5 Modus Penipuan Keuangan yang Menyasar Kartu ATM, Aplikasi Mobile Banking, Hingga Akun Jual Beli Online

Banjirembun.com - Modus penipuan kian canggih. Hal itu tentu menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi digital yang juga semakin pesat. Sayangnya, kerapkali si penipu jauh lebih licik dan melek informasi dibanding dengan calon korban. Hal itulah yang membuat mereka tampak lebih meyakinkan dalam beraksi.


Apalagi tatkala sasaran penipuan itu masih tergolong baru dalam menggunakan fasilitas, alat, atau media keuangan yang dimiliki. Ditambah punya nafsu tinggi untuk mendapat hadiah, mudah percaya pada orang lain, dan abai terhadap privasi akun keuangan mereka bakal mempermudah si penipu menggasak duit korban.

Berikut ini 5 macam modus penipuan keuangan yang melibatkan kartu ATM, apliksi mobile banking, dan jual beli online.


1. Penawaran Pinjaman Online

Berhati-hatilah pada pihak yang menawarkan pinjaman tertentu pada kalian. Sangat mungkin mereka cuma ingin mencuri data pribadi milik kalian. Caranya memberi link/tautan/url supaya kalian membukanya lantas mengisi data diri di sana. Termasuk memasukkan password atau data pribadi penting lain terutama terkait rekening bank.


Biasanya tawaran pinjaman online dari penipu akan mengatasnamakan bank atau perusahaan yang sudah besar dan terkenal. Padahal itu cuma palsu. Walau itu juga pinjaman yang memang diberikan janganlah lengah. Sangat mungkin kalian akan mendapat bunga yang tinggi. Lantas ketika menunggak bakal ditagih secara brutal dan sadis.


2. SIM Card SWAP

Modus SIM Card swap sempat viral di sekitar awal tahun 2021 ini. Yakni, menduplikasi atau menggandakan kartu SIM card seluler untuk mendapatkan akses nomor HP korban. Penipu akan datang ke pihak operator seluler (kantor galeri) demi dapat SMS kode OTP aplikasi mobile banking serta akun penting lainnya.


Guna mencegah praktik SIM card swap ada beberapa tips yang perlu kalian lakukan:


a. Jangan pernah mempublikasikan nomor HP maupun info pribadi sensitif lain ke publik. 


b. Pastikan nomor HP kalian tidak dimatikan dalam waktu lama. Sebab ketika mati dalam waktu lama pihak operator seluler akan mengira kartu kalian memang hilang. Hal itu tentu akan memudahkan penipu mengklaim nomor HP kalian.


c. Pisahkan nomor HP untuk tujuan aktivitas lain dengan yang dikhususkan untuk akses perbankan. 


d. Ketika mendapat SMS dan panggilan masuk reguler secara bertubi-tubi jangan tarpancing untuk mematikan handphone dalam waktu lama. Lebih baik biarkan dan cuek terhadap SMS dan panggilan tidak jelas itu. Anggap saja mereka fans atau idola kalian.


e. Segera datangi kantor galeri perusahaan SIM card atau hubungi operator seluler saat nomor HP kalian mendadak tidak aktif.


3. Skimming

Skimming merupakan metode pencurian informasi di dalam kartu debit/kredit dengan cara menyalin atau copy data-data yang terdapat pada kartu ATM/debit/kredit secara fisik. Artinya pengambilan data itu menggunakan alat fisik yang diletakkan di mesin ATM. Mesin ATM yang dipasangi alat skimming sangat rentan penggunanya akan dibobol.

Ilustrasi skimming kartu ATM (sumber gambar)


Untuk mencegah prakti skimming gunakan mesin ATM yang berada di kantor bank. Setidaknya yang di sana berdekatan atau malah dijaga oleh petugas keamanan seperti satpam. Serta gunakan kartu ATM yang sudah menggunakan chip. Meski itu belum 100% ampuh tapi setidaknya sudah sangat membantu.

4. Berkedok Jual Beli Online

Pastikan kalian membeli barang atau kebutuhan secara online di tempat yang tepat, aman, dan terpercaya. Jangan pernah terkecoh untuk mengakses toko online melalui jalur atau lintasan yang ilegal, palsu, atau tiruan. Sebelum bertransaksi jual beli online teliti dulu ciri-ciri akun penipu yang bermodus jual beli online:


a. Penjual menolak untuk COD (Cash On Delivery) atau bayar di tempat saat barang diterima.


b. Bila ia berjualan melalui akun media sosial (medsos), maka perhatikan jumlah likes pada postingan mereka. Apakah jauh lebih sedikit dibanding jumlah pengikut atau pertemanan mereka.


c. Produk dijual dengan penawaran harga tidak masuk akal. Sangat murah.


d. Iming-iming bonus, hadiah, bebas ongkir, dan diskon yang nilainya fantastis.


e. Penjual tidak menampilkan review, ulasan, atau komentar  dari para pembeli di akun jual beli online.


f. Akun toko/penjual online masih tergolong sangat baru. Patut dipaspadai lantaran gonta-ganti akun.


g. URL/link/tautan pada situs atau website toko online tidak mengandung https://www. maupun logo gembok terkunci berwarna hijau.


h. Kualitas dan resolusi foto produk yang ditawarkan tidak konsisten. Serta pilihan angle (sudut) pengambilan gambar sangat terbatas.


i. Komentar dari calon pembeli dan pembeli terhadap postingan tidak pernah ditanggapi.


j. Penjual meminta pembayaran di muka atau setidaknya ada DP (uang muka). Dengan alasan jumlah produk terbatas supaya pembeli dapat mengunci produk itu.


k. Penjual tidak menjelaskan dan menegaskan mekanisme penukaran barang yang rusak serta layanan pengembalian secara rinci maupun gambalng.


5. Phising

Phising ialah kegiatan ilegal untuk mendapatkan data rahasia seperti nomor telepon, email, PIN, password, dan info sensitif lainnya dengan cara mengirimkan link palsu ke target. Link itu biasanya dikirim penipu di grup WA, email, pesan pribadi, SMS, atau cara lainnya agar calon korban mau membukanya.


Phising sangat berbeda dengan modus penipuan isi data. Melalui phising penipu tidak perlu memintan korban mengisi data. Cukup menekan atau masuk ke link/tautan yang sudah ditanam phising sudah cukup. Sekali klik penipu sudah dapat "menguasai" perangkat ponsel atau laptop yang digunakan membukan link itu.




Komentar

Baca juga postingan berikut:

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? Itu Kode Angka Organisasi Keagamaan Indonesia

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Tanya Jawab Tentang Filsafat Pendidikan Islam dan Upaya Pembaruan Pendidikan Islam

Visi dan Misi dalam Bekerja

Arti SHP dalam Serial Anime One Piece