3 Alasan Lelaki Muda Menikahi Perempuan Berusia Tua, Lebih dari 5 Tahun Darinya

Banjirembun.com - Orang menikah banyak alasan, motivasi, atau tujuan yang ingin dicapai. Ada yang murni hanya ingin beribadah untuk menyempurnakan separuh agama, ada yang ingin melepas masa lajang dari pada terus-terusan dapat omongan tak nyaman, serta ada pula karena ingin keluar dari satu masalah. Lantas lompat ke masalah lain berupa nikah.


Tentu semua orang berharap setelah nikah ingin hidupnya jauh lebih baik dan bahagia. Berangan-angan sesuatu yang indah. Sayangnya, tanpa didahului ilmu tentang pra nikah maupun bimbingan konseling pernikahan sebuah jalinan resmi akan terasa sulit dilalui. Walau tidak cerai setidaknya dengan mempertahankan hubungan membuat sangat tersiksa.

Apalagi ketika suatu hubungan itu dilakukan tidak sesuai keumuman masyarakat. Misalnya lelaki muda yang menikahi wanita lebih tua selisih lima tahun ke atas. Tentu itu bakal banyak mengundang pertanyaan. Kenapa pria tersebut mau menikahi perempuan yang umurnya sudah tua. Apalagi disebut sebagai "perawan tua" oleh masyarakat.


Lebih detail terkait apa saja tujuan laki-laki menikahi perempuan berusia lebih tua terpaut jauh darinya silakan simak di bawah.


1. Niat Lurus Penuh Yakin Pilihannya Benar

Niat tulus ingin membantu wanita yang tak laku-laku. Apalagi tatkala si perempuan itu berbuat genit dan mengejar-ngejar si pria. Menelepon malam-malam mengajak menikah. Tentu bakal membuat si pria yakin bahwa Tuhan telah mengirimkan calon istri itu untuknya. Setali tiga uang hal tersebut juga diniatkan untuk ibadah.


Barangkali pria tipe seperti ini sangat khawatir ketika menikahi wanita seumuran atau bahkan lebih muda darinya takut tidak dapat membahagiakannya. Sebab dia merasa minder. Kondisi ekonominya sangat terbatas. Diimbuhi lagi oleh orang tua si pria yang tidak peduli serta tanpa tanggung jawab. Tentu dia tak mau mengambil risiko menikah dengan wanita lebih muda.


2. Diming-imingi Sesuatu Oleh Perempuan

Lelaki mana yang tak suka ketika diiming-imingi hal yang indah dan menggiurkan oleh wanita. Apalagi jika pria itu belum mapan dan ada masalah kehidupan dengan keluarganya. Misalnya diiming-imingi wanita itu telah punya dua rumah dan tanah. Ditambah setelah menikah nanti akan dibelikan mobil baru dari dealer atas nama si suami.


Hidup pria seperti ini mungkin sengsara. Punya orang tua pilih kasih. Dia tidak mendapatkan sesuatu dari orang tuanya secara adil. Apalagi setelah menikah orang tua si lelaki bukannya bijaksana dengan membantu lahir dan batin seperti membimbing. Justru malah berniat merusak hubungan rumah tangga. Sebab anak laki-lakinya itu tidak dia sayangi. 


3. Melepaskan Diri dari Masalah Kehidupan

Laki-laki yang belum tahu jati dirinya, tidak punya tambatan hati karena jomblo, dan dirundung konflik dengan keluarganya tentu akan kebingungan saat memilih jalan hidup. Dia tidak punya sosok yang dapat membimbing dirinya. Bahkan orang tuanya pun tidak melakukan itu. Tentu dia mendambakan sosok yang mampu memberikan. Jalan pintasnya menikahi wanita tua.


Diharapkan dengan mempersunting wanita yang lebih tua membuat hidupnya jadi lebih terarah. Dia memperoleh bimbingan dari istrinya itu. Dikuatkan oleh istrinya itu. Jalan hidup menjadi lebih terang. Tidak lagi gelap karena dipenuhi keraguan, ketakutan, dan kebingungan. Harapan setelah menikah masa depannya menjadi cermelang tidak suram.

Ilustrasi hubungan dengan wanita lebih tua (sumber gambar)

Alasan di atas bisa saja salah satu mendominasi. Sedang yang lainnya cuma sebagai pendukung saja untuk mendorong menikahi wanita tua. Bisa juga alasan di atas tidak ada yang dominan. Semua dipukul rata. Di mana, faktor-faktor yang mendukung ternyata mengarah seperti yang dijelaskan pada 3 poin alasan di atas. Jangan menyalahkan pilihan hidup seseorang. Sebab bisa jadi dia punya niat mulia.

Komentar

Baca juga postingan berikut:

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Kumpulan Group WhatsApp Berbagai Komunitas Koleksi *Banjir Embun*

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)