3 Alasan Penting Mesti Pilih Menunda Kesenangan Demi Kebahagiaan Jangka Panjang

Setiap orang tentu bakal senang ketika mampu membeli barang yang diidamkan. Banyak orang akan senang pula tatkala santai-santai, belanja, berwisata, maupun menikmati beberapa jenis kenyamanan serta hiburan lain. Namun, sebagian yang lain lebih memilih menunda kesenangan tersebut demi kebahagian jangka panjang.


Orang yang mampu dan kuat menunda kesenangan untuk sementara waktu sudah barang tentu bakal memanen di hari kemudian. Contoh mudahnya ialah rajin menabung. Ia rela menyisihkan uang dan menahan menyenangkan diri guna mengisi tabungan. Tepat di hari yang ditentukan dan target perolehan yang dicapai bakal menuai juga.

Para penunda kesenangan biasanya punya kemampuan kecerdasan finansial. Ia sanggup membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan. Selain itu handal dalam mengatur pengeluaran dan pemasukkan uang. Tentunya tak perlu diremehkan masalah manajemen diri. Ia jago mengendalikan hawa nafsunya untuk senang-senang.

Saya akan menunggu demi kebahagiaan lebih (sumber gambar)

Bagi kalian yang ingin berhasil dalam menunda kesenangan lebih baik baca dulu pentingnya menunda kesenangan pada tulisan berikut.


1. Tak Terbebani untuk Mengubah Situasi, Lebih Fokus Mengubah Diri Sendiri

Apabila kalian tidak mahir mengambil hati banyak orang (massa) untuk bersosialisasi maka jangan gunakan cara "brutal" dalam cari perhatian. Misalnya dengan membeli barang-barang mewah dan menikmati fasilitas maupun layanan premium (VIP). Padahal kalian sebenarnya tidak benar-benar (atau setidaknya belum) butuh hal itu. 


Daripada sibuk mengubah situasi yang belum tentu kalian mampu dan hasilnya bagus bagi kalian, lebih baik ubahlah diri sendiri. Jadikan diri kalian lebih berkembang. Tingkatkan penghasilan. Tahan diri sementara waktu hingga target punya rumah layak tercapai. Setelah itu baru dirayakan. Kemudian menahan diri lagi untuk memenuhi target berikutnya.


2. Menunda Pekerjaan Memang Enak, Tapi Menunda Kesenangan Jauh Lebih Nikmat

Tanggung jawab atau beban yang belum terselesaikan bakal jadi ganjalan hati dan pikiran. Terutama bagi mereka yang sangat sensitif pada hal tersebut. Lebih baik segera tuntaskan dulu pekerjaan, baru kemudian memberi hadiah pada diri sendiri. Bisa berupa game, menonton TV, belanja, wisata, jalan-jalan, nongkrong, dan lain sebagainya.


Menunda kesenangan dapat memberikan kepuasan lebih besar dalam jangka panjang. Orang yang mampu mengontrol diri supaya tidak terjebak pada kesenangan palsu di tengah tanggung jawab dan kewajiban bakal punya motivasi. Dia membatasi diri sendiri tidak akan menyenangkan diri sebelum melaksanakan pekerjaan yang harus ditunaikan.


3. Berakit-rakit ke Hulu, Berenang-renang ke Tepian

Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Itu bukanlah ungkapan omong kosong. Ketika hanya ada dua pilihan yaitu susah payah dulu baru bersenang atau bersenang dulu baru bersusah payah bakal pilih mana? Tentu pilihan pertama yang paling bagus. Bakal sakit punya mobil baru, tapi kemudian setiap bulan harus mencicil dan membayar bunganya.


Contoh lainnya ketika bisnis kalian sedang untung besar serta punya potensi untuk dikembangkan. Langkah cerdas ialah menggunakan keuntungan yang sudah diperoleh itu untuk mengembangkan usaha daripada dihabiskan untuk menyenangkan hati. Bolehlah sebagian disisihkan untuk menghibur diri namun sewajar dan secukupnya saja.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Hutangmu Menunjukkan Seberapa Besar Harga Dirimu

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Arti SHP dalam Serial Anime One Piece

Ngeri! Indonesia Punya DENHARIN, Pasukan Elit dari Terelit yang Ditakuti Dunia

Pernah Dengar Istilah "Kotak Pandora"? Inilah Kisah di Baliknya

Visi dan Misi dalam Bekerja