5 Jenis Pekerjaan yang Tumbuh di Tahun 2010-an Tapi Bakal Lenyap Tahun 2021

Peluang adanya pekerjaan muncul biasanya didahului oleh perubahan. Terutama dalam bidang perkembangan teknologi informasi yang pesat. Semua itu dapat memberi lapangan pekerjaan. Sebaliknya, menghapus jenis pekerjaan tertentu.

Banjirembun.com

Dulu pada tahun 1999 hingga 2005-an banyak sekali wartel (warung telepon/telekomonikasi) tumbuh subur menyebar hingga ke daerah pelosok. Seiring maraknya ponsel atau telepon genggam kini hampir mustahil ada wartel.

Pekerjaan jadi penjaga atau operator wartel pada saat itu cukup menjanjikan. Uangnya sudah lebih dari cukup digunakan untuk makan tiga sehari selama sebulan. Padahal durasi jaganya cuma jam 7 pagi hingga jam 2 siang.


Begitu pula dengan rental komputer. Pada tahun 2000-an hingga 2010-an bisnis sewa komputer laris manis. Biasanya penggunannya adalah mahasiswa. Bahkan tak jarang yang melayani jasa pengetikan juga.


Berhubung harga komputer semakin murah, banyak orang yang sudah mulai "malu" menyewa komputer. Apalagi hadirnya laptop yang dapat untuk bergaya dan teramat praktis. Akhirnya banyak yang meninggalkan jasa tersebut.


Terkait dengan takdir akhir hidup usaha wartel dan rental komputer di atas, dalam artikel ini juga memprediksi 5 jenis usaha lain yang terancam bernasib sama. Diperkirakan pada tahun 2021 ke atas jenis pekerjaan di bawah bakal lenyap.



1. Rental Game PlayStation

Di Indonesia keberadaan game playstation versi 1 sudah ada sejak tahun 2000-an. Pada saat itu harga sewa satu jam pada kisaran 1500-2500 rupiah perjam di kota kecil. Walau tergolong mahal tapi yang mau main sangat banyak dan antri.


Di kota-kota kecil dan pedesaan, banyak anak kecil yang ngiler ingin main. Malah ada juga yang kecanduan. Supaya dapat tetap main PlayStation, hal buruk dilakukan. Apalagi kalau bukan mencuri uang orang tua. 


Sebagian pengusaha di bidang game PS yang punya modal besar memiliki banyak mesin PS dan TV. Minimal ada 10 perangkat video game yang siap untuk dimainkan. Untuk itu mereka memperkerjakan operator/penjaga.


Sejak tahun 2010 ke atas pamor rental PS sudah mulai meredup. Lantaran di komputer dan ponsel yang terkoneksi internet ada game online. Tren permainan digital itu beralih dari yang monoton (statis) menjadi atraktif karena memungkinkan ada interaksi.


Meski masih ada rental PS di tahun ini. Diprediksi ke depannya bakal tidak ada lagi jenis usaha seperti itu. Sebab para penggemarnya sudah berali ke jenis game lain. Selain itu generasi muda sekarang juga ada yang cenderung asyik bermain medsos ketimbang game.


2. Agen Tiket

Denyut nadi usaha penjualan tiket masih ada. Akan tetapi di hari kemudian diprediksi bakal lenyap sama sekali. Didahului dengan agen tiket kereta api yang sudah tidak ada lagi di stasiun-stasiun. Tiketnya harus beli secara resmi baik secara offline di staiun maupun melalui online.

Sepertinya agen tiket bus dan pesawat akan bernasib sama. Banyak pengusaha yang bergerak di bidang itu tutup. Tak sedikit masih ada yang buka. Namun, keuntungan yang diraih tak segemilang zaman dulu.


Sekarang ini banyak sekali aplikasi layanan pesan tiket bus maupun pesawat. Tidak hanya satu atau dua aplikasi. Jumlahnya cukup signifikan. Satu sama lain saling jor-joran memberi diskon, harga murah, atau bonus pada pelanggannya.


3. Warung Internet

Sudah 3 tahunan terakhir ini banyak pengusaha warnet yang tutup lapak. Banyak faktor yang jadi penentunya. Seperti harga kuota SIM card yang semakin terjangkau yang diiringi dengan sinyal semakin kuat. 


Tak hanya itu. Hadirnya Wi-Fi gratis di cafe, warung, sekolah, dan kampus juga jadi penentu. Serta bonus-bonus yang diberikan pemilik usaha SIM Card pada pelanggannya. Sebut saja seperti gratis medsos, bonus kuota malam, dan lain-lain.


Pasca 2020 ini, dikalkulasikan warnet di kota-kota besar bakal lenyap sama sekali. Lalu disusul oleh kota-kota kecil hingga daerah-daerah pelosok. Usaha warnet bakal lenyap sama sekali seperti halnya wartel (warung telepon).


4. Konter Pulsa

Usahawan konter pulsa dulu mengalami untung besar pada tahun 2005-an hingga 2010-an. Laba utama dan paling banyak berasal dari jual beli pulsa tersebut. Sedangkan jual asesoris hand phone hanya sebagai tambahan.


Kini sebaliknya. Pemilik konter pulsa mulai banyak yang tutup. Bila ada yang jualan pulsa tapi keuntungan utama mereka bukan dari itu. Mereka jualan kartu perdana SIM Card, kuota internet, dan asesoris atau perlengkapan ponsel pintar.


Waktu dulu tak sedikit ada remaja atau mahasiswa yang punya sambilan jual pulsa. Jadi mereka tak punya kios. Cara jual atau transaksinya lewat SMS (hutang) atau ketemuan secara langsung (tunai). Fenomena itu sudah lenyap sama sekali.


Pada saat ini untuk beli pulsa tak perlu repot ke konter. Banyak aplikasi yang melayani penjualan pulsa dengan harga bersaing. Bahkan di minimarket saat belanja juga bisa membeli pulsa. Tak perlu repot-repot ke konter yang seringkali lahan parkirnya sempit.


5. Persewaan Komik

Seperti halnya persewaan DVD/VCD yang kini telah mati suri, rental komik juga sama saja. Keduanya telah digantikan oleh perkembangan teknologi digital. Alih-alih harus repot membaca dan memutar VCD yang kadang gambar tak jernih, banyak yang lebih memilih menonton.


Hadirnya YouTube, Netflix, TV kabel, TV satelit, bioskop harga terjangkau, hingga stasiun TV nasional yang melakukan streaming membuat banyak orang termanjakan. Sangat praktis. Tidak usah khawatir terkena denda karena telat mengembalikan sewaan.



Komentar

Baca juga postingan berikut:

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? Itu Kode Angka Organisasi Keagamaan Indonesia

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Tanya Jawab Tentang Filsafat Pendidikan Islam dan Upaya Pembaruan Pendidikan Islam

Visi dan Misi dalam Bekerja

Arti SHP dalam Serial Anime One Piece