9 Tanya Jawab Tentang Surga dan Neraka

1. Apakah surga dan neraka sudah dihuni oleh manusia sekarang ini sebelum kiamat?

Jawab: Surga dan neraka sudah tercipta sebelum hadirnya manusia di semesta. Di dalam surga sudah ada bidadari dan bidadara. Namun, sekarang ini belum ada manusia yang menghuninya. Lagi pula, semua pintu surga masih tertutup hingga nanti terbukanya menunggu nabi Muhammad SAW. Di mana, peristiwa tersebut yaitu ketika kiamat sudah diselenggarakan. 


2. Apakah di surga nanti kita kumpul lagi bersama keluarga dan orang yang pernah dikenal?

Jawab: Tentu iya. Dengan catatan keluarga dan siapapun yang dikenal semasa hidup kita seorang yang beragama Islam. Mereka semua akan disatukan di surga tanpa sedikit pun Allah SWT menzaliminya. Serta barangkali sebagian dari mereka ada yang dimasukkan ke neraka dulu untuk diazab baru menyusul ke surga.


Baca juga: Islam Adalah Agama yang Penuh Janji-janji Mengejutkan, Inilah 5 Buktinya


3. Apakah penghuni surga boleh meminta agar seseorang dikenal yang tengah menghuni tingkat surga di bawah untuk diangkat sejajar dengannya?

Jawab: Tidak bisa. Kecuali suami istri. Salah satu dari pasangan tersebut boleh memohon untuk menaikkan level surga sumai/istrinya ke derajat yang sejajar dengannya. Kemungkinan terangkat sangat besar. Kendati seperti itu, meski beda level semua penduduk surga dapat bertemu satu sama lainnya.


4. Apakah orang beriman dan saleh dari kalangan orang biasa bukan waliyullah dan bukan sahabat Rasulullah mampu memberikan safaat?

Jawab: Bisa. Orang yang saleh dari segala zaman dapat memberi safaat (pertolongan) pada saudaranya seiman dan seislam yang masuk neraka. Dia boleh meminta temannya yang di neraka itu dikeluarkan lalu di masukkan ke surga. Akan tetapi tingkatannya tetaplah disesuaikan dengan amal saleh yang diperbuat saat hidup.


5. Apakah anak bisa membawa orang tuanya ke surga?

Jawab: Bisa. Terlebih lagi tatkala anaknya meninggal dunia sebelum baligh. Itu dapat menjadi karunia luar biasa bagi kedua orang tuanya. Di waktu memasuki baligh hukumnya kembali ke asal yaitu tergantung pada seberapa besar pahala si anak sehingga pantas membawa orang tuanya ke surga.


6. Apakah ada manusia yang tidak menghuni surga maupun neraka tapi menempati sebuah tembok di tengah-tengah keduanya secara abadi?

Jawab: Umat Islam yang memiliki "keseimbangan" pahala dan dosa umumnya akan masuk surga atas rahmat Allah SWT. Sebelum masuk surga mereka bakal menunggu dulu di tembok pemisah itu. Salah satunya menanti safaat dari umat Islam lain yang layak memberikan safaat.


7. Bagaimana status manusia pedalaman yang belum tersentuh seruan Islam? Apakah masuk surga atau neraka?

Jawab: Di ujung alam keabadian hanya ada dua tujuan yaitu surga atau neraka. Tak ada lagi selain itu. Adapun anaknya orang kafir yang meninggal sebelum baligh atau manusia pedalaman yang tidak menerima syiar dan dakwah Islam selama kehidupannya, nanti di akhirat sebelum ditentukan masuk surga atau neraka bakal dinilai dan diuji dulu fitrahnya. 

Ilustrasi peradaban Astec kuno yang tak terjamah syiar maupun dakwah Islam (sumber gambar)

Bila fitrah (bawaan di hatinya) baik sehingga taat dan takut pada Allah SWT maka cepat atau lambat pasti masuk surga. Salah satu bentuk ujian tersebut yaitu Allah SWT memerintahkan dia meloncat ke neraka. Bagi yang patuh tanpa ragu tentu melompat tapi tidak merasakan panas. Sebab itu hanya sebuah ujian ketaatan. Sedangkan bagi yang fitrahnya buruk akan menolak sehingga dia dimasukkan ke neraka yang sebenarnya.


8. Bisakah penghuni surga derajat paling rendah bertemu dengan para Rasul, Nabi, dan Sahabat Rasulullah SAW yang ada di surga firdaus?

Jawab: Sangat bisa. Penghuni surga terendah juga mendapatkan kenikmatan bertemu dengan Rasulullah SAW dan para kekasih Allah SWT lainnya. Lebih lengkapnya silakan baca Bertaubatlah! Ini 5 Hal Menakjubkan yang Didapat Penghuni Surga.


9. Apakah penghuni surga mampu melihat kondisi penghuni neraka begitu pula sebaliknya?

Jawab: Iya bisa. Tentunya tidak setiap saat mampu saling melihat. Hanya pada waktu-waktu tertentu. Bagi penghuni surga yang melihat siksaan di neraka membuat mereka semakin bersyukur atas nikmat. Sedang, bagi penghuni neraka yang melihat kenikmatan surga membikin mereka bertambah menyesal atas perbuatannya di dunia. 


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Kumpulan Group WhatsApp Berbagai Komunitas Koleksi *Banjir Embun*

Contoh Visi dan Misi Pribadi