Kisah Wali Paidi Full Episode Hingga Bagian 33 (Bonus 3 Halaman dari Kiai)





Wali paidi adalah anak ketiga dari tiga bersaudara, dia anak terakhir,kakaknya yg pertama namanya sholeh, dan sekarang dia jadi kiai di daerah Kediri, punya pondok salaf kecil, yg hanya ramai ketika bulan ramadlan, sudah menjadi budaya kalau bulan ramadlan banyak santri dari pondok lain yg ngaji posoan hanya untuk menghatamkan beberapa kitab, karena kalau ngaji pas bulan ramadlan ngaji kitabnya super cepat yg bertujuan memang untuk menghatamkan bukan untuk kepahaman....
Silakan baca teks PDF online di bawah ini untuk menikmati cerita wali paidi. Caraya geser kursor (garis vertikal) di sisi paling kanan ke bawah. 


Perlu diketahui, bahwa cerita Wali Paidi koleksi kami paling lengkap. Ada 3 halaman cerita pada bagian akhir (pada bagian 33) yang jarang diketahui penyuka kisah Wali Paidi. Itu merupakan tambahan asli yang kami terima dari sumber terpercaya (tokoh agama). Silakan Anda bandingkan sendiri perbedaannya.





Untuk download file PDF cerita Wali Paidi silakan buka link Google Drive berikut ini Kisah Wali Paidi Full PDF.


Baca juga kisah Wali Qimin: 

Kisah Hidup Waliyullah, Mati Terlindas Truk Sedot WC Gegara Menyalahi Ibunya
Wali Paidi (Eps : 01) Berkumpulnya 40 Wali Allah Pada Hari Arofah
Dikisahkan setiap tgl 10 arofah ada perkumpulan 40 wali diatas gunung di daerah makkah, 40 wali ini tersebar ke seluruh pelosok dunia, dan setiap tahun mereka berkumpul di atas bukit di daerah makkah ini (maaf tempat dirahasiakan) yg datang ada yg terbang, ada yg naik sajadah sprti aladin, ada yg muncul dari dlm perut bumi, ada yg naik burung, ada yg cling tiba-tiba sudah di tempat.


Jokowi adalah keturunan Waliyullah (sumber gambar)


Acara tahunan ini, (semacam reuni) yg di pimpin langsung oleh king of the king Sulthonul Aulia (gak pake pohan) rajanya para wali yg setiap masa hanya satu orang di JAGAD SELURUH ALAM SEMESTA ini. Diatas bukit mulai terdengar dentuman2 lantunan dzikir yg terpancar dari hati mereka, diatas bukit para malaikat berwujud awan ikut menyemarakkan acara reuni tahunan ini dgn hembusan angin yg sepoi2 berlantunkan takbir, tahmid dan tahlil (Al-hamdulillah malaikate iki yo NU). Tampak di kejauhan di bawah bukit ada orang yg tdk terlalu tua tampak tertatih2 dan sangat kesulitan mencoba menaiki bukit, berbeda dgn wali2 yg datang sebelumnya, seorang tua ini tampak sangat kesulitan menaiki bukit dgn tongkatnya dia berusaha melewati bebatuan yg terjal dan berliku, kadang dia berhenti sebentar tuk mengatur pernafasannya lalu melanjutkkan menaiki bukit lagi, setelah sampai dipuncak tampak jelaslah orang ini, gemuruh nafasnya masih tampak tersenggal- senggal kecapekan. pakaiannya biasa. jubah putih yg agak kecoklatan agak kotor,, walaupun kelelahan wajahnya selalu tersenyum, dari wajahnya bisa dikatakan orang ini gak gampang meremehkan orang lain, tawadhu dan sopan... Para wali menghentikan aktifitasnya setelah melihat kedatangan orang tua ini, Suasana tiba-tiba hening, satu persatu para wali menyalami orang ini dgn penuh hormat dan takdzim...
''Ahlan wa sahlan ya habibullah ya Sulthanul Aulia...'' ucap mereka.

Eh... ternyata orang yg tampak biasa sekali ini adalah rajanya para wali, keramatnya dan kesaktiannya seakan tidak ada sama sekali....
''Tolong panggilkan paidi orang indonesia itu suruh kesini...'' ucap sang sultonul aulia' kpd para wali disela-sela kerumunan para wali.
Munculah seorang pemuda dgn jas layaknya tentara dan peci hitam yg agak tinggi, dari wajahnya terlihat kalo paidi ini pemuda yg kocak, dgn wajah cengar-cengir pemuda ini mendekati sang sultan aulia dan mencium tangannya, setelah wali paidi ini menghadap. sang sulthon ini berkata kpdnya, ''Di.... Paidi sini aku minta rokoknya dan tolong sekalian masak air buatkan kopi..''
Hehehe... ternyata wali yg kemana2 bawa rokok dan kopi hanya wali dari indonesia....



WALI PAIDI (Eps: 2) Ilmu Melipat Bumi

Sehabis dari pertemuan di Makkah, wali paidi kembali lagi ke Indonesia, wali paidi pingin mencoba ilmu yang baru saja didapat dari temannya wali dari india Naseer khan yaitu ilmu melipat bumi. Teman wali paidi ini memang terkenal sakti, seluruh biksu di india tidak dapat menandingi kesaktiannya, bahkan biksu dari tibet banyak yang masuk islam, setelah kalah bertarung dengan naseer khan ini. Ketika berangkat ke Makkah wali paidi “nunut” sama temannya dari india ini, wali paidi hanya disuruh menggandeng tangannya lalu tiba-tiba saja cling.... wali paidi dan temannya Naseer khan sudah berada di Makkah diatas bukit tempat pertemuan.
Dan karena kasihan wali Naseer khan ini mengijazahkan ilmu melipat bumi kepada wali paidi, supaya diacara pertemuan-pertemuan yang akan datang wali paidi tidak repot mencari nunutan lagi. Wali paidi memejamkan matanya dan mulutnya mulai berkomat kamit membaca doa-doa khusus, tiba-tiba saja tubuh wali paidi terasa dingin, bumi yang didudukinya terasa seperti es, wali paidi membuka matanya tampak didepannya bukit yg tertutup es, dia melihat kebawah, bumi yg didudukinya juga terbuat dari es.
"Dimanakah aku ini" bathin wali paidi.
Wali paidi berdiri, melihat sekelilingnya, semuanya tampak putih tertutup salju, wali paidi berjalan mengitari tempat yg belum pernah dilihat selama hidupnya, sepi tiada orang sama sekali, lama lama wali paidi mendengar ada orang yg bersenandung membaca sholawat, wali paidi dengan langkah perlahan-lahan mengikuti asal suara senandung sholawat tersebut, dan tampaklah di depannya beruang besar putih, membungkuk ditepi sungai mencari makanan ikan segar, masya Allah ternyata yg bersenandung itu bukan manusia tapi beruang putih ini, wali paidi berhenti, beruang putih itu menoleh kepada wali paidi dan berkata kepadanya;
"Assalamu’alaikum" ucap beruang itu.
"Wa'alaikumussalam" jawab wali paidi dgn perasaan kaget dan heran.
"Kamu wali paidi kan, aku tadi dapat kabar kalau nanti ada orang yg kesasar kesini, namanya wali paidi," ucap beruang itu.
setelah memakan ikan yg baru didapatnya beruang putih itu melanjutkan berkata lagi, "Kamu jangan kuatir memang sudah biasa orang belajar itu tidak bisa langsung menguasai ilmu yang baru didapatnya, cobalah sekali lagi" kata beruang tersebut lalu pergi meninggalkan wali paidi.
Wali Paidi diam seribu bahasa, wali Paidi mendongak ke atas melihat posisi matahari, ternyata dia
kesasar ke kutub selatan , dan bertemu beruang putih yg bisa bicara. Setelah sholat sunnah dua rokaat, wali paidi mulai merapal doanya kembali dan cling...... Wali paidi membuka matanya kembali, dan betapa kagetnya wali paidi ketika membuka matanya tampak disekelilingnya banyak orang berlarian dgn memakai baju gamis selutut dgn memakai surban, tampak ditangan mereka senjata AK 47, terdengar suara bising peluru berseliweran. "Aduh.... kesasar lagi aku ini, tadi kesasar kekutub selatan , sekarang kesasar lagi ke Afghanistan, wes-wes kok gak kesasar ke Hollywood saja..." gumam wali paidi.
Wali paidi mengamati salah satu pasukan yg semuanya berjenggot panjang, wali paidi tersenyum sendiri melihat jenggot mereka, memang di negara yg dikuasai taliban ini bukan operasi helm yg dilakukan disana tapi operasi jenggot, kalau ada laki-laki yg tidak berjenggot maka kena tilang.
Wali paidi berdiri berjalan mencari ketempat yg sepi, wali paidi tidak suka dgn peperangan, wali paidi memutuskan untuk langsung pergi saja, setelah menemukan tempat yang sepi, wali paidi mulai merapal do’a-do’a ilmu melipat buminya lagi.
Angin sepoi-sepoi menerpa wajah wali paidi, wali paidi membathin mudah-mudahan tidak kesasar lagi, wali paidi membuka matanya perlahan-lahan tampak didepannya rumah yg terbuat dari kayu, persis rumah para transmigrasi diluar pulau, tidak lama kemudian keluarlah seorang tua berpeci putih dgn baju taqwa dan bersarung melambaikan tangannya memanggil wali paidi, wali paidi teringat dgn orang tua ini, beliau adalah Habib Ali Al-habsyi pahat malaysia, yg kemarin juga ikut pertemuan di Makkah,
"Masya Allah ternyata aku masih kesasar lagi" bathin wali paidi.
Wali paidi melangkahkan kakinya mendekati habib Ali al-Habsyi, wali paidi teringat beberapa tahun yg lalu ketika sayyid Maliki dari Makkah mau berkunjung ke ndalemnya habib Ali ini, Di dalam perjalanan sayyid Maliki ini tiba-tiba merasakan kangen yg amat sangat terhadap datuknya baginda Nabi Muhammad, setelah sampai didepan ndalem habib Ali, al-Habib Ali hanya menyuruh masuk sayyid Maliki, sedang rombongan yg lain disuruh menunggu diluar, beberapa menit kemudian sayyid Maliki keluar dgn beruraikan air mata, sayyid Maliki menangis tersedu-sedu.
“Sudah terobati kangenku...” ucap sayyid Maliki dgn masih menangis.
Ternyata ketika sayyid Maliki masuk ke ndalemnya habib Ali, sayyid Maliki dipertemukan oleh habib Ali dengan baginda Nabi Muhammad SAW, Subhanallah.....
“Mari masuk nak, jangan melamun saja" ucap habib Ali.
"Inggih mbah..." jawab wali paidi, lalu melangkah mendekati habib Ali , setelah mencium tangan beliau, wali paidi masuk ke ndalem.
"kamu memang gak bakat dgn ilmu melipat bumi itu nak paidi, jadi nanti gak usah dicoba lagi, kamu naik pesawat saja dari sini ke Indonesia" kata habib Ali.
"Inggih mbah" jawab wali paidi.
"Siapa tahu nanti ketika kamu naik pesawat, kamu bertemu dgn mulan jameela yg kamu gandrungi itu" Goda habib Ali.
“Ha... ha... ha....” wali paidi hanya bisa tertawa mendengar godaan habib Ali ini.
Setelah makan bersama, wali paidi pamit pulang, habib Ali menepuk- nepuk pundak wali paidi mengantarkannya keluar dari ndalem.
“Ingat perintah sang Sultan nak paidi, setelah sampai ke rumah segeralah ke gunung Arjuna untuk kholwat disana..” ucap Habib Ali.
"Inggih mbah" jawab wali paidi.
Setelah mencium tangan habib Ali, wali paidi beranjak pergi kebandara, naik pesawat pulang ke Indonesia.




WALI PAIDI (Eps: 3) Mengobrak Abrik Kerajaan Jin


Setelah beberapa hari di Indonesia wali paidi ini berencana melakukan suluk nyepi ke gua di gunung Arjuna sesuai perintah sang Sulthonul Aulia... Wali paidi mulai berkemas untuk berangkat ke gunung Arjuna. Ber pres-pres rokok sudah disiapkan mulai dari Dji sam soe, Gudang Garam dan Djarum sudah lengkap, tidak ketinggalan kopi satu blek juga dibawahnya.
Setelah sampai di kaki gunung Arjuna wali paidi mulai mendaki mencari gua yg di maksud oleh sang Sulthonul Aulia, pada hari yg ketujuh sejak pendakian wali paidi akhirnya menemukan gua tersebut, gua itu mulutnya kecil tertutup ilalang tapi dalamnya luas , dipojok kiri ada sumber mata air dan di pojok kanan ada batu yg menyerupai meja yg kemungkinan oleh yg punya gua ini dulu dipakai untuk sholat. Wali paidi menaruh barang bawaannya di sebelah batu yg mirip meja tsb, dan pergi menuju ke mata air untuk mandi dan berwudlu, ketika mandi hati wali paidi ini dgn sendirinya berzikir dgn cepat dan otomatis, pengetahuan ruhani wali paidi semakin bertambah, hatinya berbunga-bunga tanpa dpt ia cegah, Nur bashirohnya semakin terang benderang, setelah berwudlu wali paidi ini melakukan sholat di atas batu yg mirip meja itu, beratus ratus rokaat tanpa terasa telah berlalu dan wali paidi baru sadar ketika terdengar ayam berkokok.
Wali paidi turun dari batu menuju tempat perbekalannya untuk membuat kopi dan duduk santai sambil merokok, panci sudah di keluarkan dan rokok Dji sam soe reefil sudah di siapkan, tapi alangkah kagetnya wali paidi ini ketika mencari korek tidak ada, ia keluarkan semua isi tasnya tapi tetap saja korek tidak ditemukan,
''Wadoh ciloko iki,'' wali paidi bergumam sendiri,
Dia melihat kopi satu blek yg aromanya begitu harum dan berpres-pres rokok berbagai merk tergeletak disamping kopi.
''Wes.. wes.. muspro kabeh iki, kok bisa koreknya gak kebawa..'' kata wali paidi mulai kesal.
Satu dua hari dilalui wali paidi ini tanpa kopi dan rokok dan pada hari yg ketiga wali paidi mulai tidak tahan, hatinya semeblak ketika melihat kopi dan rokok yg terkulai tak berguna. Wali paidi mulai membaca hizb, semua hizb ia kerahkan dan setelah membaca Asyfa' 3 kali wali paidi ini mengusapkan telapak tangannya pada matanya dan byarr... Seluruh alam jin dan makhluk halus lainnya tampak sangat jelas, terlihat Wali paidi segerombolan jin diluar gua sebelah kiri. Kira-kira 10 meter dari mulut gua, wali paidi mendatangi bangsa jin yg terdekat dgn gua tsb. Gerombolan jin yg melihat wali paidi datang, tampak ketakutan.
''Ada yg punya korek api?'' tanya wali paidi kpd bangsa jin.
''Kami gak punya'' jawab mereka.
Wali paidi langsung mengobrak abrik tempat para jin tsb, para jin lari tunggang langgang dan banyak sekali yg terluka. Selanjutnya Setiap tempat yg ada jinnya didatangi oleh wali paidi ini dan kalau ditanya jawabannya gak pny korek api maka wali paidi ini langsung mengobrak abrik tempat tersebut.
Gemparlah seluruh bangsa jin digunung Arjuna melihat sepak terjang wali paidi ini, seluruh desa dan kota dari kerajaan jin di gunung arjuna ini telah di obrak abrik oleh wali paidi. Nama wali paidi menjadi terkenal menjadi momok yg menakutkan dikalangan bangsa jin.
Dan akhirnya tibalah wali paidi ini dipusat kerajaan bangsa jin, ketika sampai di gerbang kerajaan wali paidi disambut oleh 2 jin prajurit yg memang oleh raja mereka diperintahkan untuk menyambut wali paidi dan mengantarkan kepadanya. Tampak wajah-wajah yg ketakutan di wajah prajurit jin ini melihat wali paidi, Dgn suara tergagap - gagap.
Prajurit ini mempersilahkan kpd wali paidi untuk masuk istana dan menemui raja mereka. Dalam istana raja jin yg bernama Ismoyo ini sudah menunggu kedatangan wali paidi, setelah wali paidi masuk istana, raja Ismoyo ini langsung turun dari singgasananya menyambut langsung wali paidi dan mempersilahkan wali paidi untuk duduk di sampingnya. Dgn agak takut raja Ismoyo ini bertanya, ''Hamba dengar tuan wali telah membuat geger kerajaan hamba, tuan telah mengobrak abrik seluruh wilayah kerajaan hamba, tuan telah mengobrak abrik seluruh wilayah kerajaan tanpa ada yg sanggup melawan tuan, Apakah gerangan yg tuan cari, sehingga tuan murka begini, mungkin hamba bisa membantu,''
Wali paidi menjawab : ''Aku mencari korek, apakah sampeyan punya?''




WALI PAIDI (Eps: 4) MengIslamkan Raja Jin


Seluruh prajurit tegang menunggu jawaban raja mereka, senjata pedang dan tombak sudah mereka pegang dgn erat bersiap kalau2 ada hal hal yg tdk di inginkan.
Keringat yg berbau kemenyan keluar dari pori-pori para prajurit raja jin yakni raja Ismoyo, Suasana tegang masih sangat terasa, saking tegangnya ada perajurit yg terkencing-kencing di celana. Heee.... heeee... heee...
"Tuan wali, buat apakah korek tersebut, kalau hamba boleh tahu" tanya raja jin Ismoyo.
" Buat menyalakan ini dan membuat ini " jawab wali paidi sambil menunjukkan rokok dan kopinya.
" Hanya untuk itu .." tanya raja ismoyo heran.
" Iya... hanya untuk ini " jawab wali paidi singkat.
Raja jin Ismoyo membathin dalam hati, wali ini aneh, masak hanya gara-gara pingin ngerokok dan ngopi aja dia telah menghacurkan kerajaanku, dasar wali semprul.
" Eeeiiitt... namaku paidi bukan semprul " sahut wali paidi.
" Aah.... maaf tuan, ternyata tuan bisa membaca isi hati hamba" raja jin Ismoyo mulai takut dan heran.
" Truuus.. gimana sampeyan punya korek apa tidak " tanya wali paidi lagi.
" Kalau hanya untuk menyalakan itu, pakai ini saja tuan " jawab raja Ismoyo sambil menjulurkan jari telunjuknya yg tiba-tiba bisa mengeluarkan api.
" Masya Allah... kalian kan memang terbuat dari api, maaf baru ingat. Heee hee he he " jawab wali paidi sambil cengengesan.
Wali paidi mendekati raja Ismoyo, mengeluarkan sebatang rokok Dji Sam Soe refillnya dan mulai menghisap rokoknya.
" Hu... Allah... Hu... Allah.. "
begitulah yg terdengar ketika wali paidi merokok, Selanjutnya raja Ismoyo memanggil panglimanya dan berkata kepadanya :
" Buatkan kopi buat tuan wali ini " perintah raja Ismoyo sambil mengambil kopi dari wali paidi dan menyerahkan kpd panglimanya.
"Jangan manis-manis ya..." wali paidi berpesan.
Kerajaan raja Ismoyo ini yg terkenal angker dan ditakuti bangsa jin dan manusia sekarang berubah bagaikan warung kopi pinggir jalan gara-gara wali paidi.
" Sampeyan tidak merokok..." tanya wali paidi.
" Tidak.." jawab sang raja.
" Apakah sampeyan jin muhammadiyyah " tanya wali paidi lagi. 
" Saya tidak mengerti maksud tuan " jawab raja Ismoyo heran.
" Maaf, agama sampeyan apa " tanya wali paidi.
" Saya tidak beragama " jawab raja Ismoyo.
" Ooh.... begitu.." gumam wali paidi keduanya lalu terdiam agak lama.
" Maaf tuan, wirid apa yg tuan baca, sehingga tuan tidak bisa dikalahkan oleh para prajurit saya " tanya raja Ismoyo penasaran.
" Hizb dan sholawat " jawab wali paidi.
" Maukah tuan mengajarkan kepada saya " pinta raja Ismoyo.
" Iya... boleh, tapi sampeyan harus masuk islam dulu " jawab wali paidi.
Lalu raja Ismoyo memanggil panglimanya, memerintahkan kepadanya untuk mengumpulkan seluruh rakyat dan semua prajuritnya, dalam sekejab balai agung istana ramai dipenuhi prajurit dan rakyat, bahkan sampai meluber keluar istana, selanjutnya raja Ismoyo bersimpuh dikaki wali paidi diikuti seluruh rakyatnya
" Kami dgn suka rela siap masuk islam, mengikuti agama tuan " kata raja Ismoyo kpd wali paidi.
" Baiklah.... ikuti apa yg aku ucapkan..." kata wali paidi.
Dengan suara yg sangat berwibawa wali paidi mengucapkan dua kalimat syahadat di ikuti seluruh bangsa jin kerajaan raja Ismoyo. Ucapan syahadat para bangsa jin ini menggema keseluruh gunung arjuna bahkan seluruh hewan digunung arjuna berhenti sejenak tidak ada yg bersuara mendengarkan ucapan syahadat ini, setelah mengucapkan dua kalimat syahadat, wali paidi mengajarkan pada mereka apa itu islam dan menjabarkan arti iman secara singkat.
Selanjutnya wali paidi tinggal di istana raja Ismoyo guna mengajari mereka cara sholat, cara ber dzikir dan lain sebagainya, setelah beberapa minggu tinggal di istana wali paidi akhirnya mohon pamit kepada raja Ismoyo.
" Kami masih butuh pencerahan dari tuan, sudilah kiranya tuan tetap disini beberapa hari lagi " pinta raja Ismoyo kepada wali paidi.
" Jangan kuatir, kelak aku akan datang lagi kemari " kata wali paidi dan dengan tersenyum wali paidi mendekati raja Ismoyo dan memegang dada raja Ismoyo, sambil berkata : "Ajaklah hatimu untuk dzikir terus menerus, ucapkan Allah... Allah.... secara berkesinambungan, dalam keadaan apapun teruslah berdzikir, dan berusahalah selalu dlm keadaan punya wudlu, andai Allah mencabut nyawamu, kamu dlm keadaan suci..."
" Terima kasih tuan, pesan tuan akan kami laksanakan.." jawab raja Ismoyo dgn ta'dzim.
" kalo hatimu sudah bisa berdzikir, maka Allah sendiri yg akan membibingmu..." kata wali paidi.
" Apakah kami akan menjadi wali kalau hati kami sdh bisa berdzikir sendiri " tanya raja Ismoyo.
"Haa.. haa... haa.... jangan sekali-kali punya niat pingin menjadi wali, krn keinginan itu termasuk nafsu, berdzikirlah krn Allah, jgn ada niatan yg lain" jelas wali paidi.
Setelah menghisap rokoknya, wali paidi berkata lagi " Allah menjadikan manusia pemimpin dimuka bumi ini, dan mengangkat para walinya dari kalangan manusia " jelas wali paidi lagi.
" Ooh begitu... kalau Allah menghendaki begitu kami sangat ridho dgn keputusan Allah tsb," jawab raja Ismoyo maggut-manggut.
" Kalau boleh tahu tuan ini wali yg bagaimana? " tanya raja Ismoyo selanjutnya.
" Hhmm... aku adalah wali abdal, wali pengganti, kalo istilah dalam sepak bola sebagai pemain cadangan, wali tingkat rendah, aku dulu hanya seorang abdi seorang kyai, tugasku hanya menyiapkan rokok dan kopi, setelah kiai saya meninggal akulah yg dipilih Allah sebagai gantinya" terang wali paidi.
" Jadi wali itu jumlahnya tetap sama dari dulu sampai skrng ?" tanya raja Ismoyo dgn bersemangat.
" Iya, jumlahnya wali diseluruh dunia tetap sama, krn setiap yg meninggal pasti ada gantinya, biarpun km tidak ada hak untuk menjadi wali kamu hrs tetap semangat, krn dimata Allah derajad seseorang itu dilihat dari ketaqwaannya, wali itu hanya title yg diberikan Allah buat para wakil2nya dimuka bumi, guna untuk mengatur dan menata manusia dan wali dipilih dari para
hamba yg dikehendakiNya, bukan krn ibadahnya bukan krn dzikirnya tapi krn kehendak Allah, jadi salah besar kalau ada orang yg pingin atau mempunyai cita2 menjadi wali..." jawab wali paidi.
" Terimakasih tuan... mudah2an apa yg tuan ajarkan kepada kami menjadi ilmu yg manfaat" ucap raja Ismoyo.
Akhirnya wali paidi pamit dan meninggalkan gunung Arjuna di iringi raja Ismoyo dan seluruh rakyatnya....
Setelah wali paidi sudah tidak tampak raja Ismoyo dgn suara yg lantang berkata kepada rakyatnya.
" Rakyatku semuanya.... nanti atau kapanpun, kalau ada orang yg ke gunung Arjuna ini berbekal rokok dan kopi, jgn sampai di ganggu, jagalah mereka sampai mereka meninggalkan gunung arjuna ini, demi menghormati guru kita wali paidi "
" Titah paduka akan kami laksanakan... " jawab mereka serempak



