Macam-macam Periodesasi Sejarah Pendidikan Islam Menurut Beberapa Ahli



Baca Juga:




Macam-macam Periodesasi Sejarah Pendidikan Islam Menurut Beberapa Ahli



Pada dasarnya, kajian sejarah itu terbatasi oleh ruang dan waktu, sedangkan ilmu pendidikan senantiasa berkembang dan mengikuti perubahan zaman. Oleh karena itu dapat diasumsikan, selain melakukan periodesasi berdasarkan waktu dan tempatnya, juga dapat dilakukan berdasarkan dinamika (sifat dan kategori) sejarah pendidikannya. Alasannya, antara satu waktu dan tempat bisa dibandingkan dengan waktu serta tempat lain. Dengan kata lain, peridoesasi sejarah pendidikan Islam bisa dilakukan dari sudut pandang manapun, asalkan memiliki landasan yang kuat. Salah satunya, setelah melakukan pembandingan antara waktu satu dengan yang lain.

Sebagaimaan menurut Zuahirini, dkk. bahwa pemilahan periodesasi dalam sejarah pendidikan Islam dimaksudkan hanya untuk memudahkan urutan pembahasan. Bagaimanapun, pada hakikatnya suatu peristiwa sejarah (termasuk sejarah pendidikan Islam) senantiasa terkait erat dengan peristiwa-peristiwa lainnya. Baik yang sebelum, semasa, maupun sesudahnya. Dengan kata lain, suatu peristiwa sejarah selalu dilatarbelakangi oleh beberapa peristiwa lain yang mendahuluinya. Serta berhubungan secara langsung dengan peristiwa-peristiwa lain yang semasa, sehingga berakibat terjadinya rentetan peristiwa-peristiwa berikutnya.[1]



Menurut Tadjab sebagaimana dikutip Mahfud dan Junaedi “Periodesasi sejarah pendidikan Islam akan mengikuti beberapa tahapan perkembangan. Pertama, pendidikan Islam di masa awal yakni masa pembinaan dan pertumbuhan pendidikan Islam yang berlangsung pada masa Rasulullah SAW. Kedua, masa perkembangan pendidikan Islam yakni masa Khulafaur Rasyidin. Ketiga, masa kejayaan pendidikan Islam yakni masa Bani Umayah dan Abbasiyah. Keempat, masa kemunduran pendidika Islam. kelima, pembaharuan pendidikan Islam.”[2]

Sebagaimana pernyataan sebelumnya bahwa sejarah pendidikan Islam terkait erat dengan sejarah Islam maka secara rinci periodesasi sejarah Islam menurut Harun Nasution[3] sebagaimana dikuti Zuhairini, dkk. ada lima masa, yaitu:

   1.      Masa hidupnya Nabi Muhammad (571-632 M)

   2.      Masa Khalifah yang empat (Khulafaur Rasyidin/ 632-661 M)

   3.      Masa kekuasan Umawiyah di Damsyik (661-750 M)

   4.      Masa kekuasaan Abbasiyah di Baghdad (750-1250 M)

   5.      Masa dari jatuhnya kekuasaan khalifah di Baghdad tahun 1250 M sampai sekarang.[4]

Lebih lanjut, Zuhairini, dkk. kemudian membagi sejarah Pendidikan Islam menjadi 5 periode, diantaranya:

1.    Periode pembinaan, yang berlangsung pada zaman Nabi Muhammad SAW.

2.    Periode pertumbuhan, yang dimulai sejak Nabi Muhammad SAW wafat hingga masa akhir Bani Umaiyah. Pada masa ini pendidikan Islam diwarnai perkembangan ilmu-ilmu naqliah.

3.    Periode kejayaan, yang diawali sejak berdirinya daulah Abbasiyah sampai dengan jatuhnya Bahgdad. Pada fase ini pendidikan Islam diwarnai berkembangnya ilmu akliah, berdirinya madrasah, dan puncak perkembangan kedudayaan Islam.

4.    Periode kemunduran, yang dimulai sejak jatuhnya Baghdad sampai jatuhnya Mesir di tangan Napoleon. Pada zaman ini pendidikan Islam mengalami keruntuhan sendi-sendi kebudayaan Islam dan berpindahnya pusat-pusat pengembangan kebudayaan ke dunia Barat.

