5 Hal yang Mesti Segera Dilakukan Saat Bingung Mau Berktivitas Apa

Banjirembun.com - Gabut (menganggur), mati gaya, atau suwong (kosong) merupakan sebuah kondisi ketika individu sedang kehilangan inspirasi. Tengah mengalami rendahnya motivasi, semangat, maupun gairah sehingga berakibat lunturnya kreativitas dalam diri.


Ketidaktahuan seseorang mau melakukan apa di saat mengalami "kebingungan" dalam lamunan, jika dibiarkan maka dapat menyebabkan depresi. Bahkan, memunculkan rasa dalam diri sebagai orang tak berguna. Cuma jadi beban. Serta perasaan lain yang mengganggu jiwa.


Ujung-ujungnya, keadaan "hampa" itu dilampiaskan untuk hal-hal tak berfaedah. Contohnya berbuat toxic (merusak) serta menyampah di media sosial. Posting, upload, dan komentar yang memancing keributan. Cara lainnya diisi dengan onani (masturbasi) atau paling tidak menonton film porno.


Ketika malas mau melakukan apapun sebaiknya lakukan 5 hal di bawah agar dapat membawa manfaat.


1. Buat Kisi-kisi, Outline, atau Desain Pekerjaan yang Ingin Dilakukan

Kebingungan dalam diri mau beraktivitas apa di kala terdiam salah satunya tentu diakibatkan tak ada perencanaan. Walau ada rancangan mau kerjakan sesuatu, tapi nyatanya tiba-tiba hilang selera. Terlebih lagi ketika pekerjaan tersebut sulit serta tidak disertai kisi-kisi atau desain.


Misalnya, ada agenda hari ini mau mengerjakan tugas kuliah atau kantor. Padahal waktu sedang longgar dan bingung mau ngapain. Hendak main game, menonton TV, buka media sosial ternyata lagi tak ada hasrat karena agak bosan. Apalagi jam masih pagi sebagai tanda aktivitas produktif dimulai.


Sikap ogah-ogahan mengisi waktu luang untuk menunaikan kewajiban dan tanggung jawab pasti pernah dialami semua orang. Tanpa diduga, salah satu faktornya karena tugas tersebut tidak dibuatkan outline. Yakni, sebuah rencana atau usulan yang dijabarkan secara rinci dan komponennya terhubung satu sama lain.

Contoh desain aktivitas harian yang sederhana


Sebuah perencanaan kalau masih berupa konsep umum tanpa disertai catatan-catatan detail dan penjabaran aplikatif akan berisiko besar cuma jadi wacana. Masih dibutuhkan sebuah desain konkrit agar menjadi pedoman atau tuntutan dalam upaya merealisasikan gagasan secara nyata.


2. Kerjakan Hal Kecil Dulu Tanpa Buru-buru

Penyebab orang enggan mengerjakan sesuatu karena memiliki idealisme tinggi. Mengharapkan hasil sempurna tapi di sisi lain ingin memakai cara cepat. Dengan kata lain, dalam satu kali "duduk" di kursi sebuah pekerjaan bisa tuntas. Tanpa perlu dikoreksi dan dilihat lagi di lain hari.


Mencicil sebuah pengerjaan terkadang sangat perlu. Jadi, tak semestinya buru-buru ingin diselesaikan lalu bisa istirahat sambil menikmati hasilnya. Kerjakan hal kecil sedikit demi sedikit. Dari yang awalnya terlihat sepele itu, lama kelamaan akan terkumpul banyak sambil dibenahi di tengah-tengahnya.


Nah, tatkala lagi menganggur nan bingung mau kerjakan sesuatu lebih baik ingat kembali hal kecil apa yang patut dikerjakan. Sebut saja seperti mencicil tugas rumah tangga, sekolah, kuliah, atau kantor. Bisa juga dengan membuat catatan-catatan kecil yang berisi tentang evaluasi diri dan sejumlah harapan dalam hidup.


3. Melangkah Keluar Rumah Menuju Lokasi Favorit 

Tempat yang dapat meneduhkan hati tidak harus berbayar apalagi mahal. Terkadang kepenatan diri datang tatkala sedang bosan terus-menerus di rumah. Sesekali perlu membuang "sial" dengan cara pergi ke lokasi favorit. Sebutlah ke rumah teman, taman kota, Masjid, atau destinasi wisata gratis lainnya.