WALI PAIDI ( Eps: 5 ) Bertemu Orang Sholat Di Atas Daun


Sesampainya dirumah sehabis dari gunung Arjuna, wali paidi menjalankan aktifitas sebagaimana biasanya, tiap pagi wali paidi pergi kepasar berjualan minyak wangi, orang-orang dipasar dan dirumahnya biasa memangilnya kang paidi tukang minyak, sekitar jam 1 siang wali paidi ini menutup tokonya dan pulang, Setelah sholat ashar sehabis istirahat siang wali paidi mengajari anak-anak kecil dilanggarnya belajar membaca Al qur'an sampai waktu magrib, dulu dilanggar wali paidi yg sederhana ini ramai sekali dipenuhi anak-anak kecil yg belajar mengaji, tapi setelah ada sistem iqro' dan qirati, langgar wali paidi ini sepi, anak2 pada pindah ke TPQ2 yg memang banyak tersebar dikampungnya wali paidi ini, Wali paidi sebenarnya juga ikut pelatihan metode iqro maupun qiroati yg diwajibkan kepada seluruh guru TPQ guna mendapatkan syahadah (semacam ijazah), tapi wali paidi tidak lulus dlm pelatihan ini krn seringnya wali paidi merokok dan bawa kopi di dalam kelas, jadinya di langgar wali paidi ini metode yg digunakan tetap memakai metode lama yaitu metode bagdadi, krn bagi guru TPQ yg tdk pny syahadah tdk boleh mengajar dgn memakai metode iqro maupun qiroati dan lama kelamaan murid2 wali paidi habis tinggal 5 anak saja yg tetap mengaji di langgarnya wali paidi. 
Orang tua dari kelima murid wali paidi ini tetap mempercayakan anaknya ke wali paidi ini di sebabkan masalah ekonomi, mereka adalah orang-orang miskin yg tidak mampu membelikan seragam TPQ dan buku terhadap anak mereka, dari pada tidak mengaji mereka tetap menitipkan anak-anaknya kpd wali paidi, krn dilanggar wali paidi ini tidak ada tarikan uang, mereka bebas dari biaya apapun, malah mereka sering dikasih uang jajan oleh wali paidi ini. Menjelang magrib datanglah seorang pemuda yg kira-kira berumur 35 tahun mencari wali paidi, pemuda ini adalah seorang murid thoriqoh yg disuruh gurunya mencari wali paidi.
"Nak carilah kiai didaerah ini namanya Ali Firdaus, tapi orang-orang dikampungnya biasa memanggil dgn sebutan paidi ( Orang yg memberi faedah ), umurnya seumuran dgn mu dan hanya beliau satu-satunya yg bernama paidi di kampung itu, kalau kamu ketemu dengannya sampaikan salamku dan mintalah nasehat padanya" Begitulah yg dikatakan guru pemuda ini kepadanya.
Waktu itu pemuda ini disuruh mencari wali paidi karena seringnya pemuda ini mengalami hal-hal aneh, seperti ketika sholat, tiba-tiba ia sudah berada di Makkah dan sholat dihadapan Ka'bah, dan banyak orang yg melihatnya sholat di atas daun, padahal dia ada dirumah.
Pemuda ini akhirnya sowan kepada gurunya dan melaporkan semua kejadian yg dialaminya, dan disuruh mencari kiai Ali atau kiai Paidi. Sesampai dikampung yg dimaksud, pemuda ini bertanya-tanya kpd orang-orang dimanakah rumah kiai paidi.
"Disini tidak ada yg namanya kiai paidi, yg ada kang paidi seorang penjual minyak wangi.." Begitu jawab orang kampung ketika ditanya pemuda ini.
"Baiklah, dimana rumah kang paidi penjual minyak wangi itu" tanya pemuda ini.
Pemuda ini yakin bahwa kang paidi itulah kiai paidi yg dicarinya krn gurunya jg bilang bahwa nama paidi hanya satu orang dikampung ini. Pas waktu magrib pemuda ini sampai dirumah wali paidi, pemuda ini bertanya kepada seorang wanita yg berada didepan rumah wali paidi "Apakah benar ini rumah kang paidi penjual minyak wangi"
"Benar nak, dia ada dilanggar itu, sedang ngimami sholat magrib" jawab wanita itu sambil menunjukkan langgar yg berada disebelah rumah wali paidi
"Terima kasih bu.." jawab pemuda ini sambil menuju ke langgar guna sholat magrib dan sekalian sowan kpd kiai paidi.
Sehabis wudlu pemuda ini masuk ke langgar sholat berjamaah bersama yg lain, dilihatnya yg sholat dilanggar ini cuma 3 orang, dia berdiri disamping mereka, ketika pemuda ini mendengar surat Al- fatihah yg dibaca wali paidi, hati pemuda ini menjadi galau krn wali paidi ini ketika membaca huruf "ain" menjadi "ng" Robbil 'alamin menjadi "Robbil ngalamin ".....
"Gimana mau khusu' dan diterima sholatnya wong bacanya aja udah keliru, apakah tidak salah gurunya menyuruhnya sowan kepadanya"gumam pemuda ini dlm hati..
Setelah salam dan melakukan wirid seperti biasa pada umumnya, wali paidi ini melanjutkan dgn sholat sunnah dan sehabis sholat sunnah wali paidi ini keluar dari langgar dan duduk-duduk diteras sambil merokok...
Pemuda ini menghadap kepada wali paidi "As-salamu'aaikum..." salam pemuda ini.
"Wa ngalaikum salam..." jawab wali paidi sambil tersenyum.
Setelah menyampaikan salam gurunya kepada kiai paidi, pemuda ini menceritakan maksud kedatangannya dan menceritakan hal-hal aneh yg dialaminya kpd wali paidi.
"Hhmm... saya juga heran, kok kamu sampai bisa seperti itu yah... mengalami hal-hal yg menakjubkan padahal sholat kamu tadi aja masih sibuk ngurusi tajwid daripada ingat kepada Allah..." kata wali paidi kepada pemuda ini.
Seketika pucatlah wajah pemuda ini, dan dalam hati pemuda ini berkata : "Masya Allah... ternyata gurunya tidak salah mengenai kiai muda ini" Pemuda ini semakin menundukkan kepalanya dihadapan wali paidi ini...



WALI PAIDI ( Eps: 6 ) Dikira Masjidil Haram Ternyata

Pemuda santri thoriqot ini hanya diam, tidak berani berkata banyak didepan wali paidi, suasana jadi hening, hanya terdengar suara wali paidi yg menghisap rokoknya,
“Monggo kopine kang, dan ini rokoknya“ wali paidi menawarkan kopi dan rokok Dji sam soenya.
“Iya terimakasih...” jawab pemuda itu.
Setelah menyeruput kopinya pemuda ini mengeluarkan rokoknya dan menyalakannya.
“Gimana khabarnya mas kiai mursyid“ tanya wali paidi.
“Al-hamdulillah baik-baik saja“ jawab pemuda ini.
“Nanti sehabis sholat isya’ kamu dzikir aja di musholla sini, kalau nanti kamu tiba-tiba berada di tempat yg asing, kamu baca LA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAH 3x “ pesan wali paidi.
“Iya, mas paidi“ jawab pemuda ini.
Tidak lama kemudian terdengar suara adzan berkumandang, menunjukkan kalau waktu sholat isya’ telah tiba, tampak 3 orang yg tadi sholat magrib telah datang, setelah berwudlu mereka bertiga masuk ke musholla menunggu wali paidi. Wali paidi berdiri masuk ke dalam musholla dan mempersilahkan pemuda thoriqot ini untuk ngimami sholat isya’, tapi pemuda ini tidak mau, Wali paidi akhirnya maju dan dimulailah sholat isya’ berjamaah. Pemuda thorqot ini sholat tepat dibelakang wali paidi, jadi pemuda ini dapat mendengar dgn jelas suara wali paidi, tapi pemuda ini tidak mau mengulangi kesalahnnya diwaktu sholat magrib tadi, sambil membaca fatihah pemuda ini mulai mengajak hatinya berdzikir Allah... Allah... Allah... Pemuda ini mulai merasakan ketenangan dalam sholatnya, suara hiruk pikuk disekitar musholla mulai hilang, suasana menjadi hening yg terdengar hanya suara wali paidi dan suara hatinya yg berdzikir, lama kelamaan suara wali paidi yg tadinya cemplang dan terdengar tidak bertajwid berubah menjadi sangat merdu dan sangat fasih, suara dan bacaan wali paidi bagaikan suara dan bacaan imam Masjidil Haram, setelah mendengar salam barulah pemuda ini seakan tersadar kembali lagi kedunia. Setelah membaca wirid seperti pada umumnya wali paidi mundur, melaksanakan sholat sunnah dua rokaat, setelah sholat wali paidi mendekati pemuda thoriqot ini.
“Sampeyan disini aja, dan mulailah berdzikir seperti yg sampeyan lakukan“ kata wali paidi.
“Iya mas paidi“ jawab pemuda ini singkat.
“Ingat pesan saya tadi“ kata wali paidi lagi.
Pemuda ini menggangguk, setelah ke tiga orang yg ikut jamaah tadi keluar, wali paidi berdiri mematikan lampu musholla dan ikut keluar, tinggallah pemuda ini sendirian di dalam musholla.
Pemuda thoriqot ini lalu duduk bersila, dan memulai membaca fatihah, tawasul kepada kanjeng Nabi Muhammad dan diteruskan tawasul kepada guru-gurunya, setelahnya barulah pemuda ini mulai membaca wirid yg selama ini selalu istiqomah ia baca, lama kelamaan suasana mulai berubah, angin yg tadinya menghembus sepoi2 berubah menjadi kencang, satu persatu benda-benda yg berada didalam musholla mulai hilang satu persatu, bahkan dirinya juga terasa ikut hilang, ber-iringan dgn hilangnya tubuh pemuda ini, tampak di pengimaman ada cahaya putih yg kecil, hanya cahaya ini yg tampak karena semuanya telah hilang dalam pandangan mata pemuda ini, dan dgn sayup-sayup mulailah terdengar suara orang yg berlalu-lalang membaca takbir dan tahmid, cahaya yg tadinya kecil mulai membesar dan teranglah seluruhnya, dan tampaklah dgn jelas didepan pemuda ini bangunan segi empat yg tertutup kain hitam yg disekelilingnya terlihat banyak orang yg berjalan mengitarinya, masya' Allah ternyata pemuda ini telah berada di Makkah, didalam Masjidil Haram.
Pemuda ini membathin, benarkah aku ini sekarang berada di-masijid Haram, timbul keraguan didalam hati pemuda ini, dengan perlahan dia meletakkan tangannya di atas marmer Masjid, ada sesuatu yg hangat yg mengalir ketangannya,
“Ini marmer sungguhan“ bathin pemuda ini lagi.
Lalu pemuda ini berdiri melihat lalu lalang orang-orang yg sedang berthowaf, ratusan ribu orang berjubel jadi satu dgn pakaian putih saling bersahutan memuji Allah, pemuda ini lalu teringat dgn pesan wali paidi, kemudian duduklah pemuda ini dan mulai membaca “ La Haula Wala Quwwata Illa Billah”
Ketika bacaannya sampai ke bacaan yg ke tiga, datanglah angin yg sangat kencang, bumi Makkah serasa bergoncang, seakan kena gempa, dan tanpa bisa dicegah tubuh pemuda thoriqot ini terguling guling, suasana menjadi gelap, tubuhnya baru terhenti ketika menabrak sesuatu, berangsur angsur suasana menjadi tenang kembali, pemuda ini mulai membuka matanya, betapa kaget dirinya, ternyata dia sekarang berada diatas tumpukkan sampah, tempat yg tadinya dikira Masjidil Haram ternyata tempat pembuangan sampah.....




WALI PAIDI ( Eps: 7 ) Mendengar Dengan Telinga Allah

Setelah beberapa hari bersama wali paidi, si murid thoriqoh ini menghadap kepada guru mursyidnya guna melaporkan peristiwa yg dialaminya.. Kira-kira sepuluh meter dari gerbang pondok, si murid ini sudah disambut kawannya yg juga mondok disitu dgn berkata :
“Kang.... sampeyan sudah ditunggu mas yai didepan mushollah pondok...”
“Lho.... yai sudah menunggu tho...” jawab simurid.
“Iya kang... tadi kira-kira 1/5 jam yg lalu aku disuruh mas yai membuat dua kopi dan beliau berpesan, setelah membuat kopi tolong taruh di depan mushollah dan cepat2 kamu kepintu gerbang karena dulurmu akan datang...” terang kawan simurid.
Mereka berdua memasuki pintu gerbang pondok yg begitu kecil, pintu gerbang pondok disini memang beda dgn pintu gerbang pondok2 lainnya, pintu gerbang disini Cuma satu daun pintunya dg ukuran 1 meter x 2 meter terbuat dari kayu yg dilapisi seng, kalau ada orang yg tidak pernah kepondok ini pasti tidak tahu pintu gerbangnya...
Pernah dulu abahnya mas yai ini mau merenovasi pintu gerbang ini dgn membuatnya agak lebar dan diperbagus, tapi malamnya abahnya mas yai ini mimpi bertemu mbah yai yg mengatakan: “Nak... jgn dipugar pintu gerbang itu, biarlah seperti itu saja, biarlah orang mengira kalau disini tidak ada pondok..”
Setelah mimpi tersebut abah yai urung merenovasi pintu gerbang pondok, Setelah melewati pintu gerbang pondok si murid dan kawannya ini melihat mas yai sudah duduk sambil merokok di depan mushollah pondok dan didepannya ada dua cangkir kopi....
Si murid mengucapkan salam kpd mas yai “As-salamu ‘alaikum..”
“Wa alaikum salam” jawab mas yai.
Setelah mencium tangan gurunya si murid ini duduk didepan mas yai sedang kawannya pergi tidak ikut duduk dengannya karena yg di panggil mas yai bukan dia... (inilah adab seorang murid).
Setelah menceritakan pengalamannya, si murid ini bertanya kepada guru mursyidnya, “Yai.... ketika sholat dulu, saya mendengar bacaan wali paidi itu tidak sempurna tapi lama kelamaan suara wali paidi ini berubah menjadi sempurna dan sangat merdu... apa maksud semua itu...” 
Setelah menghisap rokoknya dalam-dalam mas yai ini berkata: “Kamu kan jelas pernah mendengar, kata Nabi : Bau mulut orang yg berpuasa itu wangi bagaikan minyak kesturi dihadapan Allah.... ketika kamu mendengar suara kang paidi itu menjadi merdu, sesungguhnya kuping yg kamu pakai untuk mendengar itu kupingnya gusti Allah... Kalau kupingmu sendiri yg kamu pakai maka terdengar seperti itu jadi terdengar tidak sempurna menurutmu, tapi dihadapan Allah bacaan kang paidi ini begitu merdu... Begitu juga dgn bau mulut orang yg berpuasa, akan tercium sangat busuk kalau menciumnya itu dgn hidung kita sendiri...”
Simurid ini bertanya lagi: “Apakah kang paidi ini juga orang thoriqoh...”
“Iya.... dia murid abahku, kang paidi ini sebelum masuk thoriqoh perilakunya sudah sangat berthoriqoh... Kalau kamu melihat tingkah polahnya yg awur-awuran itu hanya untuk menutupi ke-sejatian dirinya... Setahu saya kang paidi ini orang yg tidak punya su’udzon kepada orang lain, kepada siapapun orangnya baik anak kecil maupun maling, kang paidi ini tetap husnudzon, inilah salah satu kelebihan kang paidi..” jawab mas yai.
“Tapi.... mengapa bukan yai sendiri yg mengatakan kepada saya kalau selama ini tempat yg saya kira Makkah itu sebenarnya tempat pembuangan sampah..” tanya si murid lagi.
“Hahahaha.... itu memang tugasnya kang paidi... dan lagi, tempat pembuangan sampah itu kan dekat dgn mushollah kang paidi... kalau aku yg menunjukkan, kamu akan bingung berada dimana, sedangkan TPA itu jauh dari sini....
********
Di tempat lain wali paidi sedang kedatangan seorang tamu yg pingin sekali bisa berangkat haji.
“Kang..... saya ingin sekali bisa berangkat haji.... tolong saya dikasih amalan yg bisa membuat saya bisa berangkat haji...” pinta orang tersebut.
“Saya tidak bisa... coba sampeyan minta kepada yai yg lebih mengerti soal itu.... saya ini orang bodoh..” jawab wali paidi.
“Tidak kang ... saya tidak keliru krn saya bermimpi kalau sampeyanlah yg bisa menunjukkan jalan tersebut...” bantah orang tersebut.
“Baiklah.... kalau sampeyan memaksa.... sehabis sholat shubuh sampeyan baca surat yasin sebanyak 7 kali, kalau ada apa2 sampeyan kesini lagi..” jawab wali paidi.
Setelah orang tersebut membacanya selama 1 bulan tapi tidak terjadi apa-apa, orang ini kembali kepada wali paidi.
“Tidak ada apa-apa kang....” kata orang yg kepingin naik haji ini.
“Kalau begitu bacaan surat yasinnya ditambah surat waqiah sebanyak 7 x... Nanti kalau ada apa-apa sampeyan kesini lagi...” kata wali paidi.
Setelah dibaca selama 1 bulan surat yasin dan surat waqiah ini tetap tidak mengeluarkan tanda apa- apa, akhirnya orang ini kembali lagi ke wali paidi.
“Masih belum ada tanda apa-apa kang....” kata orang yg kepingin naik haji.
Wali paidi terdiam dan memejamkan matanya sebentar, selanjutnya dgn mantab dia berkata kepada orang tersebut : “Kalau begitu... tambah lagi dgn surat tanah... pasti sebentar lagi sampeyan akan berangkat haji....”
“Ha..ha..ha...”
Orang yg kepingin haji ini tertawa terbahak bahak mendengar jawaban wali paidi.... “Anu kang... katanya para kiai.... haji itu tidak hanya ibadah ruhani saja, tapi juga ibadah jasadi, terutama ibadah dengan bondo atau duit....” jawab wali paidi dgn mimik serius tapi terlihat lucu.



WALI PAIDI ( Eps: 8 ) Bertemu Nabi Khidir

Wali paidi menyusuri jalan, pergi tanpa arah dan tujuan, dia hanya berjalan dan berjalan, Lupa akan makan dan minum, wali paidi pingin menghindari orang2 yg mulai tahu kedudukannya, mulai banyak orang sekarang yg memanggilnya gus, memanggilnya kiai bahkan ada yg terang2an menggangilnya sang wali. Kehidupan wali paidi sekarang tampak ramai, ada saja orang yg memerlukan bantuannya, soal jodoh, soal penglaris dan ada juga yg hanya minta barokah do'a dan yg paling berat ada yg minta diakui murid.
Wali paidi merasa terusik, dia kepingin merasakan kehidupannya yg dulu, orang-orang hanya mengenalnya sebagai penjual minyak wangi, dgn pengajar alif-alifan di musholla kecilnya.
Dan sekarang banyak orang yg berlomba-lomba pingin membangun mushollanya, Wali paidi pingin menghindari itu semua, dia jenuh akan semua pujian yg dialamatkan pada dirinya, lebih-lebih akan datangnya Malaikat yg mengunjunginya baru-baru ini.
Wali paidi mulai memasuki hutan belantara, dia berjalan terus dan berhenti ketika dia melihat didepannya ada sungai, dia mendekati bibir sungai, dilihatnya airnya begitu jernih, dia menunduk dan mulai membasuh tangan dan mukanya, lalu wali paidi memperbarui wudlunya, karena wali paidi ini diberi kemampuan oleh Allah untuk selalu dlm keadan suci ( punya wudlu ) atau bahasa ngaji sak paran parannya "Da'imul wudlu "
Setelah wudlu wali paidi baru sadar kalau ada orang yg agak jauh disampingnya, orang itu sedang memancing. Wali paidi mendekati orang itu, dia merasa orang itu bkn orang sembarangan melihat wajah dan tiba-tiba saja hati wali paidi semakin tentram ketika melihat orang ini, Wali paidi mau mengucapkan salam tapi kedahuluan orang tsb.
"As-salamu'alaikum kang paidi" ucap orang itu.
"Wa-alaikum salam, kalau boleh tahu siapakan anda" tanya wali paidi keheranan.
"Untuk saat ini namaku Syukron fahmi" jawab orang itu.
Wali paidi terdiam, dia hanya menunduk memikirkan jawaban orang tsb, dan tiba-tiba saja sikap wali paidi berubah dgn sendirinya tanpa ia sadari, wali paidi bersikap seakan mengahadapi gurunya.
"Kang paidi sampeyan tidak seharusnya menghindari semua itu, pujian-pujian itu adalah ujian buatmu, ujian yg berupa pujian itu lebih berat dari penghinaan, Allah mau meningkatkan derajad sampeyan..." ucap orang itu.
Wali paidi semakin menunduk, ternyata orang yg sedang memancing ini tahu akan keadaan dirinya.
"Kang paidi, dgn menghidari pujian-pujian itu sama saja sampeyan menafikan kekuatan Allah, krn sampeyan merasa tidak mampu, padahal Allahlah yg memberi kekuatan" kata orang itu lagi.
Wali paidi hanya bisa diam dan semakin menunduk, air mata mulai meleleh dari matanya.
"Ingat, La Haula Wala Quwwata Illa Billah, merasa mampu dan merasa tidak mampu itu tidak boleh, itu sudah syirik khofi bagi orang setingkat sampeyan, krn Allah yg memberi kekuatan, Allah meliputi segalanya " lanjit orang itu.
Wali paidi menangis sesunggukan, dia yakin orang yg di depannya adalah Nabiyullah Khidir, dia ingin bersalaman dengannya untuk memastikannya, setelah menangisnya agak reda, wali paidi mengangkat wajahnya dan mau bersalaman dgn orang itu, Tapi orang yg mengaku bernama Syukron Fahmi sudah hilang dari hadapannya....
Setelah bertemu sosok yg mengaku bernama Syukron Fahmi, wali paidi masih terdiam dalam duduknya, masih terngiang-ngiang ucapan sosok misterius yg menggugah jiwanya itu. Wali paidi berdiri membersihkan tempat duduknya dan mulai melaksanakan sholat, setelah salam, wali paidi berdiri lagi dan melakukan sholat lagi, begitu terus sampai malam kira-kira sekitar jam 9 malam, wali paidi berhenti dan melanjutkan dgn melakukan wirid.
Dia duduk bersila, memusatkan pikirannya, membuang jauh-jauh pikiran-pikiran tentang dunia, menggerakkan hatinya untuk berdzikir Sirr, dan entah berapa lama hal ini terjadi, dan kemudian wali paidi merasakan alam disekitarnya begitu hampa, tidak ada suara, semua yg berada disekitarnya jadi hitam gelap gulita, wali paidi seakan menjadi udara yg hampa dan bergerak mengitari alam yg hitam pekat ini. Setelah berkeliling tampak didepannya ada dua sosok manusia yg sedang duduk seperti duduknya orang tahiyat, dan berdiri disamping keduanya sosok berjubah putih yg bercahaya. Lamat-lamat wali paidi mengenali salah satu sosok yg duduk didepannya tsb.
"Tidak salah lagi, beliau adalah Imam al-Ghozali mujtahid islam" bathin wali paidi.
Lalu wali paidi melihat sosok baju putih itu maju kedepan dan berkata kepada sesuatu yg didepannya, sesuatu yg tdk terlihat.
"Gusti... bagaimana menurut njenengan terhadap kedua kekasihmu ini yakni Nabi musa dan al- Ghozali...?" tanya sosok putih itu.
Lalu ada suara yg mengatakan: "Musa dgn ijinku bisa menghidupkan orang yg telah mati, tapi aku lebih suka terhadap al-Ghozali, krn dia dgn ijinku pula bisa menghidupkan hati hamba-hamba-ku yg telah mati, banyak menghilangkan kebodohan dan membuka jalan buat hamba-hambaku untuk lebih mengenalku...."
Lalu ketiga sosok itu samar-samar hilang dari pandangan wali paidi.
Lalu lamat-lamat terdengarlah Adzan Subuh, sedikit demi sedikit alam mulai terlihat kembali. setelah sholat, wali paidi bangkit dan kembali pulang....



