Pentingnya Pertunjukan Live Music Bagi Usaha Kuliner



Usaha kuliner apapun itu sejatinya sangat bagus bila menyajikan pertunjukkan musik langsung (live). Baik yang bersifat komunal seperti food court alias pujasera (pusat jajanan serba ada) dan kuliner di rest area. Maupun yang bersifat pribadi seperti rumah makan, restoran, kafe, dan lain-lain. Bagaimanapun, para pengunjung tempat itu akan jauh lebih berkesan bila disetelkan musik.



Secara asali manusia sebagai makhluk sosial butuh seni. Tentu salah satunya adalah musik. Musik apapun itu entah berupa siulan bibir, decak kagum, ketukan jari, atau bahkan sekedar gumaman. Musik tak dapat dilepaskan dari manusia. Oleh sebab itu, para pengusaha kuliner yang menyadarinya tentu akan mengkapitalisasi musik menjadi uang. Salah satunya dengan memberikan pertunjukan live music.



Di kota besar Indonesia khususnya di Jakarta banyak destinasi wisata kuliner seperti restoran dan kafe yang memberikan pertunjukkan live music. Namun, tidak semuanya mampu memberikan kepuasan yang lebih. Ada beberapa alasannya yang bisa kalian baca di tulisan berjudul "Musiknya Sama, Saat Dengar di Kafe Terasa Enak Tapi Saat di Rumah Beda".



Ada penelitian skripsi mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta yang diterbitkan dalam sebuah jurnal. Tulisan itu membahas pengaruh pertunjukkan live music terhadap kepuasan pengunjung di salah satu kafe Yogyakarta. Hasilnya dari 100 pengunjung yang diteliti 91 orang masuk kategori "puas". Sedangkan 9 orang berada pada kategori "sangat puas". 


ilustrasi relaksasi musik di kafe (sumber gambar)



Lebih lengkapnya berikut ini empat alasan betapa pentingnya live music bagi usaha kuliner:


1. Meningkatkan etos kerja karyawan

Musik yang diputar media media pemutar lagu atau pengeras suara saja sudah bikin semangat kerja. Lebih-lebih bila ada live music semakin bikin karyawan seperti bekerja tanpa tekanan. Terkait hal itu, ada beberapa penelitian yang menghasilkan kesimpulan bahwa jenis musik tertentu dapat meningkatkan produktivitas dalam bekerja. Bahkan untuk kategori live music berkualitas jenis musik tidak berpengaruh.


Musik menjadi media penenangan pikiran. Otak bisa jadi lebih rileks dalam bekerja, timbul rasa semangat, atau bahkan muncul efek giat bekerja karena genre musik tersebut mampu memacu adrenalin. Dalam teori usaha kuliner kondisi jiwa pelayan/penyaji sangat penting. Sebab itu menjadi salah satu penentu pelanggan jadi muak atau tidak setelah melihat wajah pelayan.


2. Mencairkan suasana

Hangatnya sapaan musisi pada para pengunjung membuat suasana jadi lebih hidup. Tak jarang dialog antara penonton dengan penyanyi membuahkan candaan dan tawa pecah. Para tamu juga bisa mengajukan (request) lagu tertentu pada penyanyi. Bahkan bisa jadi tamu tersebutlah yang justru ikut bernyanyi di atas panggung. Dengan itu, live music bisa menjadi media bina suasana yang lebih meriah.


Sungguh live music bisa menciptakan suasana yang hidup bukan? kesan membosankan pun tak ada. Ujung-ujungnya saking menikmati suasana, makanan di depan mata tak sadar sudah habis. Lebih dari itu semua live music dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung. Baik itu saat menunggu hidangan, menyantapnya, dan mengobrol dengan teman semeja.


3. Membangun image positif 

Keberadaan live music dapat meningkatkan brand image atau branding yang positif. Pelanggan atau calon pelanggan akan berkesan bahwa tempat makan tersebut merupakan tempat elegan. Tak hanya dipandang elegan, tempat tersebut juga menjadi tujuan yang berbeda dari tempat lainnya. Sebagaimana yang diketahui masih jarang pusat kuliner yang menyuguhkan live music


Malah yang banyak para pengamen yang justru mengganggu selera makan. Iya kalau suaranya bagus serta bernyanyi diselingi humor atau komedi. Kebanyakan mereka memakai pakaian dan alat musik seadanya. Oleh sebab itulah, dengan adanya live music pengamen menjadi sungkan untuk masuk karena sudah tergantikan. Biasa pengamen berani beraksi di tempat usaha kuliner tanpa satpam.



4. Meningkatkan pendapatan

Mendatangkan musisi untuk bernyanyi di usaha kuliner memang butuh merogoh kocek lebih dalam. Apalagi musisi dengan paras cakep dan bersuara merdu. Namun, bila itu bisa dikapitalisasi dengan maksimal pemasukan yang diperoleh bisa berkali lipat daripada tanpa live music. Salah satunya dengan cara promosi, memberi diskon, mengadakan undian berhadiah, atau kegiatan semacamnya.


Pengunjung tentu sadar untuk bersedia membayar sedikit lebih mahal tapi mendapat layanan dan fasilitas yang jauh lebih prima daripada tempat lain. Bagi mereka biarlah mengeluarkan uang yang sedikit lebih banyak tapi bisa mendapat hal yang berbeda di tempat lain. Lebih dari itu kondisi psikologis mereka juga jauh lebih baik setelah mendengar live music. Itu merupakan salah hal yang tak tergantikan bahkan tak terbeli.



Komentar

Baca juga postingan berikut:

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Arti SHP dalam Serial Anime One Piece

Pernah Dengar Istilah "Kotak Pandora"? Inilah Kisah di Baliknya

Cara Memecah Sertifikat Tanah Hasil Hibah, Turun Waris, dan Bertujuan untuk Bisnis Tanah Kaveling Perorangan

Visi dan Misi dalam Bekerja