5 Penyebab Individu Mudah Terpancing Mau "Menari di Atas Tabuhan Gendang Orang Lain"

Banjirembun.com - Pernah mendengar tabuhan gendang pada atraksi topeng monyet di pinggir jalan bukan? Nah, maksud dalam artikel ini adalah ingin membahas tentang individu yang termakan (terjebak) alunan kendang dari pihak lain. Di mana, dia terpancing untuk menari di tengah pancingan suara gendang dari orang lain.


Tabuhan gendang yang dilakukan oleh orang lain enggak semata-mata langsung berasal dari suara mulutnya, mimik muka, maupun tingkah laku yang ditunjukkan di depan mata. Melainkan pula berupa postingan, status, komentar, up load, chat, atau bentuk lain yang umum dilakukan pada dunia internet.


Sebagaimana dalam tulisan sebelumnya, dalam kondisi apapun sebaiknya diam saja, termasuk ketika difitnah dan dighibah. Selengkapnya di 5 Tipe Karakter Orang yang Sebaiknya Memilih Diam Tak Bicara di Medsos Maupun Dunia Nyata. Serta baca Tips Jitu Agar Tetap Kuat Iman Ketika Terkena Fitnah, Ghibah, dan Omongan Tak Sedap.


Bentuk seseorang yang terpancing menari di tengah pukulan kendang orang lain biasanya merespon atau bereaksi berupa perilaku agresif, ucapan lisan yang kasar, tulisan di media sosial yang tanpa uraian nalar jernih, atau jenis-jenis lain yang menandakan sedang memakan umpan pancingan dari orang lain.


Lantas, apa penyebab orang yang rela menari di atas tabuhan gendang orang lain? Berikut ini beberapa di antaranya:


1. Kehilangan Akal Sehat

Penyebab utama pribadi yang menari di atas tabuhan gendang orang lain yaitu meninggalkan akal sehat. Akibatnya, enggak lagi punya keteguhan hati serta kehilangan jati diri yang mulia. 


Rela mempertaruhkan citra sendiri yang positif demi bisa menari serta mengikuti alunan kendang orang lain. Padahal, tabuhan gendang itu cuma untuk adu domba dan memperkeruh suasana.

Ilustrasi orang sedang menabung gendang untuk karya seni (sumber gambar dari Pixabay)

Ironis, menurut orang yang menari dengan mengikuti bunyi kendang malah bikin dia puas. Ibarat kata, bagaimana bunyi gendang begitulah tarinya. Detailnya, kalau ada suara gendang memutuskan diam saja, rasanya bikin tak enak. Justru berdendang mengikuti suara-suara tersebut seolah terdapat pelampiasan tersendiri.


2. Gampang Baper

Mudah terbawa perasaan (baper), sensitif, atau rapuh juga menjadi penyebab orang tergoda alunan gendang orang lain. Sedikit pemicu telah membuat hati dan jiwanya seketika bereaksi melankolis atau sebaliknya marah tatkala ada orang lain posting, komentar, pasang status, atau mengucapkan kata-kata tertentu. 


Nyatanya, belum tentu orang yang menabuh kendang tersebut berkata-kata menggunakan otaknya. Akan tetapi dia reflek berkata-kata begitu saja, yang penting orang yang jadi sasaran mau menari di atas tabuhan gendangnya. Tentunya, semakin ditanggapi semakin bikin dia riang gembira.


3. Suka Ikut Campur yang Bukan Urusannya

Siapapun yang gampang ikut campur urusan di luar batas, kemampuan, tanggung jawab, hingga kewajiban dirinya sendiri biasanya akan mudah tergoda untuk termakan umpan gendang yang ditabuh. Urusan tersebut topiknya meliputi seperti politik (terutama tingkat nasional), masalah SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), dan lain-lain.


Buat apa ikut-ikutan urusan sosial yang di luar lingkup hidupnya. Bukankah lebih elok fokus saja mengembangkan diri, memperbaiki diri, memperjuangkan rezeki, atau bentuk positif lainnya yang terkait dengan diri sendiri maupun keluarga? Biarlah urusan-urusan tersebut dibahas dan dituntaskan oleh orang-orang yang berkemampuan di bidangnya.


4. Terlalu Ambisi

Siapapun yang berambisi, punya tujuan, ingin mengamankan miliknya, atau ada maksud tersembunyi di balik sesuatu hampir dipastikan bakal mudah terpancing menari di atas tabuhan gendang. Entah itu dia memang sengaja ingin menunjukkan tarian indahnya atau tanpa sengaja reflek begitu saja. Namun, kadang tariannya begitu anggun mempesona.


Hanya orang-orang hebat, cerdas, dan punya karisma yang sanggup menari dengan tarian penuh estetika. Kalau memang tidak memiliki ketahanan diri, tak punya kekuatan psikis yang mapan, enggak memiliki pembimbing, dan minim pendukung sebaiknya tak usah mencoba-coba menari di atas tabuhan kendang.


5. Menjadi Pribadi yang Terlalu Baik

Salah satu bahaya menjadi pribadi yang terlalu baik ialah mudah termakan rayuan dan pancingan omongan orang lain. Di mana, dia terlalu percaya bahwa orang yang sedang menabuh gendang tersebut dikira tulus dan layak dijadikan teman. Akibatnya, pukulan gendang itu dinilai sebagai wujud "perhatian". 


Lebih detail terkait poin terakhir ini buka 5 Bahaya Menjadi Pribadi yang Terlalu Baik Sama Orang Lain.


Komentar