Mengapa Setiap Buang Air Besar Pasti Disertai Kencing? Ini Fakta Ilmiahnya



Setiap Buang Air Kecil (BAK) belum tentu disertai Buang Air Besar (BAB). Akan tetapi setiap BAB pasti disertai Kencing. Paling umum adalah kencing dulu baru BAB. Akan tetapi ada juga yang baru mengeluarkan urine di tengah-tengah proses buang hajat tersebut. Mengapa fenomena itu menjadi sebuah kepastian yang tak terbantah?


Masalah BAB dan BAK ini pernah jadi bahan humor Abu Nawas. Saat Abu Nawas kalah taruhan, dia membolehkan lawannya untuk memberaki tempat tidurnya. Betapa gembiranya lawannya tersebut. Langsung saja musuh bebuyutan Abu Nawas itu menuju kamar serta siap-siap membuka pakaian bagian bawah. 


Seketika Abu Nawas berujar sebelum semua terlambat. "Kamu boleh memberaki tempat tidurku tapi jangan sambil kencing" yang disusul tawa kepuasan. Ia menegaskan bahwa perjanjian mereka hanya memberaki. Tidak lebih. Oleh sebab itu, kencing tidak termasuk bagian dari bahan taruhan. Lalu bagaimana cara berak tanpa disertai kencing?


Fenomena rutin itu juga sering ditemui, tapi bukan sebuah kepastian, yaitu saat seseorang akan mandi. Ritual buang air kecil seringkali mendahului sebelum air diguyur ke seluruh tubuh. Bisa dikatakan setiap akan melakukan aktivitas rutin di kamar mandi, individu akan selalu mendahuluinya dengan buang air kecil. Sungguh unik tapi tak terpikirkan bukan?


Ilmuwan dalam bidang kesehatan menyebutkan bahwa tubuh memiliki mekanisme tersendiri dalam mengatur siklus rutinnya. Secara alami tubuh akan mengontrol otot beserta jaringan saluran pecernaan termasuk saluran kencing dan dubur. Ternyata antara dubur dan kandung kemih itu memiliki jalur sama. Meski dalam kasus lain juga bisa bekerja sendiri-sendiri.


Otot yang mengontrol Buang Air Besar memiliki ukuran lebih besar dari Buang Air Kecil. Ketika hendak BAB otot yang lebih besar ini juga ikut mendorong atau mengintervensi otot kecil di saluran BAK. Alhasil, saluran kandung kemih yang menjadi bagian dari sistem saluran kencing ikut terbuka. Akibatnya, secara begitu saja air kencing juga ikut keluar. 


Akan tetapi saat BAK otot kecil saluran kemih tak mampu menekan otot besar saluran BAB. Hukum sebab akibat tidak berlaku. Gaya, tekanan, atau energi pada otot saluran buang ari kecil tak mampu mengintervensi otot saluran buang air besar. Akibatnya, saluran BAB tidak akan terbuka sehingga kotoran tidak akan ikut keluar saat hendak buang air kecil.

 
Ilustrasi kebelet BAB (sumber gambar)


Bisa dikatakan otot yang mampu menahan atau melepaskan tinja memiliki kekuatan yang lebih besar dari pada otot pada saluran kandung kemih. Dengan kekuatan besar itu maka kalian akan mampu menahan lebih lama untuk buang air besar daripada menahan buang air kecil. Kecuali ketika ternyata hasrat keduanya terjadi secara bersamaan maka itu kasus lain.


Dari sini kalian sudah tahu mengapa setiap buang hajat selalu disertai kencing. Sangat unik bukan? Kencing dan BAB kita lalukan hampir setiap hari bahkan mungkin bagi sebagian orang rutin setiap hari tapi kita tak menyadari kenyataan seperti itu. Jangan lupa kunjungi tulisan bermanfaat kami lainny.




Komentar

Baca juga postingan berikut:

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja