Inilah Satu-satunya Cara yang Mampu Membahagiakan Orang Beriman

Banjirembun.com - Menurut sudut pandang manusia sebuah kebahagiaan dikatakan memiliki ciri relatif, temporal, tentatif, dan subjektif. Dengan artian penggunaan cara dan rangsangan agar memperoleh bahagia pada tiap orang, waktu, tempat, hingga kebudayaan berbeda-beda perlakuannya.


Hal di atas sama sekali berbanding terbalik dengan konsep bahagia dari pemahaman ajaran Islam. Agama tersebut menjelaskan bahwa kebahagiaan bersifat mutlak, tunggal, universal, dan berlaku sepanjang masa. Dengan kata lain, siapapun dan kapanpun dapat meraih bahagia dengan cara sama.


Setiap orang beriman supaya mendapatkan kebahagiaan jalan satu-satunya yaitu dengan beramal saleh. Di mana, arti dari amal saleh adalah segala apa saja yang ada di dalam hati atau pikiran, perkataan, dan perbuatan umat Islam yang mendatangkan pahala. Baik itu terkait yang haram, makruh, mubah, sunah, ataupun wajib.


Konsekuensi dari definisi di atas ialah segala apapun itu, entah yang menyangkut interaksi sesama manusia maupun hubungan dengan Allah SWT, dapat menjadi amal saleh ketika niatnya benar. Yakni, untuk meraih ridho dan bersandar pada-Nya. Serta memiliki ketaatan dan ketakutan semata untuk-Nya.


Sebuah perbuatan bisa saja hukum asalnya mubah alias dibolehkan. Namun, mampu mendatangkan pahala (jadi amal saleh) saat disertai dengan kebaikan. Misalnya makan nasi hukumnya mubah. Berhubung disertai dengan bacaan bismillah perilaku tersebut mendatangkan pahala bagi pelakunya.


Begitu pula perbuatan haram yang diiringi kebaikan juga dapat mendatangkan pahala sehingga pantas disebut amal saleh. Contohnya, setiap manusia pasti pernah berbuat khilaf seperti zalim pada orang lain. Nah, orang yang minta maaf pada pihak yang pernah dizalimi merupakan bentuk amal saleh.


Kedudukan orang yang memohon maaf dan memberi maaf keduanya mendapatkan pahala. Kendati demikian, meski setelah mengajukan maaf ternyata ditolak permintaan tersebut baginya tetap berpahala. Ditambah telah gugur kewajibannya memohon maaf. Tidak perlu diulang di kemudian hari.


Di Mana Letak Kebahagiaan itu?

Mayoritas manusia sentiasa sibuk mencari kebahagiaan. Mereka kebingungan mendapatkannya karena tak tahu di mana letak kebahagiaan sejati tersebut. Selama ini terus mengejar-kejar tiada henti tapi belum pernah menemukan. Kalaupun ada, itu cuma sementara. Setelah itu muncul kebosanan.


Di mana harus mencari kebahagiaan itu? Ternyata bahagia bukan terletak di genggaman tangan, dalam jangkauan sorotan mata, mendatangkan kenikmatan bagi saraf tubuh, apalagi bukan juga sesuatu yang datang dari sesama manusia. Itu semua hanya perhiasan dunia yang nikmatnya menipu.


Apa bahagia terletak pada harta? Tidak! Apakah bahagia dilakukan dengan bersenang-senang serta memuaskan nafsu? Tidak! Dikatakan bahagia tatkala umur panjang? Tidak! Badan yang sehat syarat mendatangkan bahagia? Tidak! Lalu di mana letak bahagia itu?


Sebuah bahagia didapat jalan satu-satunya dengan beramal saleh. Allah SWT menjamin barangsiapa yang beramal saleh, baik laki-laki maupun wanita, dalam keadaan beriman maka Dia akan jadikan hidupnya bahagia di dunia. Sedangkan di akhirat bakal dibalas dengan kebaikan yang melebihi amalan mereka.


Orang yang memiliki ilmu bermanfaat tergolong mempunyai amal saleh. Sebab, dia sudah menyebarkan kebaikan bagi banyak insan. Tentu itu didasari atas niat yang lurus. Bukan untuk mencari kepingan dunia. Melainkan semata ingin mencari perhatian dan cari muka pada Allah SWT.


Di tempat kerja atau di mana pun seseorang dapat beramal saleh. Tak harus menuntut diri untuk ikut membantu rekan kerja. Bekerja secara profesional, disiplin, dan jujur merupakan bagian amal saleh. Sungguh sesimple itulah apa yang disebut dengan kebahagiaan. Enggak perlu neko-neko terpancing godaan setan.

Ilustrasi kantor perusahaan tempat beramal saleh 


Pesan terakhir, percuma saja mengaku telah beramal saleh tapi niat di dada sudah menyalahi. Sebaik apapun tingkah laku ketika tak "diserahkan" sepenuhnya serta seikhlasnya pada Allah SWT jangan berharap dapat menghasilkan sebuah kebahagiaan. Kesimpulannya, amal saleh harus diikuti dengan keimanan kokoh.


Hindari beramal sholeh bertujuan untuk mendapatkan balasan manusia. Tinggalkan amal sholeh yang disebabkan terdapat tekanan dari sekitar dan ketakutan dalam diri. Lebih-lebih beramal sholeh cuma modus untuk mengelabui atau menyuruh Allah SWT supaya memberikan harta melimpah. Bersihkan hati!



Komentar

Baca juga postingan berikut:

Visi dan Misi dalam Bekerja

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)