Cintaku, aku tahu kamu enggak suka aku olahraga jalan kaki di CFD. Meski tanpa kata, nyatanya gesturmu amat tampak tak suka aku hadir di sana. Entah punya alasan apa kamu tak senang ketika aku rutin tiap Ahad pagi ke sana. Apapun itu, bagiku alasan itu tak penting. Demi membahagiakanmu aku bertekad di hari itu bakal tak begitu lagi lalu mengganti dengan aktivitas lain.
Sejujurnya, egoku pernah ingin menjadikan CFD sebagai panggung. Aku ingin mengajakmu jalan kaki bareng di sepanjang jalan yang berpemandangan indah pada jalur Car Free Day tersebut. Aku pun pernah membayangkan jalan kaki beriringan bersama berdekatan rapat tepat di sampingmu. Berharap semua orang di sana tahu tentang kondisi batinku yang bahagia karena menyatu denganmu.
Ternyata, kamu memilih untuk menjaga privasi secara ketat dan menutup rapat. Bukan hanya tak pamer foto serta video kebersamaan kita di media digital, tetapi juga menghindari suasana ramai yang berpotensi dapat mendistraksi koneksi batin kita. Bagimu hubungan ini bukan untuk atraksi. Kita menyatu secara utuh memang karena jiwaku serta jiwamu butuh. Aku dan kamu bukan tontonan.
Cinta, terima kasih atas kebahagiaan yang kamu beri. Kamu mau jalan-jalan bareng denganku. Kamu tak kecewa ngopi bareng denganku di kafe yang harga kopinya cuma 20-an ribu. Kamu bersedia aku bonceng menggunakan sepeda motor lusuh nan tua renta. Kamu rela menungguku yang masih bimbang dengan keadaan sekarang. Kamu sangat pengertian dan perhatian.
Dan yang bikin aku adem yaitu kamu ingin berkorban jauh-jauh datang ke sini Kota Malang ini secara rutin. Kamu berjanji mau kerap ke Kota Malang di Ahad pagi ataupun Sabtu sore agar bisa jalan-jalan bareng aku. Lantas, kita menelusuri trotoar di pinggir jalan yang dahulu terbilang sering kita lakukan di senja petang tiba. Mampir ke kafe, ke minimarket, ke spot indah untuk kita berhenti menikmati suasana, atau berhenti di manapun yang kita mau. Hanya kita berdua.
Dengarkanlah cewek pujaanku, kamulah yang terbaik untukku. Aku sangat-sangat rela meninggalkan hiruk pikuk CFD yang sangat bikin nagih di hati. Jangankan mencoret CFD, aku mau berkorban untuk tinggal di kotamu nan jauh di sana demi bisa sering dekat-dekatan. Tentunya, dengan itu hatiku jauh lebih bahagia karena ada ganti berupa hadirmu.
Kamu pun tahu bahwa karena aku mencintaimu dengan penuh telah membuatmu yakin bahwa aku tak main-main dengan perasaan kita. Aku memang ingin berjuang dan berkorban demi kebahagiaan kita di masa mendatang. Menua bersama punya beberapa anak dan belasan cucu maupun puluhan cicit. Lalu aku dan kamu ngobrolin kebahagiaan mereka di depan teras rumah. Sungguh-sungguh pasti indah banget itu, cinta.
(*)
.jpeg) |
| Kegiatan Car Free Day (sumber foto koleksi pribadi) |
Tulisan milik *Banjir Embun* lainnya:
Terima kasih telah membaca tulisan kami berjudul "Cintaku, Aku Rela Enggak ke CFD Kota Malang lagi Demi Kamu"
Posting Komentar
Berkomentar dengan bijak adalah ciri manusia bermartabat. Terima kasih atas kunjungannya di *Banjir Embun*