Tanya Jawab Seputar Kehidupan Nabi Muhammad dari Lahir Hingga Wafat


1. Untuk apa Islam lahir?

Agama Islam hadir pertama kali melalui perantara Nabi Muhammad bukan untuk memperbarui agama lama. Lebih tepatnya Islam lahir untuk meluruskan kesesatan atau penyelewengan dari pengikut agama sebelumnya. Sebab agama tauhid sebelum Islam itu merupakan ajaran yang benar. Namun, umatnya telah melakukan penyimpangan mendasar.


Tidaklah heran bila di kitab al Quran ada beberapa kandungannya mirip kitab agama Kristen. Dengan kata lain, memang masih ada sebagian ajaran di kitab Injil sekarang ini yang ajarannya sesuai. Namun, lebih banyak lagi isinya yang telah diselewengkan oleh umatnya. Perubahan yang dilakukan oleh manusia itu tidak hanya pada masalah urusan "ringan" tapi juga masalah berat dan terpokok.


Begitu pula keadaan bangsa Arab pra Islam yang sejatinya sebagai pengikut nabi Ibrahim AS. Mereka melakukan penyimpangan prinsip tauhid yang diajarkan nabi Ibrahim. Memang benar Ka'bah sebagai peninggalan nabi Ibrahim telah mereka jaga secara turun temurun hingga datangnya Islam. Akan tetapi perilaku yang menyesatkan dan jauh dari nilai-nilai kebenaran.


2. Bagaimana latar belakang masa kecil kehidupan nabi Muhammad?

Nabi Muhammad lahir di Makkah. Lalu sesuai dengan tradisi masyarakat sana beliau harus diasuhkan kepada ibu angkat. Pada saat itu takdir memutuskan bahwa ibu angkat beliau adalah sosok perempuan suku badui yang tinggal di pedalaman. Di masa-masa inilah beliau terdidik secara baik. Jauh dari hingar bingar kota. Hidup sahaja berteman dengan alam dan binatang. Saat kecil beliau jadi penggembala domba. 



Kaligrafi Bahasa Arat bertulis "Muhammad" (sumber gambar)


Di pedalaman suku badui itulah nabi Muhammad belajar bahasa Arab yang masih murni. Belum tercampur aduk dengan bahasa daerah lain. Oleh sebab itu wajar bila bahasa Arab beliau sangat fasih. Dengan bahasa arab itulah kelak al Quran juga diwahyukan. Tak hanya itu, teman main beliau juga bukan dari kalangan orang yang suka menghambur-hamburkan harta. Di masa kecil nabi Muhammad inilah beliau terjaga dari kesesatan penduduk Makkah.


3. Bagaimana aqidah dan akhlak nabi Muhammad sebelum jadi Rasul?


Akhlak Rasulullah ketika masa mudanya merupakan sebaik-baiknya akhlak. Pendidikan dari ibu angkat, kakek, dan pamannya telah membentuk pribadi yang luhur. Beliau disebutkan oleh salah satu tokoh mempunyai sifat shidiq (jujur), amanah (terpercaya), fatonah (cerdas), dan tabligh (tidak menyembunyikan). Sejatinya keempat sifat itu sudah ada pada diri Rasul ketika masih muda.


Saat masih muda Rasulullah berprofesi sebagai pedagang. Beliau terkenal akan kebaikan dan kejujurannya. Di mana, jujur dalam berdagang merupakan moralitas yang dijunjung tinggi oleh para saudagar Arab. Namun, untuk masalah tauhid sebelum jadi Nabi, beliau sangat membenci para penyembah berhala. Sikap nabi Muhammad yang seperti itulah yang menjadi suatu keganjilan bagi penduduk Makkah.


Nabi Muhammad selalu menghindari upacara atau ritual yang dilakukan para penyembah berhala. Beliau lebih memilih untuk menyepi (bertahanus) ke luar kota Makkah. Itulah cara beliau beribadah pada Tuhannya. Hati beliau merasa resah, gelisah, dan tak nyaman tatkala melihat perilaku penduduk Makkah yang sesat. Dapat dikatakan bahwa Nabi Muhammad secara kecil, muda, hingga dewasa terbebas dari aqidah dan akhlak yang menyimpang.


4. Bagaimana latar belakang pendukung Nabi di awal lahirnya Islam?

Islam lahir diawali dari kalangan miskin dan tertindas. Namun tak berselang lama orang-orang kaya dan bangsawan juga ikut. Sebut saja seperti Abu Bakar, Usman bin Affan, Abdurrahman bin A'uf, dan lain-lain. Pada saat itu jumlah pemeluk Islam masih sangat sedikit. Orang-orang terpelajar dan terpandang itu masuk Islam karena sebelumnya mereka sudah meyakini bahwa suatu saat akan ada utusan Allah muncul di Makkah.