WALI PAIDI ( Eps: 9 ) Berjoget Di Taman Surga


Wali paidi berpenampilan lain dari biasanya, dia tampil gaul sekali, memakai sepatu unkl 347, celana jeans pensil airplane system, dan kaos merk spilis infection, walaupun semua pakaiannya ini pemberian dari adik mas kiai mursyid yg kebetulan buka toko pakaian distro..... dan dengan memakai kaca mata BL hitam invictus , wali paidi berangkat untuk memenuhi undangan mas kiai mursyid dalam rangka tasyakuran dan pembukaan toko onderdil barunya yang mana semua barangnya langsung didatangkan dari luar negeri, mas kiai mursyid ini kalau bisnis memang tidak mau setengah2, sekali terjun beliau langsung menyelam sekalian. 
Sekitar jam 09:00 pagi wali paidi sudah sampai ditoko mas kiai mursyid, tampak terop/tratak yg mewah yg tidak begitu besar berada di depan toko, dibawah terop/tratak sudah berjajar rapi kursi yg terbungkus kain putih yg sebagian besar sudah terisi, di depan terop/tratak ada geladak kecil yg juga tertutup kain putih yg diatasnya ada karpet merah yg disebelah kirinya ada piano semacam elektone, music barat slowrock berkumandang mulai awal acara, yang unik ada sebagian tamu yg datang memakai kopyah dan sarung sedang tamu lainnya berpaikan ala Executive muda, memang mas kiai mursyid ini mengundang seluruh pelaku bisnis didalam kota dan sebagian dari luar daerah, mas kiai mursyid ini menyeting acara pada pembukaan tokonya ini dgn model seperti acara pembukaan toko onderdil pada umumnya, tidak seperti acara yg biasa dilakukan seorang kiai di kalangan pesantren apalagi mas kiai ini adalah seorang mursyid.
Wali paidi tidak langsung duduk ditempat acara, tapi langsung menuju dapur umum mencari kopi, setelah dapat kopi wali paidi duduk di pojok toko, mengeluarkan sebatang rokoknya sambil menunggu kedatangan mas kiai mursyid, sambil menyedot rokok "Mastna Wastulasa Warruba 234."
Wali paidi mengawasi semua tamu yg datang, wali paidi tersenyum kecil ketika melihat kekikukan para tamu yg memakai kopyah dan sarung itu, mereka tampak rikuh duduk dikelilingi para tamu yg berpenampilan beda dari mereka dan di tempat yg acaranya tidak di duga oleh mereka sebelumnya.
Dari arah belakang datanglah seorang pemuda yg penampilannya seperti wali paidi ini, menghampiri dan duduk disamping wali paidi, pemuda ini adalah adik mas kiai mursyid.
"Udah lama kang..." tanya pemuda ini setelah mereka bersalaman.
"Gak, barusan saja datang..." jawab wali paidi.
Sebelum wali paidi bertanya soal tamu yg berkopyah dan sarungan itu, adik mas kiai mursyid ini sudah menjelaskan kpd wali paidi tetang mereka.
"Anu kang... sebenarnya mas kiai mursyid meminta bantuan kepada kiai Ahmad untuk mendatangkan santri – santrinya untuk datang kesini guna membantu bagian akomodasi (bagian angkat2 meja) tapi terjadi salah paham, ternyata yg dikirim kiai Ahmad kesini adalah para ustadz dan penggede-penggede thoriqoh, dikiranya mas kiai mursyid mengadakan acara kumpulan
Thoriqoh, jadinya ya seperti ini.. hehehe..." Adik mas kia mursyid menjelaskan kpd wali paidi.
"Ooh.... begitu tho ceritanya..." jawab wali paidi.
Tidak lama kemudian datanglah mas kiai mursyid dgn bercelana jeans di iringi cewek-cewek cantik yg berpakaian minim, tampak seksi-seksi dan mulus-mulus..... Mereka ini para Sales Promotion Girl ( SPG ) yg didatangkan mas kiai mursyid untuk mengisi diacara pembukaan tokonya ini. Para tamu bertepuk tangan menyambut kedatangan mas kiai mursyid ini, kecuali para tamu yg berkopyah dan sarungan, mereka hanya melongo dan terheran-heran melihat tingkah dan gaya mas kiai mursyid ini, memakai jeans dan dikelilingi cewek-cewek cantik..... Dihati sebagian para penggede-penggede thoriqoh ini mulai timbul keraguan atas kemursyidan mas kiai ini, dan memang para penggede-penggede thoriqoh ini sebagian besar dulunya adalah murid abahnya...
Setelah acara ceremonial dimulai dan peresmian atas dibukanya toko onderdil ini sudah dilakukan tibalah waktu hiburan, music mulai mengalun lagi dan yg lebih menggeparkan, mas kiai mursyid ini tampil di panggung mini berjoget ria bersama para Sales Promotion Girl yg berjumlah 15 orang ini...
Para penggede-penggede thoriqoh semakin melongo melihat mursyid mereka berjoget dan bersenda gurau dgn para Sales Promotion Girl yg rata–rata cantik dan seksi ini, wali paidi hanya tersenyum melihat tingkah dan gaya mas kiai mursyid, wali paidi melihat diantara Sales Promotion Girl ini ada satu yg wajahnya sangat mirip dgn mulan jameela... Wali paidi hanya membathin, "Ada–ada saja mas kiai mursyid ini.."
Tiba-tiba mas kiai mursyid ini turun dari panggung mini dan menghampiri wali paidi, selanjutnya menggandeng tangan wali paidi, ditarik ikut dan diajak joget diatas panggung mini dan mas kiai mursyid ini menggandengkan wali paidi dgn cewek yg wajahnya mirip dgn Mulan Jameela itu. Ketika wali paidi memegang tangan cewek yg sangat mirip Mulan Jameela ini detak dzikir jantung wali paidi semakin kencang, dari tangan cewek ini terdengar kalimat“Yaa... Latief... Yaa Latief... Yaa.. Latief...” Dan dari paha dan pantat sicewek keluar kalimat “Yaa... jamal... Yaa... jamal...” Dari seluruh anggota badan si cewek ini mengeluarkan kalimat-kalimat Asmaul Husna... Wali paidi seakan berjoget ditaman surga, music dan suasana berubah seperti di surga, bunga– bunga yg indah bermunculan disekitar taman harum semerbak mewangi... Wali paidi berjoget berputar putar mengikuti alunan music yg begitu indah.... Wali paidi baru tersadar ketika mendengar suara mas kiai mursyid "Wes kang... ayo balik ke dunia lagi, jangan disurga terus... ini acara jualan onderdil belum selesei... Hee... he... he...."



WALI PAIDI ( Eps: 10 ) Garam Suwuk

Sehabis dari acara peresmian toko mas kiai mursyid, wali paidi pamit pulang, sebenarnya uang wali paidi ini sudah habis sama sekali dikasihkan kepada tamu-tamu mas kiai mursyid yg bersarug dan berpeci itu, sebagai uang kaget, kaget atas acara yg begitu menghebohkan. Mas kiai mursyid yg tahu kalau wali paidi ini kehabisan uang malah menggodanya, ketika wali paidi pamit padanya “Kang... duwit sampeyan kan masih banyak, jadi aku wes gak usah nyangoni, ini garam aja sampeyan bawa...” ucap mas yai musyid.
"Hehehe... iya mas yai terimakasih...” ucap wali paidi.
Memang mulai mbah yai, abah yai sampai mas yai mursyid ini garam adalah cendera mata pondok beliau-beliau ini, garam “suwuk” ini bisa digunakan untuk apa saja, mengobati penyakit dhohir maupun bathin, dan masih banyak kegunaan lainnya tinggal niatnya apa bagi yg menggunakannya... Adik mas kiai mursyid menawarkan untuk mengantar wali paidi ke terminal tapi wali tidak mau.
“Saya jalan kaki saja sambil jalan-jalan menikmati pemandangan..” ucap wali paidi kepada adik mas kiai mursyid.
Setelah bersalam salaman wali paidi pamit dan meneruskan berjalan ke arah terminal, dzikir selalu menyertai setiap langkah wali paidi ini, ketika wali paidi melintasi jalan di pinggir alun-alun ada segerombolan pemuda yg mengawasi wali paidi, dgn tersenyum wali paidi meneruskan langkahnya, wali paidi sebenarnya sudah tahu kalau sebentar lagi dia akan dicegat dan di palak dimintai duwit oleh mereka, ini yg jadi ganjalan hati wali paidi, karena dia sudah gak punya uang sama sekali, dia akan malu sekali karena tidak bisa memberi kpd orang yg meminta.
“Kasihan mereka kalau sampai tidak mendapatkan uang dariku” bathin wali paidi.
Wali paidi berusaha menghidar karena malu, dia menyebrang jalan berusaha menghindari mereka tapi gerombolan pemuda ini mengikutinya dan satu orang maju kedepan mencegat wali paidi.
“Duwit... serahkan duwitmu.. ayo cepat...” ucap pemuda itu yg rupanya pimpinan gerombolan ini.
Wali paidi dengan tersenyum membuka kaca mata hitamnya dan melihat satu persatu para pemuda gerombolan ini, di kaos pimpinan gerombolan ini ada symbol hati yg bersinar yg bertuliskan “SH”, mereka yg melihat wali paidi yg begitu tenang jadi keder, dan mereka heran melihat ketenangan dan tampak tidak ada ketakutan sama sekali diwajah wali paidi.
“Mohon maaf yg sebesar- besarnya, aku tidak punya uang sama sekali, maaf aku membuat kalian kecewa, uangku sudah habis kukasihkan kepada orang lain“ ucap wali paidi kepada ketua gerombolan ini.
Ketua gerombolan ini hatinya jadi bergetar ketika melihat tatapan mata wali paidi yg begitu teduh, hati pemuda ini jadi damai, dan tanpa disadari mata pemuda ini mulai berkaca-kaca, pemuda ini mulai teringat dgn dosa-dosanya selama ini, pemuda ini juga tidak tahu mengapa hatinya begitu trenyuh dan teringat dgn masa lalunya teringat dengan pesan- pesan gurunya dahulu.
Kawanan gerombolan ini juga ikut terdiam melihat pimpinan mereka diam tak bergerak sama sekali, mereka jadi heran, biasanya mas gohell (yg nama aslinya sholeh) ini kalau ada orang dimintai duwit tapi tidak memberi langsung dipukulinya sampai kelenger tapi sekarang tidak bergerak menghadapi pemuda ini.
“Saya tidak bisa memberi apa- apa, ini ada garam kalau sampeyan mau, katanya ibu sampeyan sekarang sakit...” ucap wali paidi kepada pimpinan gerombolan ini yg ternyata bernama gohell.
Pemuda yg bernama gohell ini jadi heran setengah mati, pemuda distro ini (wali paidi) kok bisa tahu kalau sekarang ibunya lagi sakit dan sudah berhari – hari ini hatinya galau memikirkan penyakit ibunya yg gak sembuh-sembuh, hatinya begitu trenyuh dgn perhatian wali paidi terhadap ibunya, karena selama ini semua orang dikampungnya tidak ada yg perduli dgn keluarganya mereka hanya mencibir tidak pernah memperhatikan keluarganya. Tanpa bisa ditahan pemuda ini terduduk dihadapan wali paidi dan menangis tersedu-sedu.
Anak buah gohell yg berjumlah tujuh orang ini lebih heran lagi melihat pemimpin mereka terduduk dan menangis tersedu-sedu dihadapan wali paidi, tanpa dikomando mereka mendekati pimpinan mereka dan membuat pagar betis melingkari wali paidi dan gohell, mereka berdiri melingkar menutupi mereka supaya orang – orang tidak tahu kalau pimpinan mereka menangis, mereka malu kalau orang-orang melihat pimpinan mereka menangis, masak pimpinan preman kok nangis...(he..he..he..) Wali paidi menepuk nepuk pundak gohell, dan menariknya untuk berdiri lalu berkata : “udah mas, aku sama sampeyan ini masih saudara jadi gak usah sungkan...”
Gohell berdiri dan mengusap airmatanya, kemudian merangkul wali paidi “makasih...mas...” ucap gohell kpd wali paidi.
Mereka lalu bersalaman di ikuti seluruh anak buah gohell juga bersalaman kepada wali paidi. Suasana menjadi cair kembali, tidak lama kemudian suasana jadi akrab, seakan wali paidi dan gerombolan gohell ini adalah teman yg sudah lama kenal, karena wali paidi ini pintar mengeluarkan joke-joke segar yg membuat gohell dan anak buahnya tertawa terpingkal-pingkal.
“ayo ngopi dulu mas....” Ajak gohell kpd wali paidi.
“monggo.....” jawab wali paidi.
Mereka berdua dan seluruh anak buah gohell menuju kewarung di pinggir jalan, setelah mengambil tempat duduk mereka memesan kopi, anak buah gohell menunggu di luar warung.
“mas kalo bisa sampeyan berhenti malak orang, kasihan gurumu mas...”ucap wali paidi.
“iya mas, saya akan berusaha mencari kerja yg bener, do’akan aja...”sahut gohell.
“jangan sampai perguruan sampeyan Setia Hati ( SH ) itu menjadi singkatan dari perguruan Sakit Hati, gunakan kepandaian silatmu itu sebagai senam untuk kesehatan itu yg cocok untuk jaman sekarang ini beda dg jaman ketika orang islam masih punya musuh dulu, jangan belajar silat untuk mencari kesaktian atau untuk perisai diri, karena perisai diri yg lansung dari Allah adalah shodaqoh, belajarlah silat hanya untuk kesehatan, maka kamu tidak akan mencari musuh atau dicari musuh...” kata wali paidi.
Sambil nyeruput kopinya wali paidi berkata lagi kepada gohell “kalo belajar silat untuk mencari kesaktian atau kekuatan jadinya ya seperti ini, sesama saudara seperguruan tawur, tidak rela melihat perguruan lain unjuk kekuatan, seperti kemarin terjadi penyerbuan terhadap konvoi perguruan kera sakti yg diduga dilakukan oleh perguruan Setia Hati...”
“iya mas, memang aku dulu belajar ilmu silat untuk mencari kesatian / kekuatan , setelah lulus aku bingung gimana cara melihat kalau aku ini sudah kuat, akhirnya aku mencari gara-gara supaya punya musuh dan keterusan sampai jadi seperti sekarang ini..” ucap gohell sambil menunduk.
Setelah ngobrol-ngobrol yg cukup lama gohell ini akhirnya terbuka hatinya, mengerti tentang apa arti hidup ini, mengerti manusia itu tinggal menjalankan peran dari Allah, mengerti akan dirinya berperan sebagai apa dan menjalankan sebaik-baiknya peran trsebut, ada yg berperan sebagai ulama, guru, pedagang, petani dll, hanya ketaqwaan kepada Allah yg dinilai dari menjalankan peran tersebut. “trus sampeyan sekarang mau kemana“ Tanya gohell kepada wali paidi.
“mau ke terminal“ jawab wali paidi singkat.
“hehehe..maksudku tujuan sampeyan dari terminal“ Tanya gohell lagi.
“mau sowan kepada salah satu guruku...” jawab wali paidi.
“kalau begitu mari saya antar“ gohell menawari wali paidi.
“baiklah, ayo...” ucap wali paidi.
Gohell mendekati pemilik warung dan menanyakan habis berapa semuanya, pemilik warung terdiam merasa heran dengan sikap gohell, karena biasanya gohell ini kalau makan minum di warungnya tidak pernah bayar, pemilik warung tersebut sangat gembira dgn perubahan sikap gohell ini.
“udah gak usah bayar mas, anggap saja ini sebagai selamatan buat mas, selamatan kalau sampeyan telah terlahir kembali, mudah-mudahan tobat sampeyan ini sebagai taubatan nasuha..” ucap pemilik warung kepada gohell.
Setelah mengucapkan terimakasih gohell mengantarkan wali paidi ke terminal, dalam perjalanan gohell menanyakan perihal tentang orang-orang sholeh yg diketahu wali paidi, wali paidi menceritakan dg singkat perihal mereka, tentang sifat dan kelebihan para orang-orang sholeh tersebut, tidak begitu lama akhirnya mereka sampai keterminal, Gohell memanggil salah satu anak buahnya dan membisikkan sesuatu kepadanya, lalu anak buahnya itu pergi.
“jangan berangkat dulu mas, tunggu sebentar” kata gohell kpd wali paidi.
Tidak begitu lama anak buah gohell itu datang sambil menyerahkan sesuatu kpd gohell, lalu gohell mendekati wali paidi dan menyerahkan sesuatu tsb kepada wali paidi.
“ini mas tolong jangan ditolak“ ucap gohell kpd wali paidi.
Ternyata sesuatu tersebut didalamnya ada uang ribuan yg sebagian sudah kumal, dan ada 2 atau 3 uang lima ribuan, wali paidi terkejut ketika menerima uang dari gohell tersebut.
“jangan kuatir mas, itu bukan uang haram, itu uang sumbangan dari teman-teman, dan saya minta dgn sangat jangan ditolak“ jelas gohell kpd wali paidi.
Wali paidi menerima pemberian gohell tersebut, setelah bersalaman wali paidi naik keatas bus, masih banyak bangku kosong, wali paidi mencari tempat yg enak buat duduk, akhirnya wali paidi memilih tempat ditengah, setelah bus baru berjalan tampak pedagang rokok naik ke atas bus menjajakan dagangannya, ketika wali paidi hendak memanggilnya si pedagang tersebut sudah menghampiri wali paidi dan menyerahkan sebungkus rokok Dji Sam Soe dan berkata: “ini pemberian dari mas gohell sebagai rasa terimakasih.”
Begitu juga dengan pedagang- pedagang yg lain, di dalam perjalanan mereka semua mengasihkan satu barang dagangannya kepada wali paidi atas nama gohell, mulai penjual minuman sampai penjual kacang, bahkan penjual bollpoint dua ribu dapat 3 juga menyerahkan bollpointnya atas nama dan rasa terimakasih gohell kpd wali paidi, ketika wali paidi mau membayar karcis bus, pak kondektur juga membebaskan wali paidi atas nama gohell juga, wali paidi hanya geleng-geleng kepala, “gendeng, sholeh ini.....” bathin wali paidi tersenyum sambil teringat wajah gohell sekitar dua jam perjalanan, wali paidi akhirnya sampai disebuah kota yg dulunya adalah sebuah wilayah kerajaan majapahit, wali paidi turun sambil membawa satu kresek besar yg berisi minuman dan makanan ringan pemberian dari pedgang-pedagang asongan diatas bus, baru melangkah turun dari bus wali paidi lansung dihampiri seorang gila yang berambut gimbal, orang gila tersebut lansung menarik – narik tas kresek wali paidi.
“di..paidi...sini minuman dan makanan ini punyaku..” ucap orang gila tsb, lalu ngeloyor pergi.
Wali paidi membiarkan saja tas kreseknya direbut, dan dia hanya terus mengikuti orang gila tsb karena dia penasaran, orang gila ini kok tahu namanya....
Terlihat di sudut terminal orang gila ini tertawa-tawa menikmati makanan dan minuman hasil rampasannya, wali paidi berjalan perlahan mendekati orang gila tsb, dan kira-kira setelah jarak wali
paidi dan orang gila itu berjarak 10 meteran orang gila tsb berkata dg masih makan dan minum.
“gak usah heran di, orang yg dekat dg tuhannya apa yg tidak diketahui di muka bumi ini, yg diketahui gunti Allah juga diketahui oleh para kekasihnya, apalagi namamu terkenal dilangit sana, namamu seringkali muncul karena seringnya kamu usul ke gusti Allah..”
Dg masih memegang minuman sprite kaleng orang gila tsb berkata lagi "para malaikat sering berkata, gusti wali paidi usul begini, gusti wali paidi minta begini, hampir semua malaikat mengenalmu , karena seringnya kamu minta dan usul ke gusti Allah....seharusnya kamu malu di, minta-minta terus seperti pengemis....hehehe"
Wali paidi terdiam, seperti ditelanjangi, wali paidi menghampiri orang gila tersebut dan mencium tangannya, ketika wali paidi memegang tangannya, wali paidi kaget karena tangan orang gila ini bagaikan tidak ada tulangnya terasa halus, begitu lembut dan berbau sangat wangi, ketika wali paidi mau menanyakan namanya, orang gila ini mendahului berkata : “kamu gak usah tahu namaku, udah sana... kamu pergi sowan ke kyaimu sana, nanti kita bertemu disana, dan kalau kamu melihat kyaimu sedang ada tamu agung kamu sebaiknya lansung pamit aja...”
Wali paidi cuma mengangguk terdiam , setelah mengucapkan salam wali paidi pergi dari situ dan berangkat untuk sowan ke kyainya, wali paidi melanjutkan perjalanan dg naik becak, setelah sampai wali paidi lansung menuju ke ruang tamu, disana dia disambut salah satu santri kyai yg selalu standbay melayani tamu – tamu, belum lama duduk, ada dua tamu yg juga mau sowan ke kyai, mereka berdua duduk disamping wali paidi, tidak seperti biasanya kyai kali ini tidak lansung menemui mereka bertiga, wali paidi dan kedua tamu menunggu sekitar satu jam lebih baru kyai keluar, wali paidi dan kedua tamu lansung bersalaman dg kyai, mereka bertiga mencium tangan kyai dgn penuh ta’dzim, yg sangat berbeda sikap wali paidi terhadap kyai ini, wali paidi tampak sangat ta’dzim berhadapan dg kyai, wali paidi hanya bisa menunduk, dan tampak butiran-butiran air mata mulai membasahi pipi wali paidi, setelah kyai baru saja duduk, wali paidi maju bersalaman lagi dan mohon pamit, kyai hanya tersenyum dan merestui wali paidi,
“iya di, salam aja ke dulur-dulur semua“ ucap kyai.
“inggih kyai...” jawab wali paidi dgn masih menunduk. Kedua tamu ini heran melihat sikap wali paidi, mereka menunggu begitu lama tapi setelah kyai keluar, wali paidi kok lansung mohon pamit. Satu diantara dua tamu ini penasaran dan menanyakan hal tersebut kepada kyai,
“kyai, mas tadi itu menunggu panjenengan dg kami begitu lama, tapi setelah kyai datang, mas tadi lansung mohon pamit ada apa gerangan kyai.” Tanya tamu.
“hmm.....gimana yah, kamu lansung aja ke orangnya dan tanyakan hal itu, dia belum pergi jauh, sekarang dia masih duduk-duduk dipagar jembatan“ jawab kyai.
Setelah mohon ijin dan keluar sebentar tamu tadi mencari wali paidi, dan benar apa yg dikatakan kyai, wali paidi masih duduk di pinggir jembatan.
“ assalamu’alaikum...” ucap tamu ini kepada wali paidi.
“ wa alaikum salam...” jawab wali paidi.
“ maaf mas, saya penasaran dg sikap sampeyan tadi, kok lansung mohon pamit ketika baru ketemu kyai...” Tanya tamu dg penasaran.
“ hmm, gimana tidak lansung mohon pamit kang, wong di samping kanan kyai ada baginda rosul dan disamping kiri kyai ada nabiyullah khidir, apa yg mau saya omongkan kalau mereka berdua hadir di samping kanan dan kiri kyai.....” jawab wali paidi dg mata yg berkaca - kaca.
“oh........” ganti si tamu jadi heran dan melongo.



