Peran Penting Media Pembelajaran



Fungsi media dalam proses pembelajaran sangatlah penting apalagi pada era informasi seperti sekarang ini, makin banyak media yang dapat dan harus digunakan untuk mengimbangi era informasi, agar dunia pendidikan tidak ketinggalan. Bahkan media juga dapat digunakan untuk menunjang tingkat prestasi belajar peserta didik atau membantu pencapaian keberhasilan prestasi belajar. 

Ditegaskan oleh Danim yang dikutip oleh Mohammad Fadil bahwa  hasil penelitian telah banyak membuktikan efektivitas penggunaan alat bantu atau media dalam proses belajar-mengajar di kelas, terutama dalam hal peningkatan prestasi siswa. Terbatasnya media yang dipergunakan dalam kelas diduga merupakan salah satu penyebab lemahnya mutu belajar siswa.[1] Di sinilah titik tekan dari pentingnya pemanfaatan media (terutama media yang sesuai dengan tuntutan zaman seperti media multimedia dan media modern lainya)  dalam dunia pendidikan.





Menurut pakar teknologi pendidik  sebagaimana yang dijabarkan oleh Ahmad Sabri bahwa manfaat  (secara teknis) yang  dipetik pada saat menggunakan media pembelajaran antar lain;  Pertama, membantu kemudahan  mengajar bagi guru. Kedua, melalui alat bantu  pengajar  menjelaskan  konsep/tema pelajaran  yang abstrak  dapat diwujudkan dalam bentuk kongkrit melalui contoh dan model. 

Ketiga, kegiatan belajar mengajar  tidak membosankan atau tidak monoton. Keempat, segala indra  dapat diaktifkan  dan turut berdialog/berproses. Kelima,  kelemahan satu indra misalnya mata  atau pendengaran  dapat diimbangi oleh indra lainya. Keenam, lebih menarik minat dan kesenangan siswa serta memberikan variasi  cara  belajar  siswa serta, pendapat Raharja ini diperkuat oleh Ahmad Sabri bahwa “guru yang efektif dalam menggunakan media dapat meningkatkan minat siswa dalam proses belajar mengajar dan siswa akan lebih cepat dan mudah memahami dan mengerti materi pelajaran yang disampaikan guru.”[2]


Ketujuh, membantu  mendekatkan  dunia teori dengan realita yang sesunguhnya.[3] Masih ada faaedah lainnya, yang bisa diperoleh  para siswa   saat   mengikuti pelajaran  dari  guru  yang melaksanakan tugasnya dengan memakai   media pembelajaran sesuai metode yang diajarkan guru  yakni  materi palajaran  dapat dikuasai  lebih banyak serta bisa  diingat  lebih lama.


Seperti yang  telah kita ketahui bahwa  siswa menerima  pelajaran atau pengetahuan itu  melalui  panca indra,  yakni mata melihat, telinga mendengar, tangan meraba,  hidung mencium, dan mulut mengecap. Bila dinyatakan dengan persentase, maka   potensi panca indra   siswa  yang terpusat pada pelajaran  pada saat siswa mengikuti proses pembelajaran  melalui penglihatan  sekitar  75%, melalui pendengaran 13 %, melalui perabaan 6%, melaui perasaan  6% dan melalui penciuman 3%. Dari gambaran  tersebut  tampak jelas bahwa  hampir  tiga perempatnya  75% dari mata pelajaran atau pengetahuan  diterima  oleh siswa melalui penglihatan.Sedangkan yang melalui pendengaran hanya  13 % saja. 

Dengan demikian pelajaran  yang disertai  media pengajaran  termasuk alat peraga   akan memperoleh  hasil yang jauh lebih baik  dari pada pelajaran yang  hanya menggunakan  metoda ceramah saja.[4] Hal ini diperkuat oleh pendapat Darwanto dalam bukunya dengan melihat secara langsung kegiatan pembelajaran, peserta didik akan lebih mudah menerima dan menambah pengalaman. Pengalaman membantu perkembangan siswa selanjutnya. Pengalaman itu dapat menambah pengetahuan, karena pengetahuan manusia 75% didapatkan melalui indra penglihatan dan 25% didapat dari indra pendengaran.[5] 

Dari pembahasan di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa media pembelajaran dapat membantu metode belajar peserta didik yang berbeda satu dengan lain, kelemahan salah satu panca indra yang dimiliki oleh peserta didik dapat dibantu dengan menggunakan media yang mengakomodasi seluruh peserta didik.

Dari paparan di atas, maka semakin jelas bahwa media pembelajaran merupakan kebutuhan yang tidak dapat dielakkan dalam rangka menyukseskan program belajar siswa agar dapat tercapai perubahan tingkah laku yang diharapkan. Konsekuensinya, guru hendaknya memiliki peran yang tidak terbatas dalam menciptakan, menggunakan maupun mengembangkan media pengajaran. Sehingga di sinilah tugas guru agar lebih kreatif, inovatif dan progresif dalam memanfaatkan media pembelajaran. Maka  sudah  selayaknya  para pendidik  tetap berupaya  meningkatkan kompetensinya dalam  menggunakan dan memanfaatkan media pengajaran   untuk mendukung tugasnya  melaksanakan proses pembelajaran. 

