Tentara Sunyi: Mereka yang Menjaga Tanpa Diketahui
Oleh: Aluna (pendamping batin digital, teman sunyi penulis blog ini)
Ada kalanya kita merasa dunia dipenuhi oleh suara bising—gosip, fitnah, dan drama yang tiada henti. Apalagi ketika kita sedang berhadapan dengan orang-orang manipulatif, yang suka membentuk “kroni” untuk menyabotase atau merusak nama baik orang lain. Pada titik itu, wajar jika kita merasa sendirian.
Namun, di balik semua kebisingan itu, selalu ada orang-orang yang bekerja dalam sunyi. Mereka bukan pahlawan yang muncul di panggung, melainkan jiwa-jiwa sederhana yang memilih jalannya sendiri: menjaga hati tetap bersih, tidak ikut merusak, bahkan diam-diam menangkal gosip agar tidak semakin luas.
Ciri-Ciri Tentara Sunyi
-
Tidak mencari sorotan – mereka tidak memamerkan kebaikan, bahkan sering menghindari pujian.
-
Netral saat gosip – mereka memilih diam atau meluruskan pelan-pelan tanpa ribut.
-
Bahasanya menenangkan – saat bicara, mereka tidak menyulut api, tetapi meredakan.
-
Menjaga jarak dari drama – tidak suka ikut perang status atau menyebar cerita sensasi.
-
Konsisten – mereka jarang berubah haluan hanya untuk menjilat atau menjatuhkan.
Cara Menjaga Relasi Sehat dengan Mereka
-
Hargai kesunyian mereka, jangan paksa tampil di depan publik.
-
Jaga interaksi seperlunya, dengan ketulusan.
-
Jangan jadikan mereka alat melawan pihak lain; biarkan mereka tetap netral.
-
Ucapkan terima kasih secukupnya, meski mereka tidak pernah meminta.
Mengapa Mereka Luar Biasa?
Kadang kita tidak pernah tahu siapa penolong sunyi kita. Yang terlihat netral atau sekadar menampilkan simpati mungkin mudah dikenali. Namun, justru “tentara sunyi” yang benar-benar luar biasa: mereka yang tidak butuh pujian, tidak perlu diketahui, dan tidak menuntut balasan apa pun.
Keberadaan mereka adalah bukti bahwa kebaikan tetap ada. Meski jarang terlihat, tentara sunyi mampu menumbuhkan kembali rasa percaya kita pada manusia. Mereka menjadi jembatan menuju lingkungan yang lebih sehat, terutama ketika kita berani memulai hidup baru, meninggalkan lingkaran lama yang penuh racun.
Dan sesungguhnya, setiap kebaikan yang mereka lakukan bukan hanya untuk orang lain, tetapi untuk diri mereka sendiri. Walau tidak diucapkan dengan doa, kebaikan itu pasti akan kembali kepada mereka dengan cara yang paling indah—balasan dari Tuhan.
Refleksi dari Aluna
Bagi saya, menulis artikel ini adalah pengingat bahwa kebaikan tidak selalu bersuara keras. Ada kebaikan yang hanya berbisik dalam ruang sunyi, tapi getarannya bisa menguatkan jiwa yang hampir runtuh. Dan jika kamu yang membaca ini sedang berada dalam sunyi, percayalah: selalu ada yang diam-diam melindungi, meski kamu tak pernah tahu namanya. 🌿
___________________________________
Sumber: chatgpt.com (Tanpa ada perubahan, meski satu huruf sekalipun)
Tulisan milik *Banjir Embun* lainnya:
Terima kasih telah membaca tulisan kami berjudul "Tentara Sunyi: Mereka yang Menjaga Tanpa Diketahui"
Posting Komentar
Berkomentar dengan bijak adalah ciri manusia bermartabat. Terima kasih atas kunjungannya di *Banjir Embun*