5 Dampak Buruk Media Sosial Bagi Kehidupan Pribadi

Diakui atau tidak sebagai "anak kandung" internet, media sosial bagaikan pisau bermata dua. Satu sisi memberikan kebermanfaat luar biasa bagi manusia. Di sisi lain ketika tak mampu menggunakan dengan benar bakal berdampak buruk. Bakal merusak tatanan kehidupan pribadi maupun masyarakat.

Banjirembun.com

Media sosial telah merubah kehidupan manusia. Dari awal kemunculannya sampai sekarang ini ia mampu menyilaukan mata banyak orang. Mulai dari anak kecil usia belasan tahun hingga dewasa akhir usia 50 tahun ke atas. Sebagian mampu memanfaatkannya. Namun sebagian yang lain justru terperdaya.

Tak sedikit orang yang ahli menggunakan medsos untuk berdagang, promosi, memasarkan, dan branding. Dengan itu mereka sanggup meraup pundi-pundi uang hanya mengandalkan medsos. Orang seperti inilah yang mampu melawan arus. Alih-alih terseret, ia malah menciptakan sesuatu yang baru, berkualitas, dan beda.


Di pihak lain lebih banyak orang yang hanya menggunakan media sosial semata-mata untuk hiburan dan konsumtif. Tipikal manusia seperti itu lebih cenderung menunggu, menikmati, dan mudah terbawa arus. Lebih parah lagi mereka kecanduan sehingga ketika tak membuka media sosial walau satu hari bakal resah.


1. Membuat Makin Rendahnya Sensitivitas dan Empati

Masih ada saja yang menyalahartikan bahwa media sosial merupakan pusat kebebasan berkata-kata dan berekspresi. Akibatnya tak sulit ditemui di sana tulian atau kata-kata yang kasar, jorok, menghina, rasis, hoax, dan semacamnya. Mereka tak sensitif apalagi berempati terhadap pengguna media sosial lain.

Ilustrasi orang yang tak punya empati (sumber gambar)


Tak mau berpikir panjang dan barangkali tak peduli apakah komentar atau tulisan yang diposting bakal membuat orang marah, tersinggung, minder, dan tersakiti. Bagi mereka asal itu bukan di dunia nyata tak perlu diambil hati. Beda di media sosial beda pula di dunia nyata. Padahal nyatanya porsi berinternet lebih banyak dari kehidupan riil.


2. Meningkatkan Hasrat Pamer Harta

Pamer atau tidak pamer pada media sosial memang sulit untuk dibedakan. Kadang orang memposting harta yag dimiliki memang bertujuan positif. Akan tetapi orang lain mungkin salah paham. Sebaliknya, ada orang yang memposting harta dengan kata-kata samar (bias) dan tak terlihat pamernya. Namun, sebenarnya ia memang berniat pamer.


Baca: 5 Alasan Orang Sering Pamer di Media Sosial


Hal buruk akhirnya terjadi. Teman, saudara, orang yang dikenal, dan orang lain yang "panas" jadi ikut-ikutan pamer. Tak mau kalah dan tertandingi ia juga memamerkan harta. Kalau sudah begitu media sosial bukan lagi sarana positif untuk mengembangkan diri. Justru yang ada penggunanya jadi terbebani bagaimana cara mengungguli yang lain.


3. Memperburuk Suasana Hati

Jangan mengira semua orang yang membuka media sosial bakal membuat hati jadi gembira. Tak jarang media sosial membuat orang jadi minder, iri (dengki), muak, marah, galau, depresi, dan benci terhadap sesuatu maupun seseorang. Sungguh aneh bukannya menutup dan libur membuka akun medsos, yang ada semakin ketagihan untuk terus kepo (penasaran).


Berita politik, kriminalitas (kejahatan), kecelakaan, dan yang semacamnya juga tak kalah bikin suasana hati jadi buruk. Sebaiknya jangan buka media sosial di pagi hari. Supaya dalam mengawali hari tidak dengan suasana jelek. Tonton dan bacalah konten motivasi, kisah atau pengalaman hidup orang-orang sukses, dan agamis di pagi hari.


4. Hasrat Banyak "Likes" dan Komentar

Bagi kalian yang menganggap bahwa setiap status atau tulisan di meda sosial harus mendapat likes dan komentar merupakan sebuah kewajiban sebaiknya waspada. Di mana, tanpa kedua hal itu menjadikan hidup jadi hampa dan tak berarti lagi. Disarankan kalian terapi psikologis ke psikiater atau ke ahli kejiwaan. 


Tak semua tulisan yang diposting pada media sosial harus mendapat likes dan komentar. Lebih baik kalian luruskan niat dalam membuat tulisan pada medsos. Tujuan merangkai kata bukan untuk "mencari muka". Melainkan untuk memberi nilai (kebermaknaan dan keberartian) bagi sesama. Usahakan tulisan itu mampu berdampak positif.


5. Gangguan Kesehatan

Akibat gangguan kesehatan yang timbul karena penggunaan media terjadi secara tidak langsung. Butuh waktu, kondisi, hingga kepribadian buruk penggunanya. Banyak yang tak menyadari bahwa penggunaan media sosial sebelum tidur dapat berpotensi mengalami gangguan tidur. Tatkala tidur durasinya kurang dan tidak berkualitas tentu bakal menggangu kesehatan.


Media sosial juga "memaksa" sebagian orang melakukan tantangan (challenge) konyol. Tidak hanya mengalami risiko gangguan kesehatan jangka pendek maupun panjang tapi juga mendatangkan cidera bahkan kematian. Tantangan yang tak wajar membuat orang melakukan hal yang diluar batas ketahanan tubuh, kejiwaan, dan otak. Akibat fatal mungkin bakal terjadi.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? Itu Kode Angka Organisasi Keagamaan Indonesia

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Tanya Jawab Tentang Filsafat Pendidikan Islam dan Upaya Pembaruan Pendidikan Islam

Visi dan Misi dalam Bekerja

Arti SHP dalam Serial Anime One Piece