Orang-orang pertama kali yang langsung mempercayai beliau sebagai nabi adalah 1. Siti Khadijah (istri), 2. Ali bin Abi Thalib (keponakan yang diasuh), dan 3. Zaib dan Haritsah (Mantan budak beliau yang masih tinggal di rumah). Keluargalah yang pertama-tama mendukung Nabi Muhammad ketika beliau masih "kaget" dan masih butuh penyesuaian setelah menerima wahyu pertama kali.  


5. Kapan nabi Muhammad mulai menyebarkan agama Islam secara terang-terangan atau terbuka?


Setelah 2,5 hingga 3 tahun sejak Nabi menerima wahyu untuk pertama kali beliau mulai melakukan dakwah secara terbuka. Selama beliau berdakwah secara tertutup banyak pandangan merendahkan ke beliau dan para sahabat. Keadaan itu sungguh membuat serba salah. Kemudian Allah berfirman untuk melakukan dakwah terang benderang. Akibatnya kaum Quraisy semakin merasa terancam kehilangan pengaruh dan sumber perekonomian. Dikhawatirkan Islam hadir dapat membuat barang jualan berupa patung berhala tidak laku lagi.


6. Kapan Hijrah pertama kali nabi Muhammad dilakukan?


Sebelum hijrah dari Makkah ke Madinah, Nabi Muhammad pernah hijrah ke tanah Afrika. Tepatnya pada tahun 615 M yaitu 5 tahun setelah beliau menjadi nabi. Beliau hijrah bersama para pengikutnya sekitar 100 orang muslim dan muslimat. Menyeberangi lautan menggunakan perahu. Tujuannya adalah ke Abessinis (sekarang Etheopia) meminta suaka atau perlindungan pada raja beragama Kristen negeri itu. 


7. Kapan "tahun kepedihan" melanda Rasulullah?


Tahun kepedihan adalah tahun di mana Nabi secara berdekatan ditinggal wafat oleh dua orang yang dicintai yaitu Siti Khadijah  dan Abu Thalib. Itu terjadi pada tahun 620 M. Tepat dua tahun sebelum nabi berhijrah. Untuk menghibur nabi atas peristiwa menyedihkan itu Allah meng-isra' dan mi'rajkan nabi Muhammad. Tak berselang lama setelah itu banyak tindakan strategis dan inovatif yang dilakukan oleh Nabi. Walau awalnya agal tapi lama-kelamaan itu bisa menghasilkan.


8. Bagaimana reaksi orang di sekitar Nabi menanggapi cerita nabi tentang Isra' Mi'raj?


Orang kafir dan fasiq banyak yang mencaci maki dan mengatakan nabi gila ketika mendengar kabar peristiwa Isra' Mi'raj. Adapun dari sisi pengikut nabi masih ada kalangan yang ragu atas apa yang disampaikan oleh Nabi. Namun, itu tidak berlaku untuk Abu Bakar yang berbicara lantang di muka umum menegaskan bahwa ia menyatakan meyakini kebenaran peristiwa Isra' Mi'raj yang telah dijalani nabi. Dari peristiwa itulah nabi tahu siapakah umatnya yang imannya masih penuh keraguan dan siapa yang mantap.


9. Mengapa masyarakat Yastrib (nama awal kota Madinah) menerima Rasul sebagai nabi daripada masyarakat Makkah?


Bentuk penerimaan masyarakat Yatsrib terhadap nabi tidak hanya sekadar mengimani dalam hati dan kata. Lebih dari itu mereka memberikan bentuk tindakan nyata berupa pemberian bantuan. Yakni, pada tahun 622 M masyarakat Yasrtib meminta nabi untuk berhijrah dari Makkah. Sikap yang diambil penduduk Yatsrib itu lantaran:

a. Pendudukan Yatsrib merupakan penduduk yang multi kultural. Terdiri dari berbagai suku, asal-usul, agama, dan sebagainya. Tidak halnya seperti Makkah yang didominasi oleh kaum Quraisy. Oleh sebab itu mereka butuh sosok yang dipandang bisa menyatukan keberagaman itu. Nabi Muhammad dipandang mampu melakukan.

b. Walau sesama penduduk Yatsrib saling berseteru sama lain karena kemajemukan tapi semuanya sepakat untuk menghindari bahkan menolak ajaran menyembah berhala penduduk Makkah. Mereka lebih sepakat pada ajaran tauhid yang di bawa nabi. Pendek kata, visi dan misi penduduk Madinah satu jalur dengan visi dan misi Nabi.


10. Apa Masjid yang pertama kali di bangun nabi Muhammad?


Masjid Quba adalah masjid yang pertama kali dibangun oleh Rasulllah pada 1 Hijriah (622 M). Saat beliau sedang melakukan perjalanan hijrah dari Makkah ke Madinah. Letaknya di daerah Quba. Sekitar 5 Km selatannya Madinah. Di Masjid itulah Shalat Jumat pertama kali dalam Islam dilaksanakan. 


(Bersambung)




Komentar

Baca juga postingan berikut:

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Kumpulan Group WhatsApp Berbagai Komunitas Koleksi *Banjir Embun*

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)