Buaya Amfibi atau Reptil? Ketahui Perbedaannya


Selama ini masyarakat awam masih ada yang mengatakan bahwa buaya adalah binatang reptil sekaligus amfibi. Padahal antara reptil dengan amfibi itu beda. Artinya bila binatang itu bertipe amfibi maka ia tak mungkin jenis reptil. Begitu pula sebaliknya. Lalu buaya termasuk binatang amfibi atau reptil? Berikut ini penjelasannya.


Perbedaan mendasar dari amfibi (hewan hidup di dua alam yaitu air dan daratan) dengan reptil (hewan melata) adalah sebagai berikut:

(1) Cara berkembang biak

Baik reptil maupun amfibi sama-sama bereprodusi dengan cara bertelur. Namun kandungan kulitnya berbeda. Telur amfibi berstekstur lembek dan berair. Adapun telur reptil kulitnya keras mengandung kalsium. Lokasi bertelurnya pun berbeda. Reptil bertelur di sarang atau dikubur di tanah sedang amfibi diletakkan pada tanaman air atau tempat lembab lainnya. 


(2) Permukaan kulit

Tubuh amfibi terbungkus oleh kulit yang halus, lembab, cenderung berlendir, dan licin. Selain itu amfibi juga tak memiliki cakar di semua kakinya. Adapun reptil permukaan tubuhnya kering bersisik seperti perisai. Meskipun lama berendam di air kulit reptil tetap terkesan kering. Jari pada reptil yang berkaki memiliki kuku atau cakar.


(3) Habitat 

Amfibi hidup di lingkungan yang lembab dan tak jauh dari perairan. Sebab selain menggunakan paru-paru amfibi bernapas juga menggunakan kulit dengan syarat kondisi kulit harus basah. Sedangkan reptil habitatnya beragam mulai dari gurun, padang rumput, hingga di air.

Ilustrasi buaya (sumber gambar pixabay)



(4) Perlindungan diri. 
.
Amfibi berlindung dengan mengandalkan warna kulitnya. Contohnya katak sawah yang berwarna hijau untuk menyesuaikan diri dengan warna rerumputan di sekitar sungai sawah. Selain warna kulit amfibi juga ada yang beracun dan mematikan. Adapun reptil dalam mempertahankan diri cenderung agresif. Ia akan menggunakan gigi, cakar, semburan bisa, bahkan ekornya untuk menyerang lawannya. 


Dari perbedaan di atas sudah jelas bahwa buaya merupakan reptil yang hidup di air. Namun demikian ia tidak seperti reptil lainnya. Buaya merupakan binatang melata yang unik. Ia punya ruang jantung berjumlah empat dan punya diafragma (sekat rongga badan). Struktur tubuhnya juga sangat mendukung baginya untuk berenang di dalam air. Tak hanya sekadar hidup di air tapi ia juga menjadi penguasa atau raja perairan.


Walaupun buaya hidup di air ia bernapas menggunakan paru-paru. Artinya saat berada di dalam air ia tidak bernafas. Buaya mampu menahan nafas di dalam air paling tidak selama dua jam. Sistem pernapasan buaya sangat mirip dengan mamalia (termasuk manusia). Bedanya buaya punya langit-langit mulut (katup) yang bisa membuka dan menutup untuk memisahkan antara saluran pernapasan dengan tenggorokan. Oleh sebab itu, buaya bisa berenang sambil membuka mulutnya.




Komentar

Baca juga postingan berikut:

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Hutangmu Menunjukkan Seberapa Besar Harga Dirimu

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Arti SHP dalam Serial Anime One Piece

Ngeri! Indonesia Punya DENHARIN, Pasukan Elit dari Terelit yang Ditakuti Dunia

Pernah Dengar Istilah "Kotak Pandora"? Inilah Kisah di Baliknya

Visi dan Misi dalam Bekerja