Pengalaman Pribadi Impor 1 Buah Oximeter Seharga Rp. 78.204, Biaya Kirim Cuma 9.000 [Disertai Video]

Akibat membaca berita tentang happy hypoxia dari media online saya berinisiatif membeli Oximeter. Dengan alat itu akan tahu seberapa besar kadar oksigen dalam darah. Namun, sebelum alat itu tiba saya sudah "tepar" duluan.


Oksimeter warna hitam

Saya tak tahu. Ternyata oximeter yang dibeli dikirim oleh pemilik akun penjual aplikasi shopee berasal dari negara China. Lumrah saja butuh waktu lama. Sejak tanggal 09 September 2020 dibayar baru tanggal 17 diterima.



Pesanan tak kunjung tiba juga hingga tanggal 12. Padahal saat itu saya lagi galau. Secara psikologis butuh sekali kehadiran oximeter. Untuk sekadar mendapat kepastian. Ditambah lagi pada saat itu kondisi tubuh ada keanehan.


Demi untuk kemantapan hati saya memutuskan pergi ke klinik. Tujuannya hanya untuk memeriksa suhu, kadar oksigen, dan tekanan darah. Alhamdulillah, walau tensi tinggi semua masih terkendali. Hanya butuh asupan penurun tensi darah.


Baca: Di Klinik Kota Malang Biaya Cek Tekanan Darah dan Periksa Kadar Oksigen Rp. 70.000,-


Rasa penasaran terhadap produk impor berupa oximeter ini begitu tinggi. Bagaimana ya tampilan labyarnya? Akurat tidak? Serta pertanyaan-pertanyaan lain. Akan tetapi disebabkan suatu hal baru hari ini bisa saya coba.


Hasilnya pemeriksaan saturasi oksigen tubuh saya antara 96% - 97%. Uji coba pertama menunjukkan angka 96. Percobaan selanjutnya 97. Setelah itu mengalami kendala. Alat tidak responsif. Lebih lengkap silakan lihat video di atas.

Buku panduan, garansi, dan tali untuk penggunaan oximeter

Hasilnya tidak terlalu memuaskan. Alasannya, ternyata produk yang dibeli belum termasuk baterai. Alhasil saya harus pergi ke minimarket untuk membelinya. Baterei yang digunakan ialah tipe AAA. Harganya Rp. 19.900.

Bateri Alkaline tipe AAA


Selain itu, buku panduan manual pemakaian tidak berbahasa Indonesia. Serta hasil pengecekan kadar oksigen yang dilakukan begitu lambat. Butuh kesabaran dan penyesuaian (adapatsi) yang ekstra supaya terbiasa.


Ralat: Saya memakai uji coba pertama kali Oximeter tersebut saat sedang berjemur di bawah sinar matahari yang terang. Setelah saya lakukan di tempat yang teduh alat tersebut cukup responsif. Walau kadang perlu beberapa waktu menunggu selagi alat masih melakukan scan. Alat itu bekerja berdasarkan aktifitas sinar merah yang "ditembakkan" ke jari pengguna. Jadi, mungkin saja sinar matahari mengganggu kinerjanya.


Setelah saya gunakan berulang kali. Banyak masalah ditemui. Mulai dari layar tidak menunjukkan data presentasi atau grafik hingga respon alat yang tak cepat. Bahkan ketika posisi jari sudah dibolak-balik atau ditata sedemikian rupa tetap "lemot".


Tak ada grafik, angka, atau data yang muncul di layar. Entah karena saya yang tak bisa menggunakan atau memang ada faktor lain. Itu sangat beda sekali dengan alat pengukur kadar oksigen milik klinik yang pernah saya datangi di atas.



Dengan harga yang sesuai tertera di gambar atas harus dimafhumi kualitasnya. Tidak pantas untuk protes. Dibanding di luaran sana bisa mencapi 250 ribu perbuah. Belum lagi sangat mungkin memang saya tidak bisa menggunakan alat tersebut sebagaimana mestinya.


Tak hanya itu, pasti ada prinsip kerja pulse oximetry yang di luar pengetahuan saya. Di mana, ada hal-hal tertentu yang menjadi penyebab alat itu kurang begitu valid dalam membaca (scan) darah di balik kulit.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? Itu Kode Angka Organisasi Keagamaan Indonesia

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Tanya Jawab Tentang Filsafat Pendidikan Islam dan Upaya Pembaruan Pendidikan Islam

Visi dan Misi dalam Bekerja

Arti SHP dalam Serial Anime One Piece