Seburuk Apapun Dosa dan Pekerjaan Tetap Menjaga Sholat Adalah Keputusan Tepat

Banjirembun.com - Sholat adalah tiang agama. Dia juga dapat sebagai pembeda antara mana orang Islam dengan yang lain. Amal yang pertama dan paling utama ditanyakan setelah kematian bagi manusia yaitu sholatnya. Baru disusul amal ibadah jenis berikutnya.


Seburuk apapun dosa dan pekerjaan yang telah dilakukan dengan tetap menjaga sholat merupakan langkah tepat. Sebab dengan mengerjakan sholat barangkali dosa-dosa itu diampuni. Serta lebih bagus lagi mendapat hidayah sehingga iman kuat dan Islamnya semakin taat.

Tentu disusul dengan bakal mendapat pekerjaan yang pantas. Memperoleh rizqi dari sumber yang tidak disangka-sangka. Sebagai pengganti dari pekerjaan lama yang penuh dosa. Intinya sesibuk dan serusak apapun pekerjaan yang dilakukan jangan tinggalkan sholat.


Abaikan orang yang tak paham agama yang mengatakan "Buat apa sholat tapi kelakukan bejat". Sebaliknya kadang mengatakan "Kelakuan penuh dosa kok mengerjakan sholat". Mereka semua tak berhak menghakimi manusia. Sholat adalah hak bagi setiap Muslim.


Syarat sholat bukanlah harus bersih dari dosa lebih dulu. Justru dengan bersholat seseorang dapat membersihkan dosanya. Selain itu pula sholat ialah kewajiban bagi umat Islam. Sepatutnya siapapun mesti mengerjakan bagaimanapun kondisinya.

Gambar diedit/modifasi dari sumber ini

Misalnya, sehabis melakukan onani hal yang harus diperbuat yaitu tak perlu gusar. Khawatir nanti sholatnya tidak diterima oleh Allah atau bahkan tidak sah. Tetaplah mendirikan sholat. Dengan niat sungguh-sungguh ingin bertaubat. Iringi perbuatan buruk dengan kebaikan.


Cukup diri sendiri saja dan Allah SWT yang tahu dosa. Hindari untuk membocorkan atau memberitahukan tentang dosa-dosa yang telah disembunyikan oleh Allah. Tatkala orang lain sudah tahu tak perlu mencari pembelaan. Cukup menjaga sholat setiap hari supaya makin "mesra" pada Yang Maha Kuasa.


Seberapa banyak dan seringnya dosa hamba dilakukan, sebanyak itu pula Allah SWT bakal mengampuni dikala rela beristighfar dan bertaubat. Janganlah berprasangka buruk pada-Nya. Sebab, Dia adalah sesembahan yang Maha Pengampun. Cinta-Nya pada hamba yang bertaubat melebihi cinta seorang ibu pada anaknya. 


Setiap manusia pasti berbuat dosa. Seberapapun khusuk dan tingginya kualitas sholat seseorang juga pasti pernah berbuat dosa. Setidaknya dosa kecil. Tak perlu menuntut kesempurnaan pada orang yang mengerjakan sholat. Sebab godaan setan (iblis) terkadang jauh lebih kuat dalam menyesatkan.


Oleh sebab itu jangan merasa aneh apalagi risih saat menemui orang bertato, banci (waria), atau tampilan tak lazim lain sedang sholat di Masjid. Mungkin mereka sedang bertaubat. Mungkin juga mereka merindukan sholat. Beri kesempatan mereka untuk berubah.


Bila tampilan mereka terasa beda maka ingatkan mereka dengan lembut. Jangan sampai mereka merasa bahwa Masjid bukan tempat indah dan nyaman bagi mereka. Lebih manusiawi lagi beri mereka pakaian yang pantas serta wewangian sehingga bisa tampil seperti umumnya.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Link Grup WA Terbaru 2020

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? Itu Kode Angka Organisasi Keagamaan Indonesia

Visi dan Misi dalam Bekerja