WALI PAIDI ( Eps: 11 ) MENGENANG GUS DUR DALAM RANGKA HAUL KE II BELIAU


Sehabis tahlil bersama dalam rangka memperingati Haul Gus Dur ke II , wali paidi bersama warga berkumpul bareng ngopi bersama –sama , mereka saling berkelompok tiga sampai empat orang membicarakan dan mengenang Gus Dur , dan diselingi adu argument mengenai apa rahasia dibalik sepak terjang Gus Dur dimasa lalu.
Wali paidi tersenyum – senyum meihat tingkah laku mereka, wali paidi sendiri duduk – duduk bersama empat orang dg satu cangkir kopi besar berada ditengah, mereka berlima joinan bersama- sama, indah dan rukun sekali. Paijo tetangga wali paidi mulai membuka pembicaraan dg bertanya kepada wali paidi. “kang menurut sampeyan gimana gus dur selama jadi presiden yg Cuma sebentar itu..?“
“sebelum kita membahas tentang itu semua, alangkah baiknya kita mengulas lagi sejarah sebelum Gus Dur jadi presiden“ jawab wali paidi.
“wah..sipp iki kang, gimana ceritanya...” kata teman – teman yg lain.
"Dulu ada seorang kiai didaerah blitar namanya kiai rohimi, beliau ini ahli istikhoroh, banyak sekali kiai yg sowan kepada kiai rohimi ini guna menanyakan apa makna isyarah yg diterima, dan kiai rohimi ini bisa menafsiri isyarah2 yg ditanyakan kepadanya, dan semuanya tidak pernah meleset, hamper 100 persen mendekati kebenaran. Kehidupan sehari-hari beliau adalah sebagai petani desa yg sangat sederhana, tiap pagi beliau diantar cucunya pergi kesawah dg naik sepeda onthel, biasanya para tamu yg mau sowan kepadanya menunggunya didepan ndalem, menunggu beliau pulang, dan didalam rumah yg berdinding kayu jati itulah kiai rohimi menerima para tamunya, didalam rumah kiai rohimi ada sebuah kamar khusus yg disediakan untuk gus dur kalau berkunjung kesitu dan menginap. Gus dur sebelum jadi presiden telah banyak menerima isyaroh2, dan menanyakan kepada kiai rohimi apa makna isyaroh2 yg dia terima" jelas wali paidi.
“ kang, kiai rohimi ini tingkatannya lebih tinggi daripada gus dur ya.., sampai gus dur sendiri minta tolong untuk menafsiri isyaroh yg beliau terima“ ucap paijo kepada wali paidi.
“ tidak mesti begitu, kamu tahu pak ridwan tetangga kita, yang jadi dosen di sebuah salah satu universitas terkenal itu ..” Tanya wali paidi.
“iya saya tahu kang...” jawab paijo.
“ ketika ban mobilnya bocor, apa pak ridwan menambal ban mobilnya sendiri..” Tanya wali paidi lagi.
“ tidak kang, pak ridwan jelas gak bisa, ban itu akan ditambalkan ke tukang tambal ban” jawab paijo.
“ dg seperti itu, apa tingkatan tukang tambal ban itu lebih tinggi daripada tingkatan pak ridwan yg dosen itu...” Tanya wali paidi sekali lagi.
“ ya tentu tidak kang, “ jawab paijo mulai mengerti.
“begitulah apa yg terjadi diantara gus dur dan kiai rohimi ini tidak bisa jadi acuan siapa lebih tinggi tingkatannya “ jelas wali paidi.
Wali paidi menyedot rokok dji sam soe nya dan nyeruput kopi sedikit lalu melanjutkan ceritanya,
“sampeyan akan jadi orang nomor satu di Indonesia, tapi hanya sebentar “ ucap kiai rohimi kepada gus dur, menafsiri isyaroh yg diterima gus dur.
“ berapa lama kiai...” Tanya gus dur.
“ tidak sampai tiga tahun “ jawab kiai rohimi.
“ tugas yang sangat berat “ ucap gus dur tanpa memperdulikan lama jabatannya.
“ iya ini memang tugas yg sangat berat gus, dan sampeyan akan diturunkan oleh rakyat sampeyan sendiri..” kata kiai rohimi.
“ kalau ini memang tugas, biarpun sebentar tidak apa-apa yg penting bermanfaat,” ucap gus dur.
Wali paidi melanjutkan: Gus dur menerima dg lapang dada isyaroh yg diterimanya dari kiai rohimi, beliau tidak peduli walaupun dalam kepimpinanya kelak , beliau di recoki dan akhirnya diturunkan dg tidak terhormat, gus dur berperinsip biarlah orang memusuhinya asal Allah menyayanginya, biarlah orang menghinanya asal Allah ridlo kepadanya Beberapa bulan kemudian ganti para kiai sepuh yg mendapatkan isyaroh – isyaroh dari Allah mengenai Gus Dur, para kiai tidak mau gegabah dg menafsiri sendiri isyaroh yg diterima oleh mereka, para kiai sepuh sowan ke kiai rohimi menanyakan apa arti isyaroh yg mereka terima, memang nama kiai rohimi dikalangan para kiai2 NU sangat dikenal, krn dalam menafsiri isyaroh kiai rohimi ini jagonya. Setelah mendapat arti isyaroh dari kiai rohimi , para kiai sepuh ini menyampaikannya kepada Gus Dur , dan gus dur dg penuh ta’dzim menerima mereka dan mengucapkan terimakasih karena memperhatikannya selama ini, walau gus dur sendiri sudah tahu kalau dirinya akan jadi presiden, bahkan gus dur sudah tahu masa kepemimpinannya yg Cuma sebentar itu sebelum para kiai ini mengetahuinya, pertemuan ini dicium oleh wartawan, dan ramailah berita pertemuan dikala itu, dan para kiai sepuh ini dijuluki oleh wartawan sebagai poros langit, disesuaikan dg kelompok yg mengusung Gus Dur jadi presiden yaitu poros tengah, dan kebetulan pemimpin kelompok kiai sepuh ini adalah kiai faqih langitan tuban, jadi pas lah sebutan bagi mereka yaitu “poros langit” Dan kita semua tahu gus dur secara mengejutkan benar – benar jadi presiden, walaupun gus dur dan para kiai sepuh sama sekali tidak terkejut dg hal itu, karena para kiai sepuh dan gus dur sudah tahu sebelumnya. Awal pemerintahan gus dur baik – baik saja, hubungan gus dur dg bu
mega tampak mesra, mereka bergantian mengadakan sarapan pagi bersama, kadang di istana presiden kadang di istana wakil presiden, tapi lama kelamaan para koruptor dan penggila jabatan mulai kawatir dg ketegasan gus dur dalam memimpin Negara ini, mereka mulai tidak bebas korupsi dan menumpuk – numpuk kekayaan pribadi karena ketatnya pengawasan gus dur dikala itu, mereka mulai mendanai para mahasiswa untuk mendemo gus dur, mengangkat isu-isu yg memojokkan gus dur, mereka para koruptor menunggu momen yg tepat untuk menjatuhkan gus dur. Gus dur memang terkenal dg gaya ngomongnya yg blak – blakan, gus dur berprinsip“padhakno pengucapmu podho karo karepe atimu” , begitulah ketika gus dur dimintai pendapat oleh wartawan tentang bu mega yg sering diam aja, gus dur dg enteng menjawab “dia itu bodoh“ Jawaban gus dur itu didengar oleh pramono anung yg ketika itu kalau gak salah masih menjabat sebagai sekjen PDIP, dan oleh pramono ini jawaban gus dur itu disampaikan kepada ibu mega, ngambeklah bu mega waktu itu, bu mega tidak mau menemui gus dur. ketika sarapan pagi bersama di istana wakil presiden, dan inilah kesempatan yg ditunggu oleh para koruptor dan penggila jabatan, inilah celah yg bisa menurunkan gus dur dari kursi presiden, bathin mereka. Dan barulah para kiai sepuh dapat isyaroh lagi , kalau gus dur akan dilengserkan dari kursi presiden, para kiai sepuh atau kiai poros langit ini sowan lagi kepada kiai rohimi, minta pendapat dan minta solusi gimana baiknya dan supaya gus dur masih bisa jadi presiden, kiai rohimi mengatakan kepada para kiai “gus dur akan bisa tetap jadi presiden kalau mau minta maaf kepada ibu mega, walaupun gus dur tidak ada niat merendahkan ibu mega” ucap kiai rohimi, biarpun kiai rohimi sdh tahu klo jabatan gus dur cuma sebentar, tapi kiai rohimi tetap memberi peluang kpd para kiai, kiai rohimi berkeyakinan bahwa Allah jualah penentu akhir suatu kisah, isyaroh hanyalah perlambang. Para kiai kembali menemui gus dur dan menyampaikan apa yg diperoleh dalam isyarohnya dan juga menyampaikan pesan kiai rohimi, tapi gus dur tidak mu melakukannya, bukan berarti gus dur tidak mau minta maaf krn malu atau gengsi, tapi apa yg dialami gus dur kurang lebih persis seperti apa yg dialami oleh sayyidina ali, ketika dalam peperangan sayyidina Ali mau membunuh orang kafir yg sudah terjatuh diatas tanah, sayyidina ali tiba2 mengurungkan niatnya ketika orang kafir itu meludahinya, orang kafir itu heran melihat sayyidina ali yg tiba-tiba urung membunuhnya dan orang kafir ini menanyakan hal tersebut , sayyidina ali menjawab, ”pertama aku berniat membunuhmu karena Allah, tapi ketika kamu meludahiku, terbesit perasaan marah kepadamu, maka aku urungkan niat membunuhmu krn ada niat selain Allah dihatiku...” Gus Dur tidak mau minta maaf kalau niatnya karena ingin mempertahankan jabatan, gus dur tidak gila jabatan,dan gus dur memang sudah tahu kalau masa kepemimpinannya Cuma sebentar, dan kita semua tahu gus dur akhirnya berhasil diturunkan dari kursi kepresidenan karena kasus yg dibuat2 yaitu kasus buloggate.
Paijo dan kawan-kawannya terdiam mendengar cerita wali paidi ini,mereka merasa baru mendengar cerita gus dur dengan kiai rohimi, mereka sangat penasaran,
“ apakah kang paidi pernah bertemu dg kiai rohimi.” Tanya paijo penasaran.
“ tidak pernah “ jawab wali paidi santai dg menyedot rokoknya.
“ lalu sampeyan dapat cerita dari mana “ Tanya paijo lagi makin penasaran.
Wali paidi tidak menjawabnya, dia hanya tersenyum dan menyeruput selepek kopi lalu ngeloyor.





WALI PAIDI ( Eps: 12 ) Wali Yang Banyak Usul Kepada Gusti Allah

Setelah cerita soal gus dur , wali paidi ngeloyor pergi, dia berjalan terus tanpa memperdulikan arah dan tujuan, berjalan terus sambil menikmati rokoknya, sudah berapa lama dan seberapa jauh wali paidi berjalan dia sendiri tidak tahu, wali paidi seperti tidak sadar tiba2 saja hatinya dipenuhi dzikir dg Allah dan bersama Allah, wali paidi merasakan seakan-akan dia tidak berjalan diatas bumi, dia seperti terbang, tubuhnya ringan dan hatinya di penuhi kebahagiaan.
Wali paidi baru tersadar ketika adzan subuh berkumandang, dan dilihatnya di depan ada sebuah masjid yg semuanya terbuat dari bambu, wali paidi berhenti sebentar, dilihatnya didalam masjid sudah banyak sekali orang, ada yg pakai jubah, pakai serban ada juga yg pakai sarung dan berkopyah, ada juga yg memakai celana tp tetap juga pakai kopyah, yg membuat wali paidi kagum adalah didalam dan diluar masjid itu tidak ada lampu sama sekali, tapi masjid dan areal sekiarnya tampak terang benderang, tampak cahaya keluar dari para orang 2 yg berada di dalam masjid, cahaya mereka inilah yg menerangi seluruh masjid, tanpa sadar wali paidi memandangi tangannya, apa dia ikut juga bercahaya, wali paidi kaget ternyata tangannya juga mengeluarkan cahaya, wali paidi meneruskan pandangannya, dan ternyata kakinya dan seluruh badannya juga bercahaya....
Setelah sadar bahwa dirinya juga bercahaya, wali paidi mulai berani memasuki masjid dan ikut sholat berjamaah, wali paidi sholat di barisan paling belakang krn hanyadi barisan ini ada tempat yg kosong sedang tempat yg lain sudah penuh, wali paidi melihat disela - sela tubuh para jamaah yg bercahaya seorang imam yg cahayanya sangat terang, sehingga wali paidi tidak bisa melihat wajahnya, tubuhnya dikelilingi cahaya yg sangat terang, wali paidi baru sekali ini merasakan sholat yg begitu indah dan sangat syahdu, suara imam yg begitu merdu, dan wali paidi seakan-akan diajak berjalan mengelilingi rahasia2 ayat - ayat Allah yg dibaca oleh sang imam sholat.
Setelah mengucapkan salam dan selesei sholat wali paidi baru tersadar ternyata disampingnya ini ada orang yg sangat dikenalnya, mbah parmin seorang kusir bendi dikampungnya, ternyata mbah parmin ini tubuhnya juga bercahaya, sebelum wali paidi hilang dari rasa kagetnya , mbah parmin sudah berkata kepadanya, " paidi...tolong kalo nanti dirumah jangan bilang siapa-siapa tentang masalah ini"
"baik mbah.." jawab wali paidi meneruskan dzikirnya. sehabis dzikir baru wali paidi mulai ngobrol lagi dg mbah parmin.
"mbah siapa yg ngimami sholat subuh ini" tanya wali paidi.
"beliau baginda Nabi Muhammad" jawab mbah parmin.
"dan dibarisan depan itu adalah wali2 qutb, dan dibarisan berikutnya wali2 yg derajatnya dibawah wali qutb, mereka berbaris sesuai tingkatannya, baik yg sudah meninggal maupun yg masih hidup, semuanya hadir disini," mbah parmin meneruskan penjelasannya.
wali paidi tersenyum dan mbah parmin juga tersenyum karena mereka berdua sadar kalau berada dibarisan yg paling belakang, tidak lama kemudia acara dilanjutkan dg bersalam-salaman, sambil membaca sholawat, wali paidi bertemu guru mursyidnya dan wali2 yg selama ini cuma mendengar tentang ceritanya saja, wali paidi begitu bahagia karena bisa bersalaman dg para wali2 y selama ini sangat dicintainya dan dihormatinya, setelah acara bersalaman selesei, para wali pergi sendiri- sendiri dan tiba2 hilang entah kemana , tinggal wali paidi dan mbah parmin aja yg berada didalam masjid, setelah semua sudah pergi, baru wali paidi dan mbah parmin keluar dari masjid.
"dimanakah ini mbah..." tanya wali paidi kepada mbah parmin.
"di gunung pring magelang jawa tengah" jawab mbah parmin.
wali paidi menoleh kebelakang , ternyata masjid itu sudah hilang "udah di, aku pergi dulu yah, assalamu├ílaikum..." kata mbah parmin dan bersalaman dg wali paidi.
mbah parmin berjalan disela-sela pepohonan dan lama-lama kelamaan hilang "mbah...mbah..tunggu sebentar." wali paidi memanggil mbah parmin tapi mbah parmin sudah hilang ditelan keheningan hutan belantara...
"wadoh mbah...aku sebenarnya mau pinjem duwit buat sangu pulang .." wali paidi berkata sendiri. "terpaksa ngandol truck lagi ini.....wah..wah..."
wali paidi dg tersenyum melangkah pergi juga..... "selama ada rokok dan kopi gak masalah...syukur alhamdulillah" ucap wali paidi dg mengeluarkan rokok dari selipan kopyahnya lalu menyalakannya ....dan meneruskan perjalannya.
Wali paidi tidak berani mencoba ilmu melipat bumi yg dimilikinya, karena wali paidi takut kesasar- kesarsar seperti waktu itu, wali paidi berjalan sambil mengenang kembali pertemuannya dg para wali juga baginda nabi barusan, walau paidi tidak dapat begitu jelas melihat wajah rosulullah krn sangat terangnya nur cahaya tg terpancar dari tubuh rosulullah...
Wali paidi masih ingat perkataan rosulullah ketika acara bersalam-salaman tadi, bahwa bala' atau adzab Allah akan diturun, para wali disuruh oleh baginda Nabi untuk bersiap-siap menerimanya sesuai dg tingkatannya..... ketika bala' atau adzab turun yg menanggung pertama kali adalah para wali2 Allah sesuai dg tingkatannya, semakin tinggi derajadnya semakin besar pula adzab yg ditanggungnya, para wali ini melakukan hal tersebut supaya ketika adzab itu sampai kepada umat manusia lainnya tinggal sedikit dan ringan, masya Allah betapa besar rasa cinta mereka kepada kita semua, kadang bala'atau adzab Allah itu tidak sampai meimpa umat manusia karena sudah habis ditanggung para wali, kalau bala'atau adzab Allah itu begitu besar dan luas maka adzab itu baru menimpa manusia, dan bala'atau adzab yg paling ringan yg diterima oleh umat manusi adalah "ndas ngelu gak ngerti sebabe" kepala pusing tidak tahu penyebabnya disertai dg perasaan sedih dan galau yg tidak tahu penyebabnya juga... tanpa terasa wali paidi sudah sampai dijalan raya dan dilihatnya ada sebuah truck yg melintas, wali paidi menyetop dan minta nunutan.....



WALI PAIDI ( Eps: 13 )

