6 Tips Penyintas Autoimun Agar Bahagia dan Bersemangat Hidup

Banjirembun.com - Autoimun bukanlah penyakit yang harus serta merta ditakuti. Menjadikan penyandang autoimun putus asa dan frustasi. Sebaliknya, tak boleh pula diremehkan. Sebab, penyakit ini sungguh rumit. Butuh biaya tak sedikit untuk diagnosa, perawatan, maupun remisi gejala-gejala parah.


Pengorbanan uang, waktu, hingga melakukan diet khusus autoimun saja tidak cukup. Butuh usaha dan pendekatan lain. Salah satunya melalui manajemen stres. Harapannya jiwa jadi tenang. Dengan begitu tubuh tak mudah mengalami peradangan.


Sebagaimana diketahui bahwa stres atau depresi dapat membuat gejala autoimun mudah kambuh alias flare-up. Pengidap autoimun yang masih punya ganjalan dan belum bangkit dari kenyataan amat rentan jadi bumerang. Berisiko mempersulit proses remisi gejala.


Baca juga: Cara Remisi Gejala-gejala Autoimun


Kebahagiaan dan semangat hidup merupakan hal penting bagi penderita autoimun. Namun, barangkali dalam menempuh keduanya bakal sedikit beda dari apa yang umum dilakukan oleh orang sehat. Butuh usaha lebih ekstra agar tercapai ketenangan hati.


Berikut ini tips bagi penyintas autoimun agar bahagia dan semangat menjalani hidup:


1. Ikut Komunitas Grup

Mengikuti seminar, gabung grup media sosial, sampai ikut komunitas penyintas autoimun di dunia nyata sangat penting. Di sana penyandang autoimun akan mendapati teman senasib yang punya masalah dan tujuan yang sama. Dengan begitu saling dukung dan berbagi pengalaman bisa terjadi.


2. Baca Kisah Hidup Penyintas Autoimun 

Baca buku dan artikel di internet tentang kisah perjalanan hidup seseorang yang terkena penyakit autoimun tak kalah penting. Dengan itu pengidap bakal dapat inspirasi dan tahu bahwa penderitaan serta perjuangan survivor autoimun tak mudah. Malah mungkin lebih parah dari yang  dialami pembacanya.


Baca juga: Pengalaman Pribadi Menjinakkan Gejala Autoimun yang Terparah dalam Hidup


3. Dekatkan Diri pada Ajaran Agama

Ibadah, intropeksi diri, menangis, bertaubat, sampai berdoa dapat mendatangkan suasana keteduhan dalam diri. Ketika manusia hanya berharap dan "curhat" pada Sang Pencipta di sanalah puncak keridhoan atas takdir akan hadir. Menerima kenyataan adalah awal positif menghadapi pola hidup baru.


4. Tekuni Hobi 

Tentu hobi yang ditekuni mesti ramah bagi pasien autoimun. Tak menimbulkan capek. Serta minim dari terpaan terik matahari. Dengan menekuni hobi harapannya kesenangan dapat dipertahankan terus ada. Apalagi hobi itu dapat menambah penghasilan.

Sumber gambar

5. Hindari Beban Pikiran

Pertikaian, konflik, persinggungan, atau gejolak batin menyebabkan munculnya beban pikiran. Begitu pula terlalu ambisi menuruti nafsu. Obsesi selalu ingin jadi pemenang serta senantiasa ingin mewujudkan apa yang diinginkan. Semua itu bakal menambah beban penderita autoimun. Hiduplah dengan bahagia.


6. Tak Perlu Cemaskan Masa Depan

Masalah karir, bisnis, dan "kebebasan" hidup layaknya orang umumnya tak perlu disesali serta merasa kehilangan. Itu semua tak sebanding dengan nyawa dan kesehatan yang melekat. Hiduplah untuk sekarang. Jangan cemaskan masa depan. Masalah hidup dan mati adalah urusan Sang Pencipta. 


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Kumpulan Group WhatsApp Berbagai Komunitas Koleksi *Banjir Embun*

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)