Bosan Menghadapi Orang Menyebalkan? Berikut ini 3 Kiat Mengatasinya

Pikiran akan nampak tak waras ketika sedang dihadapkan oleh satu saja orang yang menyebalkan. Rasa bosan, jengah, hingga frustasi mungkin dapat menghinggapi. Seakan tidak tahu lagi bagaimana cara menjadi pribadi yang tenang. Dibutuhkan kekuatan mental super untuk bisa menghadapinya.



Seringkali orang menyebalkan dipandang sebagai orang yang tak punya perasaan. Ia tak punya rasa malu maupun kasihan, tak bisa menempatkan diri, dan tak sadar diri dengan kondisi. Bisa dikatakan orang menyebalkan itu memiliki sifat tak menyenangkan dan cenderung mengganggu sehingga kehadirannya tidak sangat diharapkan.


Orang menyebalkan bisa ditemui di manapun. Baik itu di internet seperti YouTube maupun di televisi. Bila itu yang terjadi, masalah dapat diselesaikan dengan pindah Chanel. Namun seringkali yang terjadi adalah orang menyebalkan itu bukanlah orang lain. Mereka adalah orang di sekitar saat aktivitas. Bahkan, setiap hari harus bertemu.


Orang menyebalkan dari tingkat ringan hingga berat bisa ditemui di anggota keluarga, tetangga, teman kelas, sampai teman kantor. Tentu kalian akan menghendaki jalan damai atau anti permusuhan ketika menghadapi mereka. Meski sebal saat melihat wajahnya di sisi lain juga tak ingin terlibat pertikaian panjang dengan mereka.


Orang yang mengesalkan dapat ditemui di mana saja. Kadang di tempat umum seringkali mendapati orang bikin hati kesal. Salah satu sifat orang menyebalkan ialah arogan atau mau menang sendiri. Misalnya menyerobot suatu antrean agar ia didahulukan. Pilihannya hanya dua, menegur atau membiarkannya dengan peluang besar tak akan bertemu dia lagi. Tak akan melihat wajah kotornya lagi.


Ilustrasi menghadapi orang menyebalkan (sumber gambar)

Menghadapi orang yang membikin sebal memang butuh kesabaran ekstra. Namun sabar saja tidak cukup. Apalagi bila orang menyebalkan itu menjadi teman aktivitas sehari-hari.  Diperlukan trik agar pikiran tetap terkontrol dan tidak tersiksa kebosanan karena terus-menerus menghadapi orang menyebalkan.


1. Analisis Masalah

Kalian harus mencari tahu alasan mendasar mengapa bisa sebal dengannya. Sebal kepadanya karena dia memang mengganggu atau karena takut tersaingi? Belum juga kenal dan tahu latar belakangnya tiba-tiba sebal dengan orang baru. Bisa juga rasa kesal atau tak nyaman itu datang bukan karena perilakunya tapi karena pakaian, agama, ras, suku, warna kulit, atau hal lain yang menjadi bawaan dari lahir.


Ketidaksukaan kalian pada seseorang bisa juga karena faktor trauma di masa lalu. Kalian pernah menjadi korban kekerasan, hinaan, atau semacamnya dari orang di masa lalu yang ternyata wajah atau postur tubuhnya mirip dengan orang yang baru kalian kenal tersebut. Kalau itu semua yang terjadi maka seharusnya dilawan. Jangan sampai ego pribadi menyebabkan rasa benci pada orang tak bersalah.


Rasa menyebalkan yang dilakukan oleh orang lain bisa juga karena kehadiran kalian tidak diinginkan oleh mereka. Tidak senang melihat kalian hidup enak. Terlebih bila jalan komunikasi agar ada titik temu sudah dilakukan nyatanya gagal. Bila itu yang terjadi maka jagalah jarak dari "godaan" mereka. Tak perlu diladeni. Tetap fokus melakukan aktivitas yang membuat nyaman. Kalian berhak hidup bahagia dengan jalan yang dipilih sendiri.


2. Ambil Tindakan Sesuai Situasi
 
Ada sebuah ungkapan bahasa jawa yang menarik bila kalian sedang dihadapkan pada orang mengesalkan. Yakni, tahapan tindakan berupa ngalah-ngaleh-ngamok. Ngalah artinya mengalah, ngaleh artinya pergi, dan ngamuk artinya marah. Hal itu bisa dipilih sesuai dengan tingkat perilaku menyebalkan orang lain pada kalian. Mulai dari tindakan yang bikin kesal itu hanya bikin dongkol hati hingga yang di luar batas kemanusiaan.


Komunikasi secara pribadi berduaan adalah salah satu langkah awal untuk saling membangun hubungan akrab. Agar keduanya bisa benar-benar saling mengenal dan memahami. Percakapan yang dijalin jangan mengangkat masalah tentang tempat mereka bernaung seperti sekolah, kantor, dan perumahan atau perkampungan. Namun masalah yang bersifat ringan yang terkait dengan kehidupan sehari-hari. Di mana satu sama lain harus saling mengisi, memuji, dan tidak saling mengungguli.


Bila ternyata komunikasi pribadi berujung gagal maka tindakan tegas kadang perlu dilakukan pada orang yang menyebalkan. Yakni bagi mereka yang sudah terlalu sering mengganggu kalian. Serta bagi mereka yang melakukan tindakan menyebalkan satu kali tapi dengan tingkat menyakitkan yang tak terkira. Marah dan berteriak merupakan pilihan yang bisa diambil supaya orang yang menyebalkan itu benar-benar kapok dan tak mau mengganggu kalian lagi.


3. Sadar Diri

Kalian bukanlah manusia suci yang mudah membuat hati orang luluh ketika kalian nasehati. Pun, kalian tentu tak bisa terus-terusan betah menghadapi perilaku tak mengenakkan dari mereka. Tak usah memaksakan keinginan untuk membuat mereka berubah. Ada hal lain yang jauh lebih penting daripada sekadar mengurusinya. Hilangkan rasa sedih, dendam, dan kesal dalam hati atas perilaku buruk mereka.


Lebih baik kalian serius dalam mengembangkan potensi diri. Biarlah orang lain tersiksa hatinya karena gagal membuat kalian kesal. Kalian juga bisa mengasihani mereka setelah tahu ternyata sikap yang menjengkelkan itu ternyata bentuk kefrustasian. Bisa juga itu terjadi karena ada trauma di masa lalu sehingga dirinya mengalami gangguan kepribadian. Akibatnya ia menjadi pribadi yang tidak peka (empati).


Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa setiap orang punya kepribadian, watak (tempramen), dan karakter sendiri-sendiri. Tentu semua itu ada orang yang menyukainya serta ada pula yang tidak menyukainya. Bila ternyata kalian tak menyukainya maka berhenti untuk memaksakan diri agar mereka memahami kalian. Kalian tidak akan mudah bahkan tidak akan bisa merubah watak mereka. Sebagaimana mereka juga tak akan bisa merubah watak kalian.




Komentar

Baca juga postingan berikut:

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Arti SHP dalam Serial Anime One Piece

Pernah Dengar Istilah "Kotak Pandora"? Inilah Kisah di Baliknya

Cara Memecah Sertifikat Tanah Hasil Hibah, Turun Waris, dan Bertujuan untuk Bisnis Tanah Kaveling Perorangan

3 Kerugian Investasi di Perumahan Raksasa Berkonsep Kawasan Kota Mandiri

Visi dan Misi dalam Bekerja