Dia adalah Dilanku: Perbedaan Dilan 1990 dengan Dilan 1991

Siapasih cewek yang enggak suka digombalin. Se-alim, taat beragama, dan se-sholihah apapun mereka pasti sangat suka digombalin. Cuma bedanya setelah digombalin mereka mampu meredamnya dengan nilai agama yang dianutnya.


Film ini sungguh tahu kebutuhan psikologis remaja seperti itu. Apalagi di tengah "menurunnya" minat mereka pada film bergenre religi. Terbukti, salah satunya film Ayat-ayat Cinta 2 yang hadir 2017 lalu tak selaris film pertamanya.




Sedang, film Dilan 1991 ini diprediksi akan lebih moncer dari pada film pendahulunya. Yakni, Dilan 1990. Ditambah lagi semua tim pembuat film ini dinilai lebih solid dari pada sebelumnya. Di atas kertas itu sebuah pertanda bagus.


Baca juga:

Kumpulan Cerita Pendek Koleksi *Banjir Embun*

CERITA NYATA: Kisah Cinta Heni Aktivis Mahasiswi 


Dilanda Demam Dilan: Emak-emak hingga Oma-oma Penggandrung Dilan

  

Bahkan, dikutip dari Viva bahwa Dilan 1991 mendapat sorotan dari Deadline salah satu media Hollywood. Di media itu Dilan 1991 pada hari pertama pembukaanya tercatat telah mengalahkan pencapaian Avanger: Infinity War di Indonesia.



Sumber gambar


Kenyataan di atas juga barang tentu membuat Dilan 1991 berhasil di ranking pertama Box Office Indonesia sepanjang massa. Di mana, memiliki jumlah penonton paling banyak di hari pertama pemutaran. Selain itu film ini secara realitas telah menguasai slot studio bioskop di berbagai kota Indonesia.


Berikut ini perbedaan Dilan 1990 dengan Dilan 1991 yang kami kutip dari Kompas dan Brilio:

Alur cerita:

Dilan 1990: Lebih banyak bercandanya

Dilan 1991: Lebih banyak konflik. Terutama antara Dilan dengan Milea


Sifat Tokoh:


Dilan 1990: Tokoh utama (Dilan) adalah sosok remaja Badboy dan kuat
  
Dilan 1991: Sosok remaja yang rapuh


Lokasi syuting:

Dilan 1990: Lokasi syuting lebih banyak di Kota Bandung
  
Dilan 1991: Lokasi syuting tidak hanya di Bandung tapi juga di Jakarta



Kisah yang diangkat:

Dilan 1990: Kisahnya lebih sederhana karena hanya bekrutat tentang cinta remaja (cinta monyet)
  
Dilan 1991: Kisahnya lebih dalam sehingga membuat penonton rindu. Selain itu kisahnya bersifat kedewasaan dengan ruang lingkup kisah kasih dan sayang yang lebih luas



Pembuatan skenario:

Dilan 1990: Skenario dihasilkan dengan proses yang alot antara tim skenario dengan Pidi Baiq (novelis Dilan)

Dilan 1991: Skenario dibuat bersama berdasarkan saling kepercayaan. Semua menyatu dalam tim skenario yang memiliki satu tujuan yaitu memuaskan penonton.


Dramatisasi:

Dilan 1990: Bikin bahagia
  
Dilan 1991: Bikin nangis (sedih)




Demikian ulasan tentang Dilan ini dibuat. Mohon maaf atas segala kekurangan. Semoga menghibur.

Komentar