pada-Mu di saat kondisi hamba benar-benar jatuh agar tetap diberi keimanan kepada-Mu. Apapun itu, ketika iman di dada masih ada artinya semua masih baik-baik saja.
Hanya Enggak Tuhan, yang menjadi alasan hamba tetap bertahan. Hanya rasa takut, berharap, dan cinta hamba kepada-Mu yang membuat hamba merasa bersemangat. Begitu pula, tujuan hidup hamba disebabkan hanya ingin beribadah pada-Mu.
Terima kasih Tuhan. Engkau memberikan kebaikan pada hamba. Terutama tentang iman, ihsan, takwa, dan tawakal. Hamba mohon kuatkan, perbesar, dan tambah kualitas maupun kuantitas terkait keempat hal tersebut. Makin sempurna semuanya bertambah bahagia hidup hamba di dunia.
(*)
Tulisan milik *Banjir Embun* lainnya:
Terima kasih telah membaca tulisan kami berjudul "Hamba tak Punya Siapa-siapa, Mohon jangan Cabut Iman ini"
Posting Komentar
Berkomentar dengan bijak adalah ciri manusia bermartabat. Terima kasih atas kunjungannya di *Banjir Embun*