4 Alasan Penting Kenapa Wajah Rasulullah Tidak Boleh Dilukis dan Ditampilkan pada Film

Banjirembun.com -  Nabi Muhammad sebagai utusan Allah atau Rasul Allah tentu memiliki kelebihan, keutaman, dan keistimewaan tersendiri di mata umat Islam di seluruh dunia. Meski begitu tak ada yang berani melukis dan menampilkan wajah beliau di film.


Kalau ada yang nekat membuat gambar nabi Muhammad tentu itu bukanlah hasil yang sempurna. Tidak bakal dapat persis menampilkan sesuai wajah asli beliau. Serta tentu niat melukis itu tidak sebagai bentuk sanjungan tapi justru hinaan.

Rasulullah merupakan satu-satunya figur panutan dan sanjungan yang paling banyak disebutkan di muka bumi ini. Tidak ada sosok manusia lain yang seperti itu. Di setiap salat nama beliau selalu disebut. Yakni, saat duduk tasyahud.


Berikut ini alasan penting mengapa umat Islam dilarang keras melukis wajah nabi Muhammad.


1. Rasulullah Telah Melarang Wajahnya Diabadikan

Rasulullah memerintahkan para sahabat beliau memusnahkan patung dan gambar para Nabi terdahulu yang terletak di dekat Ka'bah. Tak cuma itu beliau juga melarang untuk melukis wajah semua para nabi dan rasul termasuk wajah beliau.

(sumber gambar)


Dalam sebuah terjemahan hadis belum bersabda "Barang siapa berdusta padaku dengan sengaja maka dipersilakan untuknya menempati duduk di  api neraka" (HR Muttafaq 'Alaih). 


Dengan begitu melukis wajah beliau juga sebagai sebuah kedustaan karena sejak awal tidak ada contoh utama bagaimana lukisan wajah nabi yang sebenarnya. Begitu pula bermain peran dalam film atau drama sebagai sosok Nabi Muhammad.

2. Pelecehan Terhadap Gambar Nabi

Bukan cuma soal gambar beliau yang dicoret-coret, diinjak-injak, ditaruh pada tempat sembarangan, atau diperlakukan tidak layak lainnya. Lebih dari itu bakal terjadi pengeditan gambar yang dirubah sesuka hati pembuatnya. Misalnya gambarnya jelek.


Sungguh tidak terbayangkan ketika ada satu versi gambar menunjukkan wajah nabi ada jenggotnya sedangkan di versi lain dihapus. Serta perbedaan-perbedaan lain. Tentu itu bakal dapat melahirkan kontroversi. Berakibat bias mana gambar asli sebenarnya.


3. Melencengnya Aqidah atau Ketauhidan

Menyanjung nabi Muhammad memang sangat dianjurkan pada setiap umat Islam. Akan tetapi ketika hal itu dilakukan secara berlebihan sehingga mengarah pada pemujaan atau penuhanan beliau itu sungguh pelanggaran berat. Terjadi kemusyrikan fatal.


Tatkala wajah dan tubuh nabi boleh dilukis dan dibuatkan patung tidak menutup kemungkinan banyak manusia di bumi ini bakal menuhankan beliau. Paling tidak menganggap foto atau patung beliau sebagai jimat, syarat/sarana dalam ibadah, atau barang suci.


4. Artis Pemeran Nabi Muhammad Hanyalah Manusia Biasa

Ketika Nabi Muhammad boleh diperankan oleh manusia pada sebuah film hal yang terjadi yaitu ketimpangan. Kepribadian Rasul dengan artis pemeran beliau tentu bukanlah perbandingan sepadan. Bagai langit ke bumi atau lebih jauh lagi.


Bayangkan artis dituntut untuk pintar bersandiwara. Menampilkan sosok figur yang sempurna seperti Nabi Muhammad. Walau tentu sampai kapanpun tidak dapat menyamai beliau. Nah, hal yang konyol terjadi saat artis itu ketika di dunia "nyata" melakukan perbuatan yang dilarang Islam.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Visi dan Misi dalam Bekerja

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)