Puisi Kepedihan Ditinggal Nikah "Cinta Pertama"

Kepedihan Ditinggal Nikah Cinta Pertama

Oleh: Jonathan


Dia adalah cinta pertamaku yang pasti bagiku tak bakal terbantah

Sayangnya, itu baru kusadari setelah lulus sekolah

Serta, gejalanya muncul tak lama dari terjadinya "tragedi kelengkeng sekolah"

Di mana, dia pilih berpaling jauh dari aku yang cupu parah

Entah, itu cuma ingin memancing cemburuku maupun berupa pelampiasan belaka


Baca juga: Tragedi di Bawah Pohon Kelengkeng Sekolah


Kuakui, saat itu sejujurnya aku sejatinya telah kehilangan dia, walau mungkin belum kehilangan hatinya

Namun, aku berusaha mati-matian menipu hatiku sendiri dan manipulasi rasa

Seakan, aku tegar tanpa pikiran bersalah mengabaikan suara hatinya

Padahal, hatiku sendiri sudah berkecamuk melebihi tinggi serta ganasnya ombak samudera


 

Wajarlah, saat cinta pertama disebut sebagai cinta tiada tergantikan dan tak terlupakan

Cinta yang awet bertahun-tahun, bahkan tetap ada, meski telah melalangbuana entah berantah demi menghilangkannya

Jangan ditanya bagaimana rasanya ketika ditinggal nikah oleh dia sebagai cinta pertama?

Duh, semua pilihan menjadi serba salah "mati bunuh diri segan, melanjutkan hidup pun penuh beban"



Patah hati kehilangan cinta pertama bukan "seakan" maupun "seolah" lagi, tetapi benar-benar mengalami distimia parah

Yakni, sebuah depresi berkepanjangan yang kronis, menjalar membuat hilangnya akal waras

Akibatnya haluan hidup pun semakin goyah, layaknya kapal disapu badai di antara karang

Hendak melawan cuaca kejam tersebut nyatanya setan mengajak menyerah untuk tiarap duluan


Baca juga: Kenali 7 Gejala Distimia, Ternyata ini Bedanya dengan Depresi


Awalnya, memang tetap mampu menjaga hawa nafsu dan prinsip kehidupan

Nah, sesudah ditinggal dia nikah bikin semua berubah

Gejolak jiwa meronta-ronta menyesali keadaan

Menjadi pribadi yang tak seperti orang beriman yang ridho pada takdirnya



Ditambah lagi, sebelum nikah itu "terwujud" nyata, aku tidak pernah mengungkapkan perasaan ke dia ingin menikahinya

Bila waktu itu kuutarakan rasa cinta sebelum pernikahannya maka jadi berbeda ceritanya

Setidaknya, hatiku lega tanpa dihinggapi sesal seperti sekarang yang bertubi-tubi tiada jeda kecuali sementara

Nahasnya, malah yang ada, gangguan penyesalan itu kukuh terngiang-ngiang menyerang



Andai aku tak punya agama, barangkali aku sudah bunuh diri menutup usia

Demi menghindari bayang-bayang rasa salah yang tiada tara pedihnya



Tak usah kau ingin tahu siapakah dia

Sebab, aku tak ingin siapapun fokus padanya

Akulah yang salah, bukan dia

Apalagi sebagai lelaki aku tak kesatria



Terakhir, bait-bait ini sebenarnya belum tersampaikan semua

Akan tetapi, aku paksakan berhenti saja


Supaya aku bisa memberikan kesempatan pada diriku ini bangkit dari keterpurukan

Serta pula, mendorong dia agar memaklumi masa laluku yang penuh salah


Semoga dia makin bahagia bersama anak dan suaminya

Sementara aku di sini masih terombang-ambing di atas kecilnya perahu layar


SELESAI


[Video klip cover "Jika itu yang Terbaik" Ungu] Video di bawah bisa diputar. Klik saja!


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Tanya Jawab Tentang Filsafat Pendidikan Islam dan Upaya Pembaruan Pendidikan Islam

Visi dan Misi dalam Bekerja

Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? Itu Kode Angka Organisasi Keagamaan Indonesia

Arti SHP dalam Serial Anime One Piece