Ketahui Arti Jet Lag, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Jet lag adalah gangguan tidur akibat terlalu lama terbang melewati banyak zona waktu sehingga jam biologis tubuh sulit beradaptasi dengan lingkungan baru. Jet leg tidak hanya mempengaruhi perubahan sistem tubuh akan tetapi merubah kondisi psikologis. Terutama sugesti diri pada keadaan baru.

banjirembun.com

Jadwal jam biologis tidak hanya menyangkut pola tidur. Melainkan ada banyak aspek lain. Mulai dari kode alam dari perut ketika ingin buang air besar waktu pagi hari, waktu tubuh merasa lapar karena biasanya pagi hari waktu makan, hingga tekanan darah yang menyesuaikan dengan kebiasaan harian.

Kasus terjadi jet lag misalnya seperti berikut. Ketika berangkat (take off) matahari masih terik sekitar jam 1 siang. Namun ketika mendarat (landing) waktu di negara tujuan masih jam 3 siang. Matahari masih terus nongol karena dikejar pesawat. Padahal perjalanan yang dilakukan sudah berjam-jam.


Saat dalam penerbangan belum sempat tidur nyenyak dan lama karena matahari terus nampak dari jendela pesawat. Tubuh mengira bahwa itu belum waktunya untuk istirahat. Meski sebenarnya di lokasi awal terbang sudah larut malam. Biasanya jam segitu waktunya tubuh mengistirahatkan diri.

Ilustrasi orang sedang jet lag (sumber gambar)

Gejala jet leg meliputi sulit tidur di malam hari, badan lemah (kantuk) di siang hari tapi sulit tidur, suasana hati buruk (mudah tersinggung), mual, diare, pelupa, sulit konsentrasi, dehidrasi, pusing, jantung berdebar, gangguan psikomotorik (bergerak), hingga gangguan lain yang tiap orang berbeda kadarnya.

 

Penyebab Jet Lag

Tingkat keparahan jet lag berbeda tiap orang. Tergantung seberapa sering naik pesawat dengan jarak jauh, arah perjalanan (mengejar atau menjauhi matahari), dan seberapa banyak zona waktu yang dilewati. Nah, apabila kalian terbang lintas banyak zona waktu yang beda maka jam biologis menjadi kacau karena dipaksa beradaptasi.


Perombakan ulang jam biologis tersebut dilakukan untuk mensikronkan antara kebiasaan di tempat awal dengan "bakal" kebiasaan di lingkungan baru. Gangguan "kesehatan" tersebut tidak perlu perawatan ahli medis. Cukup melakukan terapi sendiri. Setidaknya butuh beberapa hari bahkan pekan agar gangguan mereda.

Selain karena faktor di atas. Tentu ada penyebab lain mengapa jet lag bisa terjadi. Di antaranya kurang tidur saat berada di dalam pesawat. Selain itu terlalu lama di kabin pesawat membuat tubuh mengalami gangguan karena tekanan udara, tidak adanya udara segar, hingga minimnya asupan makanan dan minuman.


Perlu diketahui bahwa memulihkan jet lag penerbangan dari arah barat ke timur jauh lebih sulit dibanding sebaliknya. Hal tersebut lantaran penerbangan ke timur membuat waktu cepat berlalu. Saat terbang dimulai pagi hari waktu siang hari menjadi lebih cepat karena arahnya ke matahari. Saat take off sore hari waktu malam menjadi cepat karena menjauhi surya.


Cara Mengatasi Jet Lag

Jet lag tidak dapat dihindari. Akan tetapi dapat diminimalisir dan mengantisipasinya supaya siap menghadapi. Dengan begitu gejala jet lag yang sangat mengganggu dapat dikurangi secara drastis. Agar penderitaan jet leg tidak parah selalu jaga kondisi tubuh tetap sehat, olah gara, minum banyak air, istirahat, dan jaga ketenganan diri saat perjalanan.


Salah satu usaha untuk memiminimalisir jet lag ialah lakukan penerbangan yang dimulai siang hari. Alasannya tatkala hendak mendarat kalian akan merasa terkantuk. Apalagi selama pagi hingga siang hari sebelum terbang tidak sempat tidur. Akibatnya, bakal tertidur beberapa jam sebelum mendarat. Ketika bangun tubuh terasa fit sehingga mudah beradaptasi.


Selain cara di atas ada  beberapa pendapat lain untuk mengatasi jet leg.


1. Berjemurlah di bawah sinar matahari setiba turun dari pesawat. Berdiam diri di kamar hotel maupun di dalam tempat makan dapat memperparah jetleg. Itu artinya pula pilihlah jadwal penerbangan yang tiba di tujuan siang hari menjelang sore. 


2. Saat tidur di dalam kabin pesawat gunakan penutup mata dan penyumbat kuping. Itu diperlukan supaya terhindar dari gangguan suara maupun tekanan udara kabing ke kuping. Serta supaya mata tidak terpengaruh oleh cahaya di sekitar.


3. Ubahlah pengaturan jam tangan maupun jam di ponsel untuk disesuaikan dengan tempat tujuan. Kalian mungkin juga butuh jam "kedua" sebagai pembanding yaitu tempat asal ketika awal penerbangan.


4. Ketika pesawat tiba di siang hari hal yang perlu diperhatikan jangan tidur hingga jam 10 malam waktu setempat. Itu untuk melatih, mengenalkan, dan membiasakan tubuh terhadap kondisi baru.


5. Olah raga memang baik dilakukan. Namun, jangan lakukan itu sebelum tidur. Lebih baik berolah raga keesokan paginya. Hal itu agar tidur bisa menjadi lebih berkualitas dan cukup.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? Itu Kode Angka Organisasi Keagamaan Indonesia

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Tanya Jawab Tentang Filsafat Pendidikan Islam dan Upaya Pembaruan Pendidikan Islam

Visi dan Misi dalam Bekerja

Arti SHP dalam Serial Anime One Piece