Pertimbangan Hakim Dalam Mengabulkan Permohonan Izin Poligami

Pertimbangan Hakim Dalam Mengabulkan Permohonan Izin Poligami(Studi Kasus di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri Tahun 2009-2010)
Oleh: Fahad Asadulloh 

Foto: Fahad Asadulloh (sumber foto: facebook )
(Mahasiswa S2 Pascasarjana STAIN Kediri dan santri di 
Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Ma'unah-Sari Bandar Kidul Kediri Jawa Timur.)
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.......................................................................................         i
HALAMAN PERSETUJUAN........................................................................        ii
NOTA DINAS ................................................................................................       iii
HALAMAN PENGESAHAN..................................................................................             iv
HALAMAN MOTTO......................................................................................        v
HALAMAN PERSEMBAHAN.....................................................................       vi

ABSTRAK....................................................................................................... .... vii
KATA PENGANTAR..................................................................................... ... viii
DAFTAR ISI...................................................................................................      xi
BAB   I   PENDAHULUAN.................................................................................. 1
A.       Konteks Penelitian.................................................................... ...... 1
B.       Fokus Penelitian........................................................................ ...... 7
C.       Tujuan Penelitian....................................................................... ...... 7
D.       Kegunaan Penelitian................................................................. ...... 8
E.        Sistematika Pembahasan.................................................................. 8
BAB  II   LANDASAN TEORI........................................................................... 11
A.       Pengertian dan Hukum Poligami................................................... 11
B.       Poligami menurut Hukum Islam dan Hukum Positif (Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974
1.      Poligami menurut Hukum Islam......................................... .... 14
2.      Poligami menurut  Hukum Positif...................................  ..      19
C.       Landasan Hakim dalam Memutuskan Perkara di Pengadilan Agama
1.      Peran Hakim dalam Menyelesaikan Perkara....................... .... 25
2.      Landasan Hakim dalam Memutuskan Perkara.................... .... 34
3.      Kewenangan Hakim dalam Menafsirkan dan Mengkontruksi Hukum.......................................................                                42
BAB  III METODOLOGI PENELITIAN
A.       Pendekatan dan Jenis Penelitian............................................... .... 47
B.        Kehadiran Peneliti dan Lokasi Penelitian................................. .... 49
C.        Sumber Data dan Jenis Data Penelitian.................................... .... 49
D.       Metode Pengumpulan Data...................................................... .... 50
E.        Analisis Data............................................................................ .... 52
F.         Pengecekan keabsahan data..................................................... .... 53
G.       Tahap-tahap penelitian.............................................................. .... 54
BAB  IV PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN
A.      Gambaran Objek Penelitian............................................................ 56
1.       Sejarah Pembentukan Pengadilan Agama Kabupaten Kediri                   55
2.       Kewenangan Pengadilan Agama Kabupaten Kediri.......... .... 58
3.       Organisasi Pengadilan Agama Kabupaten Kediri................... 61
B.   Perkara Permohonan Izin Poligami di Pengadilan Agama   Kabupaten Kediri               65            
1.      Perkara Poligami dengan Alasan Suami Terlanjur Menghamili Calon Istri Kedua                66
2.      Perkara Poligami dengan Alasan Terlanjur Berhubungan  Dengan Calon Istri Kedua          69
3.      Perkara Poligami dengan Alasan Hypersex dan Istri Tidak Memenuhi Kewajiban               72
4.      Perkara Poligami dengan Alasan Ingin Mendapatkan Keturunan...........................................................................      76
B.       Temuan Penelitian..................................................................... .... 82
BAB  V   PEMBAHASAN
A.       Pertimbangan Hakim dalam Mengabulkan Permohonan Izin Poligami di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri........................................................................... 86
B.        Analisis Pertimbangan Hakim Ditinjau dari Hukum Islam dan Hukum Positif                      93
BAB  VI PENUTUP
A.        Kesimpulan.................................................................................... 94
B.         Saran.............................................................................................. 95
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... .... 96
LAMPIRAN                                                                                                    
DAFTAR RIWAYAT HIDUP .......................................................................




ABSTRAK
                                                                                                                                    
FAHAD ASADULLOH, Dosen Pembimbing Drs. KHAMIM, M.Ag dan MUH. MUHAIMIN, M.Ag: Pertimbangan Hakim Dalam Mengabulkan Permohonan Izin Poligami(Studi Kasus di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri Tahun 2009-2010), Ahwal al-Syakhsiyah, Syari’ah, STAIN Kediri, 2011.

Kata Kunci: Izin Poligami, Pertimbangan Hakim

Di dalam pasal 3 ayat 2 Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 dijelaskan bahwa pengadilan dapat memberikan izin pada seorang suami untuk beristri lebih dari seorang apabila dikehendaki oleh para pihak yang bersangkutan. Sehingga bagi seorang suami yang menginginkan menikah lebih dari seorang isteri (berpoligami) harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari Pengadilan dengan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Di antara persyaratan tersebut, seorang suami harus memenuhi kriteria alasan yang diperbolehkan untuk melakukan poligami yang berdasarkan undang-undang yang berlaku. Di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri ada beberapa alasan yang melatarbelakangi pemohon mengajukan permohonan izin poligami, baik yang sesuai dengan undang-undang ataupun tidak. Hakim sebagai pihak yang berwenang memutuskan perkara izin poligami tentunya mempunyai pertimbangan tertentu dalam mengabulkan permohonan tersebut. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam mengabulkan permohonan izin poligami di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri tahun 2009-2010.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan bersifat studi kasus. Dalam pengambilan datanya menggunakan metode interview dan dokumentasi. Kata-kata dan tindakan yang diperoleh dari wawancara merupakan data utama dalam penelitian ini, sedangkan data tambahan berupa referensi kepustakaan yang terkait dengan penelitian ini. Yang menjadi objek penelitian adalah pertimbangan hakim dalam mengabulkan permohonan izin poligami di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri yang dianalisis berdasarkan peraturan perundang-undangan serta hukum Islam.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertimbangan hakim dalam mengabulkan permohonan izin poligami yang paling utama adalah berdasarkan alasan dari para pemohon yang harus sesuai berdasarkan undang-undang yang berlaku. Selain itu, hakim juga mendasarkan pada ijtihadnya apabila tidak terdapat dalam undang-undang. Pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara permohonan izin poligami di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri sudah sesuai dengan kaidah-kaidah hukum positif dan maupun hukum Islam. Ditinjau dari perundang-undangan yang berlaku yaitu Undang-Undang Perkawinan No.1 Tahun 1974 dan KHI (Kompilasi Hukum Islam) sudah tepat yaitu dengan melihat  hasil putusan yang ada sebagian besar Hakim telah memakai landasan hukum yang tepat berdasarkan perundang-undangan yang berlaku. Sedangkan ditinjau dari Hukum Islam juga sudah memenuhi dari kriteria yang disyaratkan dalam Islam. Terbukti  dalam putusannya hakim memakai landasan dari al-Qur’an ataupun dari kitab-kitab fiqih. 

Baca juga postingan berikut:

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Link Grup WA Terbaru 2020

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Visi dan Misi dalam Bekerja

Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? Itu Kode Angka Organisasi Keagamaan Indonesia