5 Alasan Mengapa Wajib Berpikir Positif pada Banyak Hal

Banjirembun.com - Segala hal apapun itu bisa mendatangkan rasa bahagia atau tidak, tergantung pada individu masing-masing. Semuanya ditentukan oleh cara pandang, mindset, atau prasangka seseorang terhadap sesuatu yang dihadapinya.


Seberapa bagus pun pemandangan kalau seseorang lagi sakit, rasanya menjadi hambar. Sebaliknya juga meski alam sekitar tampak biasa saja tatkala ternyata kondisi hati tengah bahagia berbunga-bunga, semua jadi lebih indah.


Inilah bukti bahwa berpikir positif sangat baik untuk jiwa, hati, atau mental. Di mana, manusia yang berprasangka baik pada banyak hal (termasuk pada Tuhan) dipastikan terciptalah harmonisasi-keselarasan antara lahir dan batin.


Efeknya, bukan cuma mampu merubah aura negatif dalam diri sendiri. Lebih dari itu, bakal sanggup menciptakan suasana yang ceria sehingga menggembirakan manusia di sekitar. Dengan begitu, perilaku serta tutur kata juga ikut positif.


Inilah alasan mengapa manusia mesti berpikir positif tentang banyak hal? Berikut ini hikmah berpikir positif:


1. Kesehatan Paripurna

Membicarakan kesehatan bukan cuma terkait tubuh. Melainkan pula tak boleh dilepaskan dengan unsur lain yaitu kesehatan jiwa. Artinya, berpikir positif tidak hanya merilekskan otak. Akan tetapi, ikut juga berperan "meringankan" badan.


Pola pikir atau mindset positif yang dikelola dengan baik serta berkelanjutan diyakini sanggup mendatangkan rasa percaya diri alias optimisme yang terkontrol dan terukur. Terhindar dari rasa cemas, takut, dan terbebani secara berlebihan.


Organ-organ biologis seseorang yang diberi "serangan" pikiran-pikiran negatif dapat menurunkan kinerja. Sebut saja mudah lemas, tak bergairah, sulit konsentrasi, sampai tahap paling parah yaitu gampang sakit lantaran daya tahan tubuh atau imunitas menurun.


Adapun bagi penyandang tekanan darah tinggi, lebih memilih berpikiran positif amat membantu menurunkan tekanan darah. Alasannya, stres dan uring-uringan akibat hati diliputi sifat negatif berisiko tekanan darah enggak normal/stabil.


2. Memilih dan Memutuskan Sesuatu Tanpa Penyesalan

Sebuah penyesalan muncul salah satunya karena saat memilih dan memutuskan dilakukan secara sembrono. Kendati langkahnya sudah tepat disertai penuh pertimbangan matang, ketika hasil tak sesuai harapan bakal timbul kekecewaan.


Dengan tak berpikir negatif terhadap apapun yang sudah diterima, dicapai, atau dihasilkan membuat seseorang terhindar mengalami penyesalan maupun kekecewaan. Pemicunya mungkin juga oleh cara pandang yang tidak terbuka. Terlalu fanatik dan tertutup.


Padahal, kekuatan pikiran dalam banyak hal mampu menciptakan pertahanan mental. Alhasil, seberapa pun musibah atau sesuatu lainnya yang bikin hati terguncang begitu mudah diatasi dengan cepat. Tanpa menyesali maupun menggerutu. Dengan kata lain, mudah berdamai dengan realitas.


Tetap menjadi pribadi positif merupakan jalan tepat supaya memiliki hati sekuat baja. Artinya, menerima segala dampak buruk di sekitar dari pilihan dan keputusan yang telah diambil. Bukan malah menyalahkan diri sendiri berlarut-larut.


3. Cerdas dalam Memahami Diri Sendiri dan Situasi Sekitar

Alih-alih paham terhadap situasi sekitar, justru masih banyak insan yang belum terlalu pintar memahami diri sendiri. Sebagian besar manusia lebih pilih terpancing menilai dan mengevaluasi seseorang di luar dirinya. Itupun, dilakukan secara tak adil dan penuh ambisi emosi pribadi.


Bagaimana bakal tepat dan cerdas dalam memahami diri sendiri maupun lingkungan sekitar saat hatinya sedang bergejolak. Seberapa bagus pun dalih yang dilontarkan, jika temperatur psikis sedang panas maka berpeluang membuahkan kegagalan dalam memahami segalanya.


Asumsinya, ketenangan dan ketentraman yang dialami adalah buah dari proses berpikir positif. Akhirnya, dengan terwujudnya itu berpotensi besar gampang dalam memahami diri sendiri maupun situasi sekitar. Pikiran terhindar dari egois dan individualis.


4. Ketahanan Diri

Sebesar apapun hal buruk, musibah, gangguan, cobaan, atau serangan yang menghantam bukan menjadi sesuatu yang memberatkan. Apalagi sebelumnya telah punya pengalaman semacam itu. Makin tertatalah suara di dada untuk disalurkan melalui lisan agar bertutur lembut.

Ilustrasi video tersenyum karena berpikir positif 

Bagi orang yang punya pikiran positif, keadaan hancur dan terpuruk akibat masalah yang dihadapi tampak biasa saja. Mungkin awalnya kepikiran. Namun, segera bangkit dan mudah mencari solusinya. Jangankan bikin depresi, hanya termenung meratapi nasib pun enggan dilakukan.


Mentalnya sungguh kuat bertahan, lantaran fokus pada sisi positif dari hambatan yang menghadang. Bukannya, malah mencari kesalahan orang lain untuk dijadikan kambing hitam. Bisa dibilang, kepribadiannya tangguh sekali. Bahkan, untuk mengatasi ancaman yang baru sekalipun tetap lancar dilibas.


5. Menjadi Pribadi Inspiratif

Menjadi sosok yang diteladani (sebagai figur contoh), menyenangkan, menyejukkan, berkharisma, sampai dihormati bukanlah perkara mudah. Harta dan jabatan saja belum cukup. Sebab, kedua hal tersebut bisa diperoleh dengan cara "cuma-cuma" tanpa perjuangan.


Orang yang berpikir positif mampu mempunyai karakter yang disenangi banyak kalangan. Kehadirannya dinantikan, salah satunya karena senyum tulusnya. Tanpa banyak berkata-kata pun telah menciptakan suasana hidup penuh semangat. Ditambah, saat pikiran positif itu disertai kemampuan atau kecerdasan luar biasa makin bikin terkesima.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? Itu Kode Angka Organisasi Keagamaan Indonesia