Arti "Alang Kepalang" dan Kesalahan Penggunaannya dalam Kalimat


Tahukah kalian bahwan istilah "alang kepalang" merupakan gabungan dari dua kata. Yakni, kata alang dan kata kepalang. Masing-masing memiliki arti sendiri. Pun, bila dipadukan menjadi istilah alang kepalang muncul pemahaman yang sedikit berbeda.



Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) versi terbaru istilah alang dibagi dalam 5 macam pengertian. Satu sama lain memiliki arti yang terpisah. Salah satu di antaranya kata alang yang punya arti sedang, tanggung, setengah-setengah, dan tengah-tengah.


Contoh penggunaan kata alang yang dimaksud di atas ialah "Saya merupakan anak alang, bukan sulung dan bukan bungsu". Kata turunannya adalah "alang-alangan". Adapun gabungan kata dari kata alang tersebut yaitu "alang kepalang" dan "alang hari".


Masih menurut KBBI, kata kepalang memiliki arti tanggung, tidak cukup, kurang, dan sudah terlanjur atau dalam keadaan tanggung. Contoh penggunaannya dalam kalimat seperti "Mangga itu kepalang besarnya". Contoh lainnya yaitu "Saya sekalian mandi karena kepalang basah".


Arti "alang kepalang" menurut KBBI


Dalam KBBI istilah "alang kepalang" juga punya arti sendiri yaitu sedikit, tidak cukup, dan tanggung-tanggung. Di sana juga terdapat istilah "kepalang tanggung" yang berarti tanggung-tanggung dan setengah-setengah. Contoh dalam kalimat "Kalau mau menolong jangan kepalang tanggung".



Selain beberapa istilah di atas, ada juga istilah "alang kepalang tanggung". Maknanya kurang lebih sama. Cuma kata tanggung dalam istilah tersebut sebagai bentuk penguatan atau penegasan terhadap keadaan sesuatu/objek yang dibicarakan. Istilah tersebut bisa ditemui dalam peribahasa "Tidak alang kepalang tanggung".


Secara spesifik arti alang kepalang adalah sesuatu yang bersifat setengah-setengah sehingga terkesan sembarangan, ragu, dan tidak serius. Adapun arti peribahasa tidak alang kepalang tanggung adalah sesuatu yang bersifat tidak tanggung-tanggung sehingga menunjukkan kebulatan, kemantapan, ketekatan, dan keseriusan.


Penggunaan keliru pada istilah "alang kepalang"

Contoh penggunaan istilah alang kepalang dalam kalimat yang benar adalah "Pahitnya pil itu tidak alang kepalang, melebihi pahitnya patah hati". Ingat, kata "tidak" harus digunakan sebelum istilah alang kepalang. Kalau menghilangkannya kalimat akan bermakna berkebalikan.


Sayangnya, masih dijumpai penggunaan sebutan alang kepalang yang salah. Di mana istilah "alang kepalang" tanpa didahului kata "tidak". Padahal maksudnya ingin menunjukkan bahwa sesuatu itu bersifat tidak tanggung-tanggung. Contoh penggunaan yang salah adalah "Peristiwa itu membuat semua orang takjub, sekaligus gembira alang kepalang".


Contoh penggunaan istilah alang kepalang yang keliru lainnya terdapat pada tulisan "Hatinya kesal alang-kepalang". Kesalahan pertama yaitu ada tanda hubung (-) pada ungkapan "alang kepalang". Kesalahan kedua, tak ada kata "tidak" sebelum penyebutan "alang kepalang". Sebab maksud kalimat itu ialah hatinya kesal tidak tanggung-tanggung.


Selain didahului dengan kata "tidak", penyebutan ungkapan alang kepalang juga bisa didahului kata "bukan" atau bisa juga "jangan". Maknanya kurang lebih sama. Hanya saja kata "bukan" lebih terlihat ringan untuk dipahami. Contoh kalimatnya yaitu "Perempuan jelmaan bidadari kaget bukan alang kepalang saat ditawari cipika-cipiki Jaka Tarub".


Sekali lagi, ketika kalian ingin menyebutkan istilah alang kepalang maupun alang kepalang tanggung jangan lupa mendahului dengan kata "tidak" atau "bukan". Itu dilakukan bila kalian bermaksud ingin menunjukkan bahwa sesuatu yang dibicarakan bersifat tidak tanggung-tanggung. Bila sebaliknya, maka kata "tidak" harus dihilangkan.



Komentar

Baca juga postingan berikut:

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Kumpulan Group WhatsApp Berbagai Komunitas Koleksi *Banjir Embun*

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)