Penelitian Menemukan Minum Kopi Dapat Menekan Risiko Penyakit Hati Hingga 70%

Banjirembun.com - Mengonsumsi kopi bagi sebagian orang dianggap pemborosan, tak berguna, dan dikira mayoritas dilakukan oleh kaum pengangguran saja. Malahan, ada sebagian kalangan yang menganggap tabu lantaran kopi menyebabkan kecanduan. Apalagi, tatkala disertai merokok.



Mirisnya lagi, kopi dianggap sebagai minuman sampah karena cuma untuk memenuhi gaya hidup. Artinya, kopi derajatnya disamakan dengan berbagai jenis minuman lainnya. Sebut saja meliputi es krim, minuman sachet, minuman penambah energi, minuman kemasan botol, dan semacamnya.


Baca juga Menimbang Baik dan Buruk Meminum Kopi Panas atau Kopi Dingin


Kenyataannya, meminum kopi dengan dosis alias takaran yang tepat terbukti sangat bermanfaat bagi kesehatan secara menyeluruh. Salah satunya mampu mencegah penyakit hati atau lever. Bahkan, tingkat pengaruhnya mampu menurunkan risiko penyakit lever hingga 70%.


Boleh dikatakan bahwa potensi minuman kopi memang sungguh luar biasa. Sayangnya, masih sedikit sekali referensi ilmiah maupun artikel di media massa yang mengulas tentang kegunaan kopi bagi kesehatan jiwa dan raga. Entah alasannya apa. Mungkinkah ada konspirasi di balik itu semua?


Padahal, bukti di lapangan teramat nyata. Para peminum kopi dengan komposisi dan jumlah yang sesuai ukuran standar, nyatanya berpeluang berumur panjang. Meski mereka perokok berat sekalipun, ternyata usianya melampaui 70 tahun dengan kondisi badan tetap berkualitas tanpa sakit-sakitan.

Segelas kopi diminum sambil bekerja (sumber gambar koleksi pribadi)

Beberapa laporan dan temuan penelitian menunjukkan kalau minum kopi mampu menurunkan berbagai ancaman penyakit kardiovaskular (terkait jantung serta pembuluh darah) dan degeneratif (penyakit akibat proses penuaan). Salah satunya tentu sesuai bahasan tulisan yaitu mencegah penyakit lever (hati).


Berdasarkan temuan Coffee and Health mengemukakan konsumsi kopi 3 sampai 5 cangkir kopi dalam sehari bisa mengurangi risiko kerusakan hati hingga 70%. Di mana, penyakit hati kronis merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia.


Sebagaimana diketahui, penyebab hati yang rusak bukan hanya dipicu oleh kebanyakan minum alkohol (miras). Faktor pencetus penyakit hati selanjutnya ialah gumpalan lemak di hati, kalori yang berlebihan, dan mengonsumsi makanan maupun minuman yang berbahan kimia buatan.


Cara kerja minuman kopi untuk menjaga kesehatan hati yaitu salah satu kandungan di dalamnya memperlambat pertumbuhan jaringan parut di fibrosis hati. Nah, beruntungnya proses tersebut juga membantu dalam melawan penyakit hepatitis B maupun tipe C, kanker hati, dan sirosis terkait alkohol.


Hasil laporan di atas didukung oleh temuan Modi dkk. Mereka menjabarkan ada hubungan antara meminum kopi harian dengan tingkat beratnya fibrosis hati pada penderita penyakit hati kronis. Detailnya, dengan minum 1-2 cangkir kopi dihubungkan dengan penurunan angka fibrosis hati.


Sekali lagi ditekankan, dalam artikel-artikel sebelumnya yang menyangkut tentang minuman kopi, untuk mendapatkan nilai fungsi yang sempurna sangat dianjurkan meminum kopi murni. Tanpa campuran apapun. Termasuk disarankan jangan minum kopi instan berbungkus (sachet) meskipun itu kopi hitam.


Baca juga Manfaat Minum Kopi untuk Mencegah Serta Melawan Penyakit Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) dan Autoimun Jenis Multiple Sclerosis (MS)


Serta bagi siapapun yang punya alergi kopi, kondisi kesehatan tertentu (sakit mag, gangguan pencernaan, dan lainnya), serta wanita hamil sudah barang tentu dalam minum kopi wajib dibatasi. Maknanya, minumlah kopi sesuai kebutuhan pribadi.


Apalagi, minum kopi sejatinya lebih cenderung bersifat mencegah dan sebagai terapi (dukungan pengobatan). Bukan, mengobati. Asumsinya, bagaimanapun yang namanya mencegah tetaplah lebih bagus daripada mengobati.


Referensi:

1. Coffee and herbal tea consumption is associated with lower liver stiffness is the general population: The Rotterdam study (Journal of Hepatology, Vol. 67, Issue 2) https://www.journal-of-hepatology.eu/article/s0168-8278(17)31994-3/fulltext


2. Situs Resmi Universitas Harvard di Amerika Serikat https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/food-features/coffee/


3. Situs resmi WHO (Badan Kesehatan Dunia) https://www.iarc.who.int/news-events/coffee-drinking-and-mortality-in-10-european-countries-a-multinational-cohort-study/


Disclaimer: Tulisan tentang manfaat minum kopi ini hanya bersifat memberi wawasan tentang dunia kesehatan. Tidak dapat dijadikan rujukan maupun "alat pembenar" dari prasangka sebelumnya yang telah ada. Di mana, sejauh ini manfaat tentang minuman kopi masih terus diadakan penelitian hingga sekarang. Oleh sebab itu, guna mendapatkan kesimpulan utuh diperlukan membaca artikel-artikel lain tentang khasiat atau terapi minum kopi.


Komentar