Tips Aman Berkendara Saat Hujan


Di akhir tahun seperti ini musim hujan sudah datang lagi. Makin hari intensitas hujan makin tinggi dan deras. Tak pandang waktu pada siang, sore, atau malam hujan sudah sering terjadi akhir-akhir ini.



Hujan secara asali memang membawa berkah. Bilapun ada aliran, genangan, hingga banjir akibat hujan itu disebabkan karena ulah manusia. Seperti penebangan pohon dan pembuangan sampah sembarang.


Tak jarang, jalan raya yang seharusnya terbebas dari genangan air berubah fungsi menjadi tempat penampungan air hujan. Kenyataan tentu membuat pengendara terganggu. Tidak hanya menghambat laju kendaraan tapi berpotensi memperpendek umur.


Faktor kecelakaan di saat hujan syarat utamanya tak perlu adanya genangan. Bahkan saat berkendara di jalan tol sekalipun yang terbebas dari genangan masih ditemukan beberapa indisiden saat hujan deras menerpa. Salah satunya karena licinnya jalan dan pendeknya jarak pandang.


Di Amerika Serikat antara tahun 2007 hingga 2016 setidaknya terjadi 950.000 kecelakaan tiap tahun saat kondisi jalan basah karena hujan. Hal itu menyebabkan  384.000 pengendara mengalami cidera dan 4.700 lainnya harus kehilangan nyawa.




Menghadapi kenyataan di atas, sebagai pengendara kalian tidak perlu cemas apalagi menghindari berkendara saat hujan. Dengan catatan tetap memperhatikan hal-hal penting agar aman saat berkendara di tengah guyuran hujan.


Oleh sebab itu kami akan memaparkan beberapa tips aman berkendara saat hujan sebagai berikut:


1. Bersabar dan Mengalah

Peralihan dari situasi yang awalnya terang menuju hujan seringkali membuat para pengendara panik. Terutama para peseda motor yang tergesa-gesa mengejar waktu agar tak terkena guyuran hujan yang lebih deras. Kadang mobil pun juga demikian mereka cenderung bergerak lebih cepat agar tak ikut terdampak hujan.


Dalam situasi apapun, baik saat gejala awal turunnya hujan nampak maupun saat deras-derasnya sebaiknya memilih sabar dan mengalah. Tetap gunakan berpikir waras. Jangan sampai tidak menyadari adanya perbedaan situasi dari sebelum datangnya hujan dengan sudahnya turun hujan. 


Seharunya, saat hujan pengemudi berkendara lebih fokus dan waspada dari sebelumnya. Tidak hanya lebih cermat terhadap keadaan di atas jalan raya tapi juga harus tetap perhatian terhadap rambu-rambu lalu lintas. Oleh sebab itu, mengurangi kecepatan adalah langkah yang tepat saat hujan deras mendera.


2. Pahami Kondisi Kendaraan

Apakah permukaan ban kendaraan aus (tipis/gundul)? Apakah kondisi mesin dan knalpot kendaraan mepet dengan jalan raya? Bila kondisi kendaraan seperti itu atau mengalami kondisi lain yang tak mendukung untuk berkendara saat musim hujan lebih baik berhentilah hingga hujan reda. Cari tempat yang jauh dari genangan.


Tak hanya masalah keamanan kendaraan. Kenyamanan saat berkendara di musim juga juga tak kalah untuk diperhatikan. Untuk mobil misalnya ketika karet bantalan atau talang kaca pintu mengalami bocor lebih baik berhenti cari tempat teduh. Buat apa berkendara pakai mobil tapi ternyata masih terguyur tetesan air hujan.


Adapun untuk pesepeda motor perhatikan kondisi lampu dim dan kaca helm. Bila kaca helm ternyata menghalangi jarak pandang yang lebih jauh lebih baik buka kaca helm itu. Namun resiko yang dialami air hujan akan menghantam wajah lalu turun ke leher hingga dada. Kalau begitu fungsi mantel hujan tidak terlalu optimal.


3. Jaga Jarak Aman

Kondisi jalan raya pada saat musim hujan biasanya cenderung menyempit. Hal itu karena di bagian pinggir terdapat aliran maupun genangan air yang cukup banyak. Oleh sebab itu lebih baik menjaga jarak dari kendaraan di depan. Hal tersebut untuk mengantisipasi saat kendaraan di depan mengadakan manuver zig zag (pola Z) maupun laju melambat secara mendadak akibat lubang di genangan.


Jarak yang cukup dengan kendaraan di depan juga dapat membuat kalian jauh lebih leluasa untuk menghindari genangan air. Dengan begitu pula kalian juga akan terhindar dari cipratan air akibat laju kendaraan lain. Sebaliknya kalian juga tidak akan membuat non pengendara seperti pejalan kaki tersemprot air akibat manuver kalian.


Untuk mendukung berkendara secara maksimal tanpa hambatan saat musim hujan lebih baik gunakan alas kaki yang tidak licin. Tak hanya itu lebih baik gunakan jas hujan yang tidak menghambat laju kendaraan. Disarankan gunakan jas hujan berupa baju resleting dan celana. Bukan jas hujan berbentuk ponco/klebet (kelelawar).


4. Berhenti saat Hujan Teramat Deras

Seberapa bagus kondisi kendaraan tak akan sanggup secara optimal menghadapi kondisi hujan yang teramat deras. Apalagi hujan itu disertai angin. Memaksakan berkendara saat hujan turun terlalu deras adalah langkah yang salah. Terlebih ketika wiper (penyapu air) kaca depan mobil tidak sanggup lagi membuat pemandangan di depan menjadi lebih jernih.


Hujan mulai reda setelah menepi di rest area SPBU karena hujan lebat


Menepi di tempat aman adalah langkah yang tepat saat kondisi hujan sudah sangat sulit untuk ditaklukkan. Hindari untuk menepi di bawah pohon, daerah cekungan, dan parkir mobil memakan jalan raya. Tidak ada salahnya menepi di SPBU, tempat makan atau cafe yang memiliki parkir luas, tempat ibadah, hingga rest area. Sabarlah menunggu hingga hujan deras mulai mereda dan kondisi jalan sudah tidak ada banjir atau genangan yang membahayakan.









Komentar

Baca juga postingan berikut:

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Hutangmu Menunjukkan Seberapa Besar Harga Dirimu

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Arti SHP dalam Serial Anime One Piece

Ngeri! Indonesia Punya DENHARIN, Pasukan Elit dari Terelit yang Ditakuti Dunia

Pernah Dengar Istilah "Kotak Pandora"? Inilah Kisah di Baliknya

Visi dan Misi dalam Bekerja