Tidak Harus Jadi Tokoh Agama Maupun Pendidik, Begini 3 Cara Menjadi Manusia Bermanfaat

Banjirembun.com - Menjadi manusia bermanfaat itu mudah. Namun, menjadi manusia bermanfaat seperti tokoh agama dan pendidik (guru atau dosen) tak sembarangan orang mampu melakukan. Sebab, ada syarat-syaratnya agar kuat menjalani tugas rutinitas tersebut.


Sejatinya, semua manusia bisa bermanfaat bagi insan lainnya maupun alam sekitar. Akan tetapi, barangkali cara yang dilakukan berbeda-beda. Begitu pula dengan keajegan (kerutinan), kadar, hingga sasaran yang dituju juga tak boleh disamakan.


Bukan cara yang terpenting. Melainkan, sejauh mana keterlibatannya dalam peran serta membangun peradaban unggul. Buat apa profesi, status, atau gelar di masyarakat bagus tetapi cuma untuk basa-basi. Semata-mata agar dikatakan sebagai manusia bermanfaat bagi sesama.


Cara demi menjadi dan memperoleh status "manusia bermanfaat" boleh beda, tetapi tujuannya sama. Siapapun dilarang keras memaksakan pihak tertentu harus menjadi ini atau itu supaya pantas disebut manusia bermanfaat. Lagipula, bakat dan minatnya belum tentu di bidang itu.


Justru, sebagian cara di bawah jauh lebih efektif dan sebagian yang lain makin luas dampaknya ketimbang dilakukan secara tatap muka:


1. Bersedekah

Memang betul syarat untuk menjadi ahli sedekah tak harus kaya. Maksud kata "ahli" di sini berarti sudah terbiasa dan mahir. Saking sering bersedekah sehingga menjadi kebutuhan. Lebih heroik lagi, mayoritas sedekah diterapkan secara sembunyi-sembunyi.


Dampak sedekah jangan diremehkan. Jika sedekah itu dilakukan oleh orang tak berada maka setidaknya bisa menjadi inspirasi. Bila sedekah dijalankan oleh orang kaya yang tak pelit maka itu mampu menghidupi pendidik swasta beserta lembaga tempat bekerja.

 

Ilustrasi manusia yang bermanfaat dengan cara beda

2. Menulis 

Menulis bisa di mana pun wadahnya. Baik melalui buku, media sosial, blog/website, hingga koran. Tulisan yang dipublikasikan di internet akan terabadikan. Serta, kemungkinan besar bakal tetap bisa dibaca sampai kapan pun. Alhasil, walau penulisnya meninggal dunia tapi nilai kebermanfatannya terus mengalir.


Bukan sekadar berhenti di sana. Jangkauan penerima manfaat dari tulisan juga sangat luas. Belum lagi, tatkala seseorang setelah membaca ilmu yang baru didapat tersebut langsung disebarluaskan. Makin bertambah pula penerima manfaat dari tulisan yang dibuat. Intinya, tulisan bermutu adalah lampu di tengah kegelapan.


3. Produksi Video

Akses internet tersedia secara murah dan mudah. Menonton video secara online (daring) bukan perkara mewah. Alih-alih meluangkan waktu untuk membaca, generasi muda sekarang lebih gemar menonton video. Terutama video pendek dengan durasi kurang dari 1 menit. Oleh sebab itu, jangan remehkan profesi kreator konten video.


Video-video yang ditonton atau pun hanya mendengar audionya teramat berpotensi jauh lebih bermanfaat bagi sebagian manusia. Mereka malah lebih mudah tersentuh, termotivasi, terpengaruh, hingga mendapatkan hidayah saat menonton video. Sebab, saat menonton mereka lakukan tanpa paksaan. Malah, lagi butuh tuntutan di sela-sela tontonan.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? Itu Kode Angka Organisasi Keagamaan Indonesia