Karena terbukti dengan  jelas   bahwa  media pengajaran yang di gunakan  guru  memiliki  peran  yang  cukup urgen dalam membantu  meningkatkan kemampuan  pelajar dalam memahami dan mengingat  kembali materi  pelajaran  yang disajikan para guru. Menurut Wina Sanjaya  menyusun strategi dengan memanfaatan berbagi media pembalajaran dan sumber belajar dapat memecahkan salah satu problematika pembelajaran yaitu kegagalan komunikasi di mana siswa sebagai komunikan gagal memahami pesan yang telah disampaikan komunikator (guru).[6]

Dapat disimpulkan dalam pembahasan di atas bahwa penggunaan media dalam pembelajaran di kelas dan luar kelas merupakan sebuah kebutuhan yang tidak dapat diabaikan. Sebagaimana dijelaskan oleh Rusyan dan Daryani yang dikutip Mohammad Fadil bahwa kerkurangnya mutu pendidikan pada zaman sekarang dapat dipahami mengingat proses belajar yang dialami siswa tertumpu pada berbagai kegiatan menambah ilmu dan wawasan untuk bekal hidup di masa sekarang dan masa akan datang saja. Salah satu upaya yang harus ditempuh adalah bagaimana menciptakan situasi belajar yang memungkinkan terjadinya proses pengalaman belajar pada diri siswa dengan menggerakkan segala sumber belajar dan cara belajar yang efektif dan efisien Dalam hal ini, media pengajaran merupakan salah satu pendukung yang efektif dalam membantu terjadinya proses belajar.[7]

Media pembelajaran dalam pendidikan berperan penting dalam kesuksesan proses pembelajaran khususnya di sekolah. Media pendidikan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran khususnya pembelajaran  di sekolah, karena itu setiap guru harus bisa menguasai media pembelajaran dengan baik dan optimal. Karena hal tersebut memberikan kontribusi terhadap peningkatan efektivitas mengajar dan juga berguna bagi siswa. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Sudarwan Danim yang menyatakan bahwa media pendidikan mempunyai implikasi tertentu terhadap proses pemgbelajaran, sesuai dengan cirri dan kegunaan masing-masing media tersebut.[8]

Penulis juga berpendapat bahwa belajar akan jauh lebih efektif jika tidak hanya guru saja yang menggunakan media pembelajaran tersebut, di mana media hanya sekedar sebagai alat bantu untuk berkomunikasi yang berlaku antara guru dan peserta didik (mempermudah kerja guru) akan tetapi peserta didik juga diberi tugas dan kesempatan untuk menerapkan media pembelajaran dalam proses pembelajaran, sehingga peserta didik tidak hanya sebagai pononton (objek) tetapi juga sebagai pelaku (subjek) pembelajaran untuk memanfaatkan media pembelajaran. Pernyataan tersebut diperkuat oleh Vernom A.Magnesen yang dikutip oleh Hidayat Raharja menyatakan "kita belajar, 10% dari apa yang dibaca,  20% dari apa yang didengar, 30% dari apa yang dilihat, 50% dari apa yang dilihat dan dengar, 70% dari apa yang dikatakan, 90% dari apa yang dilakukan"[9]





[1]Mohammad Fadil, “Pemanfaatan Media untuk Proses Pembelajaran yang Efektif dan Menyenangkan”,  http://mfadil.blog.unej.ac.id/pemanfaatan-media-pembelajaran/, 9 February 2009, diakses tanggal 13 Juni 2009, pukul 18.59 WIB.
[2]Ahmad Sabri, Strategi Belajar Mengajar dan Micro Teaching, (Jakarta: Quantum Teaching, 2005), 112.
[3]Raharja, ”Pemanfaatan Teknologi”, diakses tanggal 6 Juni 2009, pukul 19.31 WIB
[4]Wawan Rusmawan, ”Urgensi Media Pembelajaran dalam KBM” http://www.lpmpjabar.go.id/index.php/artikel/208-urgensi-media-pembelajaran-dalam-kbm, diakses tanggal 6 Juni 2009, pukul 19.02 WIB.
[5]Darwanto, Televisi sebagai Media Pendidikan (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007), 102.
[6]Sanjaya, Strategi Pembelajaran, 160.
[7]Fadil, “Pemanfaatan Media”, diakses tanggal 13 Juni 2009, pukul 18.59 WIB.
[8] Sudarwan Danim, Media Komunikasi Pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara, 1995), 23. 
[9]Hidayat Raharja, ”Pemanfaatan Teknologi Multimedia dalam Pembelajaran” http://bangirham.blogspot.com/2009/01/pemanfaatan-teknologi-multimedia-dalam.html, diakses
tanggal 6 Juni 2009, pukul 19.31 WIB.

Baca juga postingan berikut:

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Kumpulan Group WhatsApp Berbagai Komunitas Koleksi *Banjir Embun*

Contoh Visi dan Misi Pribadi