Persiapan Naik Tol untuk Pertama Kali


Bagi kalian yang belum pernah berkendara sendiri di jalan tol membaca tulisan ini adalah langkah tepat. Sebab, menyetir di jalan bebas hambatan itu tak semudah yang diperkirakan. Butuh trik sendiri agar tak memalukan saat dilihat pengendara lain.


Kondisi sosial-psikologis para pengendara di jalan tol kebanyakan jauh lebih keras. Hal itu karena mereka merasa telah membayar untuk masuk tol. Di sisi lain mereka juga memburu waktu ingin cepat-cepat sampai. Mungkin juga mereka bermaksud hanya ingin menggeber mobilnya secepat yang dibisa.


Mulai dari masuk hingga keluar gerbang tol semuanya butuh langkah tepat agar tak membahayakan. Sebab tak jarang ditemui kecelakaan, kegaduhan, dan laju lambat di jalan tol ditengarai oleh kecerobohan pengguna baru. Resikonya tak tanya memalukan tapi membahayakan.


Agar perjalanan kalian aman dan nyaman saat menyopiri kendaraan di jalan tol perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:


1.  Persiapkan kartu elektronik pembayaran Tol 


E-Toll merupakan kartu yang ukurannya sama dengan kartu ATM. Pastikan saldo kartu E-Toll kalian cukup sebelum memutuskan masuk gerbang tol. Sekarang ini semua tol di Indonesia sudah tidak lagi menerima pembayaran tunai. Itu agar tak ada antrian panjang.


Pun, tidak semua gerbang tol dijaga oleh petugas yang siap siaga (cekatan) dan jumlah anggota yang memadai. Bila kalian lupa membawa E-Toll bisa runyam urusan. Kalian akan bikin gaduh gerbang tol karena suara klakson dari sejumlah kendaraan yang antri di belakang.


2. Hati-hati saat scan E-Toll di gerbang

Para pengguna tol sebagian besar egois. Mereka tak akan membantu seseorang yang mengalami kesulitan saat scan kartu pembayaran. Justru yang ada kalian bakal diklakson dari belakang agar cepat-cepat menyelesaikan pembayaran. Hal itu bisa menimbulkan kegugupan (panik) atau sebaliknya bikin naik pitam.


Supaya tidak terjadi kendala saat scan E-Toll maka posisikan ban depan sisi kanan semepet mungkin dengan mesin pembayaran. Tapi awas ban jangan sampai menyentuh pinggiran trotoar tempat mesin diletakkan. Akibatnya bisa fatal. Salah satunya ban akan panas dan mudah aus bahkan meletus.


Bila kalian tidak memepetkan bagian kanan kendaraan ke mesin pembayaran maka kalian akan kerepotan saat menscan kartu. Bisa-bisa kalian harus turun dulu dari kendaraan agar tangan bisa menjangkau layar scan kartu pembayaran. Tentu itu terlihat mengesalkan bagi pengendara lain.


3. Gunakan jalur kiri

Bagi yang pertama kali menyetir sendiri di jalan tol lebih baik gunakan lajur kiri.  Dengan kecepatan yang ditempuh maksimal 80 Km/jam. Jangan terpancing untuk mengegas kendaraan secara semangat. Kalian harus sadar diri sebagai pemula belum menguasai medan.


Ketika di lajur kiri banyak truk yang melaju lambat hanya ada dua pilihan. Pertama, mengekor di belakang truk dengan tetap memperhatikan jarak aman depan maupun belakang. Kedua, menyalip truk dengan syarat menunggu keadaan di belakang benar-benar sepi. 

Ilustrasi jalan tol (sumber gambar pixabay)



Keberadaan truk di jalan tol cukup mengganggu. Terlebih bila kecepatannya tanggung. Tidak cepat dan tidak pula lambat sehingga sangat sulit untuk mendahuluinya. Oleh sebab itu sering-seringlah melihat kaca spion maupun kaca tengah. Supaya saat akan menyalip kendaraan lambat, kalian tidak mengganggu kendaraan di belakang.


4. Pahami rambu laku lintas

Rambu lalu lintas baik yang berupa papan, lampu,  hingga marka jalan semuanya sangat berarti bagi pengendara. Tidak hanya untuk memandu agar tak tersesat, rambu lalu lintas juga mampu menjadi peringatan bagi pengguna jalan tol supaya tetap waspada.


Kalian harus memahami makna dibalik setiap rambu lalu lintas yang ada di jalur tol. Ikuti seluruh petunjuk pada setiap rambu yang dipasang di jalan tol. Jangan kaget atau terburu-buru untuk mengikuti arahan rambu. Lakukan secara bijaksana. Jangan pula ikut-ikutan pengendara lain yang melanggar rambu.


5. Gunakan aplikasi Google Maps

Aktifkan mode navigasi suara di Google Maps. Untuk selengkapnya baca tulisan berjudul "Manfaat dan Cara Menggunakan Navigasi Suara Google Maps di Android". Aplikasi tersebut mampu memandu kalian agar tidak tersesat saat ingin keluar dari jalur tol.


Bila kalian salah memilih gerbang keluar tol maka butuh waktu tempuh tambahan. Kalian tidak bisa putar balik di tol sehingga harus keluar tol di gerbang keluar berikutnya. Kalau sudah begitu bikin kesel. Maunya ingin memangkas waktu tempuh malah jadinya tersesat dan harus putar balik.


Bila 5 hal di atas diperhatikan dan dilaksanakan dengan baik maka potensi untuk bisa menikmati kenyamanan perjalanan di tol makin tinggi.



Komentar

Baca juga postingan berikut:

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Hutangmu Menunjukkan Seberapa Besar Harga Dirimu

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Arti SHP dalam Serial Anime One Piece

Ngeri! Indonesia Punya DENHARIN, Pasukan Elit dari Terelit yang Ditakuti Dunia

Pernah Dengar Istilah "Kotak Pandora"? Inilah Kisah di Baliknya

Visi dan Misi dalam Bekerja