5.    Periode pembaharuan, yang diawali dari terampasnya Mesir oleh Napoleon hingga masa modern sekarang ini. Pada tahap ini gejala-gejala kebangkitan dan kesadaran umat Islam mulai tumbuh.[5]





Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa periodesasi sejarah pendidikan Islam dari satu pendapat dengan pendapat lain berbeda. Di mana, perbedaan itu tidak hanya terlekat pada pengkatagorisasian atau penamaannya, akan tetapi juga pada waktunya. Perbedaan tersebut membuktikan bahwa sejarah itu bukan hanya sebuah pemaparan fakta-fakta sejarah. Lebih dari itu, sejarah adalah analisis dari fakta-fakta tersebut. Salah satu fungsi dari analisis sejarah yaitu supaya ilmu sejarah bisa disampaikan secara menarik, bermakna, dan memudahkan dalam memahami urutan-urutan faktanya. Oleh karena itu, sebagai cara pandang baru tersebut penulis merumusukan periode sejarah pendidikan agama Islam sebagai berikut:

  1.    Sejarah pendidikan Islam umum (dunia)

a.    Masa kelahiran; pendidikan Islam pada masa Rasulullah hingga akhir kepemimpinan Bani Umayah.

b.    Masa kemajuan; pendidikan Islam yang terjadi selama masa Bani Abbasiyah memimpin.

c.    Masa kemunduran; pendidikan Islam sesudah masa kepemimpinan Bani Abbasiyah berakhir kurang lebih antara tahun 1258-an Masehi hingga 1800-an Masehi.

d.    Masa kebangkitan I (pertama); pendidikan Islam antara kurun waktu tahun 1800-an Masehi hingga tahun 1900-an Masehi.

e.    Masa kebangkitan II (kedua); pendidikan Islam yang berlangsung dari tahun 1900-an hingga sekarang.

  2.    Sejarah pendidikan Islam khusus (Indonesia)

a.    Masa sebelum penjajahan; pendidikan Islam yang berlangsung ketika awal pertama kali datangnya Islam di Indonesia hingga kurang lebih tahun 1601-an Masehi.

b.    Masa penjajahan; pendidikan Islam yang berlangsung dari masa penjajahan Portugis, Belanda, hingga Jepang.




c.    Masa orde lama; pendidikan Islam yang terjadi selama kepemimpinan Soekarno berlangsung.

d.    Masa orde baru; pendidikan Islam yang terjadi selama kepemimpinan Soeharto berlangsung.

e.    Masa reformasi; pendidikan Islam antara kurun waktu tahun 1998-an Masehi hingga sekarang ini.





[1]Zuhairini dkk, Sejarah Pendidikan Islam (Jakarta: Dirjen Pembinaan kelembagaan Agama Islam Cet. II, 1986), hlmMansur dan Junaedi, Rekonstruksi Sejarah Pendidikan, hlm. 21.

[3]Pada kesempatan lain, Harun Nasution membagi sejarah Islam ke dalam tiga periode. Yakni, pertama periode klasik (650-1250 M) yang terdiri dari masa Kemajuan Islam I (650-1000 M) dan Masa Disintegrasi (1000-1250 M). Kedua, periode Pertengahan (1250-1800 M) yang terdiri dari masa kemunduran (1250-1500 M) dan masa tiga kerajaan besar (1500-1800M) yaitu kerajaan Usmani di Turki, kerajaan, Safawi di Persia, dan Kerajaan Mughal di India. Di mana dengan berdirinya tiga kerajaan ini bisa dikatakan sebaga era kemajuan Islam II (1500-1700). Meskipun akhirnya mengalami kemundurun (1700-1800 M). Ketiga, Periode Modern (1800 M). Lihat, Harun Nasution, Islam ditinjau dari berbagai Aspeknya Jilid I (Jakarta: Universitas Indonesia Cet. V, 1985), hlm. 56-88.

[4]Zuhairini, dkk. Sejarah Pendidikan Islam, Cet. II, hlm. 7.


[5]Zuhairini, dkk. Sejarah Pendidikan Islam, Cet. II, hlm. 13.

Komentar

Baca juga postingan berikut:

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Kumpulan Group WhatsApp Berbagai Komunitas Koleksi *Banjir Embun*

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)