Setelah dari pertemuan di gunung pring magelang jawa tengah, wali paidi jatuh sakit, karena perjalanan yg ditempuh wali paidi tidak semestinya, wali paidi pindah dari truck satu ke truck lainnya, kadang kehujanan kadang kepanasan, dan tubuh wali paidi tidak kuat menerima semua itu dan jatuh sakit, Wali paidi terbaring tak berdaya dipembaringan, badannya panas, matanya terlihat semakin cekung karena kurang tidur, tapi senyumnya masih tetap sama, cerah dan menyenangkan seperti orang tidak sakit, para tetangga satu persatu menjenguk wali paidi, ada yg membawa buah2an dan ada yg memberi uang, sebagian para tetangga berinisiatif mengantarkan wali paidi untuk berobat di rumah sakit terdekat , tapi wali paidi menolaknya, “terima kasih, biarlah , 2 atau 3 hari akan sembuh sendiri“ jawab wali paidi.
Para tetangga sangat sayang kepada wali paidi ini, bukan karena wali paidi ini wali (karena para tetangga tidak tahu kalau paidi ini seorang wali) dan bukan juga karena wali paidi ini orang kaya tapi karena wali paidi ini orang yg dermawan, suka menolong dan sopan terhadap yg tua dan sayang terhadap yg muda. Ketika memasuki hari ketiga , tubuh wali paidi demam tinggi , sehabis sholat isya yg dilakukan dg terbaring, tubuh wali paidi tdk kuat menahan, dan wali paidi tidak sadar (pingsan) , dia baru tersadar ketika merasakan ada orang yg menyeka tubuhnya dg handuk dingin, orang ini sangat ganteng dan bersih, seorang pemuda yg sangat tampan.
“siapakah anda?“ tanya wali paidi.
“saya adalah amalan sholawat yg biasa sampeyan baca, saya akan menjaga sampeyan sampai sembuh“ ucap pemuda ini.
Wali paidi kaget juga mendengar penuturan pemuda ini, “apakah aku sudah mati?“ tanya wali paidi.
Dg tersenyum pemuda ini menjawab, “belum“
Wali paidi tertegun dan terdiam, tidak lama kemudian ada yg mengetuk pintu kamar wali paidi.
“assalamu’alaikum...” ucap tamu tsb.
“wa alaikum salam ..” jawab wali paidi dan pemuda ini berbarengan.
Pemuda ini membungkukkan badannya dan berbisik kepada wali paidi “kang, tamu yg datang ini adalah malaikat“ bisik pemuda. 
“apakah malaikat izrail?“ tanya wali paidi.
“hehehe, bukan tapi malaikat rohmat“ jawab pemuda.
“kalau begitu bukakan pintu kamarnya mad, gak pa2 kan kalau km aku panggil somad“ ujar wali paidi.
“iya gak pa2 kang“ jawab somad dg membuka pintu kamar.
Tampaklah yg masuk seorang pemuda yg juga tampan dg membawa baskom “siapakah anda“ tanya wali paidi.
“saya malaikat rohmat“ jawabnya.
“kopikah yg kau bawa dibaskom itu“ tanya wali paidi.
“hahaha...kang..kang“ somad tertawa mendengar pertanyaan wali paidi.
Malaikat rohmat lalu meletakkan baskom di meja sebelah tempat tidur wali paidi lalu menjawab, “bukan kang, tapi air dari telaga kausar guna diminum dan buat wudlu”
Lalu malaikat yg berwujud pemuda tampan ini pamit, dan sekitar 5 menit kemudian datang tamu lagi, ternyata baginda nabi muhammad yg datang, kamar wali paidi lansung harum semerbak, wali paidi berusaha bangkit, tapi Nabi menyuruhnya tetap berbaring.
“ali firdaus, bergembiralah...karena derajadmu sudah dinaikkan oleh Allah“ ucap Nabi kepada wali paidi.
Nama wali paidi ini memang sebenarnya Ali Firdaus, tapi nabi khidir memanggilnya dg sebutan Paidi, nama yg berasal dari kata Faedah, nabi khidir berharap wali paidi ini menjadi orang yg berfaedah, karena sebaik2 manusia adalah orang yg bermanfaat buat sesamanya dan itu akhirnya terbukti. Wali paidi mendengar perkataan nabi ini hanya bisa menangis, tidak bisa berkata kata, dia hanya bisa menangis dan menangis lagi. Setelah nabi keluar, datanglah nabi khidir, beliau nabi khidir banyak menurunkan ilmu2 hikmah yg luar biasa kepada wali paidi, walaupun pertemuan wali paidi dg nabi khidir ini begitu singkat tapi ilmu yg didapat wali paidi sama dg ilmu orang yg belajar selama 100 tahun. Berikutnya datang silih berganti wali2 yg dikenal wali paidi, dan menjelang shubuh datanglah mas kiai mursyid guru dari wali paidi, ketika mas kiai mursyid datang, tubuh wali paidi sudah segar dan sehat, mas kiai mursyid datang dg membawa kopi dan rokok, setelah sholat shubuh berjamaah dg mas kiai mursyid , mereka melanjutkan dg acara ngopi dan ngerokok bareng, wali paidi sekali lagi dapat wejangan2 dari mas kiai mursyid, mas kiai mursyid sedikit membuka rahasia arsy, membuka jalan yg akan dihadapi wali paidi kelak, dan setelah sholat dhuha mas kiai mursyid pulang.
Memang para wali2 Allah itu ketika sakit banyak mendapatkan ilmu2 hikmah yg luar biasa, kita melihat mereka dg pandangan kasihan karena sakit yg di deritanya, tapi dibalik itu semua para wali2 Allah sangat berbahagia ketika dirinya sakit. Semoga bermanfaat...
WALI PAIDI (Eps: 14)
Wali paidi duduk dg tenang, diambilnya secangkir kopi yg ada disampingnya, dg perlahan dia melanjutkan menghisap rokok mastna wastulasta warruba ( 234 dji sam soe ) nya, angin semilir menerpa wajahnya, wali paidi sedang berada diatas menara masjid kudus, masjidnya sunan kudus. setelah rokoknya habis, wali paidi membasahi mulutnya lagi dg kopi seperti orang berkumur, wali paidi mulai tawasulan, ketika fatihah pertama dibaca, angin dg sangat perlahan mulai berhenti, wali paidi mulai membaca wirid2 khusus amalan thoriqoh yg dianutnya, suasana jd hening seakan bumi dan seluruh hawanya berheti.... sifat diri wali paidi mulai hilang berganti sifat mulia guru mursyidnya dan dg perlahan sifat gurunya jg mulai hilang berganti sifat ilahiyyah, disini wali paidi merasakan ketenangan yg begitu luar biasa, seakan wali paidi berada didalam lautan yg begtu luas. sirr wali paidi keluar dr tubuh wali paidi, melayang - layang ke angkasa, wali paidi bisa melihat tubuhnya yg sedang duduk ditas menara, sirr wali paidi terus melayang mengitari kota kudus, dan mulai terdengarlah sebuah tangisan yg begitu menyayat hati, sirr wali paidi mengikuti dari mana asal suara itu, sirr wali paidi turun mendekati keranjang sampah, ternyata dari situlah sara tangisan itu, sirr wali paidi semakin mendekat, dilihatnya yg menangis itu adalah sebuah kulit semangka
"Mengapa kamu menangis..." tanya sirr wali paidi.
"Aku sedih, ketika aku tumbuh besar dan terasa manis aku diambil oleh petani dan ijualnya, aku begitu senang bisa membahagiakan pr petani, tapi ketika mau dimakan aku tinggalkan dan dibuang, hanya isinya yg dimakan....aku merasa tidak ada manfaatnya....." jawab kulit semangka dan menangis lagi.
"Jangan bersedih aku akan kembali lagi kesini..." kata sirr wali paidi.
Dengan secepat kilat sirr wali paidi kembali ke tubuhnya, sehabis mengambil rokoknya wali paidi turun dr menara dan pergi ke tempat kulit semangka yg dilihatnya tadi. wali paidi masih ingat betul, bahwa keranjang sampah itu berada dihalaman sebuah masjid yg berada di tengah kota kudus, setelah sampai wali paidi lansung menuju keranjang sampah itu, dan mulai mengais2 sampah, orang2 yg lagi tadarusan didalam masjid heran melihat tingkah wali paidi dan wali paidi tersenyum dg sumringah ketika eia menemukan kulit semangka yg dicarinya dan begitu lahapnya wali paidi memakannya, orang2 yg melihat wali paidi menjadi maklum,
"Oh ternyata orang gila tho ...." bathin mereka dan melanjutkan kembali tadarusannya.
Dengan masih mengunyah kulit semangka, wali paidi pergi meninggalkan masjid. "Mungkin beginilah yg dialami oleh imam al ghozali yg pada waktu itu terkenal dg tirakatnya dg doyan memakan kulit semangka yg dicarinya di keranjang2 sampah" bathin wali paidi....
* Semoga bermanfaat dan hati2lah kalau kalian melihat orang yg terlihat gila yg suka makan dari sisa2 makanan di keranjang sampah apalagi yg dimakan adalah kulit semangka # 6 ramadhan 2012 di langgar sambil makan semangka tidak dg kulitnya hehehe...





WALI PAIDI (Eps: 15)

Malam ini hati wali paidi sedang galau entah kenapa, mengapa tiba2 saja perasaan galau menghinggapi hati wali paidi dan kepalanya tiba- tiba saja pusing.
"hmmm....pasti ini ada yg ngerasani ( gosipin ) aku.." Wali paidi menselonjorkan kakinya lalu menyandarkan tubuhnya ditiang langgar milinya, ketika wali paidi mau beranjak dari duduknya, datanglah seorang tamu yg lansung nyelong masuk dan mendekati wali paidi, ketika sitamu sudah dekat dg wali paidi, tiba2 saja
"Huekk juh.." sitamu dg semangat meludahi wali paidi, wali paidi kaget bukan kepalang. "Siapa sitamu ini, kok tiba2 saja meludahi aku" bathin wali paidi.
"Huek..huek..juh..." sitamu meludah lagi, kali ini mengenai mata wali paidi wali paidi diam saja, dengan ujung bajunya dia mengusap ludah yg mengenai wajahnya, bekacak pinggang sitamu ini mengangkat wajahnya lalu menunduk lagi dan
"Huekkkkk Juh..juh.." sitamu mengeluarkan semua ludahnya, wajah wali paidi jibrat ludah semua, wali paidi mulai menangis, dg perlahan wali paidi mengusap lagi wajahnya, lalu dg lembut wali paidi bertanya kepada sitamu "Siapakah tuan..."
si tamu dg tersenyum menjawab : "Aku adalah malaikat yg disuruh mengujimu, karena orang2 banyak yg memuji kalau kamu adalah orang yg sabar, makanya Allah menyuruhku untuk membuktikan apakah benar pujian orang terhadapmu, dan ternyata benar, kau memang orang yg sabar" Jawab orang itu lalu ngeloyor pergi. wali paidi hanya tertegun, dan tidak begitu lama datang lagi orang yg sangat perlente, wajahnya ganteng, gagah dan memakai stelan jas dan berdasi, sungguh gagah dan ganteg sekali setelah turun dari mobil mewahnya, sitamu mendekati wali paidi dan dg tersenyum sitamu ini duduk didekat wali paidi,
"Mas maaf mengganggu sebentar, bisa minta duwitnya mas, atm saya tadi hilang, buat beki bensin mas, .." kata sitamu.
wali paidi memandang sitamu dgn heran "Minta berapa" tanya Wali paidi.
"Sedikit mas, 1 juta saja" jawab sitanu.
"Wah kalo segitu gak punya aku.." jawab wali paidi.
"Ya berapa saja, pokoknya ada" pinta sitamu.
wali paidi agak ragu, tapi dia membuang jauh2 perasaan itu, bagaimanapun dia harus menolong
orang yg butuh pertolongan, gak peduli siapapun itu wali paidi menurunkan kopyahnya dan mengambil uang dari selipan kopyahnya, tanpa dihitung dia menyerahkan semuanya. dg tersenyum sumringah si tamu menerima uang pemberian wali paidi.
"Terima kasih, ternyata benar pujian orang2 terhadapmu, kamu adalah orang yg dermawan.." kata sitamu.
"Siapakah tuan" tanya wali paidi.
"Aku adalah malaikat yg disuruh mengujimu" jawab sitamu lalu ngeloyor pergi seperti tamu yg pertama.
wali paidi menunduk, dia sadar sekarang, mengapa hatinya jadi galau dan kepalanya jadi pusing, ternyata banyak orang yg ngerasani dg memuji-muji dirinya, dia tahu bahwa Allahlah yg pantas dipuji, Allahlah yg maha penyabar, Allahlah yg maha dermawan, Allah cemburu dan mengutus malaikat mengujiku karena banyak yg memuji aku sebagai orang yg sabar dan orang yg dermawan.
"Assalamu'alaikum..."
wali paidi tersadar dari tafakkurnya, setelah mendengar suara orang yg mengucapkan salam kepadanya.
"Wa'alaikum salam" jawab wali paidi.
berdiri didepan wali paidi wanita yg sangat cantik, memakai celana ketat dg atasan baju longgar lengan panjang putih, dan memakai kerudung ala kadarnya, tampak rambutnya yg berkilau kemerahan.
"kenalkan nama saya Mulan Jameela.." ucap wanita ini dg genit sambil menyodorkan tangannya.
wali paidi terdiam dan membathin "Ujian apalagi ini, dipuji apa lagi diriku ini ..."
* semoga bisa mengobati kerinduan kalian... dan kalau bisa jangan suka memuji2 orang yg masih hidup.





WALI PAIDI 16
Sehabis sholat magrib wali paidi lansung menuju jl sokarno hatta, sehabis melewati jembatan wali paidi belok ke kiri, setelah berjalan kira - kira 1 kilo wali paidi melihat habib yg dicarinya, habib yg dikiranya tukang becak, wali paidi melihat habib tsb memasuki sebuat toko distro, wali paidi mengarahkan sepedanya kekanan, tertampang tulisan didepan toko "MORKL" outlet. wali paidi celingak celinguk didepan toko, mencari habib yg lari kesitu,
"Mungkin aku salah lihat, kok gak ada disini." bathin wali paidi tak lama kemudian keluar pemuda jangkung dg perawakan agak kurus menghampiri wali paidi,
"Kang katanya mondok, kok keluyuran sampai kesini..." kata pemudapemuda.
"Wah...wah... Mas sakti toh, kok bisa disini mas...." kata wali paidi kagetkaget.
ternyata wali paidi mengenal pemuda jangkung ini, dialah mas sakti yg oleh wali paidi sudah dianggap sebagai kakak tuanya, walau umur mas sakti ini dibawah umur wali paidi, setelah saling mengolok - ngolok, mas sakti mengajak masuk kedalam toko,
"Ayo ngopi diatas aja kang..." ajak mas sakti dg menaiki tangga menuju ke atas toko wali paidi dan mas sakti melanjutkan obrolannya sambil ngopi, kadang mereka tertawa lepas, dan kadang disela sela obrolan mereka berdua bilang : Amin....Amin... wali paidi menselonjorkan kakinya dan merebahkan tubuhnya, didepannya duduk mas sakti sambil membaca koran bekas.
"Baca apa Mas..." tanya wali paidi.
"Ini baca ahmad dhani didemo..." jawab mas sakti.
"Soal apa mas..." tanya wali paidi lagi.
"Ini ahmad dhani pas konser menginjak lafadz Allah, kan logo dewa itu ada rangkaian lafads Allah, sedang lantai panggungnya ada gambar besar logo dewa yg ada lafads Allah tsb...." jawab mas sakti.
"Menurut sampeyan gimana mas..." tanya wali paidi.
mas sakti terdiam agak lama, setelah menaruh korannya dan menyeruput kopinya, mas sakti menyalakan rokok mildnya kemudian berkata :
"Menurut syariat dhani ini salah, tapi hakekatnya kita semua ini berdiri diatas lafadh Allah...." jawab mas sakti.
"Maksud dan contoh jelasnya gimana mas..." tanya wali paidi.
mas sakti berdiri memanggil temannya yg ada dibawah.
"Ping....tolong ambil kaca mata dibawa terus bawa kesini...." kata mas sakti.
tidak lama kemudian datang teman mas sakti dgn membawa kaca mata dan menyerahkan kpd mas sakti.
"Kamu pakai kaca mata ini...." ucap mas sakti sambil menyerahkan kaca matanya wali paidi duduk, dan memakai kaca mata yg diberikan mas sakti.
"Ya Allah....Allahu Akbar...." jerit wali paidi.
dalam pandangan wali paidi seluruh dinding toko dan lantainya terangkai lafadh Allah, wali mengarahkahkan pandangannya kebawah, lantai yg didudukinya yg terangkai banyak lafadh Allah yg banyak sekali, wali paidi agak ketakutan melihat ini semua, dan wali paidi juga melihat nafas yg keluar dari hidung mas sakti membentuk lafadh Allah, dalam pandangan wali paidi seluruh permukaan bumi ini ada rangkaian lafadh Allahnya, wali paidi dg berlinang air mata menyerahkan kembali kaca mata kepada mas sakti mas sakti menerimanya dg tersenyum, kemudian dia berkata, "Andai hijab hati kita di buka oleh Allah maka seluruh benda.dan seluruh permukaan bumi terangkai lafadh Allah, betapa tidak punya malunya kita kalau kita berbuat maksiat diatas rangkaian lafadh Allah, mungkar kepadanya sedangkan kita berada berada diatas buminya...." wali paidi semakin tesedu - sedu, dan tidak bisa dicegah wali paidi menangis dg kerasnya.... wali paidi terdiam diatas distro MORKL, mas sakti dg tersenyum senyum mempehatikan wali paidi didepannya, hening yg sangat lama menghinggapi mereka.
"Tidur aja dulu kang disini...." ucap mas sakti.
"Nanti aja belum ngantuk mas" jawab wali paidi.
tapi tidak lama kemudian wali paidi merasakan kantuk yg sangat berat, dan tidak dapat dicegah wali paidipun akhirnya tertidur, dalam tidurnya wali paidi bermimpi yg seakan-akan tidak bermimpi, karena dalam mimpinya wali paidi seakan duduk didepan mas sakti sama persis seperti dalam keadaan terjaga.
tiba-tiba ada suara bler....bler....bler.........didepan toko, wali paidi berdiri dan berjalan ke jendela toko, wali paidi melihat kakak mas sakti datang dg naik harley, dengan memakai jaket dan celana hitam kakak mas sakti ini turun dari mogenya, wali paidi tersenyum ketika melihat kakak mas sakti ini mencopot helmnya, potongan rambutnya itu keren habis, samping kanan dan kiri dicukur habis tinggal tengah sampai kebelakang dibiarkan panjang. wali paidi dalam mimpinya cuma terdiam, dia melihat mas sakti turun menyambut kakaknya, tidak lama kemudian mereka bedua naik keatas toko, wali paidi maju dan mencium tangan kakak mas sakti.
"Ini tho wali paidi hmm...." ucap kakak mas sakti.
"Inggih mas nggih niki larene..." jawab mas sakti.
setelah ngopi dan merokok sebentar terdengar suara lagi bler....bler.....rupanya ada harley lagi yg datang.
"Itu bang yik terongan udah datang, ayo berangkat, ayo kamu ikut juga."kata kakak mas sakti kepada wali paidi.
wali paidi berboncengan dgn yik terongan sedang mas sakti berboncengan dengan kakaknya. wali paidi seumur - umur baru kali ini merasakan naik harley dg kecepatan yg tinggi, wali merasakan dalam mimpinya seakan jalan yg dilaluinya ini menuju ke langit, mereka ber empat baru berhenti ketika didepannya berdiri dg megah sebuah istana yg sangat indah, wali paidi, yik terongan, mas sakti dan kakaknya turun segera turun.dari motor, dan berjalan ke arah istana, wali paidi melihat bumi dilijay dari atas tampak berselimutkan cahaya biru.
"Lapisan ozone...." bathin wali paidi.
kakak mas sakti mendekati wali paidi, dg menepuk nepuk pundaknya wali paidi, kakak mas sakti ini berkata: "Apa yg kamu lihat itu memang banyak yg menyebutnya sebagai lapisan ozone, sebenarnya lapisan biru yg mengitari bumi itu adalah cahaya iman yg terpancar dari hati setiap orang islam, kalau iman umat muslim semakin tipis maka lapisan biru tu juga akan menipis, dan cahaya matahari akan lansung masuk menerobos bumi, kalau cahaya iman sudah habis maka terjadilah kiamat..." jelas kakak mas sakti kepada wali paidi.
setelah menjelaskan tentang lapisan ozone, kakak mas sakti mengajak yik terongan dan adiknya untuk masuk ke dalam istana.
"Kamu belum waktunya masuk, jaga motor aja diluar..." ucap kakak mas sakti kepada wali paidi.
"Hahahaha.....santai aja sebentar lagi sampeyan boleh masuk...." olok mas sakti.
"Siap bos......" ucap wali paidi.




WALI PAIDI (Eps: 17)


Setelah mendapat banyak karunia dimalang, wali paidi kembali ke pondoknya, mbah kiai yg tahu kedatangan wali paidi merasa sangat senang, dan lansung menyuruh santri untuk memanggil wali paidi dan menghadap kepadanya, wali paidi yg mendengar titah gurunya itu lansung pergi ke ndalem.
" assalamu alaikum..." ucap wali paidi ketika berada didepan ndalem.
" wa alaikum salam..." jawab mbah kiai dari dalam wali paidi maju dan mencium tangan gurunya, tangan yg lembut dan wangi.
" ayo duduk..." mbah kiai mempersilahkan wali paidi duduk.
setelah duduk wali paidi melihat wajah gurunya ini, keyakinan wali paidi ini memang beda dg keyakinan para murid pada umumnya, kebanyakan para murid tidak berani menatap wajah gurunya ketika menghadap, karena hal tersebut bagi mereka termasuk tindakan yg kurang sopan, tapi pendapat wali paidi lain, dia lebih suka melihat wajah gurunya karena baginya melihat wajah orang sholeh adalah ibadah, dan tentu ada barokah didalamnya, keyakinan atau kedua pendapat ini sama benar, tinggal niatnya saja yg perlu ditata.
wali paidi melihat wajah gurunya ini begitu bersinar dan begitu suci bersih, seakan-akan gurunya ini akan berpergian, teringat ini wali paidi lansung menangis sesunggukan... mbah kiai yg melihat wali paidi menangis hanya tersenyum saja, lalu beliau bilang kepada wali paidi.
" apa yg kamu lihat dan yg kamu rasakan itu benar, aku memang akan pergi memenuhi panggilan Allah, waktunya sudah dekat, aku sebentar lagi akan meninggalkan dunia ini..." wali paidi tetap menunduk dan terus menangis, mbah kiai lalu berkata lagi.
" nak, nanti malam pergilah kamu ke belakang pondok, setelah mencapai sungai duduklah disitu, tunggulah teman abah, belajarlah kamu kepadanya, dan yg penting kamu manut dan jangan banyak bertanya..."pesan mbah kiai
" inggih kiai...." jawab wali paidi.
" apa yg kamu alami dimalang semuanya aku tahu, jadilah itu sebagai tonggak keimananmu, dan kamu sudah bertemu dg saudara-saudara seperjuanganmu, kelak kalau kamu bertemu mereka kembali sampaikan salamku kepada mereka.." mbah kiai lalu berdiri mendekati wali paidi, beliau menepuk-nepuk punggung wali paidi.
" sekarang kembalilah ke pondok, nanti malam laksanakan apa yg aku perintahkan..." ucap mbah kiai lalu masuk ke ndalem.
setelah mbah kiai sudah tidak terlihat wali paidi keluar dari ndalem, walau mbah kiai sudah tidak ada, wali paidi keluar ndalem tetap dengan membungkuk dan berjalan mundur.
malam harinya wali paidi melaksanakan apa yg diperintahkan kiainya, dia berjalan menyusuri jalan setapak dibelakang pondok, setelah tiba disungai wali paidi duduk ditepian sungai, tiada henti hati wali paidi berdzikir, wali paidi merasakan semenjak dari malang hati wali paidi ini bisa berdzikir dg sendirinya.
tidak lama kemudian datanglah sosok yg seumuran dg mbah kiai mendekati wali paidi wali paidi melihat pancaran sinar wajah orang ini sama persis dg pancaran wajah mbah kyai.
" aku teman gurumu, aku adalah khidir dan mulai saat ini aku akan mengajarimu...." ucap khidir lansung ke pokoknya.
" inggih...." ucap wali paidi.
" ayo ikut aku..." ucap nabi khidir lalu berjalan pergi wali paidi mengikuti dari belakang, wali paidi tidak banyak bertanya sesuai perintah gurunya, dia hanya manut saja, pasrah bongkoan.
nabi khidir baru berhenti ketika didepannya ada gazebo ( rumah bambu dg atap ilalang ) yg begitu indah, gazebo ini terlihat kokoh dan futuristik, didepannya ada taman kecil, dan disekitar gazebo terbentang hamparan rumput hijau yg asri, tempat ini seperti villa mahal didaerah pegunungan.
" masuklah, tempat wudlu dan kamar mandinya ada dibelakang.." ucap nabi khidir,
dan tidak lama kemudian adzan subuh berkumandang, wali paidi pergi kebelakang mandi, berwudlu kemudian sholat jamaah dg nabi khidir.
setelah sholat, wali paidi duduk diteras gazebo didepannya duduk dg berwibawa nabiyullah khidir as.
" aku akan mengajarimu ilmu syareat dan ilmu hakekat, aku akan memanjangkan waktu buatmu, satu hari didunia sama dengan satu tahun kamu bersamaku...." kata nabi khidir.
sejak itu wali paidi belajar kepada nabi khidir tentang berbagai ilmu, mulai shorof, nahwu, fiqih, balagoh mantiq dll, khusus ilmu tauhid nabi khidir mengajarnya dua hari, rabu dan kamis, sedang ilmu hakikat diajarkan disela2 pelajaran ilmu syareat untuk ilmu ini tdk terjadwal, mengalir begitu saja tidak terasa 10 tahun sudah wali paidi belajar kepada nabi khidir, wali padi sekarang sudah menguasai berbagai macam ilmu dan sangat mahir.
" sekarang sudah saatnya kamu kembali, ingat pesanku ini, ilmumu itu tdk dapat kau pamer2kan, apa yg aku ajarkan beda dg apa yg kamu terima dipondok, ilmu yg aku ajarkan kepadamu hanya akan keluar ketika dibutuhkan, ilmu itu aku taruh dihatimu" kata nabi khidir kepada wali paidi sehabis sholat isya' berjamaah.
" inggih..." ucap wali paidi.
" nanti kamu jgn kaget, karena waktu yg kamu habiskan disini selama 10 tahun, sama dg 10 hari ketika kamu dipondok" ucap nabi khidir.
hari itu juga nabi khidir mengantarkan wali paidi ketempat pertama kali mereka bertemu, setelah menyampaikan pesan2, nabi khidir pergi meninggalkan wali paidi wali paidi masuk pondok tepat adzan subuh berkumandang, sejak saat itu wali paidi seakan mempunyai ilmu laduni, para santri mengira seperti itu karena wali paidi hanya pergi 10 hari tapi setelah kembali ilmunya menjadi begitu luar biasa..... padahal ilmu yg didapat oleh wali paidi diperoleh dg rajin belajar selama 10 tahun.
tdk lama kemudian mbah kiai memang benar2 pergi meninggalkan dunia ini menghadap sang ilahi, berita tentang kematian mbah kiai tidak begitu menggemparkan, karena mbah kiai bukan kiai terkenal, prosesi pemakaman biasa saja, hanya para santri dan tetangga sekitar, tapi ada yg unik ketika prosesi pemakaman dilakukan, ada puluhan orang tak dikenal berdiri mengitari makam, ada yg berjubah dan bersorban, ada yg berjas dan berdasi ada juga berpenampilan seperti gelandangan.
setelah prosesi pemakaman selesei, ada sosok yg sangat akrab menghampiri wali paidi, sosok nabiyullah khidir.
" mereka yg hadir yg tidak dikenal orang disini adalah teman mbah kiaimu, mereka semua ini waliyullah, dan aku bersama mereka telah sepakat menunjuk kamu sebagai ganti dari gurumu,..." kata nabi khidir wali paidi tertegun tidak bisa berkata-kata,
lalu nabi khidir berkata lagi kepadanya "kamu sekarang menjadi WALI BADAL (wali pengganti)"




