7 Penyebab Dua Rumah Berharga Sama Tapi Spesifikasi dan Kualitas Berbeda

Banjirembun.com - Harga rumah umumnya ditentukan oleh penjual. Mau berapa pun mereka pasang harga, tidak ada aturan batasan yang mengikat. Namun, seringkali harga rumah akan "disamakan" atau mengikuti dengan hunian di sekitarnya yang pernah berhasil terjual.


Dengan merogoh kocek yang sama, dua rumah yang dibeli satunya bisa didapatkan dengan kondisi dua tingkat sedang yang lain hanya satu lantai. Padahal ukuran tanah, material, model, maupun struktur bangunan sangat identik. Bahkan, ternyata lokasinya di kelurahan sama.


Tatkala diteliti di sejumlah perumahan bakal menemukan banyak alasan kenapa dua rumah berharga sama tapi spesifikasi dan kualitas berbeda. Di antaranya meliputi:


1. Brand Perumahan

Perumahan yang dibangun serta dikelola oleh developer terkenal dan punya nama besar jadi salah satu faktor harga rumah terdongkrak. Memiliki tempat tinggal di perumahan tersebut ada gengsi tersendiri. Bikin penghuni percaya diri saat menulis dan menyebutkannya.


Buktikan sendiri, walau spesifikasi sama persis dan di kawasan sama tapi pengembangnya berbeda dapat dipastikan harga beda. Selisih harga yang lebih tinggi itu sejatinya sebagai biaya beli merk atau brand dari nama sebuah perumahan. Tentunya, layanan dan kepercayaan yang diberikan juga lebih ekstra.


2. Lokasi

Perumahan atau pun rumah pribadi yang letaknya di daerah strategis berakibat pada harga jual konsisten melejit tiap tahunnya. Fenomena tersebut sudah banyak diketahui. Sayangnya, umumnya lokasi yang ideal sekarang ini sangat sulit dicari. Andaikan dijual harganya di luar batas jangkauan.


Di lokasi agak dalam sekalipun kalau ada proyek pengembangan oleh developer besar dan terbangun banyak rumah mewah juga mampu mengatrol harga-harga rumah di daerah sekitar. Terutama rumah yang terletak di perumahan terdekat. Dengan kata lain, kawasan tersebut daya tariknya jauh lebih meningkat ketimbang sebelumnya.


3. Asal-usul Material Bangunan

Jangan sampai terkecoh dengan harga murah. Bisa jadi bahan bangunan yang digunakan serba terbatas kualitas dan kuantitasnya. Tak perlu berharap kemewahan. Sebab, mungkin saja material yang dipakai di bawah standar. Paling tidak pada bagian-bagian tertentu.


Material yang dibeli secara grosir langsung dari pabrik dan sebagian dicetak atau dibuat sendiri oleh kontraktor bakal membuat harga lebih murah. Begitu pula bahan bangunan yang dibeli secara eceran dan edisi terbatas bikin harga rumah melambung tinggi.


4. Kelengkapan

Ada lagi fakta miris lain. Harga miring sebuah rumah mengharuskan pembeli merenovasi dulu sebelum dihuni. Misalnya, bagian belakang rumah mesti ditutup dulu dengan cara meninggikan tembok dan diberi atap. Adapun di depannya perlu pasang kanopi dan membuat pagar sendiri.

Contoh rumah di perumahan yang butuh renovasi sebelum dihuni


Kelengkapan rumah ini sangat penting untuk dipastikan sebelum membelinya. Apakah sudah ada perabot (furniture), tanaman di taman, kanopi, dan lain-lain. Konsumen yang hendak pindahan tinggal bawa koper saja tanpa perlu renovasi berarti dapat dibilang rumah 100% siap pakai. Harganya tentu lebih mahal.


5. Fasilitas dan Layanan Perumahan

Layanan dan fasilitas ketika purna jual yang diberikan oleh developer juga menjadi faktor berubahnya harga rumah. Pengelolaan yang baik terkait kebersihan, keamanan, kenyamanan, hingga aktivitas sosial yang fleksibel membikin banyak orang berminat memiliki griya di sana.


Area perumahan yang eksklusif (tertutup untuk umum) mampu pula menjadi penyebab harga rumah meroket. Ditambah terdapat sarana CCTV, palang pintu (portal), satpam yang berjaga lebih dari satu orang dalam sekali waktu, sampai adanya taman yang indah terjaga rapi.


6. Cara dan Waktu Pembayaran

Beli rumah di awal proyek pembangunan perumahaan biasanya tiga pembeli pertama mendapatkan potongan harga. Dengan syarat dibeli secara cash keras alias tanpa mencicil. Serta bersedia menempati setelah rumah rampung dibangun sebagai sarana promosi.


Sayangnya, rumah harga promo tersebut kerapkali bukan yang ready stock. Melainkan baru mulai dibangun setelah dibayar. Malah yang lebih ekstrim harus inden dulu. Selengkapnya silakan baca Perbedaan Beli Rumah pada Developer Perumahan Secara Inden, Siap Bangun, dan Ready Stock.


7. Harga Masih Berubah-ubah

Naik turunnya harga hunian di perumahan juga ditentukan oleh tak ada patokan harga tetap. Dengan begitu, sales marketing properti maupun makelar dapat memasang harga rumah semau mereka. Sedangkan, developer sendiri lepas tangan dan menyerahkan sepenuhnya harga rumah pada keadaan pasar.


Dari sini dapat dipahami, agar tidak boleh heran lagi ketika ditemui dua perumahan dengan karakter bangunan mirip tapi harga beda. Begitu juga sebaliknya, dengan nominal uang di angka sama tapi spesifikasi dan kualitas berbeda dengan perumahan lain. Padahal lokasinya berdekatan. Masih satu "lingkaran".


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Tanya Jawab Tentang Filsafat Pendidikan Islam dan Upaya Pembaruan Pendidikan Islam

Visi dan Misi dalam Bekerja

Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? Itu Kode Angka Organisasi Keagamaan Indonesia

Arti SHP dalam Serial Anime One Piece