4 Profesi Baru di Era Digital dan Revolusi Industri 4.0, Salah Satunya Jadi Buzzer

Banjirembun.com - Zaman telah berubah. Di era digital ini jenis pekerjaan juga mengalami pasang surut. Ada yang sudah tidak laku sehingga punah. Di sisi lain ada pula profesi baru yang bermunculan. Tentu ciri khas utamanya bergantung pada koneksi internet.

Baca juga: 5 Jenis Pekerjaan yang Tumbuh di Tahun 2010-an Tapi Bakal Lenyap Tahun 2021


Dapat dikatakan tulang punggung pekerjaan di masa depan bakal mengandalkan digitalisasi. Orang yang tidak memahami dan mampu menguasai teknologi informasi dan komunikasi bakal sulit bertahan. Kalaupun mampu melesat tinggi itu butuh tenaga ekstra.

Berikut ini profesi atau jenis pekerjaan baru di era revolusi industri 4.0:


1. Buzzer

Buzzer adalah pemilik akun media sosial yang menggaungkan suara, pendapat, atau opini secara masif supaya mendapat perhatian. Buzzer berbeda dengan influencer. Sebab untuk menjadi buzzer tak perlu terkenal. Kunci utamanya yaitu paham teknologi informasi serta pintar mengolah kata-kata.


Postingan buzzer dilakukan secara terorganisir. Seringkali mereka mendapat bayaran dari aksi yang dilakukan. Lantas memanfaatkan orang-orang terdekat yang dikenal serta orang-orang yang fanatik, seideologi, dan sealiran politik guna mendukungnya di medsos.

Ilustrasi suara buzzer tentang rasisme (sumber gambar)


Bayaran buzzer variasi. Tergantung tujuannya untuk apa. Ketika bertujuan untuk "membunuh" merk dagang lawan bisnis tentu bayarannya tinggi. Mereka akan bertugas menjelekkan produk dari pesaing bisnis. Akun yang digunakan pun abal-abal dan dikloning hingga ribuan.


Adapun buzzer yang "waras" akan melakukan secara bermoral. Alih-alih menyudutkan atau merendahkan lawan bisnis, mereka dibayar untuk mempromosikan produk tertentu. Mengunggulkan merk yang telah membayar mereka. Lantas mengerahkan pasukan buzzer.


2. Pedagang Online

Berdagang online dapat dilakukan secara mandiri. Cukup mengandalkan akun media sosial pribadi yang digunakan sebagai senjata promosi. Serta kadang juga membuat blog atau website supaya pelanggannya semakin yakin. Semua dilakukan berdikari.


Pedagang online lain kadang juga menggunakan marketplace atau pasar online. Banyak sekali aplikasi jual beli online yang memberi kesempatan bagi para penjual untuk mempromosikan dan menjual dagangannya di sana. Semua dilakukan dengan mudah.

3. Konten Kreator

Konten kreator adalah orang yang berkreasi dengan memproduksi tulisan maupun video lantas diunggah di internet secara publik. Alih-alih bertujuan mulia, ikhlas, dan untuk ibadah. Konten kreator sekarang ini kebanyakan tujuan berkarya demi dapat uang.


Menjadi konten kreator itu tidak mudah. Tidak cuma meski punya keahlian atau bakat di bidang tertentu. Mereka mesti pula mampu menyampaikan pesan secara baik sehingga mudah dipahami dan disenangi. Pembaca dan penonton bakal betah menikmati kontennya.


4. Manajer Pemasaran Digital

Perusahaan besar hingga yang baru merintis akan sulit ketika cuma mengandalkan strategi pemasaran konvensional. Mereka harus juga merambah ke dunia digital. Oleh sebab itu dibutuhkan orang-orang yang ahli di bidang tersebut. Salah satunya manajer pemasaran digital.


Manager yang mengurusi marketing digital itu sangat diperlukan lantaran persaingan promosi di internet sangat sengit. Salah langkah sedikit dan tidak cermat menyebabkan iklan yang disebarkan secara online tidak efektik dan tak efisien.


Tugas manajer tersebut yaitu mengelola website, email, media sosial, dan lain-lain yang menjadi alat promosi digital. Dia juga wajib mengatur atau menyiasati supaya bagaimana konten yang dibuat itu populer atau unggul di mesin pencarian seperti Google.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Visi dan Misi dalam Bekerja

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)