WALI PAIDI (Eps: 18)


Diceritakan pada beberapa edisi yg lalu tentang perjalanan (salik) nya wali paidi ketika mondok disebuah pesanten, cerita kilas balik sejarah asal mula sosok wali paidi, dan sekarang penulis akan mengisahkan sepotong cerita masa kecil wali paidi....
*** Berjalanlah dg menunduk seorang kiai kampung yg sudah sepuh, tampak sarung BHS nya yg lusuh pemberian orang 5 tahun yg lalu dan baju takwa yg sudah tidak bisa dibilang putih menghiasi tubuhnya yg ringkih kiai ini menuju musholla sederhana yg berada disamping rumahnya, kiai ini mendengar suara tangisan seorang anak kecil yg begitu menyayat hati dari dalam kamarnya ketika sholat dhuha, setelah mencarinya ternyata suara itu berasal dari dalam musholla disamping rumahnya.
Kyai sepuh ini dg agak gemetar memasuki musholla, setelah membuka pintu pagar dari kayu yg sudah lapuk, kiai ini masuk kedalam, dilihatnya ada anak kecil yg bersandarkan dinding duduk bersila dg memangku sebuah alqur'an, tampak pundak anak kecil terlihat berguncang-guncang karena menahan tangisannya yg memilukan kiai sepuh ini mendekati anak tersebut, setelah dekat barulah kiai sepuh ini mengenali siapa anak ini.
" lho, nak paidi....mengapa kok nangis begitu.." ucap kiai dg memegang pundak paidi kecil.
" ini mbah, dalam surat albaqoroh diterangkan kalau kayu bakar neraka itu adalah para manusia...." ucap paidi kecil dg suara terbata-bata.
" nak....kamu kan masih kecil, kamu masih suci, kamu gak akan masuk neraka..." ucap kiai menghibur. 
Dgn suara bergetar paidi kecil ini menjawab : " mbah, kalau panjenengan pernah lihat tungku pembakaran, pasti yg dimasukkan ke tungku pertama kali untuk menyalakan api adalah ranting-ranting kecil ..."
paidi kecil menunduk, terdengar suara tangisannya semakin keras, tampak qur'an yg dipangkunya basah terkena air matanya.
Kyai sepuh ini gemetar kakinya mendengar jawaban paidi kecil, dan kiai sepuh ini jatuh terduduk, kiai sepuh ini menangis sesunggukan....
" ya Allah.....astagfirullah....." rintih kiai sepuh.
paidi kecil terkejut, serta merta dia merangkul kiai sepuh, dia merasah bersalah karena menyebabkan kiai sepuh besedih, jadilah keduanya saling bertangis-tangisan.....
" mbah...njenengan gak usah bersedih, saya tahu dan bersedia menjadi saksi kalau mbah kiai adalah orang yg baik, dan saya yakin kalau mbah kiai kelak terhindar dari api neraka..." ucap
paidi kecil menghibur.
dgn masih menangis kiai sepuh ini menjawab : " nak....dalam tungku pembakaran, kayu yg paling lama dan terakhir dibakar adalah kayu bongkotan, kayu yg sudah tua seperti aku ini....."
tidak bisa dicegah pecahlah tangisan kedua, mereka saling berangkulan dan sama-sama menangis, pemandangan yg begitu menyayat hati......
esok harinya kiai sepuh ini sakit, kiai sepuh tiada henti- hentinya menangis, kalau ditanya orang- orang yg menjenguknya mengapa kiai tiada berhenti menangis, kiai hanya menggelengkan kepala dan terus menangis satu minggu kemudian mbah kiai ini dipanggil yg maha kuasa.....
Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un....





WALI PAIDI (Eps: 19)

Wali paidi pertama diberitahu oleh nabiyullah Khidirkalau dia adalah wali pengganti, mengalami kekagetan yg lumayan menggoncangkandirinya
sejak pengangkatan itu dirinya sering sakit, setiapbulan minim 2 kali wali paidi sakit, kadang tiba2 kepalanya pusing dan tubuhnyagreges, ros2 tulangnya serasa mau copot, dan setiap diobati penyakit itu tetapsaja menghampiri dirinya, seakan obat2an tdkmempan melawan penyakitnya
akibatnya wali paidi sering tidak hadir diacara -acara yg biasa ia hadiri, seperti ngopi bareng, remian, maleman, melek an,sampai bolo - bolo meledeknya, seperti orang kere yg manja hehehe
wali paidi jg gak ngerti dg keadaan tubuhnya ygtidak seperti biasanya ini, sampai akhirnya Nabi Khidir menemuinya dirinyalagi, Nabi Khidir datang dg bentuk seperti salesman, sales produk air mineral. Nabi Khidir menjelaskan kepada wali paidi: " setiap wali menanggung bala' atau menjaditameng setiap bala' yg diturunkan oleh Allah kpd umatnya..."
setelah menaruh barang dagangannya, Nabi Khidirmenjelaskan lagi: " bala' yg turun ditanggung oleh para walisesuai tingkatan masing2 wali, semakin tinggi derajat wali semakin berat juga bala' yg ditanggungnya, dulu alm Habib Abu Bakar as Segaf ketika meninggal perutnya ketahuan bolong karena menanggung bala' umat yg dinaunginya, beliau adalah qutb, pemuka dan sultan para wali, sedang tanggungan bala' yg paling ringan adalah sakit kepala, awak greges seperti yg kamu alami itu...."
wali paidi manggut - manggut, dia jadi mengertikalau dia adalah wali pemula, wali pengganti ( wali badal ) seperti pemaincadangan dalam sepakbola,
" matur suwun, maklum wali anyar2an jadinya manja..." ucap wali paidi.
Nabi Khidir berkata lagi: " bersikaplah biasa seperti orang yg tidak sakit, mereka para wali jg mengalaminya, tapi mereka menyembunyikannya...."
Nabi Khidir berdiri lalu beranjak pergi, baru berjalan beberapa langkah Nabi Khidir menoleh dan berkata lagi: " oh ya, setiap ada orang yg memuji2mu, kamu jg akan merasakan sakit seperti itu...."
wali paidi terdiam, dia menyeruput kopinya lagi,dan mengambil satu batang rokok dan menyalakannya. enak2 merokok lewatlah Nabi Ilyas disamping wali paidi yg menyamar sebagai penjual gorengan
" memang enak jadi wali...hehehe..." kata Nabi Ilyas setengah berlari menyusul Nabi Khidir....





WALI PAIDI (Eps: 20)

Wali paidi dg perasaan gundah berniat pergi ketulungagung sowan ke mas kiai, dia sudah gerah ketika banyak yg melaporkan kpdnya kalau sekarang banyak para murid mas kiai kesana kemari menjual nama mas kiai untuk kepentingan dirinya pribadi, meminta uang dan minta dihormati secara berlebihan.
ketika memasuki gerbang pondok, wali paidi melihat banyak orang duduk di sebelah musholla, sekitar lima orang yg duduk disitu, terlihat mereka adalah orang penting dipondok sini.
" ada perlu apa mas...." tanya salah satu dari mereka.
" sowan ke mas kiai..." jawab wali paidi.
" oh ke romo kiai..." jawab mereka.
terlihat dari jawaban itu, kalau mereka tdk suka dg sebutan mas kiai yg di sebutkan oleh wali paidi, menurut mereka kurang sopan.
" wah...skrng romo kiai tdk di ndalem, sampeyan ke makam aja dulu, menunggu disana..." jawab mereka.
" inggih..." jawab wali paidi.
ketika wali paidi mau beranjak pergi ke makam, ada suara yg memanggilnya " di....paidi...ayo melu aku...."
wali paidi menoleh, dilihatnya mas kiai yg memanggilnya, wali paidi berbalik mendekati mas kiai dan mencium tangannya, serentak kelima orang yg duduk disebelah musholla berdiri berniat ikut salaman ke mas kiai, ternyata mereka duduk disitu juga menunggu mas kiai.
mas kiai mengangkat tangannya, beliau memberi isyarat kalau beliau tdk mau disalami, mereka lalu duduk kembali.
wali paidi mengikuti mas kiai keluar dari pondok, mas kiai menuju mobil yg berada didepan gerbang, mas kiai menyuruh wali paidi masuk ke dalam mobil, didalam mobil sudah ada adik2 mas kiai, wali paidi menyalami mereka.
mas kiai mengarahkan mobilnya ke selatan, wali paidi tdk tahu diajak kemana, mobil itu baru berhenti ketika didepannya ada warung kopi , mas kiai turun di ikuti adik2nya, wali paidi mengikuti dibelakang, warung kopi ini terlihat sederhana tp dari aroma kopinya,terasa kalau kopi di warung ini terasa nikmat.
adik2 mas kiai duduk agak menjauh, sedang walipaidi dan mas kiai duduk satu meja
wali paidi belum berani mengutarakan niatnya ke mas kiai, baru setelah pesanan kopi datang, dan mas kiai tampak sudah menyeruput kopinya, dan mulai menyalakan rokok mild-nya, wali paidi berniat mengutarakan unek2nya.
" dari rumah saja di..." mas kiai mendahului bertanya.
" iya mas kiai..." jawab wali paidi.
" begini di...kadang Allah menguji hambanya dg mendatangkan orang yg bernat menipu kpd kita, apakah hati kita akan terusik dg hal tsb atau tidak, seyogyanya kita dlm menata hati tdk boleh membedakan siapapun yg datang kpd kita, hati kita tdk boleh kemasukan sifat benci ataupun tdk suka kpd siapapun..." kata mas kiai.
setelah menghisap rokoknya mas kiai berkata lagi: " Allah mengujiku dg mendatangkan para murid yg suka menjual namaku, suka meminta atas namaku, dlm hal ini tdk boleh sedikitpun didalam hatiku ada rasa benci atau tdk suka terhadap mereka, krn Allah lebih berhak memutuskan apa yg dikehendakinya, aku hanya membimbing mereka, kadang Allah mengirim orang untuk menipuku, apakah hatiku akan sedih dg uang ratusan juta yg raib krn ulah mereka, apakah hatiku akan benci kpd mereka, ini semua ujian di..., kadang untuk menghajar napsuku,aku malah memberi uang kpd mereka yg pernah menipuku....kita harus menjaga hati kita jgn sampai kemasukan sifat2 tercela..."
wali paidi menunduk, dan tanpa bisa dicegah berlinanglah air matanya...




WALI PAIDI (Eps: 21)


"kring...kring......kring...."
wali paidi melihat hapenya, terlihat sebuah nama yg wali paidi sangat mengenal dan menghormatinya, wali paidi mengangkat hapenya.
" bro....ayo ngopi....." suara terdengar dr seberang.
" siap...bro..." jawab wali paidi.
wali paidi bergegas ganti pakaian, sarung wadimor dan baju ditanggalkannya, dia ganti memakai celana yg bawahnya mengecil yg dia tdk tahu celana apa ini namanya, kaos oblong ketat warna hitam dan rambut gaya kim jong il yg lg ngetrend saat ini, yg kanan kiri dipotong tipis tp atasnya dibiarkan lebat, wali paidi baru kemarin potong rambut model begini di tukang potong rambut madura.
wali paidi bergaya seperti ini demi menghormati teman yg mengajaknya ngopi ini, wali paidi ini sampai sekarang masih heran dg temannya yg satu ini, penampilannya " mas bro banget " padahal kalau tahu dan lama bergaul dgnya, temannya ini luas dan dalam laksana samudera.
wali paidi berangkat, padahal dia belum tahu temannya ini ngopi dimana, yg penting dia berangkat dg niatan nyambung seduluran.
tdk lama kemudian hapenya berbunyi, ada sms masuk
" aku tunggu di broJan coffee....." bunyi sms.
" oke meluncur bro..." balas wali paidi dlm smsnya.
sekitar satu jam an wali paidi sudah sampai di warung yg dimaksud, caffe yg bergaya modern dan gaul, wali paidi masuk kedalam, dilihatnya temannya ini sudah ada didalam bersama kawan2nya.
" hai....sini bro..." ucap temannya mempersilahkan duduk.
wali paidi mengangkat tangannya ( say hello ) kemudian duduk, tidak lama kemudian datang seorang perempuan menyodorkan menu kpd wali paidi.
" pesan apa bro..." ucap wali paidi kepada temannya.
" terserah bro..." kata temannya.
wali paidi mengambil menu dan membukanya, wali paidi mulai kebingungan dg gambar menu yg dilihatnya, gambar makanan dan nama yg aneh2 terpampang didepan wali paidi, wali paidi bingung karena selama ini wali paidi kalau ke warung tahunya hanya rawon dan nasi pecel, wali paidi
mencoba melihat menu minuman, wali paidi tambah bingung karena gambar kopi hitam yg dicarinya tdk ada, yg ada hanya minuman warna warni dan aneh2, ada kopi tapi sdh dimodifikasi sedemikian rupa.
" ini aja bro.." wali paidi menunjuk gambar minuman yg menurutnya menarik
" gak makan..." ucap temannya.
" gak bro..." ucap wali paidi.
" disini makanannya jg ada nasinya lho..." goda temannya tahu kalau wali paidi bingung.
" gak bro udah kenyang..." kata wali paidi.
wali paidi sendiri tidak tahu mengapa dirinya merasa gak selera dan merasa kenyang setelah melihat gambar makanan dimenu. setelah makanan datang, mulailah wali paidi ngobrol-ngobrol, asap rokok mulai mengepul diantara mereka, mild, sam soe, marlboro berserakan diatas meja suasana di caffe sangat ramai, disebelah meja wali paidi ada sekelompok muda mudi yg sangat ramai, tertawa dan bersenda gurau dg hebatnya.
" biarkan saja mereka bro, mereka itu masih mimpi, nanti kalau mereka bangun mereka akan menangis- nangis...." ucap temannya kpd wali paidi.
wali paidi kaget, tiba2 wali paidi seakan-akan melihat mereka yg sedang bersenda gurau itu sudah mati berada dalam kuburnya dan menangis menjerit-jerit karena siksa.
" ya Allah...ya Allah...astaghfirullah...." ucap wali paidi dg kaget dan spontan wali paidi berdiri lalu duduk, berdiri lagi lalu duduk lagi.
" ya Allah...bro...bro...gimana dg diriku bro...gimana dg diriku bro..." ucap wali paidi dg menunduk.
wali paidi merasa dirinya selama hidup didunia ini bagaikan orang yg tidur dan bermimpi, dia sering melupakan Allah dan hanya mengejar kenikmatan dunia, kelak kalau dirinya mati dia baru sadar, seakan bangun dari tidurnya.
" astaghfirullah.....astaghfirullah....." hanya itu yg keluar dr mulut wali paidi dg lirih.






WALI PAIDI (Eps: 22)

Dengan bersandarkan tembok wali paidi menikmati kopinya, sesekali dia menyedot rokoknya,
“ Allah...Allah....Allah....” dzikir wali paidi mengiringi hembusan rokoknya.
Wali paidi mendoakan seluruh masyarakat dikampungnya, seluruh teman-temanya, guru-gurunya dan semua yg berhubungan dgnya, wali paidi bersiap-siap mau mengunjungi saudaranya yg baru mempunyai anak.
Setelah merasa cukup ngopi dan merokoknya wali paidi mengeluarkan motor dan mempersiapkan segala keperluan kalau hujan turun, dan berangkatlah wali paidi ke rumah saudaranya.
Wali paidi sebulan ini diberi karomah oleh Allah berupa kilatan-kilatan kejadian2 yg akan terjadi dikemudian hari, orang jawa mengistilahkan “weruh sak durunge winarah“ , repot juga sekarang jadinya, karena wali paidi kadang2 keceplosan omong, mengatakan sesuatu yg belum terjadi kepada orang2 disekitarnya.
Dan ketika ada istri dari saudaranya ( teman seperjuangan wali paidi ) ini hamil, wali paidi mendapat kilatan cahaya dihatinya kalau anak dari saudaranya ini laki2, tapi saudaranya ini bilang kalau istrinya habis di USG dan hasilnya kalau calon anaknya ini perempuan, wali paidi sangat menghormati saudaranya ini, karena dialah yg memperingatkan wali paidi kalau dia mulai salah arah, wali paidi hanya diam setelah diberitahu oleh saudaranya ini, saudaranya ini lalu berkata lagi: “ kalau anakku lahir laki di....kelak dia akan jadi wali besar...”
Wali paidi tersenyum, dalam hati dia berkata : “saudaraku ini memang lucu dan aneh, katanya perempuan doanya seakan calon anaknya ini laki hehehe...”
“ Amin...amin...amin....” Wali paidi dg sepenuh hati mengamini.
“ tapi calon anakku ini perempuan di....“ katanya kpd wali paidi
“ ha...ha...ha.....” wali paidi hanya bisa tertawa melihat semua ini.
Dan kemarin wali paidi mendengar kalau anak dari saudaranya ini telah lahir, dan anaknya ternyata laki, wali paidi ikut bergembira mendengar khabar ini,
Wali paidi sampai di rumah saudaranya ini sehabis magrib, dan ternyata ibunda dari saudaranya ini ada disana, dan yg membuat wali paidi terkejut ternyata mas kiai guru wali paidi juga berada disitu.
“ baru datang di...” Tanya mas kiai.
“ inggih mas....” Jawab wali paidi.
“ saudaramu masih menemui para tamu dari saura dekat sekitar sini, kamu sama aku ada...” ucap
mas kiai,
Lalu mas kiai berdiri menuju sebuah kamar, dan wali paidi mengikutinya, sesampai dikamar mas kiai menyalakan tivi, dan duduk bersila
“ duduk sini di...sebentar lagi kopinya akan datang...” ucap mas kiai.
Wali paidi duduk disamping mas kiai, melihat tivi berdua, setelah memindah-mindah chanel akhirnya di temukan film action barat yg bagus.
“ wah iki film apik di...” ucap mas kiai dg gembira.
Wali paidi hanya diam, wali paidi sebenarnya suka dg film itu, tapi wali paidi sudah pernah melihatnya dan tahu dg akhir ceritanya
“ gak suka dg film ini di...” Tanya mas kiai.
“ ndak mas...” jawab wali paidi berterus terang, karena percuma kalau ngomong ditutup-tutupi.
“ mengapa...” Tanya mas kiai lagi.
“ karena sudah tahu jalan ceritanya...” jawab wali paidi lagi.
Lalu dua cangkir kopi datang diantarkan kpd mereka, mas kiai membuka tutup cangkir kopinya dan menghirup aromanya, tampak wajah yg begitu bersyukur terlukis diwajah mas kiai, lalu mas kiai menaruh cangkirnya dan berkata :
“ ya begitulah kalau sudah tahu akhir ceritanya di..., walaupun film yg kau lihat itu bagus akan terlihat membosankan, makanya ketika Allah memberiku kilatan cahaya kejadian2 yg akan terjadi dimasa mendatang, aku meminta kepada Allah untuk menutupnya kembali, karena hidup ini akan gak asyik dan membosankan.....”
“Ha....ha...ha...ha....” wali paidi dan mas kiai tertawa,
“ ha...ha...ha...ha....” Mereka tertawa lagi, tahu sama tahu.
“ begitu juga dg saudara kita yg baru punya anak ini, dia sebenarnya bisa melihat jenis kelamin anaknya, tapi dia tidak mau, biar jadi kejutan begitu katanya...” ucap mas kiai.
“ inggih.....inggih....hahaha...” ucap wali paidi.
“ kasihan orang2 yg disekitarmu di...kalau kamu tidak minta kpd Allah untuk menutupnya....” Kata mas kiai.
“ inggih mas.....” jawab wali paidi dan mulai berdoa kpd Allah untuk menutup kilatan cahaya karomah.





WALI PAIDI (Eps: 23)

Disebuah warung kopi ( loodst coffe Raden Wijaya ) duduklah wali paidi dipojok warung disebelahnya pintu masuk, wali paidi pesen kopi klasik satu cangkir, karena hanya menu itu yg menurut wali paidi yg terasa kopi. Lagi enak merokok datanglah temannya duduk disamping wali paidi, setelah bersalaman dan pesan kopi, temannya ini berkata kepada wali paidi.
" bro aku habis menggoda setan....." ucap temannya.
" hmm......." jawab wali paidi tersenyum.
Teman wali paidi lalu bercerita: " sudah dua hari ini bro setiap aku mau sholat isya setan mendatangiku, kakiku dipijit, rambutku dibelai dan mataku ditiup olehnya, dan akhirnya aku kalah..."
Setelah menyalakan rokoknya teman wali paidi ini melanjutkan ceritanya dg penuh semangat, " dan tadi dihari ketiga aku berpura-pura terbuai oleh pijatan setan, tapi lama-lama aku mulai hanyut dan benar2 mau tertidur, ketika mataku mau terpejam aku bentak tubuhku untuk bangun, dan akhirnya aku bangun dan sholat isya, aku puas bisa membuat jengkel para setan yg gagal memperdayaiku..."
" apa kamu bisa melihat setan...." tanya wali paidi.
" tidak, tapi aku bisa merasakannya..." jawab temannya.
" sebenarnya setan tetap berhasil menggodamu.." kata wali paidi.
" kok bisa begitu, coba sampeyan jelaskan.." pinta temannya.
" kamu sholat isya sudah bukan karena Allah tapi karena pingin membuat jengkel para setan, padahal setannya gak jengkel malah senang melihatmu melakukan itu..." jelas wali paidi.
" masya Allah.....iya ya....aku gak menyadari hal itu, trus selama ini gimana caranya sampeyan melawan hawa nafsu..." tanya temannya.
" aku belum pernah melawan tapi hanya minta kepada Allah supaya diberi kekuatan menahan hawa nafsu, karena manusia sudah dicap sebagai golongan yg dhoif ( lemah ), manusia baru kuat kalau diberi kekuatan oleh Allah" jelas wali paidi lagi.
" terimakasih bro...." kata temannya
Setelah menghabiskan kopinya temannya ini pamit pulang kepada wali paidi Tidak lama berselang datang lagi teman wali paidi, tapi sikapnya beda dg temannya yg tadi, temannya kali ini setelah pesan kopi hanya duduk diam disamping wali paidi,
" ada apa bro, soal jodohmu ya...." tanya wali paidi.
Mendengar pertanyaan itu, wajah teman wali paidi ini terlihat berubah terlihat sumringah, " iya bro, ini kan sudah 2014 sedang jodohku belum ada juga, padahal aku sudah minta kpd Allah dan juga sudah minta didoakan oleh banyak kiai.." jawab temannya.
" sebenarnya Allah sudah memberimu jodoh setiap kali kamu memintanya..." jawab wali paidi datar.
" tapi bro ...kok sampai sekarang aku belum nikah..." protes temannya.
" itu karena setiap kali Allah memberimu jodoh, kamu menolaknya, krn merasa jodoh yg diberikan oleh Allah tidak sesuai dg selera dan kekarepanmu..." jawab wali paidi.
Teman wali paidi ini terdiam mendengar jawaban wali paidi dan nampak kalau hatinya belum bisa menerima dg apa yg diomongkan oleh wali paidi ini.
" kamu tidak bisa mengatur Allah untuk memberimu jodoh yg sesuai dg keinginanmu, Allah maha perkasa gak bisa hambanya yg lemah seperti kita ini mengaturnya, tapi walaupun begitu Allah tetap maha rohman, setiap kamu menolak dan lalu minta lagi Allah tetap memberimu, sampai kapanpun Allah tetap mengabulkan permintaanmu biarpun kamu berkali-kali menolak pemberian Allah tersebut...." jelas wali paidi.
" lalu bagaimana bro...." tanya teman wali paidi.
" gantilah doamu, jangan mengatur Allah, mintalah kpd Allah supaya hatimu kuat dan tabah menerima jodoh yg diberikan oleh Allah kepadamu..." jawab wali paidi.
Temannya ini sekali lagi terdiam dan tetap masih belum juga bisa menerima apa yg diucapkan oleh wali paidi......





