Hati-hati Terhadap Ucapan "Semesta Akan Mendukung", Bisa Mendapat Dosa Besar

Banjirembun.com - Ucapan semesta akan mendukung, semesta sudah mengatur, semesta telah menginginkan, dan semisalnya. Termasuk pula lirik lagu "Angin tolonglah", "Aku tak bisa hidup tanpamu", "Bintang di surga berikan cerita dan kasih yang setia", "Mbah dukun tolong bantuin aku", "Apalah artinya hidup tanpa kekasihku", serta masih banyak lagi. Semua itu termasuk kategori ucapan rentan menjerumuskan.


Hanya dengan ucapan walau di hati tidak seperti ucapannya lama kelamaan seseorang rawan tergelincir. Setidak-tidaknya dirinya sudah tak condong lagi pada Allah SWT alias imannya turun. Lepas dari itu semua perkataan yang mengandung unsur kesyirikan seperti di atas dari segi konsep bahasanya sudah bermasalah lantaran merendahkan Tuhan.

Di antara beberapa permasalahan mendasar mengapa umat Islam harus menjaga lisannya dari perkataan "Semesta akan mendukung" adalah:


1. Mungkin ada yang berdalih (menampik) bahwa kata "semesta" ialah kata ganti atau pun makna lain dari Allah SWT sebagai pencipta alam semesta. Sebetulnya majaz dan perumpamaan seperti itu tidak dikenal dan janggal. Baik dalam tata aturan bahasa Arab maupun dalam bahasa Indonesia.


2. Apabila kalimat tersebut merupakan harapan serta doa mau doa tersebut merupakan perbuatan yang mengada-ada. Wajib ditinggalkan karena mengandung kesyirikan. Berdo'a pada makhluk adalah dosa besar. Do'a dalam Islam ada hukum, adab, dan keutamaannya tersendiri.


3. Jika perkataan itu disertai dengan keyakinan bahwa tidak ada Tuhan maupun hal gaib serta percaya bahwa semesta ini qodim (yang paling awal), abadi, dan tanpa batas maka sesungguhnya ia telah kafir. Orang kafir itu tidak cuma yang memilih agama selain Islam. Melainkan orang yang tidak percaya bahwa Allah SWT itu ada.


4. Ketika semesta disamakan dengan Tuhan sudah tentu menjadikan syirik besar. Serta menganggap bahwa Tuhan menyatu dengan alam semesta juga hal yang sesat. Sebab Tuhan itu berbeda dengan makhluk. Masing-masing tidak dapat disatukan karena kadarnya beda.


5. Begitu pula menganggap semesta punya kemampuan, mekanisme, dan cara tersendiri mengatur manusia tanpa keterlibatan Tuhan itu juga kekafiran.

(sumber gambar)

Allah SWT yang Maha Mengatur bukan alam semesta yang cuma makhluk ciptaan-Nya. Semesta tidak akan mampu berperan bagi kehidupan tatkala tak mendapat perintah Allah. Pertolongan Allah kepada hamba-Nya sesuai kehendak-Nya. Bukan hasil paksaan dari manusia yang merasa mewajibkan Tuhan supaya mendukung manusia sesuai keinginan mereka.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Kumpulan Group WhatsApp Berbagai Komunitas Koleksi *Banjir Embun*

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)