Better Ads Standar: Rincian Jenis Iklan yang Menimbulkan Pengalaman Paling Tak Disukai Pengunjung

Pada tanggal 26 Juni 2019 tepat pukul 14.49 WIB salah satu tim *Banjir Embun* mendapat email undangan webinar dari Google Adsense. Perlu diketahui terutama bagi kalian yang masih asing, bahwa webinar itu kegiatan diskusi, seminar, talkshow, atau yang semacamnya yang diadakan secara online melalui jaringan internet. Jadi webinar merupakan komunikasi dua arah lewat internet.

 
Bedanya dengan seminar konvensional adalah pemberi materi atau pemantik diskusi mengutarakan melalui video live (langsung) lalu para pendengar akan mengutarakan pertanyaan melalui komentar atau chat yang disediakan on time. Mekanisme webinar yang seperti itu sering ditemui di Youtube atau bahkan platform lainnya. Namun, di media lain ada juga webinar yang satu sama lain menggunakan video.


Di email itu pula Google memberi peringatan pada kami bahwa tanggal 9 Juli 2019 nanti browser Google Chrome akan berhenti menayangkan iklan khusus situs yang tak menjalankan ketentuan Better Ads Standar. Yakni, kerjasama beberapa perusahaan terkait periklanan online untuk meningkatkan pengalaman iklan ramah bagi konsumen dan diikuti dengan selalu mempromosikan penerapan standar iklan yang berperforma baik. Koalisi organisasi yang berprinsip Better Ads Standar tersebut dibentuk pada tahun 2016 lalu.


Jadwal webinar itu dilaksankan pada hari ini Kamis tanggal 04 Juli 2019 pukul 13.30-14.00 WIB. Dengan tema bahasan meliputi pemahaman tentang apa itu better ads standar, penyaringan iklan di Google Chrome yang tak memenuhi standar serta kemungkinan website publisher atau blogger terkena dampaknya, dan penelusuran tentang ad experrience atau pengalaman iklan serta bagaimana cara memperbaiki situs yang terkena dampak Chrome filtering


Pada hari Selasa tanggal 02 Juli 2019 pukul 11.32 WIB tim Google Adsense memberikan reminder untuk mengingatkan bahwa di hari ini tanggal 04 Juli akan ada webinar. Di mana acara webinar itu diadakan via YouTube secara livestream. Cara bergabungnya dengan mengklik tombol link atau tautan yang akan dikirim oleh Google Adsense ke email kami 30 menit sebelum webinar itu dimulai. Selain itu, kami juga diberi tuatan sebagai cara mengajukan pertanyaan seputar topik yang akan dibahas.



Tepat 30 menit sebelum livestream itu dilakukan di hari ini kami mendapat email dengan judul "[LIVE 13.30 WIB] Webinar: Tingkatkan pengalaman iklan bagi pengguna". Disertai dengan kata pengantar yang cukup memotivasi kami untuk menontonnya. Di mana di bawahnya ada tombol link ke webinar yang langsung terhubung ke akun atau chanel youtube Google Adsense. Secara rinci, berikut ini sebagian materi yang kami dapat dari webinar tersebut. Tentu apa yang dinyatakan di bawah ini ada tambahan dan pengurangan dari kami.


Seperti biasa webinar Google Adsense dipandu oleh Felicia Handrawan sebagai Strategic Partner Manager tim Google Adsense Indonesia. Dia kali ini bersama nara sumber lain yang di pembukaan webiner menegaskan bahwa salah satu tujuan penerapan Better Ads Standar adalah tercipta ekosistem iklan digital yang lebih baik. Felicia mengingatkan bahwa bila tanggal 9 Juli nanti tayangan iklan di blog masih tidak memenuhi standar akan diblokir seluruhnya dari browser Chrome. 


Pemblokiran itu tentu akan mempengaruhi pendapatan publisher. Sebab, mayoritas pengguna internet di Indonesia adalah pengguna Google Chrome. Otomatis, pendepatan mereka akan berkurang drastis bila iklan yang tayang di situs pemilik blog tetap ngeyel tak mau memperbaikinya. Itu pun tetap ada peluang akan kehilangan pendapatan sama sekali bila ternyata browser lain akhirnya juga masuk dalam jaringan perjanjian Better Ads Standars.


Webinar ini memberikan trik untuk tercapainya win win solution. Semua pihak akan diuntungkan. Baik itu pengiklan yang membayar biaya pasang iklan ke Google Adsense, publisher atau blogger, dan tentunya pengguna internet yang menggunakan Google Chorme. Dengan kata lain penerapan Better Ads Standar yang akan dimulai 09 Juli 2019 nanti tentu secara langsung tak akan merugikan publisher. Asal, harus tahu cara mencegah hingga mengatasi masalah yang mungkin akan terjadi.