WALI PAIDI (Eps: 24)

Sehabis dari makam gurunya wali paidi lansung menuju warung kopi di daerah botoran, "loodst coffee" warung kopi yg tertua dari loodst yg lain, seperti biasa wali paidi pesen kopi clasik karena hanya menu itu yg masih terasa kopi hehehe....
Wali paidi duduk diteras depan menunggu temannya yg masih sowan ke mas kiai, wali paidi menyeruput kopi clasiknya sedikit, karena kopi clasik ini tersaji dg cangkir yg sangat kecil, biasanya kalau wali paidi lagi ngopi di loodst raden wijaya dia pesan kopi clasik yg gelas agak gedhe, di loodst botoran ini dia lupa minta gelas yg agak gedhe ketika pesan tadi.
Wali paidi mengarahkan pandangannya ke kaca yg bertuliskan loodst coffee, bathinnya berkata, "semoga loodst coffee ini ada ditiap kota seluruh jawa, loodst coffe ini didirikan sejatinya untuk kesejahteraan umat bukan untuk memperkaya diri, siapapun yg ngopi disini ikut andil dalam mensejahterakan umat..."
Tak lama kemudian teman wali paidi datang, setelah temannya ini duduk wali paidi bertanya kepadanya, " dibilangin apa saja apa mas kiai..."
" disuruh membuat lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya..." jawab teman wali paidi.
" hmm...disuruh lansung praktek khoirunnas anfa'uhum linnas..." kata wali paidi.
" iya...kang..." kata teman wali paidi.
" memang salah satu karomah para wali saat ini adalah bisa memberi pekerjaan kepada orang lain...." jelas wali paidi.
" tapi ada yg mengganjal dihati tentang perkataan beliau..." kata teman wali paidi.
" apa itu..." tanya wali paidi.
" mas kiai sangat tidak suka kalau melihat anak muda yg kerjaannya mancing...." jelas temannya.
" hahahahaha......" wali paidi tertawa.
" kita kan tahu, mbah kiai dimojokerto juga sering mancing..." jelas teman wali paidi.
Wali paidi menyedot rokoknya dalam-dalam, lalu dia bercerita : "Dulu ada santri yg bertanya kepada mbah kiai, waktu itu mbah kiai sedang dalam posisi mancing"
" kiai apa nabi Khidir suka dg orang yg mancing..." tanya santri.
Santri ini berasumsi dan sering mendengar cerita kalau nabi khidir itu suka menjumpai orang tertentu ketika mancing.
" bukan begitu, nabi khidir itu suka dg orang yg mempunyai jiwa yg tenang, dan biasanya orang yg mancing itu mempunyai jiwa yg tenang..." jawab kiai
Setelah mendengar cerita wali paidi temannya ini bertanya kpd wali paidi: " trus tentang dawuh mas kiai tentang mancing ini gimana.."
" mas kiai benar, sekarang orang yg suka mancing itu rata-rata bertujuan melarikan diri dari masalah yg dihadapinya, beda sekali dg mancingnya mbah kiai..." jelas wali paidi.
" maksudnya kang..." tanya teman wali paidi.
" Mbah kiai adalah orang yg sudah mempunyai jiwa yg tenang...." Jelas wali paidi. Wali paidi diam, suasana menjadi hening beberapa saat, lalu wali paidi berkata lagi,
" mbah kiai adalah orang yg dipanggil oleh Allah dalam surat al fajr..... "Wahai jiwa yg tenang Duduklah kamu disisiKu dg riang gembira dan penuh ridloKu Masuklah kamu kepada barisan para kekasihKu ( aulia ) Masuklah ke tempat yg tidak ada kesedihan maupun kegelisahan Mbah kiai mancing itu hanya sebagai sarana untuk berdialog dg tuhan, bukan bertujuan melarikan diri dari masalah, atau bukan karena gak kerasan tinggal dirumah karena diomeli istri,..." jelas wali paidi.
Teman wali paidi ini mengangguk-anggukkan kepalanya,
" oh...aku sekarang paham, mengapa mas kiai menyuruhku membuka lapangan pekerjaan..." kata teman wali paidi.
" biar teman2 kita kalau mancing bukan sebagai sarana untuk melarikan diri, tapi sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah..." tambah temannya lagi.
" tidak hanya mancing, tapi banyak teman-teman kita yg menggunakan kuburan para wali sebagai sarana melarikan diri dari masalah, bukan karena niat berziarah..." kata wali paidi.
" hahahaha..." wali paidi dan temannya lalu tertawa.




WALI PAIDI (Eps: 25)

Di dalam perjalanan tiada henti wali paidi berdoa membaca sholawat yg ditujukan kepada semua orang yg ditemuimya di dalam perjalanan, hari itu wali paidi menuju ke rumah mas kiai, karena beberapa hari yg lalu wali paidi dipanggil untuk membicarakan arah perjuangan yg mas kiai perintahkan kepadanya.
Selama ini wali paidi lebih mengutamakan untuk membimbing anak-anak nakal yg tidak tahu arah dan sudah dikucilkan dimasyarakat, wali paidi lebih senang merawat mereka, karena mereka ini kalau diarahkan tidak pernah membantah dan manutnya itu saklek tanpa dipikir panjang, pasrah bongkoan, beda dg para santri yg selama ini jg dibimbing oleh wali paidi, mereka lebih sering protes dan merasa dirinya sudah mengerti, kadang wali paidi jadi gregetan menghadapi para santri ini.
Wali paidi masih ingat dg ucapan mas kiai yg mengistilahkan para anak-anak nakal ini dg sebutan "semak belukar"
" di..(wali paidi )..semak belukar kalau yg merawat itu seorang gembala, maka akan jadi makanan ternak semua, tapi kalau yg merawat itu seorang tabib maka semak belukar itu bisa jadi obat.."
Sejak itu wali paidi mulai memperhatikan anak-anak nakal yg kehilangan arah tersebut, wali paidi berjuang mengorbankan waktu bahkan uang demi untuk menemani mereka.
Sesampai dirumah mas kiai , wali paidi lansung disuruh masuk kekamar mas kiai dan setelah nyeruput kopi, mas kiai bertanya kepada wali paidi. " bagaimana pendapatmu tentang yayasan-yayasan yg aku bentuk selama ini..."
Wali paidi menjawab dg terus terang: " 80 persen mubazir mas, sedang mubazir itu senjatanya setan mas hehehe, orang - orang yg mas kiai percaya selama ini banyak yg tidak paham dan keliru memahami apa yg mas kiai perintahkan, mereka merasa sudah mengerti dan merasa bangga dg amanat yg mas kiai berikan..."
" benar apa yg kamu ucapkan, kalau memang kamu berpendapat seperti itu kamu harus ikut bertanggung jawab untuk membantu membetulkan yayasan-yayasan yg aku bentuk selama ini, supaya berjalan di rel yg benar dan lurus..." jawab mas kiai.
" inggih... mas kiai" jawab wali paidi dg berat.
Mas kiai tersenyum melihat wali paidi yg agak keberatan dg tugas yg ia berikan, mas kiai tahu kalau beban wali paidi sekarang menjadi semakin berat, karena mengarahkan santri yg ahli ilmu itu lebih sulit daripada mengarahkan para anak-anak nakal atau santri yg bodoh.
Melihat itu mas kiai menjelaskan kepada wali paidi. " walau bagaimanapun orang yg punya ilmu itu lebih tinggi derajadnya daripada orang yg tidak
punya ilmu, mereka ini bagaikan pohon, dan yg namanya pohon itu tidak mudah untuk tumbuh dan jumlahnya semakin hari semakin sedikit, beda dg semak belukar, dimanapun dan kapanpun semak belukar ini bisa tumbuh, dan jumlahnya semakin hari semakin banyak..."
Wali paidi tersenyum sendiri, mas kiai tahu dg apa yg dilakukan dan yg dijalankankan olehnya selama ini,
" inggih mas... akan saya jalankan perintah mas kiai" jawab wali paidi.
" pohon-pohon yg sukar untuk diatur kamu sisihkan dulu, carilah pohon-pohon yg mudah dan mau untuk diatur dan diarahkan, kalau pohon yg bagus ini sudah tertata, baru kamu tata lagi pohon- pohon yg ruwet itu, kalau mereka tetap tidak mau, tinggalkan saja mereka...." jelas mas kiai.
" trus pohon yg ruwet itu buat apa mas kiai..." tanya wali paidi.
" jadikan kayu bakar saja..." jawab mas kiai.
" hahahahaha...." wali paidi tertawa.





WALI PAIDI (Eps: 26)

Ketika wali paidi enak- enak ngopi dan menikmati rokoknya lewatlah seorang penjual kacang godok, orang ini menjual kacang dg memakai pikulan, memakai sarung, baju taqwa dan memakai peci yg semuanya terlihat lusuh, ketika menjual kacang dia hanya diam tidak berteriak menawarkan dagangannya, kalau ada orang memanggil baru dia berhenti, kalau gak ada yg beli dia berjalan terus.
" penjual kacang ini tetap tidak berubah sejak dulu, sewaktu aku kecil penjual kacang ini sudah jualan, dan sampai sekarang wajah, kulit dan pakaiannya tidak berubah, sama persis seperti yg dilihat wali paidi sewaktu kecil,..." wali paidi membathin .
Wali paidi tersadar kalau sebenarnya penjual kacang ini bukan orang sembarangan, wali paidi berdiri dan berniat menghampiri penjual kacang godok tsb. Penjual kacang itu masuk disebuah gang kampung, wali paidi mengejarnya, ketika wali paidi masuk gang penjual kacang itu sudah tidak terlihat hilang entah kemana.
" mungkin beliau tidak berkenan dan asyik dg kesendiriannya " bathin wali paidi.
Malamnya wali paidi bermimpi, dalam mimpi tersebut wali paidi bertemu dg gurunya seorang mursyid yg kamil yg sudah meninggal beberapa tahun yg lalu.
Dalam mimpinya guru wali paidi berkata kepadanya "nak, wali-wali Allah ada sebagian yg tersembunyi, gusti Allah memang menyembunyikan mereka, tugas merekapun hanya Allah yg tahu, semisal organisasi wali yg seperti ini tidak masuk menjadi anggota maupun jajaran pengurus, tapi lansung menjalankan tugas dari Allah. Nak, salah satu wali yg seperti ini adalah uwais alqorni dan penjual kacang godok yg kamu temui kemarin, mereka ini wali yg mastur (tersembunyi), jangankan aku, rajanya wali seperti syaikh abdul qodir maupun syaikh abu hasan as syadzili pun tidak akan tahu kalau mereka ini wali, bukan karena derajadnya lebih tinggi tapi Allah yg menyembunyikannya, andai aku masih hidup aku juga tidak akan tahu.."
Lalu wali paidi terbangun dari tidurnya "subhanallah....." ucap wali paidi.
Besoknya wali paidi mencari keberadaan penjual kacang yg ditemuinya kemarin, tapi tidak ketemu, wali paidi memang tidak terlalu ngoyo mencari keberadaan penjual kacang tersebut hanya sekedarnya saja, kalau ketemu ya alhamdulillah kalau tidak ya gak apa-apa.
Baru satu bulan kemudian wali paidi mendengar keberadaan penjual kacang tersebut, beliau ini bernama Amin orang biasa memanggilnya pakmin kacang, beliau bertempat tinggal didaerah pinggiran salah satu kota dijawa timur, wali paidi baru tahu keberadaan pak amin ini setelah beliau sudah meninggal, menurut orang di kampungnya pakmin ini orangnya tidak banyak omong tapi jiwa sosialnya tinggi sekali,pernah pakmin ini sendirian membetulkan pagar sekolah SD yg roboh dikampungnya, dia menabung sedikit demi sedikit uang dari hasil menjual kacangnya, pernah juga pakmin ini sendirian membetulkan jalan dikampung yg sudah rusak parah, beliau memaving sedikit demi sedikit, memang membutuhkan waktu yg lama tapi akhirnya rampung juga.
Orang kampung banyak yg menasehati pakmin, supaya membiarkan saja jalan yg rusak tsb, karena sebentar lagi pemerintah yg membetulkannya dan itu memang sudah jadi program pemerintah, tapi pakmin tidak mau, beliau tetap membetulkan jalan tsb, beliau bilang "gak apa-apa, mudah2an dg membetulkan jalan ini, Allah memudahkan jalanku diakhirat kelak"
Lalu wali paidi diajak berjalan kesawah yg berada disamping rumah pakmin, wali paidi melihat dikejauhan ditengah areal persawahan ada sebuah surau (langgar)
" itu langgar peninggalan pakmin, beliau baru saja merampungkannya sebelum meninggal..." kata orang kampung tetangga pakmin ini.
Tetangga pakmin ini lalu bercerita kepada wali paidi, kalau sebelum pakmin meninggal dia sempat bertanya kpd pakmin, mengapa beliau susah payah membangun langgar, sedang beliau ini miskin, biarkan orang - orang kaya saja yg membangun langgar krn itu mmg sudah kewajibannya, Beliau (pakmin) menjawab,: "Nabi Nuh pernah mendatangiku, beliau (Nabi Nuh) menyuruhku untuk membuat perahu seperti yg dibuat olehnya kala itu untuk menyelamatkan umat, dan dari perintahnya itu alhamdulillah Allah mengijinkan aku untuk membangun langgar kecil, langgar itulah perwujudan dari perahu nabi nuh..."
Wali paidi menunduk, menyembunyikan airmata yg mulai menggenang dimatanya, wali paidi tidak kuat menahan keharuan dihatinya, dia lalu pamit pergi "terimakasih...."pamitnya lirih.




WALI PAIDI 27
Dgn ditemani kopi wali paidi duduk diteras langgar rumahnya, pagi itu wali paidi teringat dg aktifitas salah satu putra kiai yg dikenalnya, gus abu baradewa gus ini sangat low profil, pakaiannya sederhana dan itu2 saja gak pernah ganti, kaos oblong lusuh dan celana training, bukan karena gak pernah ganti, tapi pakaiannya yg bagus2 sering diberikan kepada orang lain, sampai adik2nya jengkel, khususnya adik perempuannya.
gus abu baradewa ini wajahnya biasa tapi sorot matanya ini sangat teduh dan terkesan sayu, banyak putri2 kiai yg jatuh hati padanya, wali paidi tersenyum sendiri ketika teringat peristiwa lucu gus abu baradewa ini, ketika gus abu ini dapat undangan resepsi manten salah satu putri kiai besar yg jg pernah jatuh hati padanya, adik2 perempuan gus abu ini kalang kabut, adik2nya ini kuatir nanti kalau kakaknya datang ke resepsi pernikahan dg pakaian yg biasa dipakainya tiap hari itu, sedang mereka kenal baik dan akrab dg ning yg punya hajat ini, dan dg inisiatif saudara2nya yg lain adik perempuannya ini membeli kemeja yg bagus buat kakaknya, kalau gak salah warna kemejanya ini biru langit, ketika memberikan kemeja kpd gus abu, adiknya ini mewanti-wanti supaya kakaknya memakai kemeja yg diberikannya.
acara resepsi akhirnya tiba, adik gus abu ini datang duluan ikut rewah atau mbiyodo ditempat acara, hatinya ketar ketir menunggu kakaknya datang, ketika rombongan kakaknya datang, adiknya ini lansung berlari, dilihatnya kakaknya duduk didepan dg memakai kemeja yg dibelikannya, adiknya ini jd lega dan tersenyum tenang, tapi alangkah kagetnya dia ketika melihat kakaknya ini turun dari mobil, kakaknya ini tetap memakai celana training kebesarannya.....
" wah...aduh..." ucap adiknya dg terbengong
wali paidi menyedot rokoknya, dia masih terkenang dg gus yg dikenalnya, gus abu baradewa, setiap pagi gus abu bara ini berkeliling melihat gubuk para santri abahnya, mengecek siapa yg sudah kehabisan beras, lalu gus abu bara ini akan mengambilkan beras dari ndalem, setelah memberi beras, gus abu ini berkeliling lagi, melihat tanamannya, ada bunga, obat herbal dll, dg telaten gus abu memeriksa satu demi satu, setelah beres, gus abu ini pergi ke ndalem mengambil jagung, memberi makan ayam dan puluhan burung dara.
para santri kadang gak tahu siapa yg ngasih beras, karena kebanyakan para santri tidurnya pagi sehabis dhuha'an, mereka sendiri terlalu tawakal jadi gak sempat ngecek berasnya habis apa tidak hehehe.... setelah semuanya beres, gus abu ini pergi kepasar diantar santri ndalem dg naik becak, mencari lauk pauk buat kepentingan para santri, selama diatas becak tidak henti-hentinya mendoakan orang yg ditemui dan dilewatinya, sampai dipasar gus abu baradewa ini masih terus melanjutkan doanya, setiap barang yg disentuhnya didoakannya, kalau belanjaan dirasa cukup, gus abu ini pulang dan mampir ke kios koran, membelikan koran buat adik2nya, tabloid masak dan fashion buat adik2 perempuannya, tabloid olahraga, koran politik dan ketatanegara'an buat adik2 lelakinya, tak lupa juga membeli bubuk kopi buat para tamu, setiap hari dan setiap habis dari pasar uangnya jg habis gak tersisa, kalau gak habis gus abu ini gak akan pulang sesampai dirumah gus abu ini istirahat sebentar, dan mulai menemui tamu sampai malam bahkan sampai malam hari.
tanpa disadari Allah memberi pelajaran melalui gus abu ini buat siapa saya yg mau bertafakur dan bermata hati, betapa manusia itu harus berusaha rahmatan lil alamin karena itu adalah salah satu tanda insan kamil..... sosoknya yg jenaka dan lemah lembut bukan berarti gus abu ini gak sakti dan gak berani, tapi gus abu ini sudah mulai masuk pada konsep cukuplah Allah bagiku, dan gak ada perasaan was atau kuatir ttg Allah, dan gak ada perasaan takut terhadap apapun kecuali takut kpd Allah
pernah suatu ketika gus abu ini membela temannya, dan karena hal tsb, gus abu ini harus berhadapan dg 6 pendekar yg sudah kesuwur / mashur akan kesaktiannya, ketika berhadapan gus abu ini hanya mengacungkan tangannya, seketika itu 6 pendekar ini lumpuh gak bisa bergerak....
wali paidi menyedot rokoknya, dan berucap
" gusti...derek kulo gus abu baradewa alfatihah....




WALI PAIDI 28
wali paidi bercerita, aku duduk melingkar bersama 5 orang sepuh yg aku tdk tahu siapa mereka, tampak dari wajah mereka, kalaumereka sedang berdzikir sirr dan menunggu seseorang.
tak lama kemudian datanglah seorang pemuda yg kelihatannya miring otaknya, pemuda ini datang dg memakai sarung yg di lilitkan dilehernya bergaya seperti superman, dg agak bergumam pemuda ini ngomong2 sendiri,
pemuda ini mengibas-ngibaskan sarungnya lalu mendekati kami, pemuda ini berdiri ditengah-tengah kami dan melewati satu persatu lima orang sepuh ini dg menutupkan sarungnya ke wajah mereka, ketika melewatiku pemuda ini tidak menutup wajahku dg sarungnya, pemuda ini mengitari kami sampai tiga kali, dan setiap lewat pemuda ini tetap menutupi lima orang sepuh ini kecuali wajahku saja yg tidak ditutupi sarungnya
setelah berputar sampai tiga kali pemuda ini berhenti dan menengadahkan wajahnya ke langit, lalu beranjak pergi sambil berkata dg jelas dan diulang-ulang
" musibah yg terbesar adalah terhijab dari Allah...."
Sedang yg menghijab Allah dari dirimu adalah keinginan2mu, contoh nya keinginanmu punya anak, ingin nambah istri, ingin kaya ingin rumah, ingin punya pondok, ingin banyak santri, ingin pinter, ingin punya sepeda dll.
Jadi semakin banyak keinginanmu maka hijabmu kepada Allah semakin menebal.
seketika itu juga menangislah lima orang sepuh ini dg menjerit-jerit aku hanya pulungah- plunguh melihat itu semua ini...
Aku baru tahu, ternyata orang yg spt gila tadi adalah gurunya 5 orang sepuh, yg ditunggu untuk memberi wejangan pada para sesepuh yg ada di sekelilingku.
Astaghfirullah... Subhaanallaah.... Al hamdulillah... Allahu akbar.








WALI PAIDI 29
Ila hadrati kang mas yai......alfatehah
Wali paidi berdoa disamping makam seoran g sesepuh yg bisa juga disebut sebagai kiai tapi lebih ketara seperti seorang kejawen, ngomongnya ceplas ceplos tanpa tendeng aling-aling, orang banyak menggapnya kejawen karena setiap ada orang yg mengeluhkan masalahnya pada beliau selalu dijawab dg ajaran2 jawa, bahkan sesepuh ini pernah bilang kepada wali paidi kalau dia tahu setiap permasalah setiap orang yg datang kpdnya dg hanya melihat hari dan pasarannya, kalau ada orang datang di hari rabu pahing, di waktu / jam sekian maka permasalahnya ini, melihat hari, pasaran dan jam itu sebagai petunjuk awal beliau.
Yang menarik dan membuat wali paidi tertawa ngakak adalah gayanya yg ceplas ceplos tanpa tedeng aling2, wali paidi teringat diwaktu wali paidi sowan kepada beliau kala itu, Sewaktu wali paidi duduk dan ngobrol santai dg beliau datanglah seorang santri thoriqoh sowan kepada beliau, perasaan wali paidi jd gak enak melihat kedatangan santri ini, karena wali paidi yakin kalau sesepuh akan menghabisinya dg komentarnya yg ceplas-ceplos , dan gurauannya yg menyerempet bahaya
" ada apa.." tanya sesepuh
" begini mbah saya ini minta petunjuk, bagaimana cara menjadi salik ( pelaku thoriqoh ) yg baik, sehingga cepat mencapai jalan menuju Allah dan makrifat kpdNya...." kata santri
" thoriqoh itu kacangan..." ledek sesepuh
Wali paidi yg mendengar itu lansung tertawa ngakak, lalu sesepuh melanjutkan perkataannya
" orang thoriqoh itu orang yg tidak tahu, sehingga butuh jalan sebagai petunjuk..." Santri thoriqoh ini kebingungan mendengar jawaban sesepuh ini, sesepuh memandang santri thoriqoh ini dg tatapan tajam dan sesepuh berkata lagi dg pedasnya
" opo matamu picek, gusti Allah itu lebih dekat dari urat nadimu, sudah dekat sekali kepadamu, trus mengapa kamu malah ngalor ngidul menyusuri jalan, berjalan kesana kemari mencari Allah, ya tambah jauh jadinya...." 
" maka dari itu saya minta petunjuk pada simbah, supaya hati saya bisa hudur ilallah..." kata santri dg agak takut
" trus kalau kamu bisa hudur kpd Allah, bisa menghadap Allah, kamu mau bilang apa kepada Allah,
mau sambat.... pingin sugih...pingin tamumu banyak...." kata sesepuh Santri ini hanya garuk-garuk kepala semakin kebingungan, wali paidi mulai tadi hanya bisa tertawa melihat itu semua
" lihatlah dia..." kata sesepuh kepada santri sambil menunjuk wali paidi
" dia itu orang thoriqoh seperti kamu, diangkat jadi wali bukan karena thoriqohnya, tapi karena mengganti gurunya yg sudah mati, wali apa itu, wali kacangan, ecek - ecek, gak bahaya blas..."
Wali paidi tertawa terpingkal-pingkal mendengar ledekan sesepuh kepadanya dan dg masih tertawa wali paidi berkata mencoba membalas kepada sesepuh
" lumayan mbah daripada sampeyan dari dulu jd kiai sampai tuapun gak jadi wali..." Sesepuh ganti yg tertawa mendengar sindiran wali paidi
" aku ora doyan, seumpama disuruh milih, mendingan aku jadi kiai seperti ini daripada jadi wali kacangan kayak kamu, isone mung ganteni gurune hehehehe..." balas sesepuh
" kan tetap aja wali..." kata wali paidi sambil menari-nari dihadapan sesepuh
Santri yang melihat kelakuan sesepuh dan wali paidi ini jadi gak karuan perasaannya, bingung bercampur pingin tertawa
" tugas para wali kan menjaga masyarakat, membimbing masyarakat, gampangannya melayani masyarakat, jadi kamu ini pelayanku dan aku ini juraganmu.." kata sesepuh ganti menari-nari dihadapan wali paidi
" hahahahaha....." wali paidi tertawa
Wali paidi tersenyum sendiri kalau mengingat peristiwa itu, sambil melihat pusara makamnya, wali paidi berkata dihatinya " bisa jadi beliau ini wali yg derajadnya tinggi sehingga aku tidak mengetahui kewaliannya atau Allah punya pasukan khusus yg terdiri bukan dari kalangan wali, tapi kedudukannya diatas para wali....ah...memang betul apa kata sesepuh aku ini memang kacangan....."





