4 Alasan Penting Potong Kuku Jari Wajib Dilakukan

Sejak kecil dulu hampir semua orang Indonesia diajarkan untuk memotong kuku. Alasan yang sering diutarakan para orang dewasa sangat sederhana. Supaya tidak ada kotoran hitam legam menempel di kuku. Padahal, masih ada alasan penting lain mengapa potong kuku harus sering dilakukan.

Banjirembun.com

Zaman dulu guru SD tidak akan segan bakal memukul jari atau tangan muridnya yang ketahuan berkuku panjang. Baik itu dilakukan pada razia saat upacara dan di kelas maupun ketahuan secara tak sengaja. Beruntung ketika ada siswa yang rajin bawa potongan kuku ke sekolah untuk dipinjam.

Para bocil (bocah kecil) itu tak mau berkuku panjang lantaran takut kena "hukuman". Bukan atas kesadaran diri. Sebab mereka belum benar-benar tahu efek buruk berkuku panjang itu seperti apa. Sebab, logika mereka belum nyambung mengaitkan kuku panjang dengan "keburukan".


Buat orang tua atau bagi siapa saja yang membaca tulisan ini kalian beruntung. Dengan membaca postingan berikut kalian bakal tahu alasan penting potong kuku jari mengapa wajib dilakukan.


1. Mencegah Penyakit

Memotong kuku hingga pendek sama pentingnya dengan mencuci tangan secara benar menggunakan sabun. Kuku yang panjang dapat menyebabkan menjadi sarang kuman, virus, dan bakteri. Percuma mencuci tangan tapi kuku masih panjang. Sebab sabun/busa tentu bakal sulit "menyapu" sela-sela kuku.


Mikroorganisme nakal di kotoran kuku bakal mudah masuk ke tubuh. Langsung melalui mulut dan hidung saat kalian tak sadar menggigit kuku serta mengupil, maupun melalui makanan yang terkontaminasi kotoran di kuku. Hand sanitizer pun tak akan mempan membersihkan sumber penyakit di tangan tatkala kuku masih panjang.


2. Melindungi Kulit

Kalian pernah tidak di pagi atau siang hari menemui luka kecil, tipis, atau ringan di bagian tubuh tertentu? Padahal kalian sangat merasa yakin tidak pernah tergores apapun pada waktu itu maupun di hari kemarin. Itu penyebabnya ialah garukan kuku ketika tidur yang penuh gerakan.

Ilustrasi kuku pendek


Tidur membuat orang mengalami kehilangan kesadaran untuk sementara. Gerakan tangan maupun anggota tubuh lainnya terjadi secara reflek tanpa kontrol. Menggaruk-garuk daerah sekitar lipatan paha, area kemaluan, hingga menjamah ke bagian-bagian tubuh lain. Tahu-tahu saat bangun kulit memerah.


3. Mengikuti Norma, Ajaran, dan Nilai Kehidupan

Nabi Muhammad telah mengajarkan bahwa memotong kuku pada setiap hari Jum'at sangat dianjurkan atau disunnahkan. Beliau sendiri sudah mencontohkan. Jadi, nilai (makna) dari memotong kuku bukan hanya untuk tujuan duniawi atau fisik. Melainkan juga untuk mencari pahala dan ridho dari Allah SWT.


Apakah kalian pernah mengetahui dosen, guru, pejabat pemerintah, dan beberapa jenis profesi lain memiliki kuku panjang? Tentu tidak ada yang melakukan hal tersebut. Sebab sangat tabu (tak elok) bagi mereka untuk memelihara kuku panjang. Mereka merupakan contoh panutan. Dapat dikata, dogma larangan berkuku panjang sudah mengakar kuat.


4. Terhindar dari Pengucilan

Berkuku panjang walau dirawat dan bersih, tetap saja bikin tidak nyaman bagi orang lain. Apalagi di tangan sebelah kiri. Stigma masyarakat terlanjur kuat menganggap berkuku panjang itu buruk dan tidak mau menjaga kebersihan. Ada juga yang mengatakan bahwa orang berkuku panjang itu cari perhatian dan cenderung anti sosial.


Kuku panjang menyebabkan aktivitas menjadi terbatas. Melakukan hal-hal tertentu jadi ribet alias riweh. Terlebih lagi tatkala semua jari tangannya berkuku panjang. Tentu sulit digunakan untuk mengetik keyboard laptop. Dalam melakukan apa-apa harus hati-hati. Biar kuku tidak patah hingga supaya tidak menimbulkan cedera di kuku.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Kumpulan Group WhatsApp Berbagai Komunitas Koleksi *Banjir Embun*

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)