3 Perbuatan Buang-buang Uang yang Sering Dilakukan Individu Maupun Instansi

Banjirembun.com - Bagi sebagian orang mengeluarkan uang untuk membeli hal tertentu mungkin dianggap bukan pemborosan. Sebab sudah ada hitung-hitungan tersendiri. Intinya, apa yang sudah dikeluarkan tak bikin kantong jebol.


Adapun bagi pihak lain menggunakan tolok ukur tegas pada suatu pengeluaran sehingga dapat dikatakan boros. Misalnya, mengeluarkan uang untuk hal yang sia-sia serta akhirnya berujung dibuang (mubazir) begitu saja adalah pemborosan.

Sebagian lainnya lagi mengatakan tidak apa-apa mengeluarkan duit. Terpenting hati jadi senang, orang di sekitar terhibur, teman merasa dihargai, hingga kolega menjadi respect. Harapannya, setelah itu efek positif diperoleh. 


Apapun alasan mengeluarkan uang seperti di atas, kalau masih ada orang yang hidup tak layak, menghamburkan uang merupakan tindakan tabu. Daripada uang cuma dibuang-buang akhirnya menguap, lebih baik didonasikan.


Setidaknya ada 3 perilaku buang-buang uang yang kerap dilakukan seseorang maupun lembaga, institusi, yayasan, atau organisasi. Pertama, mengirim karangan bunga ungkapan duka cita, untuk tanda perpisahan, serta ucapan selamat.


Perlu kalian tahu, harga 1 rangkaian bunga bisa merogoh kocek antara 200 ribu sampai 1 juta lebih. Tergantung kualitas dan rumitnya pembuatan. Nahasnya, tak lama setelah itu langsung dibuang begitu saja. Cuma memenuhi tempat sampah. 

Sumber gambar 


Mungkin ada yang beralasan bahwa pengiriman bunga sebagai bentuk rasa peduli. Jangan dinilai dari uangnya. Namun, lihatlah itu sebagai simbol keseriusan dalam mendukung secara moral. Dengan begitu, hubungan bisa lebih erat.


Orang yang menerima karangan bunga dari pejabat maupun instansi tempat bekerja mungkin amat bangga. Akan tetapi tidak semua seperti itu. Ada pula yang risih. Bahkan, merasa terganggu akibat memenuhi halaman rumah.


Kedua, hidangan tak dihabiskan. Sudah pesan makanan dan minuman ternyata tak dihabiskan. Ada sisa lumayan banyak di piring serta gelas. Padahal perut belum kenyang. Itu dilakukan demi jaga gengsi. Agar dianggap tak banyak makan.


Begitu pula instansi yang mengadakan acara. Sajian untuk makan-makan bersama menggunakan jasa ketering. Ternyata yang datang tak sesuai harapan.  Alhasil, banyak makanan tersisa.


Coba renungkan, satu sendok saja makanan tersisa di piring tentu sangatlah berarti. Terlebih kalau dikalikan dengan jutaan piring yang juga ada sisa makanan. Masih banyak orang kekurangan gizi maupun kelaparan lantaran miskin.


Ketiga, membeli barang yang akhirnya tak terpakai. Terkadang ada saja anggaran pengeluaran yang sudah terencana tapi nyatanya tak sesuai harapan.  Tidak berfungsi semestinya dan hanya dipakai satu kali. Itulah hal yang sia-sia.


Seyogyanya, sebelum membeli sesuatu dipastikan dulu apakah itu memang betul-betul dibutuhkan atau cuma karena dorongan nafsu. Prinsipnya gampang. Yakni, lebih baik "menyesal" batal membeli daripada menyesal sudah keluarkan uang.


Silakan lihat kembali isi gudang atau tempat-tempat tertentu di rumah dan kantor. Adakah di sana terdapat barang tak terpakai. Ingatlah, bahwa Hidup Tak Selamanya Harus Memiliki Apa yang Diinginkan demi menyumpal mulut orang.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Tanya Jawab Tentang Filsafat Pendidikan Islam dan Upaya Pembaruan Pendidikan Islam

Visi dan Misi dalam Bekerja

Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? Itu Kode Angka Organisasi Keagamaan Indonesia

Arti SHP dalam Serial Anime One Piece