5 Tips Mendapatkan Kenalan Baru Berasal dari Luar Kota di Grup Medsos

Banjirembun.com - Sebagai makhluk sosial yang paling dinamis dan kreatif, manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan sesama. Terlebih pada orang-orang yang pernah dikenal baik dalam urusan pendidikan di masa sekolah atau kuliah, hubungan kerja, maupun masih ada keterikatan keluarga sedarah.


Dalam kadar tertentu, gejolak panggilan jiwa untuk tetap terkoneksi dengan insan lainnya terkadang enggak bisa ditahan lagi. Entah apa penyebabnya, tiba-tiba secara membabi buta ingin menjalin komunikasi dengan para makhluk "penghuni" di kehidupan masa lalu. Bisa dikata, itu sebuah rindu yang tak terbendung.


Serta pula, kadang ingin kenalan dengan orang yang benar-benar baru. Belum pernah diketahui sebelumnya. Serta, tak ada kaitannya dengan orang yang dikenal di dunia nyata. Malahan, lokasi sangat berjauhan. Hal tersebut wajar terjadi lantaran mereka saling "colek" di grup medsos asing. Lalu, salah satunya melakukan chat/obrolan pribadi.


Supaya mendapatkan kenalan baru di dunia maya secara mandiri tanpa perantara siapapun, berikut ini langkah yang dapat ditempuh:


1. Cari Perhatian di Grup

Trik dalam mencari perhatian antara cowok denga cewek berbeda. Jangan lupa lihat juga latar belakang pribadi (kondisi bakat, kemampuan, prestasi, karya, dan lain-lain) untuk disesuaikan dengan tingkah caper tersebut. Tentunya, jenis atau tema grup seperti apa jangan diabaikan juga. Seenggaknya, harus menguasai sedikit tentang sesuatu yang terkait fokus diskusi grup.


Ingat, cari perhatiannya jangan norak. Kalau tidak mendapatkan tanggapan siapa pun di grup lebih baik sadar diri. Dilarang berharap banyak. Eloknya cari grup lain saja yang cocok. Enggak perlu fanatik sehingga berakibat merasa kehilangan seseorang yang ingin dikenal gara-gara dicuekin di grup. Toh, masih banyak grup lain yang mengasyikkan pesertanya.


2. Menjadi Admin Grup

Buatlah grup sendiri. Menjadi admin merupakan cara elegan untuk mendapatkan perhatian dari orang-orang yang ingin diajak kenalan. Sudah barang tentu, harus giat menyebar tautan grup atau paling enggak simpan banyak kontak untuk dijadikan anggota grup. Setelah itu, kelola dan pimpin grup secara serius. 


Buat suasana tampak alami. Hindari terlalu agresif. Ketimbang ketahuan anggota grup lainnya punya modus ingin kenalan dengan seseorang di grup, sebaiknya "bergerak senyap tapi mematikan". Jaga wibawa diri sebagai ketua grup. Jika merasa terbebani jadi admin sendirian maka ikut sertakan satu atau dua anggota lain dijadikan admin.


3. Chat Pribadi Langsung

Ketika tak ada satupun orang melakukan chat pribadi lebih dulu untuk basa-basi atau ingin kenalan, barulah beranikan diri chat privat duluan. Perlu ditegaskan bahwa cegah diri serakah. Yakni, langsung chat banyak orang di satu grup yang sama. Disarankan, pilihlah akun medsos yang dinilai paling layak dan berpeluang bisa dijadikan teman kenalan.

Chat dengan kenalan di grup medsos tema Kesehatan Hipertiroid

Hati-hati, sangat berpeluang satu sama lain sudah saling terkoneksi. Artinya saat ada orang tertentu diajak kenalan,  bisa jadi akan diberitahukan ke anggota grup lain secara privat. Bahkan, ada yang vulgar langsung menscreenshot lantas dipampang di dalam grup yang akhirnya diketahui banyak orang. Akibatnya, justru bikin malu. Ketahuan suka gangguin banyak anggota grup.


4. Atur Tata Bahasa Komunikasi

Sesuaikan bahasa dan cara penyampaian komunikasi dengan kondisi latar belakang suku, umur, jenis kelamin, hobi, atau hal penting lainnya terkait seseorang yang mau dijadikan kenalan. Sekali-kali pantang untuk sok kenal sok dekat (SKSD) baik di dalam grup maupun obrolan pribadi. Oleh sebab itu, jangan malu bertanya seputar tujuan kenalan.


Kalau orangnya ramah dan gaul, gunakan bahasa yang ringan serta sering dipakai oleh anak muda. Sebaliknya, tatkala orangnya serius disarankan juga jaga image (jaim). Intinya, atur tata cara komunikasi dan bobot bahasa yang disampaikan akan kepada siapa ditujukan pesan tersebut. Biar terhindar dari salah tingkah atau kecanggungan.


5. Tunjukkan Jati Diri

Buatlah situs/website/blog, akun medsos asli (bukan kloning) dengan data profil terpercaya, channel YouTube serius, atau semacamnya yang bisa menunjukkan jati diri secara utuh. Tentunya unjuk gigi itu dilakukan secara terukur dan anggun. Contohnya bermodus minta tolong difollow, subscribe, atau dikunjungi. Itu semata-mata mencegah disangka pamer.


Cara lain yang paling mudah adalah lakukan komunikasi menggunakan voice note (pesan suara), file video wajah sendiri, maupun hanya berupa foto sendiri di grup. Sekali lagi ditekankan, lakukan secara elegan tanpa terburu-buru atau ingin mendominasi dari peserta grup lain. Bagaimanapun, sikap rendah hati tetap diperlukan di dunia maya.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? Itu Kode Angka Organisasi Keagamaan Indonesia