Jauhi Medsos Jika Mengalami Kondisi Seperti Ini

Sahabat *Banjir Embun* pepatah mengatakan "Orang yang Beruntung adalah Orang yang Bijak dalam Berkata". Ungkapan itu ada benarnya. Berlaku di dunia nyata maupun maya. Siapapun yang konstan berperilaku bijak dalam berkata pasti ia akan mendapat tempat. Cepat atau lambat.

Sayangnya, masih sering kita temui perilaku bersilangan antara dunia nyata dengan maya. Contoh yang ringan seperti memberi emoticon tertawa saat bermedsos tapi pada kenyataannya ia sedang bersedih. Memposting kata-kata bijak padahal saat itu hatinya sedang penuh amarah.







Perbuatan semacam itu sering kita jumpai. Mungkin diri kita sendiri pernah melakukan. Hal itu bisa terjadi karena kondisi psikologis sedang terguncang. Lagi butuh tambatan untuk berpegang. Namun pegangan itu tidak ditemukan. Akhirnya medsos menjadi tempat pelampiasan. 


Ada kalanya orang bermedsos tidak hanya untuk mengisi kekosongan waktu, pikiran, dan kegiatan. Realitanya, meski sesungguhnya tidak kosong, tak jarang lebih menyempatkan bermedsos dari pada yang lainnya. Bukannya medsos untuk mengisi kekosongan malah medsos yang telah menciptakan kekosongan itu sendiri.




Dari setiap individu, kencenderungan memilih medsos sangat berbeda. Ada yang menggunakan beberapa akun medsos dalam satu waktu. Ada pula yang hanya aktif bermedsos dengan satu atau dua akun. Tidak dibutuhkan banyak akun digunakan berbarengan untuk membuat kekosongan itu.


Satu atau dua akun sudah bisa membuang segala kebaikan dalam diri individu. Sebab di medsos itu ibaratnya kotak kosong. Tinggal individu yang menggunakan mau mengisi apa. Tentu karena kotak itu banyak yang menggunakan maka isinya juga bermacam. Ada sampah, barang berharga, atau barang yang biasa saja.


Di dunia medsos itu penuh multi tafsir. Postingan sampah yang seharusnya dibuang malah diagungkan. Postingan berfaedah malah dicampakkan. Bahkan tak jarang kita temukan postingan bias. Tidak jelas itu sampah atau barang daur ulang. Terlihat abu-abu. Kadang hal itu yang membuat tangan kita gatal untuk mengomentarinya.


Salah tafsir lainnya yang sering kita temui adalah salah terima dalam memahami pesan.  Maksud kita bercanda justru dianggap serius. Maksudnya untuk mengingatkan satu atau beberapa orang saja yang lain ikut tersindir. Maksudnya ingin memberi contoh disangka pamer. Sedang yang benar-benar pamer malah dikatakan memberi inspirasi.


Oleh sebab itu, bila kondisi kejiwaan kalian sedang bermasalah jangan sekali-kali menulis atau membagikan apapun di medsos. Lebih baik diam dan bila perlu tinggalkan medsos untuk sementara waktu. Sebagai kompensasi lakukan sesuatu yang bisa menghibur. Semisal nonton film, jalan-jalan, makan-makan, dan lain-lain.


Banyak hal di medsos yang bisa membuat emosi kita tergugah. Yang awalnya sejuk ketika membaca sesuatu di medsos jadi panas. Yang awalnya bijak bisa berubah jadi galak. Semua itu memang tergantung pada kita. Mau menggunakan medsos untuk apa. Bila keinginan kita tentang penggunaan medsos tak tercapai maka kita hanya ada dua pilihan yaitu diam atau berkata bijak.



Baca juga:
Cerita Inspirasi: Ganteng-ganteng Baik Hati

Temukan Bakatmu Agar Nikmat Hidupmu

Cerita Motivasi: Pilihan Hidup

Terima kasih telah membaca. Semoga bermanfaat. Mohon maaf atas segala kekurangan tulisan.



Social media (sumber gambar)





Komentar

Baca juga postingan berikut:

Visi dan Misi dalam Bekerja

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)