Baca juga: 5 Destinasi Wisata ini Pasti Ada di Dekat Kotamu! Murah, Dekat, dan Menyehatkan


Tak jarang spirit begitu bergejolak sesudah melakukan relaksasi di luar rumah. Daya kreativitas mengalir kembali yang tak mampu dibendung. Dari sini dapat dipahami bahwa sebuah "jeda" sangat penting. Alasannya, otak butuh asupan segar dengan maksud menghilangkan kebingungan di saat sepi.


Kesepian bisa terjadi meski di rumah sangat ramai dan banyak anggota keluarga yang tinggal bersama. Banyak sebab kenapa manusia merasa sepi di tengah-tengah keramaian. Salah satunya dikarenakan tidak menemukan sesuatu yang dapat mengakui dia sebagai "benar-benar" manusia seutuhnya.


4. Cari Informasi, Wawasan, Pengalaman, Pengetahuan, dan Ilmu

Orang bodoh, penakut, ragu, dan miskin harta akan terus mengalami seperti itu ketika dia tetap terdiam menerima nasib. Harusnya dia mencari informasi, wawasan, pengalaman, pengetahuan, dan ilmu-ilmu yang terbaru. Terutama terkait kehidupan, motivasi, bisnis, hobi, dan lapangan kerja.


Di zaman dulu kebingungan mau melakukan apa dalam hidupnya diakibatkan oleh kurang pergaulan (kuper). Kini sudah beda. Sedikit teman dan jarang bergaul bukan suatu alasan untuk ketinggalan hal-hal penting demi keberlangsungan hidup layak dan bahagia. Sebab, sekarang ada internet yang mampu memberikan informasi secara cepat dan akurat.


Kebingungan melakukan sesuatu bisa juga karena sempitnya cara pandang dan fanatik pada tempat lahir. Mengira merantau sangat berbahaya. Padahal, enggan merantau disebabkan minimnya wawasan. Seandainya dia mau browsing di internet semisal YouTube dan Google barang tentu menemukan hal-hal menarik, menantang, potensial, dan cocok dengan jati dirinya di luar daerah. 


5. Berproses Menemukan Bakat

Bakat merupakan sesuatu yang teramat sulit ditemukan. Jauh lebih mudah mempertahankan dan mengembangkan bakat yang telah disadari ketimbang menemukan. Tidak semua manusia di muka bumi ini mampu menemukan bakatnya. Sungguh lebih miris, tak sedikit orang yang terlambat dalam menyadari bakatnya.


Mungkin saja benar ada yang mengatakan bahwa manusia tidak diwajibkan untuk menemukan bakat. Tanpanya pun seseorang dapat bekerja dan hidup normal umumnya manusia. Namun, orang yang berprofesi sesuai bakat bakal jauh lebih bahagia daripada bekerja yang tak sesuai dengan "bawaan" dari lahir.


Baca juga: Temukan Bakatmu Agar Nikmat Hidupmu


Mengisi waktu senggang dengan cara mengasah keterampilan yang diminati dijamin sangat bermanfaat dalam jangka panjang. Saat seseorang terus-menerus melatih diri, terlebih lagi itu sesuai dengan bakat yang dimiliki, membuat dia menjadi ahli atau pakar di bidang tersebut. Bakat itulah yang akan menghasilkan uang di masa depan.


Sampai di sini dulu tulisan motivasi bagi kaum rebahan. Janganlah berkecil hati. Tidak selamanya rebahan itu negatif. Selama ada koneksi internet dan tidak pelit membayar wifi atau pulsa, selama itu pula kaum rebahan bisa mengembangkan dirinya. Tentu wajib disertai latihan dan rutin menerapkan uji coba agar berpengalaman.

Komentar

Baca juga postingan berikut:

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Tanya Jawab Tentang Filsafat Pendidikan Islam dan Upaya Pembaruan Pendidikan Islam

Visi dan Misi dalam Bekerja

Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? Itu Kode Angka Organisasi Keagamaan Indonesia

Arti SHP dalam Serial Anime One Piece