No Clickbait! Di Klinik Kota Malang Biaya Cek Tekanan Darah dan Periksa Kadar Oksigen Rp. 70.000,-

Jadi begini ceritanya, saya mengalami gangguan tidur untuk beberapa hari. Pas saat hari pemeriksaan pukul 13.00 WIB di malam harinya tidur jam 11 malam. Bangun jam setengah tiga. Lalu tertidur lagi kurang dari setengah jam setelah salat Subuh.


Pagi hari dilalui normal saja. Seperti biasa saya mencari uang. Salah satunya dengan menulis di beberapa blog. Termasuk di situs Banjirembun.com ini. Hingga pada siang harinya ada sesuatu yang aneh. Jantung berdegup kencang dan sulit konsentrasi.

Seketika itu pikiran saya aneh ke mana-mana. Ada apa ini? Apakah saya terserang penyakit happy-happy yang lagi viral itu? Saya langsung khawatir berat bakal terkena happy hypoxia. Tiba-tiba langsung tak sadarkan diri tanpa gejala apapun.


Sebenarnya saya sudah pesan alat oximeter di situs toko online (bukan aplikasi mobilenya). Namun, sejak pesan di tanggal 09 September hingga tanggal 12 September di hari cek tekanan darah pesanan yang dinanti tak kunjung tiba. Rasa was-was berkecamuk.


Saya penasaran berapa sih kadar oksigen saya. Kok tiba-tiba badan ini terasa ada yang aneh? Sudah diusahakan untuk tidur siang tapi tidak bisa tertidur jua. Sebenarnya tidak ada rasa pusing atau gejala flu, batuk, atau tanda-tanda kurang enak badan. Cuma perasaan kurang nyaman saja.


Segala pencegahan pada hal-hal tak diinginkan sudah diupayakan. Mulai dari banyak minum air, pakai minyak kayu putih, hingga pakai hand sanitezer (cairan penstelir tangan) yang harganya selangit. Ditambah memakan-makanan bergizi dan bernutrisi juga tak turut membantu.


Akhirnya daripada terus tertekan dengan perasaan yang tidak-tidak, saya memutuskan langsung pergi ke klinik. Yakni, klinik yang pernah juga dibahas dalam situs ini berjudul "Pengalaman Berobat Sakit Diare, Rawat Inap Satu Malam di Klinik Kena Biaya 945 Ribu".


Saya langsung tancap gas menuju ke sana. Alhamdulillah pada saat itu sepi. Resepsionis depan ruang tunggu langsung menyambut saya dengan panggilan. Saya langsung mengutarakan maksud kedatangan. he he he 

Saya bilang "Saya ingin periksa tekanan darah, suhu, dan kadar oksigen."


Penerima calon pasien itu tentu kaget. Mungkin biasanya orang datang ke klinik mengeluhkan sakit apa. Sedang saya tiba-tiba begitu saja meminta cek atau periksa ini itu tanpa memberitahukan keluhannya apa. 


Dengan tegas saya katakan kembali "Saya datang ke sini ingin tahu keadaan saya, orang datang ke sini masak enggak boleh hanya untuk periksa."


Seketika itu ada perawat yang datang langsung di meja resepsionis membawakan alat pengukur tekanan darah atau disebut tensimeter (sfigmomanometer). Setelah beberapa kali memompa dan menata posisi alat di lengan perawat itu memberitahu tensi saya 165. Wah besar amat?!!


Tak begitu lama setelah itu, saya langsung di panggil ke ruangan dokter poli umum. Setelah dokter membaca riwayat pengobatan saya yang tercatat di arsip langsung bertindak. Dia memeriksa perut, dada, dan bertanya-tanya tentang gejala yang saya alami.


Alat oximeter untuk pengukur kadar oksigen dijepitkan ke ujung jari telunjuk. Hasilnya kadar oksigen saya 99%. Alhamadulillah normal. Kata dokter itu kadar normal oksigen seseorang adalah antara 95-100%. Saya langsung lega. Ternyata itu tak seperti perkiraan dan perasaan awal.


Dokter berpesan pada saya "Jangan terlalu banyak pikiran, dibikin santai saja, buat diri sehappy mungkin." 


Setelah itu saya ke loket tempat penebusan obat. Saya setorkan kertas yang ditulis dokter ke petugas. Saya disuruh tunggu dulu di ruang tunggu. Setelah itu saya dipanggil lalu diberitahukan bahwa semua biaya adalah 70 ribu rupiah. Saya agak kaget. Niat cuma periksa saja kok biaya sampai segitu.




Ternyata biaya tersebut tidak hanya untuk periksa kadar oksigen dan cek tekanan darah. Ada biaya lain yaitu untuk administrasi 15 ribu, periksa 30 ribu, dan obat 25 ribu. Sayangnya suhu saya tidak diperiksa sama sekali. Baik saat di meja resepsionis maupun saat di ruang dokter umum.


Perlu diketahui sebenarnya saya ini lebih sering terkena tekanan darah rendah. Sangat jarang sekali terkena darah tinggi. Sebab kedua orang tua saya juga tekanan darahnya rendah semua. Semoga pengalaman saya ini bermanfaat bagi semuanya.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Kumpulan Group WhatsApp Berbagai Komunitas Koleksi *Banjir Embun*

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)