Bahaya Bagi Kesehatan Akibat Menaruh Ponsel di Sekitar Bantal Saat Tidur

Banjirembun.com - Tubuh manusia didesain Sang Pencipta dengan penuh keajaiban. Mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan sekitar. Bayangkan saja, dengan begitu ajaib anak-anak bayi usia 3 tahunan sangat lihai menggunakan smartphone. Padahal orang tua atau kakaknya saat kecil dulu belum tahu apa itu ponsel pintar.


Secara bawaan atau pada dasarnya fisik manusia "ditugaskan" beraktivitas di lingkungan hutan, air (sungai, danau, atau laut), padang pasir, maupun lingkungan alami lain. Akan tetapi kenyataannya mereka tetap mampu beradaptasi pada lingkungan baru. Termasuk salah satunya suasana kehidupan yang dipenuhi oleh produk-produk teknologi modern.


Sayangnya, peralatan canggih yang dipakai manusia tidak semuanya ramah untuk kesehatan. Terutama bagi orang-orang yang punya gen atau DNA yang sangat ringkih sehingga rentan terkena gangguan kesehatan. Dalam artian, penyakit yang diderita baru muncul dalam jangka pendek maupun lama. Tidak langsung begitu saja jatuh sakit parah.


Salah satu hal yang selama ini juga diremehkan yaitu tentang bahaya radiasi telepon seluler. Banyak yang menganggap bahwa ponsel tak berbahaya. Kalau pun sudah ada yang percaya pada risikonya, ternyata mereka tetap malas untuk sering-sering menjauhkan ponsel dari tubuh. Setidaknya, sekadar mematikannya pun bukan menjadikan pilihan.


Keengganan pengguna ponsel untuk mengatur diri agar terhindar dari dampak buruk, mungkin ditengarai belum merasakan sendiri efek negatifnya. Sebab pula terlalu percaya diri tubuhnya bakal kebal menahan terpaan pancaran radiasi. Alhasil, penyesalan di masa depan terjadi. Berbagai keluhan di bidang kesehatan bermunculan.


Sejumlah pakar kesehatan telah menyatakan tentang paparan gelombang elektromagnetik dari ponsel jauh lebih berbahaya ketimbang yang bersumber dari perangkat wifi. Dengan kata lain, semestinya kewaspadaan pada smartphone lebih ditegakkan lagi. Jangan menyepelekan. Apalagi meyakinkan diri seakan semua baik-baik saja.

Telepon seluler di dekat bantal


Beberapa sumber terpercaya menerangkan, setiap hari sering tertidur berdampingan dengan ponsel aktif (mode standby) dapat menyebabkan tumor otak. Di mana, batang otak manusia teramat peka atau sensitif terhadap efek radiasi HP. Terjadinya peningkatan ancaman kanker otak tersebut lantaran tubuh secara aktif menyerap semburan radiasi yang bersumber dari HP.


Risiko berikutnya adalah menyebabkan insomnia. Gangguan kualitas tidur yang buruk ini bukan cuma disebabkan karena keasikan membuka ponsel sehingga lupa jam tidur. Lebih dari itu, meskipun HP tidak digunakan (layar tak menyala) tapi nyatanya masih aktif (tidak dimatikan) sinyal pada ponsel mampu "mengintimidasi" otak. Sangat "merusak" sel-sel tubuh tapi tak bikin "berdarah".


Sebenarnya, badan merasakan ada gangguan "gaib" yang secara konsisten menerpa. Namun, berhubung otak tak mampu mengenali dari mana asalnya, diimbuhi gangguannya dianggap masih mampu "dimanipulasi" berakibat terjadi kebingungan. Inilah yang kerap membuat seseorang terperdaya. Apalagi saat tubuh sudah merasa terbiasa.


Tingkat yang makin parah adalah dapat menyebabkan gampang terbangun di tengah malam lantas sulit bobok lagi. Terkadang pula mengalami mimpi buruk sebagai tanda tubuh kondisinya lagi tak nyaman. Intinya, ada sesuatu yang janggal dialami oleh tubuh tapi sulit dipahami secara pasti sehingga dianggap "tidak ada".


Untuk mengetahui bahaya lain tentang "dunia persinyalan" silakan buka link atau tautan ini  Bahaya Perangkat Wifi di Rumah, Kantor, dan Fasilitas Publik Bagi Kesehatan. Di sana akan dijumpai wawasan baru yang berharga bagi kesehatan jiwa dan raga untuk masa depan. Teknologi seharusnya menghidupkan bukan justru mematikan.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Arti SHP dalam Serial Anime One Piece

Pernah Dengar Istilah "Kotak Pandora"? Inilah Kisah di Baliknya

Cara Memecah Sertifikat Tanah Hasil Hibah, Turun Waris, dan Bertujuan untuk Bisnis Tanah Kaveling Perorangan

Visi dan Misi dalam Bekerja