Kenyataan di atas tentu akan menyentil content publishers yang egois. Yakni, pihak yang hanya mementingkan bertambahnya isi dompet sendiri tanpa menghormati kebutuhan semua pihak. Terutama pihak pengiklan (advertisers) dan para pengunjung atau pembaca konten situs. Dari semua itu yang paling penting adalah users atau pengguna internet yang harus diperhatikan kebutuhan dan kenyamannya. Sebab users adalah raja. Tanpa mereka ekosistem periklanan digital akan mati.


Sebagaimana diketahui, bahwa akhir-akhir ini banyak pengguna internet yang merasa telah mengalami "intimidasi" iklan yang keterlaluan saat berselancar. Tampilan iklan yang over dominant dari pada kontennya membuat mereka menggunakan cara lain untuk melawannya. Pilihan pertama adalah langsung meninggalkan situs ketika mendapat serangan iklan secara "brutal". Sedang pilihan lain yang mulai jadi tren ialah menggunakan aplikasi ad blocker (pemblokir iklan).


Bagaimana tidak membuat sebal users, sekarang ini banyak situs yang sudah keterlaluan memasang iklan yang tampilannya sangat menganggu. Baik itu dalam tampilan versi desktop maupun mobile. Secara jelas berikut ini rincian iklan yang menimbulkan pengalaman paling tidak disukai oleh para pengunjung:


Tampilan Desktop
 
1. Pop-up ads

Pop-up ads atau iklan sembulan merupakan jenis iklan yang muncul tiba-tiba saat pengunjung sedang asyik membaca yang berupa tampilan kotak dengan ukuran hampir menutupi seluruh tampilan situs.

Contoh iklan pop ads ukuran 670x335 (sumber gambar)



2. Prestitial ads with countdown

Jenis iklan ini hampir mirip dengan iklan pop up atau sembulan yang muncul di awal tampilan situs tapi pengunjung tidak bisa menutup iklan secara manual. Harus menunggu dulu selama beberapa detik disertai tampilan hitungan mundur baru iklan akan menutup sendiri atau iklan baru bisa ditutup secara manual oleh pengunjung.

 
Contoh prestitial ads with countdown (sumber gambar)




 3. Autoplay Video ads with sound (outstream)

Jenis iklan ini akan menampilkan cuplikan video dengan ukuran lebih kecil dari pada tayangan halaman situs. Namun iklan ini juga secara otomatis akan memutar video beserta suaranya. Tidak hanya mengganggu konsentrasi pengunjung yang sedang membaca tulisan di situs, iklan ini juga bikin users kehilangan data atau kuota internet cukup banyak.

Contoh Autoplay Video ads with sound (outstream)



4. Large Sticky ads

Jenis iklan ini merupakan iklan "lengket" yang tidak akan hilang atau bergeser ketika pengunjung menggulirkan halaman ke bawah atau atas. Biasanya iklan ini tampil menempel di bagian bawah halaman. Iklan statis ini berukuran besar lebih dari 30% dari ukuran halaman situs. Iklan ini tentu akan terus menghalangi pandangan pengunjung secara luas dan bebas terlepas ke mana pun pengunjung akan menjelajahi isi situsnya.

Contoh Large sticky ads (sumber gambar)


Tampilan Mobile

1. Pop-ap Ads

Cara kerjanya sama dengan pop-ap ads atau iklan sembulan di tampilan versi desktop yang membedakan cuma jenis perangkat yang digunakan pengunjung. Iklan jenis ini muncul tiba-tiba sesaat setelah pengunjung tiba di laman. Lalu pengunjung "dipaksa" untuk melihat tampilan iklan dengan disertai tombol X untuk menghilangkan iklan. Iklan ini dapat memakan sebagian hingga penuh tampilan layar.



Contoh iklan pop up pada seluler (sumber gambar)



2. Prestitial ads

Jenis iklan ini merupakan iklan yang muncul di awal tampilan situs sebelum kontennya benar-benar terbuka secara jelas.  Ukurannya bervariasi dari yang menutupi sebagian halaman hingga seluruh bagian layar. Iklan jenis ini juga termasuk yang "menjerumuskan" pengunjung menuju halaman baru sehingga meninggalkan konten yang dituju. 

Contoh Prestitial ads (sumber gambar)



Sebagai catatan Iklan vinyet milik Google Adsense tidak termasuk dalam kategori perstitial ads sebab iklan tersebut muncul bukan di awal tampilan laman. Selain itu iklan vinyet juga tidak terlalu sering muncul. Bahkan belum tentu semua pengunjung akan mendapatkan jenis iklan ini bila mengunjungi situs tertentu yang disetting otomatis menampilkan jenis iklan vinyet.


3. Auto-play video ads with sound


Mekanisme tampilan iklan sama dengan jenis iklan auto-play video ads with sound dalam tampilan versi desktop. Bedanya pada jenis perangkat yang digunakan pengunjung. Jenis tampilan iklan ini sangat mengganggu pengguna. Pengunjung akan cepat-cepat menutup jendela browser terutama tatkala sedang berada di tempat umum bersama orang tak dikenal. 


