4 Kiat Sehat Bagi Anak-anak di Masa Musim Penyakit

Banjirembun.com - Wabah global walau menunjukkan tanda-tanda melandai di awal bulan Oktober 2021 ini masih menyisakan banyak kekhawatiran di sejumlah negara. Mereka takut akan muncul lagi gelombang berikutnya untuk kesekian kalinya. Apalagi beberapa waktu lalu korban berat hingga meninggal menyasar usia remaja bahkan juga anak-anak.


Sekarang ini bertepatan pula dengan musim pancaroba. Peralihan dari musim kemarau menuju penghujan. Tentu itu juga patut diwaspadai. Bukan cuma untuk orang dewasa yang rentan terserang virus melainkan juga anak-anak. Tentu seremeh dan seringan apapun yang namanya orang tua tak menginginkan anaknya jatuh sakit berlarut-larut sulit sembuh.

Baca: 3 Alasan Mengapa Musim Hujan Membuat Tubuh Rentan Terserang Penyakit


Oleh sebab itu guna tetap terjaga kesehatan bagi anak-anak silakan simak baik-baik kiat berikut ini:


1. Biarkan Anak Aktif Bergerak

Anak yang pendiam kutu buku apalagi kecanduan smartphone tidak terlalu baik. Sesuatu yang dilakukan secara berlebihan apapun itu tidak akan berdampak positif. Jangan biarkan anak-anak malas bergerak (mager). Cuma berbaring dan duduk. Ajak mereka berdiri, berjalan, berlari, hingga melakukan aktivitas olah raga tertentu.


Keaktifan bergerak pada anak tidak cuma menyehatkan secara fisik. Nutrisi terserap dengan baik serta otot maupun tulang menjadi lebih padat dan kuat. Saat malam tertidur di siang dan malam pun jadi nyenyak. Lebih dari itu kemampuan atau kecerdasan psikomotorik, emosi, sampai daya ingat otak mereka akan terasah lantas berkembang.


2. Biasakan Konsumsi Masakan Rumah dan Jamu

Masakan rumah umumnya sangat sehat dan terjaga. Paling tidak terbebas dari bahan kimia berlebih. Apalagi masakan itu penuh dengan bumbu-bumbuan seperti bawang, brambang, kemiri, cengkeh, kayu manis, kapulaga, dan lain-lain. Bahan-bahan alami itu tidak cuma menyehatkan tapi juga menjaga ketahanan tubuh dalam menangkal penyakit.


Baca: 5 Alasan Penting Tak Sering Membeli Makan di Luar Rumah, Lebih Baik Masak Sendiri


Tidak cukup dengan itu sangat dianjurkan anak-anak juga diberi jamu. Namun, untuk takaran sajian dan komposisinya tentu mesti beda dengan orang dewasa. Walau jamu pada dasarnya aman bagi siapapun tapi waspada juga penting. Apalagi kalau jamu itu dibeli dari luar. Bukan hasil dari racikan dan pembuatan sendiri. Sebut saja seperti jahe, kunyit, temulawak, dan kencur.

3. Atur Pola Makan Secara Tepat

Pola makan tidak cuma membicarakan tentu kedisplinan kapan waktu makan tiba. Hal yang jauh lebih penting pastikan bahwa makanan yang dikonsumsi berkualitas. Baik tinjau dari segi bahan mentahnya, cara mengolah, hingga cara penyajian. Kesemuanya itu tidak dapat dilepaskan satu sama lain. Sebab satu titik saja ada "kerusakan" akan merusak hal selanjutnya.

Ilustrasi anak sehat (sumber gambar)

Hindari makan-makanan terlalu manis dan sangat asin. Tentu makanan olahan, berbahan pengawet, berperwarna, atau yang berbahan kimia lain juga harus dihindari. Latih mulai sejak dini anak-anak mengonsumsi sayuran. Perbanyak minum air putih. Supaya saat remaja hingga dewasa mereka akan terbiasa berpola makan sehat.


4. Tidur Cukup di Siang dan Malam

Tidur siang bagi anak hukumnya wajib itu bukanlah mitos. Berbeda dengan orang dewasa yang saat terlalu lama tidur siang bakal mengganggu jam tidur di malam hari, pada anak justru membuat mudah tidur di malam hari. Selain itu suasana hati anak juga akan tetap terjaga dengan baik. Anak uring-uringan dan ngambek bakal dapat terhindar dengan tidur cukup.


Pada dasarnya anak kecil lebih banyak membutuhkan waktu tidur. Dari mulai lahir jam tidurnya sangat lama. Ketika dihitung jam bangun mereka dalam sehari saat ditotal mungkin cuma 4 jam. Hingga beranjak dewasa jam tidur terus mulai berkurang. Di mana waktu ideal orang berusia matang minimal tidur 7 - 8 jam sehari. Berikan alokasi waktu tidur siang bagi anak usia 6 tahun ke atas setidaknya 30 - 60 menit.


Disclaimer: Tulisan ini hanya sekadar mengajak pembaca untuk peduli pada kesehatan anak. Kiat-kiat di atas hanya berupa masukan. Lebih jelas dan lengkapnya silakan hubungan dokter spesialis anak. Masa depan anak masih panjang tentu sebagai penerus generasi bangsa dan agama kita berharap mereka memiliki kualitas fisik, jiwa, dan pikiran. Oleh sebab itu, menghindarkan mereka dari sakit adalah salah satu caranya.

Komentar

Baca juga postingan berikut:

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Kumpulan Group WhatsApp Berbagai Komunitas Koleksi *Banjir Embun*

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)