5 Alasan Penting Tak Sering Membeli Makan di Luar Rumah, Lebih Baik Masak Sendiri

Tak sedikit ibu rumah tangga, anak kos, dan jomblo mandiri lebih memilih untuk memasak sendiri makanan yang akan disantap. Dibandingkan membeli di warung mereka lebih memilih untuk belanja bahan makanan lalu mengolahnya.

banjirembun.com

Memang masak sendiri itu cukup merepotkan. Harus mikir menu apa yang akan dimasak dan bagaimana cara masaknya. Belum lagi waktu waktu yang dibutuhkan cukup lama. Serta tentunya harus mencuci alat-alat masak.

Apalagi sekarang ini ada jasa pesan dan antar makanan melalui aplikasi ojek online. Tinggal tekan tombol beberapa kali. Lalu sesekali chat dengan tukang ojeknya. Tak lama kemudian makanan yang ditunggu tiba juga.


Tatkala dipikir secara matang dan penuh kebijaksanaan, sejatinya keuntungan memasak sendiri ternyata lebih unggul. Banyak alasan yang bisa menjadi faktor mengapa sebaiknya para bunda meracik sendiri masakannya.

Ilustrasi ibu rumah tangga membeli bahan masak (sumber gambar)


1. Boros

Membeli makan di luar rumah memang memanjakan dan tak bikin riweh. Namun, itu tidaklah gratis. Ada ongkos mahal di balik fasilitas mengenakkan tersebut. Pengeluaran yang sama akan menghasilkan porsi makanan dengan selisih lumayan.


2. Jorok

Lantai bersih dan etalase menu makanan terbebas dari lalat bukan jaminan higienis. Sebab itu hanya kulitnya saja (tampilan luar). Bagaimana cara mendapatkan bahan makanan, membersihkan, dan mengolahnya kita tidak tahu.


3. Subhat (Diragukan halal atau haramnya)

Umumnya tempat makan sangat jarang sekali melabeli sebagai warung halal di teras maupun balihonya. Sebagai muslim taat seharusnya pantas untuk meragukan kehalalannya. Walau penjualnya berjilbab sekalipun.


4. Penglaris

Kabar tentang penjual makanan menggunakan penglaris bukan isapan jempol. Menjampi-jampi untuk meminta bantuan jin (makhluk halus). Sayangnya, sebagian dari mereka juga menggunakan jimat atau alat penglaris dengan cara jorok.


Sebut saja seperti meludahi, mencampur dengan kotoran tubuh, dan mengolah bersama celana dalam (CD) pada makanan yang di jual. Lebih lengkap baca 3 Macam Bentuk Penglaris Warung Makan Paling Tak Manusiawi [Ada Rekaman CCTV].


5. Kualitas Diragukan

Rasa boleh enak dan porsi mungkin banyak. Akan tetapi jangan terkecoh. Para penjual untuk meraih untuk sebanyak-banyaknya ada yang menggunakan langkah licik. Mengeluarkan modal sedikit-dikitnya untuk meraih untung sebanyak-banyaknya.


Modal terbesar para penjaja kuliner ialah untuk membeli bahan baku. Guna mengurangi pengeluaran tentu mereka bakal memilih bahan baku yang murah. Tanpa memedulikan kualitas. Apalagi memperhatikan kesehatan.


Lalu diolah sedemikian rupa supaya tampak menggairahkan untuk dimakan. Tentu cara yang yang digunakan juga tak kalah biadab. Seperti menambahi bahan pewarna, perasa makanan berbahan kimia (aditif), dan bahan pengawet.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? Itu Kode Angka Organisasi Keagamaan Indonesia

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Tanya Jawab Tentang Filsafat Pendidikan Islam dan Upaya Pembaruan Pendidikan Islam

Visi dan Misi dalam Bekerja

Arti SHP dalam Serial Anime One Piece