5 Ciri-ciri Perilaku Seseorang Sedang Frustrasi Saat Menerima Serangan Telak dari Pesaing

Banjirembun.com - Seseorang terkadang mengalami frustrasi serta kebingungan mau merespon bagaimana ketika mendapat serangan "brutal" dari pesaingnya. Sebelum dilanjut, perlu dipahami arti frustasi adalah jiwa yang menderita lantaran kecewa akibat tujuan yang ingin digapai menemui jalan buntu atau sengaja dihalang-halangi.


Nah, tujuan yang dihambat atau disabotase oleh seseorang daripada disebabkan kesalahan diri, umumnya rasa kecewa dan penderitaannya jauh lebih pedih. Hal tersebut wajar saja. Sebab, selain mendapatkan kesulitan mencapai tujuan, seseorang yang "diserang" oleh pihak lain, sejatinya juga punya musuh tandingan yang harus dihindari atau sebaliknya dilawan.


Lebih lanjut, frustrasi parah biasanya terjadi akibat seseorang berada di kondisi yang tiba-tiba terjepit dari segala sisi berujung bikin kaget. Di mana, situasi sempit tersebut berada di waktu dan tempat yang enggak tepat. Maknanya sejajar atau setara dengan peribahasa "Sudah jatuh ditimpa tangga". Artinya, sudah gagal malah diinjak-injak.


Memang harus diakui, bagi sebagian individu saat menerima serangan telak dari pesaing terkadang tetap teguh pendirian dan berjiwa bijaksana. Namun, bagi sebagian lain tatkala memperoleh halangan atau rintangan dari pesaing langsung terjatuh tak berdaya sehingga berujung frustasi.


Berikut ciri-ciri pribadi yang tengah mengalami frustrasi gara-gara diganggu orang lain:


1. Mengamuk

Jangan dikira orang yang mengalami frustrasi hanya cenderung bersifat pasif. Justru, bagi sebagian lain yang sedang terpojok dan tertekan dari segala arah memilih mengamuk. Bukan cuma dengan teriakan-teriakan, tetapi lebih parah lagi membanting dan memukul.


Asumsinya, semakin sebuah tujuan dianggap berharga dan utama makin besar pula frustasi yang dirasakan di kala mengalami kegagalan. Diimbuhi, nyatanya kebuntuan tersebut disebabkan oleh orang terdekat yang berkhianat. Alih-alih diam saja tanpa membantu, malah yang ada ikut merusak misi.


2. Diam dan Menghindar Ketika Diserang

Perusuh di tengah-tengah perjuangan mencapai impian hidup bakal selalu ada. Namanya kehidupan sosial di dunia pasti ditemukan konflik dan persaingan. Itulah konsekuensi saat masih mau hidup di bumi. Pilihan dalam menghadapinya ada tiga yaitu diamkan, pergi tinggalkan, atau lawan. 


Sayangnya, terkadang orang yang jadi penghalang tersebut terlalu menyebalkan untuk diladeni alias ditanggapi. Alhasil, dipilihlah jalan diam diri tanpa melawan balik demi mengalah. Baik itu melalui lisan maupun perilaku lebih condong menunjukkan kesahajaan tanpa agresif. 


Bila tetap saja diserang di waktu sedang diam saja tanpa melawan maka dipilih jalan lain berupa pergi meninggalkan. Bentuk menghindar diri dari seseorang atau pada masalah tertentu merupakan "ungkapan" tentang tak ada antusias atau selera. Sebab, baginya fokus pada menuntaskan tujuan lebih penting ketimbang meladeni orang yang usil.


Baca juga Bosan Menghadapi Orang Menyebalkan? Berikut ini 3 Kiat Mengatasinya


3. Ngambek

Ngambek atau dalam bahasa jawa disebut mutung menjadi ciri perilaku orang yang frustasi. Bukan cuma karena bentuk putus asa, kecewa, atau sudah capek fisik maupun batinnya. Akan tetapi, merajuk terkadang tak terlepas sebagai cara untuk mencari perhatian. Tentunya, hal tersebut agar tujuan yang diinginkan akan dibantu hingga terwujud.

Ilustrasi pria sedang frustasi setelah diserang oleh pesaing (sumber gambar Pixabay)

Kendati demikian, harus jeli mana mengambek yang disebabkan oleh frustasi serta mana yang hanya ingin merayu. Orang yang ambek karena frustrasi ciri-cirinya ketika dia sudah berusaha bekerja keras mencapai tujuan tetapi gagal. Sedang, ngambek gara-gara kemalasan umumnya bukan ciri-ciri sedang frustrasi.


4. Mudah Tersulut

Orang yang mengalami frustrasi karena memperoleh serangan dari pesaing berisiko menjadi pribadi yang sangat sensitif dan gampang tersinggung. Beberapa alasannya meliputi harga dirinya merasa dilecehkan, menganggap diri pecundang, sampai merasa kesepian lantaran enggak ada yang membantu.


Dampak buruk sebuah frustrasi salah satunya mudah tersulut, bereaksi, merespon, atau memakan umpan dari pancingan orang lain. Ibarat kata, frustasi menyebabkan seseorang menari-nari di atas tabuhan gendang orang lain. Semakin pukulan kendang nyaring makin kencang goyangannya.


Baca juga 5 Penyebab Individu Mudah Terpancing Mau "Menari di Atas Tabuhan Gendang Orang Lain" 


5. Mencari Kambing Hitam

Kegagalan demi menggapai tujuan merupakan hal wajar. Apalagi, diketahui bahwa sesuatu yang didambakan itu tergolong sulit untuk diperoleh. Barangkali, enggak tepat disebut gagal. Lebih eloknya disebut keberhasilan yang tertunda karena butuh waktu tambahan untuk terwujud.


Nahasnya, bukannya mengevaluasi diri serta membenahi mental pribadi saat mengalami serangan telak dari pesaing, yang terjadi lebih memilih mencari kambing hitam. Tentunya orang yang menyerang yang jadi incaran utama. Kemudian, orang-orang di sekitar yang tak membantu dan ogah membelanya juga jadi sasaran kambing hitam.


Komentar