Inovasi Terbaru: Pesawat Terbang Berbahan Bakar Listrik

Di saat Indonesia masih ribut mau memilih menggunakan mobil listrik atau berbahan bakar minyak (fosil) ternyata di negara lain sudah lebih inovatif. Tepatnya di Norwegia. Mereka melakukan uji coba pesawat bertenaga listrik berkapasitas 2 penumpang.


Demam inovasi mobil listrik itu salah satunya dimotori oleh TESLA yang ternyata merembet ke industri penerbangan. Sebab, prospek kendaraan bertenaga listrik memang sangat bagus. Hemat biaya, suara tidak nyaring, perawatan mudah, simpel, dan tentunya lebih ramah terhadap lingkungan.





Diambil dari CNN menerangkan bahwa menurut komisi Uni Eropa emisi gas buang pesawat terbang berkontribusi sekitar 4 persen dari emisi gas rumah kaca di bumi. Hal tersebut cukup tinggi dengan peningkatan yang cukup signifikan.



Desain pesawat listrik (sumber gambar)

Dengan target waktu yang tak muluk-muluk, Norwegia meprogamkan semua jenis penerbangan berjarak pendek harus berpembangkit listrik. Pemberitahuan itu disampaikan pada tahun 2018 lalu. Setelah diadakan penerbangan bertenaga listrik untuk pertamanya.


Seperti dikutip dari viva pabrik jet terkenal di dunia seperti  Rolls Royce maupun Pratt and Whitney masih memulai pembuatan pesawat generasi terbaru bertenaga listrik. Lebih tepatnya akan mengenalkan mesin hibrida (persilangan).


Baca juga: 
Kelebihan dan Kelemahan Transportasi Online

Etika Menggunakan Jasa Driver Transportasi Online




Memang harus diakui harapan pesawat terbang komersial berbahan bakar listrik maupun hibrid (persilangan) sekalipun masih belum terlihat cerah. Terlebih lagi pesawat komersial bertenaga hidrogen hingga nuklir.


Sebab, baterai sebagai sumber listrik untuk saat ini tenaganya masih belum mampu menahan berat pesawat dibandingkan tenaga minyak bumi. Tentunya tenaga dorongnya pun tidak sekuat seperti halnya pesawat konvensial.


Menurut salah satu ahli sekaligus peneliti di Universitas Washington mengungkapan bahwa bateria lithium-ion terbaik yang ada sekarang ini energinya 70 kali lebih sedikit daripada 1 kilogram bahan bakar jet.


Namun demikian, dilangsir dari Kompas secara teori kendala bateri masih bisa diatasi. Menurut Sean Clarke ilmuwan NASA sistem penggerak listrik bagi pesawat akan  terealisasi lebih cepat dari dugaan selama ini.





Clarke mengimbuhi bahwa kapasitas motor elektrik pada pesawat masih bisa ditingkatkan. Dengan itu penerbangan pesawat berbahan bakar listrik dapat menempuh jarak yang lebih jauh dari uji coba sekarang ini.

Dibandingkan dengan mobil listrik, industri penerbangan berpembangkit listrik masih sangat jauh. Menjadi tugas rumah bagi para ahli maupun perusahaan penerbangan untuk menggalakkannya. Menjadi transportasi massal. Diperkirakan baru 20 tahun lagi impian itu bisa terwujud. (Info *Banjir Embun*)





Komentar

Baca juga postingan berikut:

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Kumpulan Group WhatsApp Berbagai Komunitas Koleksi *Banjir Embun*

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)