WALI PAIDI BAG 30
Aku bergegas ke warungnya pak wi, guna mencari wali paidi, beliau biasanya berada diwarungnya pak wi jam segini, dan memang benar wali paidi sedang ngopi disitu.
Setelah bersalaman aku duduk agak jauh dari beliau, karena kulihat ada dua orang yg sedang minta pendapat kepada beliau, kedua orang ini rapi, berpeci dan bersarung, wajahnya bersih bercahaya, aku tidak tahu bersihnya ini karena pemutih atau seringnya berwudlu, Aku berniat menanyakan tentang warna langit yg biru kepada beliau, tapi pertanyaan itu aku tahan dulu, karena ada tamu yg membahas hal yg lebih penting.
Aku mendengar kedua orang ini sedang membicarakan apa langkah yg baik, yang harus dilakukan SF, rupanya kedua orang ini pengurus SF ( yayasan sebuah thoriqoh dijawa timur ), pengurus SF ini bercerita kepada wali paidi kendala-kendala yg dihadapi selama ini, dg tersenyum wali paidi ini menjawab
” kalau tidak salah SF ini dibentuk guna menyampaikan dawuh mas kiai kepada murid2nya yg tersebar didaerah2 diseluruh indonesia, biar seragam dan tidak menimbulkan kesalah pahaman,” Wali paidi menghisap rokoknya lalu berkata lagi ” tapi kenyataannya malah SF ini menimbulkan permasalahan baru, bukan karena SF nya tapi karena yg menjalankannya, ”
” lalu bagaimana menurut sampeyan ” kata salah satu dari mereka
” ini hanya pendapatku, bukan perintah, menurutku pengurus SF kalau pingin menyampaikan perintah dari mas kiai tinggal sowan saja kepada sesepuh yg berada didaerah yg dituju tersebut, sowan yg baik, ngomong yg enak, gak usah memakai acara resmi, kalau memakai acara resmi konsekwensinya membutuhkan biaya, dan ini bisa jadi fitnah yg macam-macam, biar nanti sesepuh didaerah yg menyampaikan perintah mas kiai tsb kepada para murid yg di bawah, para sesepuh lebih mengerti akan kondisi real para murid didaerahnya masing2....”
” inggih..inggih...” jawab mereka
” sekali lagi ini hanya pendapat, dan kita sama2 murid mas kiai, jadi perintah tetap hak penuh mas kiai dan yg tidak kalah penting jadi pengurus itu gak perlu dikenal atau menampakkan diri karena ini bukan pengurus sebuah partai....” jelas wali paidi
Tidak lama kemudian kedua pengurus SF ini pamit, setelah bersalam-salaman mereka pergi. Aku lalu mendekati wali paidi, sebelum aku bertanya wali paidi ini sudah tertawa:
” opo...wernone langit tah...” kata beliau kepadaku
” iya mas....” jawabku sambil nyengir
” warnanya langit.itu macam- macam, ke tujuh langit punya warna sendiri2, dan terbuat dari bahan berbeda...” kata wali paidi
” tapi kok terlihat biru mas...” tanyaku
” apa yg kamu lihat berwarna biru itu bukan langit, tapi hawa udara, warna birunya itu pantulan dari warna biru lautan...” jawab beliau
Sebelum aku bertanya lagi tentang warnanya laut beliau menjawab
” birunya laut itu karena pantulan dari salah satu batu diarsy, satu batu diarsy itu mengeluarkan warna yg bermacam-macam, ada warna hijau yg diserap tumbuh2an, aneka warna bunga itu juga menyerap pantulan batu yg berada diarsy, batu2 mulia yg berada dibumi ini juga menyerap pantulan cahaya batu arsy, Allah yg mengatur semuanya.....” jelas wali paidi
” oh.....matur suwun mas....” jawabku
Sebelum aku beranjak pergi aku berkata kepada beliau : ” mas kopiku sampeyan bayar yo....” ” hahahaha....iyo beres....” jawab belia






WALI PAIDI BAG 31
Wali paidi tertunduk haru setelah mendengar kabar kalau kiai sepuh sakit dan harus opname dirumah sakit, dokter memutuskan kiai sepuh harus operasi tapi kiai sepuh tidak mau dioperasi
Wali paidi meminta ijin kepada Allah supaya jasadnya menjadi dua, dan Allah mengabulkan permintaannya, jasadnya yg dhohir berada dirumah sedang jasadnya yg ghoib berada dirumas sakit mendampingi kiai sepuh
Ketika wali paidi sudah berada dirumah sakit, beliau lansung menuju kamar kiai sepuh dirawat, tampak disitu sudah berkumpul beberapa wali yg kesemuanya hadir dg jasadnya yg ghoib sama seperti wali paidi.
Wali paidi mengucapkan salam dan mencium tangan kiai sepuh, lalu menyalami satu persatu wali yg hadir disitu,
" nak, barusan saja nabi khidir pergi, beliau tadi disini sejak pagi..." ucap kiai sepuh kepada wali paidi
" alhamdulillah kiai..." jawab wali paidi
Didalam kamar itu ada ibu nyai, putra putri kiai sepuh dan beberapa kerabat, mereka tidak dapat melihat kehadiran wali paidi dan beberapa wali yg lain. Tampak diwajah para keluarga kesedihan yg mendalam, mereka sedih karena kiai sepuh tidak mau di operasi.
Wali paidi melihat wajah kiai sepuh, terlihat dg jelas kedamaian dan ketentraman diwajah kiai sepuh, wali paidi paham mengapa kiai sepuh tidak mau dioperasi, karena memang itulah bala' berupa penyakit yg harus ditanggung oleh kiai sepuh, setiap wali adalah payung bagi santri dan orang2 yg berada diwilayah kewaliannya, ketika turun bala' wali sebagai payung yg pertama kali menanggungnya, begitu jg dg kiai sepuh ini, beliau menanggung bala' tersebut sudah 3 tahun lebih. dan kiai sepuh menerima semua itu dg ikhlas karena itu sudah kewajiban dan tanggung jawabnya, maka tidaklah heran kalau kiai sepuh tidak mau dioperasi
Wali paidi dan beberapa wali yg lain bermunajat kepada Allah, dg harapan supaya Allah menurunkan ilham dg mengijinkan kiai sepuh untuk melakukan operasi. Dan Alhamdulillah Allah menurunkan ilham berupa diperbolehkannya kiai sepuh melakukan operasi, besoknya kiai sepuh mengabarkan kepada keluarganya kalau beliau bersedia beroperasi.
Semoga kia sepuh segera sembuh dan dipanjangkan umurnya, dan selalu dalam naungan Allah.....Amin. Lalu wali paidi dan beberapa wali yg lain pamit pergi.....





WALI PAIDI BAG 32
Berminggu - minggu sudah wali Paidi pergi entah kemana, ada yg mengatakan beliau pergi umroh, ada yg bilang beliau sedang " bertapa " nirakati bangsa dan negara supaya mempunyai wakil rakyat dan pemimpin yg baik, ada juga yg meyakini kalau beliau sekarang pergi bersama seorang yg misterius yg konon adalah Nabi Khidir
Wali paidi ketika mau pergi hanya mengatakan dg bercanda kalau beliau mau pergi ke barat mencari kitab suci, kemanakah sebenarnya wali paidi pergi
Sebenarnya wali paidi sedang melakukan perjalanan dg sosok yg misterius yg konon adalah Nabi Khidir, wali paidi bertemu sosok yg misterius ini dg tidak sengaja, waktu itu wali paidi hendak pergi kepasar membeli ikan lele kesukaannya, di tengah jalan dia melihat seorang yg seumuran dgnya duduk di pagar tembok ditepi jalan, ketika wali paidi berjalan didepannya sosok ini melemparkan kerikil kpd wali paidi, dg agak kaget wali paidi menatap sosok misterius tsb, setelah berpandangan sejenak sosok tsb lalu turun dan melangkah pergi
Yg membuat wali paidi kaget dan berjalan mengikuti sosok tersebut adalah dg adanya " lumut " tipis kehijauan di pagar sehabis diduduki sosok misterius tsb, wali paidi melihat tanah dan kerikil yg bersentuhan dg kaki sosok ini jg menjadi kehijauan, rumput yg kering menjadi segar karenanya
Merasa di ikuti, sosok yg dipercaya sebagai nabi khidir ini berhenti dan menoleh kpd wali paidi " Kamu kepingin tahu semua ini mengapa bisa terjadi "
Sebelum wali paidi menjawab sosok misterius itu berkata lagi " Mari ikut aku, biar kamu tahu..."
Semenjak itu wali paidi mengikuti sosok ini, dan mulai belajar kepada beliau, wali paidi menjadi tahu bahwa beliau kemana - mana memberikan kebaikan kepada sesama, memberi semangat kepada orang yg putus asa, menyirami hati-hati yg kering, membantu orang yg membutuhkan bantuan, mengajari orang kaya supaya senang bersedekah, sosok ini tidak mengajar dg lisan maupun tulisan kepada wali paidi tp sosok ini lansung memberi contoh yg baik, memberi uswatun hasanah kpd wali paidi.
Setelah dirasa cukup, sosok misterius ini memanggil wali paidi " Kamu jangan gampang merasa kagum melihat suatu karomah, karena karomah itu buah dari ke ikhlasan dlm ber amal sholeh yg istiqomah..."
Wali paidi mengangguk " Sekarang kamu pulanglah..." Ucap sosok misterius tsb
Wali paidi menunduk berniat mencium tangan sosok yg telah mengajarinya ini, tapi sebelum wali paidi mencium tangannya, sosok ini memegang pundaknya dan merangkulnya, sambil menepuk pundaknya sosok ini berkata " Semoga kamu menjadi orang yg berfaedah kpd orang lain baik di dunia maupun di akhirat, sesuai namamu paidi..."
Wali paidi berjalan pulang, dan dia jadi paham mengapa semua yg tersentuh sosok yg misterius ini menjadi hijau, karena sosok ini bisa memberi kesejukan dan kedamaian kpd orang lain, kehebatan sosok ini adalah buah dari amal baiknya yg dilakukan dg istiqomah...




WALI PAIDI BAG 33
Wali paidi tidak tahu apa yg dialaminya saat ini, dia sering mendengar benda2 yg berada disekitarnya sama berdzikir, mulai sapu lidi yg biasa dipergunakannya, sandal para santri yg ditatanya semuanya pada berdzikir, sampai suatu pagi wali paidi dipanggil mbah romo kiai, dan seperti biasanya mbah romo kiai menemui wali paidi diteras ndalem didampingi kopi plus rokok kretek kesayangannya
Setelah menyuruh wali paidi untuk meminum kopinya dan memberinya rokok mbah romo kiai berkata :
“ nak, apa yg kamu alami itu hal yg wajar saja, kamu jgn risau, setiap orang yg belajar membersihkan hatinya dan mengajaknya untuk berdzikir setiap saat , maka akan mengalami seperti apa yg kamu alami sekarang, bahkan mendengar lolongan anjing pun akan terdengar seperti suara orang yg berdzikir, itu semua pantulan dari hatimu, kamu pasti ingat dg hadist yg menceritakan ketika nabi mendengar kerikil yg di pegangnya sama berdzikir....”
“ inggih kiai....” Tutur wali paidi
“ besok kamu berangkatlah ke malang, berziarahlah ke makam habib Abdullah bilfaqih dan ayahnya habib abdul qodir bilfaqih, tapi sebelum kamu duduk, bacalah salam ini ..” kata romo kiai sambl menyerahkan secarik kertas kpd wali paidi
Wali paidi dg takdzim menerima kertas kecil pemberian romo kiai.
“ bacalah ...” perintah romo kiai
“ salamullahi ya saadah.....dst “ wali paidi membacanya dg melagukan salam tsb
“ salam itu mmg sudah umum, dan disetiap kuburan wali banyak tergantung ucapan salam itu, andai nanti ketika kamu sdh sampai di makam habib, dan habib tidak berada di makam, maka ketika habib mendengar ucapan salammu itu, insya Allah habib akan kembali pulang ke makamnya dan menemui kamu “ ucap romo kiai menjelaskan
“ inggih kiai.” Jawab wali paidi
“ kamu naik sepeda motor si sofyan saja...” perintah kiai, sofyan adalah putra romo kiai
Besoknya wali paidi berangkat ke malang, ke pemakaman umum kasin, romo kiai berkata, makam habib Abdullah dan habib abdul qodir berada dipemakaman umum kasin, hanya itu petunjuk dari romo kiai, sedangkan wali paidi tidak tahu dimana daerah kasin itu, wali paidi tdk berani bertanya lebih jelas pada romo kiai, karena menjaga tata krama, wali paidi manut dan berusaha melaksanakn perintah romo kiai tanpa banyak bertanya dan protes
Sesampai dimalang wali paidi lansung menuju alun-alun kota malang, setelah memarkirkan sepedanya wali paidi clingak clinguk mencari tukang parker, tidak lama kemudian ada tukang parker yg menghampirinya, wali paidi lalu bertanya kepadanya dimana daerah kasin itu, setelah mendapat penjelasan dari tukang parkir tsb wali paidi lansung berangkat ke daerah kasin sesuai petunjuk yg diterimanya
Kira – kira sepuluh menitan wali paidi sudah berada di daerah kasin,
“ sekarang tinggal mencari dimana letak pemakaman umum kasin..” bathin wali paidi
Wali paidi bertanya – Tanya kepada orang2 yg ditemuninya, ternyata menurut keterangan mereka pemakaman umum kasin ada dua, wali paidi lalu menerangkan kalau dia berniat ziarah ke makam habib Abdullah bil faqih dan abahnya habib abdul qodir bil faqih, setelah mendapat petunjuk yg jelas mengenai arah2 ke makam, wali paidi melanjutkan perjalanannya, tapi wali paidi tetap tidak dapat menemukan makam tsb, karena ketika sudah dekat ada saja orang yg menunjukkan arah yg salah. Jadinya wali paidi muter2 saja diwilayah kasin,
Setengah jam lebih wali paidi berputar – putar diwilayah kasin, karena setiap wali paidi bertanya jawabannya berbeda – beda, wali paidi gundah hatinya, badannya tiba2 terasa capek semua, dia lalu menghentikan sepeda motornya di tepi jalan, dia turun dari sepeda, sejurus kemudian wali paidi mengeluarkan rokoknya dan menyalakannya, ditengah2 merokok wali paidi mulai tawasulan, setelah selesei wali paidi berkata dalam hatinya
“ mbah habib abdul qodir, mbah habib Abdullah, saya mau ke makam panjenengan, tolong tunjukkan dimana makam panjenengan.....” bathin wali paidi
Lalu wali paidi naik sepeda motornya dan mulai melanjutkan perjalanannya, wali paidi mengikuti apa kata hatinya, kira2 baru berjalan 50 meter, wali paidi mencium bau harum semerbak,
“ Alhamdulillah makam mbah habib sudah dekat...” bathin wali paidi
Wali paidi mengikuti bau harum yg di ciumnya dan tidak begitu lama akhirnya wali paidi sudah berada di depan makam umum kasin, wali paidi berputar dan masuk makam dari samping, tampak di tengah makam ada bangunan kecil yg atasnya ada kubahnya yg berwarna hijau, dibawah kubah inilah makam habib abdul qodir bil faqih dan putranya habib Abdullah bil faqih
Ketika berada tepat di depan makam yg ada pagar stainlessnya, wali paidi membaca salam yg di catatkan oleh romo kiainya,
“ salaamullahi ya saadah minarrohmani yaghsyakum....” Ucap wali paidi,
Baru satu baits dibaca hawa di sekitar wali paidi terasa sudah lain dari yg tadi, saking terkejutnya wali paidi sampai terdiam sebentar, lalu dia melanjutkan membaca syiir salam itu sampai selesei , wali paidi menunduk dg penuh ta’dzim, wali paidi merasa ada dua sosok yg agung yg mengawasinya dari dalam
Setelah selesei membaca syiir salam, wali paidi beranjak ke dekat makam dan duduk memulai membaca tahlil, baru saja wali paidi duduk, tiba2 seakan ada suara bedug yg ditabuh, dum.....di iringi hawa yg menerpa tubuh wali paidi, ketika hawa itu menerpa tubuh wali paidi, seluruh tubuh wali paidi serentak berdzikir... Alah...Allah...Allah....
Wali paidi membaca tahlil di iringi dengan suara bedug dum....Allah...Allah...Allah... dum....Allah...Allah...Allah... ketika hawa itu menerpa wali paidi, serentak seluruh tubuhnya berdzikir......
Wali paidi menyeleseikan pembacaan tahlilnya tepat adzan magrib berkumandang, wali paidi berjalan mundur ketika keluar dari makam, dia lansung menaiki sepedanya mencari masjid terdekat, wali paidi mengikuti adzan yg didengarnya, dia berniat untuk sholat dimasjid terdekat, tapi semakin wali paidi mendekat suara adzan itu terdengar semakin menjauh, akhirnya wali paidi memutuskan untuk putar balik mencari masjid yg lain, wali paidi merasa masjid yg dituju tidak mau menerimanya,
Wali paidi menyusuri jalan ke arah alun2 kota malang, dia berjalan pelan, bersiap kalau ada masjid yg dilaluinya dia akan berhenti, Ketika wali paidi berada didepan rumah makan cairo ( resto menu timur tengah ) hatinya menyuruhnya untuk belok kiri, setelah berjalan 20 meteran wali paidi melihat ada masjid di sebelah kiri jalan, masjid tersebut posisinya agak masuk kedalam, wali paidi memasukkan
sepedanya dan parkir dihalaman masjid, terlihat sebagian jamaah sudah keluar dari masjid karena sholat magrib sudah selesei dilaksanakan, wali paidi melangkah masuk mencari kamar kecil, lalu keluarlah seorang yg kulitnya agak hitam dan berambut agak gondrong dari dalam masjid, orang tersebut seakan menyambut wali paidi,
" mungkin orang ini tukang becak, melihat dari sarungnya yg ngelinting dan baju kokonya yg putih lusuh dan mangkak " bathin wali paidi
Tapi betapa kagetnya wali paidi, ketika dia bertanya kepada orang tersebut dimana letak kamar kecil, wali paidi melihat dg jelas wajah orang tersebut ketika menunjukkan arah ke kamar kecil, ternyata orang yg dikiranya tukang becak ini adalah seorang habib, dilihat dari sorot matanya dan wajahnya,
Wali paidi kekamar kecil dg perasaan tidak tenang, dia merasa berdosa karena mengira habib tsb sebagai tukang becak, wali paidi berniat sehabis dari kamar kecil akan meminta maaf kepadanya, Tapi ketika wali paidi selesei berwudlu dan mau masuk ke masjid, habib yg dimaksud sudah tidak ada, wali paidi mencarinya di parkiran tidak ada, dan mencarinya didalam masjid juga tidak ada, wali paidi merasa menyesal krn gampang menyangka buruk kepada orang lain, gampang menilai seseorang dari tampilan luarnya.
Wali paidi tidak tenang ketika melaksanakan sholat magrib, dia meminta kepada Allah didalam sholatnya untuk dipertemukan dg habib tsb, ketika wali paidi mengakhiri sholatnya dg mengucapkan salam, dan ketika dia mengucapkan salam yg kedua dg menoleh kekiri, dilihatnya habib yg dicarinya sudah berdiri disamping kirinya, wali paidi berniat mendekat mau mencium tangannya, tapi habib muda tersebut lansung lari keluar dari masjid menuju jalan raya terus hilang entah kemana....
" subhanallah ternyata dikota malang yg hiruk pikuk ini masih ada kekasih Allah yg berseliweran, seharusnya aku tadi minta kepada Allah tdk hanya bertemu tapi juga minta bisa diberi kesempatan untuk mencium tangannya..." bathin wali paidi
Setelah berdzikir sebentar, datanglah seorang pemuda pengurus masjid mendekatinya sambil memberi secangkir teh jahe kepadanya, dan wali paidi melihat banyak habib2 sepuh mulai berdatangan memasuki masjid, rupanya sehabis magrib dimasjid ini diadakan rutinan membaca ratibul haddad,
wali paidi berniat untuk keluar, karena dia merasa tidak pantas mengikuti acara tersebut, melihat yg datang semuanya berjubah, sedang dirinya bercelana jean dan berkaos oblong hitam dg gambar gus dur yg tertawa
Ketika wali paidi berdiri, dia mendengar suara tanpa wujud yg berkata kepadanya
" kamu mau pergi kemana, apakan kamu tidak malu, menolak undangan Nabi Muhammad..."
Wali paidi duduk kembali, mengurungkan niatnya untuk keluar masjid, dia mengikuti pembacaan ratibul haddad itu sampai selesei, wali paidi merasa malu sekali kepada habib2 sepuh yg hadir dimajlis, terutama kepada Nabi Muhammad yg mengundangnya.... 







Disclaimer: Seluruh cerita tentang Wali Paidi di tulisan bawah ini bukan merupakan hasil kreasi tim *Banjir Embun*. Melainkan hanya saya copy-paste (salin-tempel) dari file PDF. Bagi siapa saja yang menjadi penulis dan memiliki hak cipta atas tulisan tersebut silakan klaim kepada tim *Banjir Embun* dengan melayangkan email resmi kami di: hak_cipta@banjirembun.com. Kami akan respon tanggapan tersebut dengan sigap dan kooperatif.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Kumpulan Group WhatsApp Berbagai Komunitas Koleksi *Banjir Embun*

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)