Contoh auto-play video ads with sound (sumber gambar)
Catatan: Iklan video yang membutuhkan klik untuk mengaktifkan suara tidak termasuk melanggar kebijakan Better Ads Standar.


4. Poststitial ads with countdown

Berbeda dengan prestitial ads, untuk poststitial ads with countdown ini akan muncul setelah pengguna mengklik tautan yang menuju konten berikutnya. Namun iklan tidak bisa dihilangkan segera sebelum waktu mundur yang ditentukan sudah habis. Iklan ini menunda pengunjung untuk menjelajahi isi situs lebih dalam.


Contoh tampilan Iklan jenis poststitial ads with countdown (sumber gambar)


Catatan: Iklan poststitial dengan hitungan mundur yang dapat diberhentikan segera secara manual tidak termasuk melanggar kebijakan better ads standar.



5. Ad Density >30%

Iklan jenis ini menutupi lebih dari 30 persen dari ketinggian vertikal halaman. Kepadatan iklan dihitung dengan menjumlahkan seluruh iklan yang ada di bagian konten utama di halaman mobile. Kemudian semuanya dibagi dengan tinggi total bagian konten utama halaman tersebut. Perlu ditegaskan lagi bahwa kepadatan iklan dihitung bukan seberapa persen menutupi area pandang pengunjung. Namun, seberapa besar perbandingan ukuran seluruh iklan di dalamnya terhadap ukuran konten halaman utama.



Catatan: 

1. Header, footer, navigasi, dan artikel terkait tidak termasuk bagian konten utama halaman.

2. Iklan di bawah bagian konten utama halaman tidak termasuk iklan yang dihitung dalam penentuan kepadatan iklan.

3. Semua jenis atau format iklan dalam bentuk apapun akan dihitung berdasar kepadatan iklan. 


6. Flashing animated ads

Iklan yang berkedip-kedip berganti-ganti warna seakan menghidupkan suasana sehingga lebih mencolok dan mencuri perhatian dari pada konten utama  sebenarnya sangat mengganggu bahan menjengkelkan. Konsentrasi pengunjung tidak bisa fokus akibat mata melihat kedipan kelap-kelip iklan. Iklan yang berbasis animasi namun tidak "berkedip" tidak termasuk melanggar kebijakan better ads standar.


7. Large sticky ads

Tampilan iklan jenis ini hampar sama dengan large sticky ads pada tampilan versi desktop. Perbedaannya terletak pada jenis perangkat yang digunakan pengunjung. Iklan jenis ini sangat mengganggu karena mengaburkan konten utama halaman. Suasana menjadi bias, tidak ada bedanya mana konten dan mana iklan. 


8. Full screen scroll over ads

Iklan jenis ini memaksa pengguna untuk melihat iklan yang muncul di atas konten secara melayang. Iklan ini setidaknya mengambil ruang lebih dari 30% halaman utama dengan posisi mengapung di atas konten utama halaman. Saat ikan ini digulirkan ke atas atau bawah tampilan konten utama halaman tetap statis atau diam. Akibatnya pengguna akan kebingungan sebab konten yang sedang dibaca atau dilihat ditutupi oleh iklan. 

Catatan: Iklan yang juga bisa digulirkan tapi arah gulirnya selaras atau sejalan dengan konten sehingga tidak menutupi konten dan lebih lancar dalam menggulirkan untuk menghilangkan iklan tidak termasuk pelanggaran kebijakan better ads standar.



Semua jenis iklan yang disebutkan di atas, berdasarkan hasil penelitian oleh koalisi organisasi better ads standar menyebabkan pengunjung tidak menyukainya. Di antara semuanya, posisi iklan yang paling menyebalkan ialah pop-up lalu disusul large sticky.  Oleh sebab itu pada Januari 2019 the coalition for better ads standar mengumumkan bahwa penelitian lanjutan telah dituntaskan. Akhirnya ditegaskan bahwa better ads standars harus diberlakukan secara internasional.


Dengan adanya ekosistem digital yang berbasis better ads standar ini diharapkan semua pihak bisa lebih damai dan tidak ada yang dirugikan. Semua pihak organisasi atau perusahaan yang masuk dalam koalisi better ads standar wajib mematuhinya. Itu termasuk Google Adsense. Jadi tidak hanya google saja yang ikut serta dalam kerja sama itu. Perusahaan besar lain juga berpartisipasi. Salah satunya facebook.


Semoga setelah mengetahui tentang jenis-jenis iklan terlarang bagi Google Chrome kita bisa mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. Salam damai dari kami sesama pejuang Google Adsense.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Kumpulan Group WhatsApp Berbagai Komunitas Koleksi *Banjir Embun*

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)