Alasan Khadijah Istri Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam Tak Pakai Jilbab

Banjirembun.com - Bukan Islam yang meniru tradisi masyarakat Arab. Melainkan mayoritas kebudayaan Arab yang mengikuti ajaran agama Islam. Itu merupakan fakta sejarah yang tak terbantah. Di mana, kelahiran Islam di jazirah Arab yang telah merubah budaya jahiliyah. Bukan sebaliknya, yaitu orang Arab yang "mendekte" ajaran Islam.


Perubahan radikal masyarakat Arab sesudah hadirnya Islam enggak hanya terkait tauhid (menyembah Allah Subhanahu wa ta'ala tanpa dinodai menuhankan berhala). Serta, tidak pula cuma merubah akhlak mereka yang mengabaikan nila-nilai kemanusiaan. Agama Islam datang juga mengatur tentang masalah-masalah detail. Salah satunya pakai jilbab.


Perlu diketahui saja bahwa jilbab bukanlah pakaian wajib masyarakat Arab di masa pra Islam. Amat banyak dijumpai wanita-wanita era kegelapan (jahiliyah) di sana yang tidak mengenakan hijab. Di antara satu contohnya adalah istri Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam yang bernama Khadijah.

Video ilustrasi wanita Islam pakai jilbab

Alasan Siti Khadijah tak memakai jilbab ialah di masa itu belum ada wahyu atau perintah dari Allah Subhanahu wa ta'la untuk mewajibkan Muslimah mengenakan jilbab. Kewajiban pakai jilbab baru ditetapkan selama periode dakwah Nabi di Madinah. Adapun ketika di Makkah semasa hidup bersama Khadijah, beliau belum menerima ajaran tentang kewajiban wanita Islam berjilbab.


Turunnya ayat al Quran yang mewajibkan berhijab dalam surat al Ahzab (33): 53-54 terjadi pada tahun 5 Hijriah. Kurang lebih sama dengan 627 Masehi. Yakni, setelah terjadi perang Khandaq (parit) di Madinah. Itu artinya, kewajiban berhijab baru muncul setelah 7 tahun wafatnya Khadijah (22 November 619). Sungguh rentang waktu yang terbilang lama.


Andai saja jilbab dikatakan sebagai bukti bahwa Islam mengikuti tradisi Arab, semestinya sudah sejak awal perintah berjilbab itu diberlakukan. Nyatanya, kewajiban berhijab baru muncul 5 tahun sebelum Rasulullah wafat. Lagi pula, kewajiban itu bukan cuma ditujukan hanya pada istri-istri beliau. Melainkan juga ditekankan pada seluruh Muslimah.


Komentar